Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN GEDI (Abelmoschus manihot L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Ulda Andriani Sijabat; Ahmad Hafizullah Ritonga; Hasni Yaturramadhan Harahap
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.913

Abstract

Peradangan adalah respons biologis tubuh terhadap cedera atau infeksi, sementara daun gedi (Abelmoschus manihot L.) diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensi antiinflamasi. Hal ini menjadikannya subjek penelitian dalam evaluasi aktivitas antiinflamasi terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L.) sebagaiiantiinflamasi yang diujikan pada mencit putih jantan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu udem buatan pada salah satu telapak kaki mencit yang diinduksi menggunakan karagenan 1%. Pengujian antiinflamasi ekstrak etanol daun gedi menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan tersebut terdiri dari kelompok normal yang tidak diberikan perlakuan apapun, kelompok kontrol positif yang diberikan natrium diklofenak, kelompok kontrol negatif yang diberi   perlakuan Na-CMC 1%, dan 3 kelompok ekstrak yang diberikan ekstrak etanol daun gedi dengan      konsentrasi 2%, 4% dan 6%. Persen radang pada keenam kelompok uji tersebut mengalami penurunan udem secara terus menerus yang dimulai sejak jam ke-1 sampai jam ke-6 setelah di induksi karagenan. Persen radang terbesar terjadi pada jam ke-1 pada kelompok suspensi Na-CMC kemudian diikuti oleh kelompok dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%  dan natrium diklofenak. Persen inhibisi radang terbesar     dimiliki oleh kelompok natrium diklofenak kemudian di ikuti oleh kelompok ekstrak dengan konsentrasi 6%, 4%, dan 2%. Dapat disimpulkan bahwa persen inhibisi yang baik    terdapat pada EEDG konsentrasi 6% setelah natrium diklofenak kemudian diikuti EEDG konsentrasi 4% dan 2%. Hal ini menunjukan bahwa kelompok natrium diklofenak, EEDG konsentrasi 2%, 4%, 6% memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi.
FORMULASI SEDIAAN LIP TINT BERBASIS EKSTRAK KULIT BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa Mill. Urb) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Hasni Yaturramadhan Harahap; Shofian Syarifuddin; Ahmad Hafizullah Ritonga; Herlina Herlina; Rizqa Hafizhah Harahap
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1176

Abstract

Salah satu sediaan kosmetik yang digemari oleh wanita adalah pewarna bibir yaitu Liptint . Lip tint merupakan jenis lipstik yang memiliki bentuk yang berbeda dari umumnya, yakni dalam bentuk cairan. Tujuan penelitian yaitu  Formulasi  sediaan liptint dari ekstrak kulit bawang dayak (Eleutherine Bulbosa Mill.Urb) sebagai pewarna alami. Metode penelitian ini yaitu  eksperimental dengan pembuatan ekstrak , pembuatan formulasi sediaan dan pemriksaan mutu fisik sediaan seperti uji organoleptis , uji homegenitas , uji pH , uji daya oles , uji iritasi , uji kesukaan dengan konsentrasi bervariasi yaitu 5%, 10%, 15%. Hasil uji organoleptis pada warna menunjukkan bahwa pada F1 menghasilkan warna merah cerah, F2 menghasilkan warna merah pekat dan F3 menghasilkan warna merah kecoklatan , memiliki tektur yang lembut warna yang bagus dan memiliki aroma (tuttyfruity Assence) . Uji Homogenitas menunjukan hasil liptint yang homogen, daya oles yang baik, ph F1 (5) , F2 (5) , F3 (6), uji iritasi lip tint menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi pada panelis, uji kesukaan menyatakan bahwa formulasi lip tint yang paling disukai adalah F3. Kesimpulan bahwa Formulasi lip tint yang paling disukai oleh panelis adalah F2 (10%) ditinjau dari tekstur, warna dan aroma.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF TARO LEAVES EXTRACTCOMBINED WITH ZnO AND ORGANO-ZnO AGAINST Staphylococcus aureus Ahmad Hafizullah Ritonga; Imel Santika; Hasni Yaturramadhan Harahap; Barita Aritonang
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1197

Abstract

Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium commonly associated with serious human infections, leading to various health complications. Zinc oxide (ZnO) is well known for its antibacterial properties, while Organo-ZnO, a modified form of ZnO incorporating organic compounds, exhibits even stronger antibacterial potential. Due to their therapeutic properties, Taro leaves (Colocasia esculenta L.) have a long history of traditional use for treating various ailments, including burns and boils. This study aims to identify the active compounds in taro leaves that function as antibacterial agents and to evaluate the combined antibacterial activity of taro leaf extract with ZnO and Organo-ZnO against Staphylococcus aureus. The research was conducted as a laboratory experiment. Phytochemical screening revealed that the taro leaf extract contains alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins, which may contribute to its antibacterial effects. Antibacterial activity tests against Staphylococcus aureus showed inhibition zones of 8.5 mm for taro leaf extract, 8.8 mm for 5% ZnO, and 10 mm for 5% Organo-ZnO. The combination of taro leaf extract with 5% ZnO resulted in an inhibition zone of 9.1 mm, while the combination with 5% Organo-ZnO exhibited the highest inhibition zone of 10.7 mm. These results suggest that the ethanol extract of taro leaves possesses significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus, and its effectiveness is further enhanced when combined with ZnO and Organo-ZnO. The combination with Organo-ZnO demonstrates the greatest antibacterial potential, indicating its promise for further development in antibacterial applications.