Nur Arofah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG COVID -19 TERHADAP KETAATAN PENGGUNAAN MASKER PADA LANSIA DI DESA PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA 2021 Iha Solikhah; Nur Arofah; Yulinar Sembiring; Nanda Pratama; Dewi Laelatul Badriah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.531

Abstract

Lansia mempunyai angka mortalitas yang tinggi akibat Covid-19. Kerentanan lansia pada masa pandemi Covid-19 disebabkan oleh penurunan daya tahan dan penyakit komorbid pada lansia yang dapat meningkatkan resiko kematian. Lansia memiliki kecenderungan untuk mengalami disfungsi organ multi-sistem imun yang menyebabkan adanya inflammaging. Sesuai dengan yang tercantum dalam SK Kemenkes salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan penggunaan masker saat berkativitas di luar rumah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam penggunaan masker untuk melindungi dirinya dari terpaparnya Covid-19. Memberikan edukasi melalui penyuluhan tentang Covid-19 kepada lansia sehingga lansia terampil serta disiplin dalam menggunakan masker. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimen yang berbentuk penyuluhan tentang pencegahan Covid-19 pada lansia dan pemeriksaan penggunaan masker pada lansia sebanyak 52 orang. Variabel terikatnya adalah pengetahuan tentang Covid-19. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh P-value 0,000 yang menunjukkan terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan lansia dalam memakai masker terhadap upaya pencegahan Covid-19. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kedisiplinan dan keterampilan lansia dalam penggunaan masker untuk melindungi dirinya dari terpaparnya Covid-19. Saran yang dapat dilaksanakan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah lansia menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti menjaga jarak, cuci tangan dan perilaku hidup sehat.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS CIREMAI KOTA CIREBON Nur Arofah; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.371

Abstract

Menurut hasil evaluasi kepuasan pasien yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon yang dilakukan setiap tiga bulan diperoleh adanya komentar yang diberikan oleh pasien mengenai perlunya perbaikan sarana dan prasarana, meningkatkan penanganan dan keramahan petugas. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara lima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methods. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap yang tercatat pada tahun 2021 dengan populasi 11.474 pasien dan menggunakan teknik sampling purpossive sampling dan diperoleh sampel 99 responden untuk penelitian kuantitatif dan 15 informan untuk penelitian kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Rank Spearman sedangkan analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian univariat bahwa dari 99 responden, hampir setengahnya (44,4%) responden menilai tidak puas dan sebagian besar (55,6%) responden menilai puas. Hasil penilitian bivariat menunjukan bahwa ada hubungan kehandalan (reability) (p=0,005), jaminan (assurance) (p=0,001), bukti fisik (tangibel) dengan kepuasan (p=0,000), empati (empathy) (0,000), daya tanggap (responsiveness) (0,003) dengan kepuasan pasien rawat inap. Variabel kehandalan (reability) adalah variabel yang paling dominan dengan p value 0,005. Terdapat 5 variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap, dimana dimensi yang paling dominan adalah kehandalan (reability). Rumah sakit diharapkan agar melakukan penilaian, pembinaan dan evaluasi terhadap petugas. Pasien diharapkan untuk melakukan komunikasi jika mendapatkan pelayanan yang tidak baik dan mengisi kotak saran yang telah disediakan oleh rumah sakit.Kata Kunci: kehandalan; jaminan; bukti fisik; empati; daya tanggap; kepuasan pasien AbstractAccording to the results of the evaluation of patient satisfaction conducted by the Ciremai Hospital in Cirebon City which is carried out every three months, it was found that there were comments given by patients regarding the need to improve facilities and infrastructure, improve handling and friendliness of staff. The general objective of this study was to analyze the relationship between the five dimensions of health service quality and inpatient satisfaction at Ciremai Hospital, Cirebon City. The research method used is mixed methods research. The subjects of this study were inpatients who were registered in 2021 with a population of 11,474 patients and used a purposive sampling technique and obtained a sample of 99 respondents for quantitative research and 15 informants for qualitative research. The research instrument used questionnaires and interviews. Quantitative data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with the Rank Spearman test while qualitative data analysis used data reduction, triangulation and drawing conclusions. The results of the univariate study showed that out of 99 respondents, almost half (44.4%) of respondents rated them as dissatisfied and most (55.6%) of respondents rated them as satisfied. The results of the bivariate research show that there is a relationship between reliability (p=0.005), assurance (p=0.001), physical evidence (tangible) with satisfaction (p=0.000), empathy (0.000), responsiveness (responsiveness) (0.003) with inpatient satisfaction. The reliability variable is the most dominant variable with a p value of 0.005. There are 5 variables related to inpatient satisfaction, where the most dominant dimension is reliability. Hospitals are expected to carry out assessments, coaching and evaluation of officers. Patients are expected to communicate if they receive poor service and fill in the suggestion box provided by the hospital.Keywords: reability; assurance; tangible; empathy; responsiveness; patient satisfaction
Peran Domain Perilaku Terahadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) herawati, cucu; Setiawan, Septya Putri; Kristanti, Iin; supriatin, supriatin; indragiri, suzana; Wahyuni, Nuniek Tri; Yulistiyana, Laili Nurjannah; Arofah, Nur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.9-13

