Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Menundukkan Kaum Pemburu: Kuasa Pu Sindok atas Perburuan Burung dan Binatang Abad X Pradita, Dennys; Wardhana, Adi Putra Surya
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 22 No. 1 (2021): April
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa-pengetahuan yang dibangun Pu Sindok untuk menundukkan kaum pemburu burung dan binatang pada abad X. Pada awalnya, perburuan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perut. Pada masa kerajaan kuno, berburu menjadi kesenangan dan memenuhi kebutuhan ekonomi. Oleh sebab itu, Pu Sindok menetapkan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi baik oleh pemburu maupun profesi yang berkaitan dengan perburuan lainnya sebagai kontrol atas perburuan. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah dengan pendekatan Arkeologi untuk mengungkap perburuan burung dan binatang lainnya melalui peninggalan dari masa Pu Sindok. Penelitian menunjukkan, Pu Sindok membangun pengaruh melalui prasasti-prasasti di wilayah Kerajaan Medang, Jawa Timur. Hewan buruan seperti burung menjadi komoditas ekspor kerajaan tersebut. Pu Sindok membuat beberapa ketetapan dalam prasastiyang mengandung diskursus untuk membatasi perburuan, menjaga kelestarian lingkungan alam, dan memperkuat kekuasaan-otoritas di wilayah Kerajaan Medang dan sekitarnya. Kehidupan sosial, politik, budaya, dan ekonomi pada masa Pu Sindok menjadi lebih stabil.
Asketisme Perempuan Jawa Dalambayang Hedonisme Priayi Surakarta (Abad XIX- Awal Abad XX) Wardhana, Adi Putra Surya; Farokhah, Fiqih Aisyatul
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.311

Abstract

Tujuan penelitian mengkaji diskursus asketisme perempuan Jawa dalam bayang hedonisme priayi Surakarta abad XIX sampai awal abad XX. Dalam beberapa naskah Jawa yang ditulis pada abad XIX hingga awal abad XX, perempuan Jawa dikonstruksi untuk hidup asketis. Sementara itu, priayi laki-laki dan penguasa tradisional Surakarta gemar merayakan kehidupan hedonismenya. Oleh sebab itu, ada beberapa permasalahan yang dibahas. Pertama, menganalisis kondisi sosial-politik di Surakarta abad XIX sampai awal abad XX yang mempengaruhi penyebarluasan diskursus asketisme perempuan Jawa; kedua, mengkaji hedonisme elit istana yang dirayakan di atas asketisme perempuan Jawa; ketiga, manganalisis motivasi tindakan dari konstruksi diskursus asketisme perempuan Jawa pada abad XIX hingga awal abad XX. Metode sejarah digunakan untuk menganalisis topik utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, penguasa tradisional di Surakarta mengalami kekalahan secara politik terhadap pemerintah kolonial Belanda. Hedonisme dirayakan di atas kontruksi asketisme perempuan Jawa dalam naskah-naskah piwulang estri sebagai pelampiasan atas kekalahan tersebut. Naskah-naskah piwulang estripun marak diproduksi dan direproduksi pada abad XIX – XX. Motivasi tindakan dalam konstruksi asketisme perempuan Jawa adalah untuk meraih kemenangan atas tubuh, hati, dan pikiran perempuan. Namun, perempuan Jawa pandai bernegosiasi sehingga mereka merebut ruang-ruang kekuasaan pada rumah tangga, ekonomi, dan ranjang.
Patriotisme dalam Foto Majalah Merdeka Edisi Enam Boelan Indonesia Merdeka, 1946 Wardhana, Adi Putra Surya
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan kajian tentang narasi patriotisme dan wacana kemerdekaan 100% dalam foto majalah Merdeka edisi enam bulan Indonesia merdeka pada 1946. Beberapa permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah kon-disi foto jurnalistik masa awal revolusi, bentuk-bentuk narasi patriotisme dan wacana kemerdekaan 100% serta tujuan menyebarluaskan wacana tersebut dalam foto majalah Merdeka edisi enam bulan Indonesia merdeka. Penelitian ini menggunakan metode ana-lisis konten kualitatif dengan pendekatan sejarah untuk menganalisis foto jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto jurnalistik masa awal kemerdekaan mengalami banyak hambatan dan tantangan. Merdeka menjadi media massa yang mampu menerbit-kan foto jurnalistik. Majalah Merdeka menjadi media untuk menyebarluaskan narasi pat-riotisme dan wacana kemerdekaan 100% yang terkandung dalam foto jurnalistik. Dengan demikian, tujuan foto jurnalistik Majalah Merdeka adalah membangun spirit patriotik pembaca, memvisualisaikan perjuangan seluruh elemen bangsa, mengomunikasikan peran pemerintah pusat, dan mencitrakan relasi harmonis antara pemerintah pusat dengan militer Indonesia demi mewujudkan kemerdekaan 100%.
WONOGIRI TEMPO DOELOE: MENINGKATKAN LITERASI VISUAL MELALUI PAMERAN FOTOGRAFI BERNILAI HISTORIS Wardhana, Adi Putra Surya; Putri, Risky Chairani
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i2.6543

