Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Improving the knowledge women of reproductive age about contraception through use of Klik KB Aryvia, Nabilla Salsa; Hestiyana, Nita; Mahdiyah, Dede; Lathifah, Nur
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.62

Abstract

Background: Family planning is a vital public health initiative aimed at enhancing reproductive health and ensuring sustainable population growth. Despite advancements, knowledge gaps persist, particularly in underserved areas, leading to misconceptions about contraceptive methods. Klik KB, a mobile application by BKKBN, has shown potential in improving contraceptive knowledge, yet its utilization remains limited. Objective:   This study evaluates the effectiveness of the Klik KB application in improving contraceptive knowledge among women of reproductive age. Method:   A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed, involving 30 women aged 15–49 years. Participants completed a structured questionnaire before and after guided use of the Klik KB application. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test. Results:  The mean knowledge score significantly increased from 80.32 (SD = 11.82) pretest to 88.17 (SD = 8.74) posttest (p = 0.013). The proportion of participants with good knowledge rose from 70% to 93.3%, while no respondents remained in the poor knowledge category after the intervention. Conclusion:  The Klik KB application effectively improves contraceptive knowledge among women of reproductive age, highlighting its potential as a digital tool for enhancing reproductive health education and outcomes.
Analisis Riwayat Kehamilan Terhadap Kejadian Stunting Di Puskesmas Sungai Pinang Rusmina, Rusmina; Hestiyana, Nita; Yuliyana, Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.846

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang dapat menjadi tolak ukur rendahnya sumber daya manusia pada suatu bangsa. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 meenunjukkan prevalensi kejadian stunting di Indonesia termasuk masalah kesehatan dalam kategori berat dengan persentase sebesar 30,8%. Riwayat kehamilan seperti KEK dan anemia memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan janin hingga saat kelahiran sehingga perlu dianalisis hubungannya dengan kejadian stunting.Tujuan: Untuk menganalisis riwayat kehamilan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Sungai Pinang.Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan desain kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 46 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi square.Hasil: Sebagian besar ibu tidak memiliki riwayat KEK (53,3%), tidak memiliki riwayat anemia (74,8%) dan sebagian besar anak tidak stunting (62,9%). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan antara riwayat KEK dengan kejadian stunting (P = 0,000) dan ada hubungan antara riwayat anemia dengan kejadian stunting (P = 0,000).Simpulan: Ibu yang tidak memiliki riwayat kehamilan KEK dan anemia cenderung memiliki anak yang tidak stunting di Puskesmas Sungai Pinang. Analysis Of Pregnancy Histori To Stunting Incidence In Sungai Pinang Health Care Center Background: Stunting is a growth failure condition on children which can be a benchmark for the low level of human resources in a nation. Basic health Research in 2018 showed the prevalence of stunting in Indonesia considered as a severe health problem with a percentage as 30,8%. Pregnancy history such as chronic energy deficiency and anemia has an important role on fetal growth and development until the birth time, so it’s been necessary to analyze the relationship between these factors with the incidence of stunting.Objective: To analyze the relationship between pregnancy history with stunting incidence in Sungai Pinang Health Care Center.Methods: This is an analytical observation research with quantitative design and crosssectional approach. Samples consisted of 46 respondents whose been selected with purposive sampling technique. The statistical test used in this study is chi squareResults: The majority of respondent didn’t have chronic energy deficiency history (53,3%), didn’t have anemia history (74,8%) and the majority of children are not stunting (62,9%). Chi square test result shows that there is a relationship between chronic energy deficiency history with stunting incidence (P = 0,000) and there is a relationship between anemia history with stunting incidence (P = 0,000).Conclusion: Women who didn’t have chronic energy deficiency and anemia history were tend to have a non stunting children in Sungai Pinang Health Care Center.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBARUNTUNG Misnawati; Zulfadhilah , Muhammad; Hestiyana, Nita; Novalia Widiya Ningrum
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 12 No 2 (2023): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v12i2.2510

