Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : WIDYAKALA JOURNAL

Seberapa Sustainable-kah Kita? Menilik Perumahan Lapak Pemulung di Jurangmangu, Bintaro Eka Permanasari; Aldyfra L. Lukman; Aninda Moezier; Sahid .; Ratna Safitri
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 1 (2014): Sustainable Eco Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.11 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v1i1.2

Abstract

Pembangunan berbasis lingkungan yang berkelanjutan dapat menyelamatkan bumi ini. Isu perubahaniklim telah menjadi permasalah dunia yang tidak dapat dihindari. Penelitian ini mengangkat isumengenai para pemulung dan cara hidup mereka dalam peranannya melestarikan lingkunganberdasarkan analisis dari kegiatan dan tempat tinggal mereka. Permasalahannya adalah, di satu sisipara pemulung ini seringkali dikonotasikan secara negatif. Mereka seringkali diasosiasikan sebagaipencuri dan pemukiman mereka disalahkan sebagai tempat berkembang biaknya sumber penyakityang menular seperti demam berdarah dan diare. Terlebih lagi, pemukiman mereka dipandang dapatmerusak ketertiban dari sebuah kota yang baik. Di sisi lain, tanpa adanya sistem daur-ulang yangkomprehensif dari pihak pemerintahan kota, pekerjaan para pemulung ini bisa dilihat sebagai suatukebutuhan.Dengan kegiatan mereka mengumpulkan dan menjual material yang dapat didaur-ulang,hal ini menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran dan juga melestarikan alam.Pertanyaanya adalah, seberapa besar pengaruh dari para pemulung ini dalam melestarikan alamdengan keberadaan mereka yang dipandang sebagai sebuah masalah? Penelitian ini menganalisisperan para pemulung dalam melestarikan alam diluar eksistensi mereka yang dipandang secaradilematis. Objek dari studi ini yaitu di area sekitar Bintaro, Tangerang Selatan. Metode yang digunakanadalah observasi, review literature, dan wawancara. Tujuan dari makalah ini adalah meningkatkankesadaran akan pelestarian lingkungan.
Analisis Desain Dan Makna Landmark Tugu Pamulang Baru Tangerang Selatan Rafly Gilang Priyanda; Ratna Safitri; Surya Gunanta Tarigan
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 10, No 2 (2023): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/widyakala.v10i2.784

Abstract

Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang baru berdiri pada tahun 2008, yang merupakan pemekaran kabupaten Tangerang. Sebuah kota memerlukan suatu identitas agar mudah dikenali orang dan menjadi ciri khas dari kota tersebut. Salah satu bentuk fisik yang mendukung terbentuknya identitas kawasan adalah membangun sebuah landmark. Tugu pamulang yang berada pada kecamatan Pamulang diharapkan dapat menjadi landmark baru bagi kota Tangerang Selatan dan dapat membawa identitas kota secara kuat. Namun dalam perjalanan waktu, Tugu Pamulang yang lama banyak mendapat kritikan, salah satunya yang viral pada tahun 2021 dimana Tugu Pamulang dianggap tidak dapat mewakili Tangerang Selatan. Untuk itu pemerintah melakukan evaluasi dan akhirnya direvitalisasi yang kemudian Tugu Pamulang yang baru diresmikan pada tahun 2022. Atas perubahan yang terjadi pada Tugu Pamulang, maka penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana sebuah landmark dapat menjadi identitas sebuah kota secara mendalam. Dalam penelitian ini, pendekatan yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif dalam paradigma naturalistik dan penjelasan melalui visualisasi. Peneliti menganalisis bagaimana makna dari bentuk fisik Tugu Pamulang yang baru dan apakah identitas kota Tangerang Selatan yang baru dapat tergambarkan dalam desain tugu yang baru.
Eksistensi Desain Tongkonan terhadap Penggunaan Material Pabrikasi di Desa Panta’nakan Lolo, Toraja Utara Safitri, Ratna
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 11, No 1 (2024): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/widyakala.v11i1.874

Abstract

Maraknya globalisisi yang banyak membawa perubahan dalam proses konstruksi dan penggunaan material bangunan pada arsitektur vernakular perlahan-lahan terjadi di daerah-daerah di Indonesia. Hal ini juga tak luput terjadi perubahan tersebut pada daerah di Toraja, Sulawesi Selatan. Perubahan penggunaan material alami yang ramah lingkungan mengalami pergeseran dengan material pabrikasi yang marak digunakan pada rumah tradisional di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian Tongkonan serta dampaknya terhadap lingkungan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perubahan yang terjadi pada konstruksi saat ini dari Tongkonan yang ada di Desa Panta’nakan Lolo dan pengaruhnya terhadap desain bangunan itu sendiri. Perubahan penggunaan material bangunan alam ke material hasil industri telah bercampur, hal ini didasarkan pada temuan yang didapatkan melalui survei dan wawancara dengan pemilik sehingga didapatkan informasi yang kemudian diolah dan disampaikan secara kualitatif deskriptif. Adapun keunggulan material alam dan kuatnya tradisi, maka penggunaan material alam masih dapat dipertahankan dan diharapakan dapat digunakan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga ketersedian material alam tersebut di alam Toraja.
Implementasi Konsep Arsitektur Hijau pada Desain Pengembangan Ruang Belajar Komunal Purisari, Rahma; Safitri, Ratna; Mannan, Khalid Abdul
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8, No 2 (2021): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.869 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i2.477

Abstract

Arsitektur hijau merupakan pendekatan rancangan arsitektur dalam menghasilkan bangunan dan lingkungan binaan yang seimbang dan bijak dalam penggunaan sumber daya alam. Konsep ini berkembang di Indonesia sejak IFC (International Finance Corporation) bekerjasama dengan GBCI (Green Building Council Indonesia) untuk membuat parameter dalam upaya memotivasi bangunan untuk mencapai rancangan dan performa yang berkelanjutan. Dalam perancangan ruang belajar komunal Puri Anjali yang berada di Kediri, Jawa Timur ini perancang berupaya untuk mengimplementasikan konsep arsitektur hijau, dimana perancang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, menggunakan sumber daya energi dan pemakaian lahan yang efisien, serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan proses perancangan ruang komunal mulai dari identifikasi masalah pada lahan hingga implementasi konsep arsitektur hijau berdasarkan parameter GBCI. Dalam memberikan solusi terhadap rancangan, penulis mengolaborasikan metode penelitian kualitatif (studi literatur, studi preseden, studi tapak dan wawancara) dalam menerapkan parameter GBCI dan melakukan proses desain Zeisel (imaging, presenting dan testing) untuk memperoleh rancangan yang konstekstual. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan ruang belajar komunal yang mengimplementasikan arsitektur hijau untuk memberikan keseimbangan antara aktifitas dan psikologis pengguna terhadap lingkungan binaannya.