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Studi Fotografi Institut Seni Indonesia Surakarta bertujuan untuk meningkatkan literasi visual masyarakat Wonogiri pameran fotografi bernilai historis. Berdasarkan informasi dari mitra, Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Wonogiri, tingkat literasi visual masyarakat Wonogiri masih stagnan meskipun sudah terjadi peningkatan sedikit. Kenyataan ini berkorelasi dengan kesadaran sejarah masyarakat yang masih rendah. Dampaknya adalah kreativitas dan inovatif untuk memanfaatkan potensi daerah masih belum maksimal. Oleh sebab itu, tim PKM Program Studi Fotografi ISI Surakarta merancang kegiatan pameran dan diskusi fotografi bertema Wonogiri Tempo Doeloe. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi-pelaporan. Hasil kegiatan PKM adalah terlaksananya pameran dan diskusi fotografi Wonogiri Tempo Doeloe di Baturetno Kabupaten Wonogiri pada 8 September 2023. Pameran fotografi memanfaatkan teknik storytelling agar pengunjung mendapat informasi dan pengalaman berdasarkan sumber visual dan oral. Indikator keberhasilan adalah antusiasme pengunjung dalam menanggapi kegiatan pameran dan diskusi. Pengunjung mengharapkan kegiatan pameran berbasis historis dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM mendatang diharapkan dapat mengajak mitra-mitra lain yang memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi Wonogiri melalui pameran fotografi berbasis kesejarahan.
Komodifikasi Ternak Tradisional di Sunda Kecil Tahun 1960-an Sampai 2017 Pradita, Dennys; Wardhana, Adi Putra Surya
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v16i1.72401

Abstract

Sunda Kecil is an area that has potential for farming. Most farms in this region are still traditional. Along with economic development policies, investment has begun to target farms in Sunda Kecil. When this article was written, research discussing the commodification of traditional farms in Sunda Kecil did not exist because most studies only focused on farm development techniques. Therefore, this research discusses (1) the reasons why Sunda Kecil has a tradition of farms; (2) the commodification of traditional farms in Sunda Kecil; (3) the influence of capitalism on the tradition of farms in Sunda Kecil. This research was compiled by collecting data, criticizing data, interpreting data, and compiling facts in a scientific narrative. Farms in Sunda Kecil fulfill the needs of food and life, such as horses, buffaloes, cows, and pigs. This potential has not been optimized, so the government conducted several policies to promote farms in Sunda Kecil, such as providing assistance for superior seeds, health employees, and artificial insemination. Modernization affected the pattern of farms in Sunda Kecil. Capital power has entered the economic joints that have the impact of changing the community's perspective on livestock. It is turned into a means to bring profit and change traditional farming towards modern farming.