Abstract

Prevalensi balita stunting di Kalimantan Selatan 31,75% dan di Kabupaten Tapin sebesar 36,04% dan berada pada peringkat kelima tertinggi se-Kalimantan Selatan. Dengan adanya prevalensi tersebut maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor   yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tambaruntung Kecamatan Tapin Tengah.  Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tambaruntung dengan jumlah sampel sebanyak 89 anak balita dengan cara Simple Random Sampling, mengunakan uji Chi-Square. Responden penelitian ibu balita. Variabel independen penelitian adalah ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, dan status gizi ibu. Adapun variabel dependen penelitian yaitu kejadian stunting. Kejadian stunting pada balita tahun 2023 adalah 35,95%, ASI Eksklusif 55,1%, berpengetahuan baik sebesar 57,30% dan ibu balita dengan KEK 46,1%. Uji analisis statistik Crosstabulation Chi-Square p=0,000 dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh  antara pemberian ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, dan status gizi ibu dan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Tambaruntung Kecamatan Tapin Tengah
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat Kolostrium dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia ≥ 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman: Correlation of Mother’s Knowledge About Colostrrum Benefits with the Successfulness of Exclusive Breastfeeding on Baby ≥ 6 Month Old in Pekauman Health Care Center’s Work Area Sari, Anita; Anisa, Fadhiyah Noor; Friscila, Ika; Hestiyana, Nita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8959

Abstract

Pengetahuan yang tidak tepat mengenai manfaat memberikan ASI secara eksklusif termasuk manfaat kolostrum pada awal pemberian ASI Eksklusif dapat menimbulkan kurangnya ketertarikan dan motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Persentase pemberian ASI Eksklusif terendah tahun 2021 di Kota Banjarmasin terdata di Puskesmas Pekauman sebesar 4,79%.Menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang manfaat kolostrum dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia ≥ 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia ≥ 6 bulan di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi Kolmogorov Smirnov karena tidak memenuhi syarat uji chi square. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dengan jumlah 12 orang (40%), dan tidak memberikan ASI Eksklusif dengan jumlah 17 dari 30 orang (56,7%). Analisa uji hipotesis secara bivariate menunjukkan nilai p = 0,017. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang manfaat kolostrum dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia ≥ 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman.
Korelasi Jenis Persalinan dengan Ikterus Neonatorum di RSUd dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin: Correlation of Type of Labor with Neonatorum Jaundice at dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Diyanti, Diyanti; Hestiyana, Nita; Handayani, Lisda; Haryanto, Ika Avriliana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9009

Abstract

Angka kematian bayi di indonesia cukup tinggi yaitu sebanyak 6.700 bayi meninggal dalam minggu pertama kehidupan. Salah satu penyebabnya karena ikterus, ikterus terjadi pada 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi baru lahir. Faktor tersering terjadinya ikterus adalah BBLR dan prematuritas. Faktor selanjutnya jenis persalinan pada bayi baru lahir. Pada jenis persalinan tindakan seperti sectio caeserea, vakum ekstraksi dan forcep ektraksi mengalami Ikterus sebesar 68,4% dan pervaginam sebesar 46,3%. Menganalisa hubungan antara jenis persalinan dengan Ikterus Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Data diambil adalah data sekunder dari rekam medik dengan populasi 320 bayi menggunakan teknik total sampling serta dianalisis dengan uji Chi-square. Pada ibu yang melahirkan dengan persalinan tindakan mengalami ikterus neonatorum sebanyak 143 bayi (44,7%) sedangkan pada ibu yang melahirkan dengan persalinan pervaginam mengalami ikterus neonatorum sebanyak 102 bayi (31,8%). Berdasarkan analisa uji hipotesis secara bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti ada hubungan jenis persalinan dengan kejadian ikterus neonatorum. Ada hubungan jenis persalinan dengan ikterus neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.