Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

JAVANESE ISLAM DURING MANGKUNEGARA I LEADERSHIP Septi Anggita Kriskartika; Titis Srimuda Pitana; Susanto Susanto
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 17 No 1 (2019): IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.016 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v17i1.2238

Abstract

Religion is the main aspect in constructing a discourse because the Javanese society in the 18th are thickly related with religiosity (Islam) as an inherited principle from the previous king. Mangkunegara I is an influential and interesting figure in the history of Javanese leadership relating to Islam. The medium used in the Islamization process by Mangkunegara I are through art, culture, customs and Islamic religious education. This study aims to show the Javanese Islamic discourse during the leadership of Mangkunegara I in the Babad Kemalon (Pakunegara)/ BK manuscript. The BK manuscript is a Javanese manuscript contains of 30 macapat songs which tells about the struggle of R.M. Said until entitled Mangkunegara I. this research uses the cultural studies paradigm. The theory used is the discourse theory proposed by Michael Foucault. The method used is a qualitative method and the data analysis techniques are done descriptively and interpretatively. This research belongs to library research. The result shows how the leadership of Mangkunegara I was able to show its discourse in Javanese Islam, which was manifested by the way of Mangkunegara I leaderships towards himself, his families, and people. As well as the Islamic base struggle which is always emphasized by Mangkunegara I.
Revivalisme Kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII di Era Republik Adi Putra Surya Wardhana; Titis Srimuda Pitana; Susanto -
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 1 (2019): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i1.568

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membedah relasi kuasa-pengetahuan di balik diskursus revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII. Mangkunegaran adalah sebuah istana yang pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan Jawa pada masa kolonial. Mangkunegaran dipimpin oleh seorang Mangkunegara. Pasca kemerdekaan, Mangkunegaran tidak lebih dari sebuah bangunan yang menyimpan kisah-kisah kejayaan para leluhur. Mangkunegara VIII adalah pemimpin Mangkunegaraan pada saat itu. Ia harus menghadapi berbagai macam tekanan sosial, politik, dan ekonomi. Ia kehilangan kedudukan sebagai kepala pemerintahan Mangkunegaran. Oleh sebab itu, ia membutuhkan sesuatu untuk memulihkan kehormatannya, yaitu kebudayaan Jawa. Ada tiga pokok bahasan yang dikaji oleh tulisan ini. (1) Bagaimana bentuk wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII pada era Republik? (2) Bagaimana fungsi wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII? (3) Bagaimana makna wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII? Wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII berbentuk klaim bahwa ia adalah pengayom kebudayaan Jawa. Mangkunegaran merupakan pusat pelestarian kebudayaan Jawa. Mangkunegaran mempertunjukkan kesenian-kesenian khasnya kepada khalayak umum, para pejabat, dan tamu-tamu asing. Mangkunegaran menjadi pusat untuk menggali kesenian-kesenian khasnya yang pernah mati suri. Fungsi dari wacana ini adalah untuk memperoleh kehormatan dari abdi dalem, masyarakat, dan petinggi republik dalam bidang kebudayaan. Makna dari wacana ini bagi mereka yang terhegemoni adalah anggapan bahwa Mangkunegaran menyimpan harta dan warisan budaya yang adiluhung dari para leluhur.
Sensus Sosial Melalui Aplikasi Merdesa Guna Proses Akurasi Data Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri Titis Srimuda Pitana; Budi Siswanto; Muhammad Abdul Mukhit; Almira Nur Aryani Putri; Anggun Bella Saputri; Ferdian Wijatmiko; Ismatul Azimah; Renata Dainty Rahma Cahyati; Salwa Afifah Rimbawani; Tafrica Dewi Setyaningrum; Wiji Mugiarti; Woro
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.431 KB) | DOI: 10.58218/kreasi.v2i3.273

