Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN BENTUK SAJIAN UPACARA ADAT MAPAG PANGANTEN SANGGAR SENI NYI POHACI KABUPATEN SUBANG Ilham Revangga; Endang Caturwati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara Adat Mapag Panganten telah menjadi kebiasaan dalam peristiwa perkawinan di masyarakat Sunda, khususnya di Kabupaten Subang. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang berkembang dalam Upacara Adat Mapag Panganten khususnya di Sanggar Seni Nyi Pohaci. Pengetahuan tentang perkembangan dan perubahan yang terjadi pada Upacara Adat Mapag Panganten Sunda yang belum terpublikasi secara rinci, menjadi landasan dasar dalam penulisan artikel ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan bentuk sajian dalam Upacara Adat Mapag Panganten. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan dan perubahan pada pementasan Upacara Adat Mapag Panganten Sunda khususnya di Sanggar Seni Nyi Pohaci yang terlihat pada bentuk sajiannya. Dengan adanya perkembangan tersebut, Upacara Adat Mapag Panganten Sunda saat ini lebih diminati oleh masyarakat yakni dengan adanya unsur inovasi di dalamnya.
Tari Buyung Cigugur Kuningan di Masa Pandemi Caturwati, Endang; Subiantoro, Ign. Herry; Elisandy, Terry
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1374

Abstract

Tari Buyung merupakan sebuah tarian yang dipergelarkan pada upacara adat Seren Taun diCigugur Kuningan. Tarian tersebut memiliki makna, menginjak kendi sambil membawa buyungdi kepala (nyuhun) erat hubungannya dengan ungkapan ‘di mana bumi dipijak di situ langitdijunjung’. Di masa Pamdemi Covid-19 tari Buyung tidak dipergelarkan. Artikel ini merupakanhasil Penelitian Hibah Tesis Magister ISBI Bandung, bertujuan menghasilkan berbagai aspekyang terkait dengan tari Buyung, serta re-komposisi koreografi dan pola lantai Tari Buyung,sesuai dengan kebutuhan pertunjukan di masa pamdemi Covid-19. Metode yang digunakanadalah metode ‘DO IT’, dengan mengevaluasi masalah satu persatu guna mendapatkan solusicara berpikir kreatif. Hasil peneltian, (1) Ditemukan adanya ‘perubahan konsep pertunjukan’,di masa pamdemi Covid-19; (2) Re-Komposisi Tari Buyung sesuai jumlah penari dan ruangpertunjukan out door ke in door, (3) Menemukan ‘Pola Tujuh’ dari berbagai aspek yang terkaitdengan pertunjukan Tari Buyung.Kata Kunci: Tari Buyung, Seren Taun Cigugur Kuningan
‘Passompe’: Konsep dan Bentuk Rekacipta Tari Terinspirasi Nilai Pappaseng Tellu Cappa Budaya Masyarakat Bugis Haruna, Ilham; Caturwati, Endang; Rustiyanti, Sri
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2746

Abstract

ABSTRACT The creation of dance from the cultural values of pangadereng manifested in pappaseng tellu cappa can be an integrative problem solver. The interpretation of symbolic nonverbal language becomes the cohesion of the choreographer to produce an ecranization of visual ideas in the entity of the dance 'Passompe'. This dance creation uses qualitative research and elaborating with creativity approach proposed by Zeng in the General model of the creative process which consists of four phases of analysis, ideation, evaluation, and implementation. The archetype in the dance creation also uses the approach of exploration, improvisation, and composition. The dance repertoire that manifests pappaseng tellu cappa is a form of reading ancestral messages through nonverbal language entities. The substantial construction in the tellu cappa values can be a universal learning medium as a parameter for success in social life. Keywords: Dance, Passompe, Pappaseng, Tellu cappa, Bugis ABSTRAK Perekaciptaan tari yang bersumber dari nilai-nilai kultural pangadereng yang termanifestasi dalam pappaseng tellu cappa dapat menjadi temuan (problem solver) yang bersifat integratif. Interpretasi bahasa nonverbal yang bersifat simbolik, menjadi kohesi koreografer sehingga menghasilkan ekranisasi terhadap gagasan visual dalam entitas karya tari ‘Passompe’. Rekacipta tari ini menggunakan penelitian kulitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas yang ditasbihkan oleh Zeng dalam General model of the creative process yang terdiri empat fase analysis, ideation, evaluation, dan implementation. Arketipe dalam rekacipta tari juga menggunakan pendekatan eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Repertoar tari yang memanifestasikan pappaseng tellu cappa menjadi bentuk pembacaan pesan-pesan leluhur melalui entitas bahasa nonverbal. Konstruksi substansial dalam nilai-nilai tellu cappa tersebut dapat menjadi medium pembelajaran secara universal sebagai parameter keberhasilan dalam kehidupan sosial. Kata Kunci: Tari, Passompe, Pappaseng, Tellu cappa, Bugis
Peningkatan Keterampilan Dan Pembinaan Karakter Melalui Lukis Batik Dengan Perintang dari Material Limbah Dapur Endang Caturwati; Ariesa Pandanwangi; Wanda Listiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2468

Abstract

Permasalahan dalam kehidupan anak yang penuh dengan tekanan, tuntutan, membuat anak melakukan hal yang tidak diduga oleh orang dewasa dan hal ini berdampak pada perilaku anak yang berani seperti melakukan pembunuhan, terkena narkoba, melakukan pelecehan terhadap teman sebaya, mencuri, dan masih banyak lagi. Tujuan pengabdian ini sebagai sarana penyaluran ekspresi, mengembangkan kreativitas personal anak didik, melatih tanggung jawab, serta memiliki rasa kebersamaan. Menumbuhkan rasa toleransi, gotong royong, spirit untuk menjadi bisa, menjadi dirinya yang penuh semangat, penuh inspirasi, imajinasi, kreatif, dan percaya diri. Menyembuhkan trauma serta menumbuhkan mental yang kuat dan menjadi pribadi yang sempurna (self concept, self esteem). Metode yang dilakukan adalah metode partisipatory dengan pendekatan artistik. Tahapannya dibuat perencanaan bersama dengan mira Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPKA), kemudian pelaksanaan dengan pendampingan, evaluasi dengan pendekatan artistik, dan pameran. Hasil nya karya-karya yang dipamerkaan mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari orang tua, dan masyarakat terbatas yang diperkenankan hadir. Kesimpulannya anak-anak binaan bila dilatih dalam bidang seni secara intens dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitasnya berkembang, dan sisi humanis nya juga akan semakin menguatkan karakter sebagai pribadi yang positif.