Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Dan Analisis Data Daerah Aliran Sungai (DAS) Terintegrasi Untuk Mendukung Rehabilitasi Lahan Dan Pengendalian Banjir Didas Desa Garoga Noni Paisah; Erwina Azizah Hasibuan; Sahrul Harahap; Julianto Lubis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v6i1.668

Abstract

The flash flood that struck Garoga Village, Batang Toru District, South Tapanuli Regency, North Sumatra, on November 25, 2025, was one of the most severe hydrometeorological disasters in the region over the past three decades. The disaster caused 43 fatalities, displaced hundreds of residents, and cut off road access for 23 days. Studies indicate that the disaster was triggered by severe ecological degradation in the upper Batang Toru Watershed, including 72,938 hectares of deforestation between 2016 and 2024 and the absence of an integrated watershed monitoring system at the village level. This community service program aimed to implement a WebGIS-based Integrated Watershed Management Information System (SIMDAST), develop a participatory spatial watershed database, and strengthen community capacity in watershed monitoring and flood preparedness. Activities included field surveys, hydrological data collection, Sentinel-2 land cover mapping, WebGIS development, and participatory training involving 20 participants. SIMDAST was successfully implemented with five functional modules. Spatial analysis identified 138 hectares of critical land requiring rehabilitation, while forest cover remained only 31% of the watershed area. Furthermore, 87% of participants were able to operate the system independently, with knowledge scores increasing by 114.7%. SIMDAST proved effective in supporting community-based watershed management and improving flood preparedness.
ANALISA KINERJA SIMPANG TIGA JALAN ABDUL JALIL LUBIS-JALAN RAJA INAL SIREGAR KOTA PADANGSIDIMPUAN Riski Saihotma Nasution; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1860

Abstract

Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Kinerja jaringan jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Pada simpang tidak bersinyal ini, terjadi kemacetan yang disebabkan oleh hambatan samping, tingginya populasi kendaraan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur (prasarana) jalan yang memadai. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu simpangan tidak bersinyal maka diperlukan data data dari lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah dikalilkan dengan angka ekivalensi dari masing masing kendaraan, sehingga diperoleh keseragaman dalam satuan mobil penumpang (SMP). Kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpangan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) 2668,33 (smp/jam), derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,74 det/smp, dan tundaan (D) simpangan sebesar 11,74 det/smp. Maka diperoleh tingkat pelayanan pada Kinerja Simpang Tiga Jalan Abdul Jalil Lubis-Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan masih mampu menampung volume lalu lintas, akan tetapi untuk kedapannya harus ada pnelitian lebih lanjut karena dalam penelitian yang dilaukan nilai derajat kejenuhan sudah mendekati nilai standar derajat kejenuhan.