Abstract

Pada setiap wilayah, data merupakan hal yang penting bagi perencanaan program wilayah, salah satunya adalah data terkait aspek sosial. Data sosial yang kurang akurat akan menjadi permasalahan bagi keberlangsungan program pembangunan di wilayah tersebut, dimana lingkup akurasi data harus saling terintegrasi dari tingkat nasional hingga desa. Data yang kurang bahkan tidak tepat dapat diminimalisir melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Data Desa Presisi (DDP) yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan kerjasama bersama Institut Pertanian Bogor (IPB). Program tersebut bertujuan untuk melihat realisasi data sosial di lapangan yang dimiliki oleh pemerintah desa dan memperbarui data tersebut agar lebih presisi atau tepat, dimana lokasi pelaksanaan program terletak di Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Pelaksanaan program KKN DDP ini dilakukan dengan cara sensus penduduk dan menggunakan aplikasi yang sedang dilakukan pengembangan oleh pihak IPB yaitu Aplikasi Merdesa. Melalui aplikasi Merdesa, dapat dilakukan wawancara kepada masyarakat yang dibantu oleh enumerator yaitu pihak yang membantu dalam pelaksanaan sensus penduduk untuk mengetahui data terkait kependudukan dan yang lainnya. Hasil yang diharapkan nantinya adalah mampu memiliki database sosial yang tercantum menjadi satu dalam Buku Monografi Desa Songbledeg. Buku tersebut mampu digunakan sebagai acuan dalam perencanaan program pembangunan desa yang berkaitan dengan masyarakat dan mampu tepat sasaran dikarenakan database sosial yang dimiliki telah presisi.
REPRESENTASI WACANA NEW MUSEOLOGY PADA MUSEUM RADYAPUSTAKA SURAKARTA Badra Sugara; Warto; Titis Srimuda Pitana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi menuntut museum untuk melakukan banyak perubahan. Hal ini merupakan suatu pilihan bahwa berkembangnya zaman menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan harus diikuti untuk keberlangsungan museum termasuk Museum Radyapustaka Surakarta. New Museology menjadi alternatif yang muncul sebagai wacana modernisasi dalam pengelolaan museum. New museology muncul dengan tujuan memperkenalkan filosofi baru seputar fungsi museum serta perubahan hubungan antara museum, masyarakat dan komunitas. Adanya peran serta masyarakat merupakan salah satu pembeda antara new museum (new museology) dengan traditional museum. Secara tidak langsung Museum Radyapustaka Surakarta telah menerapkan paradigma new museology dalam pengelolaannya. Salah satu contoh adalah pameran imersif yang memadukan konsep pendekatan tradisional museum dengan new museum. Pameran tersebut menunjukkan bahwa ekslusifitas pada koleksi yang menjadi ciri dari traditional museum menjadi hilang karena pada pameran tersebut lebih menekankan pada tema dan pesan yang disampaikan kepada pengunjung atau masyarakat. Ini yang menjadi ciri dari new museum sebagai penerapan wacana new museology di Museum Radyapustaka Surakarta. Kata kunci: Museum; New Museology; Radyapustaka; Modern; Wacana
BANYU PANGURIPAN TRADITION: SACREDNESS IN AN ISLAMIC CONTECT Afiliasi Ilafi; Bani Sudardi; Slamet Subiyantoro; Titis Srimuda Pitana
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Banyu Panguripan Tradition still balances the values of Islamic teachings that live in the community of Pulosari Subdistrict. Although this tradition has potential as a cultural tourism destination, it still does not leave the essence of the sacredness of this tradition. The Banyu Panguripan tradition is a tradition related to springs and water sources, which is not only in Pulosari Subdistrict. But some areas also have the same tradition, such as in Kudus. The difference lies in the packaging and implementation of the event. The use of descriptive qualitative methods is considered appropriate in this research because the techniques used in data collection are observation and interviews so that the data obtained comes from interviews with informants who are relevant and credible to this research. The sacredness that exists in the implementation of the Banyu Panguripan Tradition still does not leave the Islamic corridor in the community.
Negotiating Identity: The Cultural and Religious Significance of Rifa'iyah Batik for Women Sigit Setyawan; Titis Srimuda Pitana; Prasetyo Adi Wisnu Wibowo
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2025): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v23i1.13973

Abstract

This study examines how the Rifa'iyah batik tradition becomes a conveyance for self-actualization for Rifa'iyah women in public spaces, focusing on negotiating women's identity in existing social constructions. Located in Kalipucang Wetan, Batang, Jawa Tengah Indonesia. This study uses a descriptive qualitative method with a post-structuralist feminist approach to reveal the dynamics of Rifa'iyah women's identity. Data were obtained through interviews with batik artisans and cultural observers, observations, and literature studies. The study results show that Rifa'iyah women can negotiate sociocultural structures through the batik tradition, changing society's perception of the role of women in the public sphere. They are not merely economic actors who contribute to family income but also agents of social change and cultural preservers. The gender identity of Rifa'iyah women is proven to be dynamic and continues to be formed through repeated actions and negotiations with prevailing norms. The implications of this study enrich cultural and gender studies, especially in understanding the interaction between gender, spirituality, and culture in shaping women's identity. This study also provides a new perspective on how women can utilize creative spaces to participate in the public sphere without violating the values ​​​​adopted by society. Research findings are relevant to women's empowerment efforts in traditional societies, showing that traditions can empower when interpreted and practised creatively.
Meningkatkan Health Awareness Terhadap Penyakit Tidak Menular pada Lansia Dusun Sale Kabupaten Magetan melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Titis Srimuda Pitana; Dena Angelina Firdousy; Bilal Fikry; Muhammad Ramadhani Suryanto; Louiseka Bryan Pangestu; Aidina Cecilia Amini; Alicia Aurora Salsabila; Amanda Zani Cahya Azizah; Hafisah Naim Inayah; Maulia Rosa Buana Sakti; Nugrahani Fajar Aulia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi di Dusun Sale, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, belum terdapat posyandu untuk lansia sebagai salah satu upaya untuk memantau kondisi kesehatan lansia. Gaya hidup dan jenis asupan makanan pada lansia di Dusun Sale menjadi penyebab PTM hipertensi, diabetes, dan hiperlipidemia. Pelaksanaan program KKN Kelompok 153 dari Universitas Sebelas Maret periode Juli - Agustus 2024 turut berkontribusi dan memiliki tujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya menjaga kesehatan bagi lansia, memberikan informasi kepada lansia mengenai dampak dari tidak terkontrolnya indikator kesehatan, mengetahui kondisi kesehatan lansia Dusun Sale dengan melakukan pemeriksaan, dan membantu meningkatkan motivasi lansia untuk melakukan pencegahan serta tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan bagi lansia, memberikan informasi kepada lansia mengenai dampak dari tidak terkontrolnya indikator kesehatan, mengetahui kondisi kesehatan lansia Dusun Sale dengan kegiatan pemeriksaan, dan membantu meningkatkan motivasi pada lansia untuk melakukan pencegahan serta tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.