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian dan Kejadian Luar Biasa adalah demam berdarah dengue. Demam berdarah  dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam upaya pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran domain perilaku terahadap kejadian DBD.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 6.316 kepala keluarga dan sampel sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random  sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan analisis data melalui uji statistik Chi-Square.  Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,001), sikap (p value = 0,046), dan perilaku (p value = 0,012) dengan kejadian DBD. Sebaiknya Puskesmas meningkatkan program edukasi baik dalam gedung dan luar gedung Puskemas. Masyarakat dapat membiasakan perilaku hidup sehat dengan menerapkan 3 M Plus.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS CIREMAI KOTA CIREBON Nur Arofah; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.371

Abstract

Menurut hasil evaluasi kepuasan pasien yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon yang dilakukan setiap tiga bulan diperoleh adanya komentar yang diberikan oleh pasien mengenai perlunya perbaikan sarana dan prasarana, meningkatkan penanganan dan keramahan petugas. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara lima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methods. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap yang tercatat pada tahun 2021 dengan populasi 11.474 pasien dan menggunakan teknik sampling purpossive sampling dan diperoleh sampel 99 responden untuk penelitian kuantitatif dan 15 informan untuk penelitian kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Rank Spearman sedangkan analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian univariat bahwa dari 99 responden, hampir setengahnya (44,4%) responden menilai tidak puas dan sebagian besar (55,6%) responden menilai puas. Hasil penilitian bivariat menunjukan bahwa ada hubungan kehandalan (reability) (p=0,005), jaminan (assurance) (p=0,001), bukti fisik (tangibel) dengan kepuasan (p=0,000), empati (empathy) (0,000), daya tanggap (responsiveness) (0,003) dengan kepuasan pasien rawat inap. Variabel kehandalan (reability) adalah variabel yang paling dominan dengan p value 0,005. Terdapat 5 variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap, dimana dimensi yang paling dominan adalah kehandalan (reability). Rumah sakit diharapkan agar melakukan penilaian, pembinaan dan evaluasi terhadap petugas. Pasien diharapkan untuk melakukan komunikasi jika mendapatkan pelayanan yang tidak baik dan mengisi kotak saran yang telah disediakan oleh rumah sakit.Kata Kunci: kehandalan; jaminan; bukti fisik; empati; daya tanggap; kepuasan pasien AbstractAccording to the results of the evaluation of patient satisfaction conducted by the Ciremai Hospital in Cirebon City which is carried out every three months, it was found that there were comments given by patients regarding the need to improve facilities and infrastructure, improve handling and friendliness of staff. The general objective of this study was to analyze the relationship between the five dimensions of health service quality and inpatient satisfaction at Ciremai Hospital, Cirebon City. The research method used is mixed methods research. The subjects of this study were inpatients who were registered in 2021 with a population of 11,474 patients and used a purposive sampling technique and obtained a sample of 99 respondents for quantitative research and 15 informants for qualitative research. The research instrument used questionnaires and interviews. Quantitative data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with the Rank Spearman test while qualitative data analysis used data reduction, triangulation and drawing conclusions. The results of the univariate study showed that out of 99 respondents, almost half (44.4%) of respondents rated them as dissatisfied and most (55.6%) of respondents rated them as satisfied. The results of the bivariate research show that there is a relationship between reliability (p=0.005), assurance (p=0.001), physical evidence (tangible) with satisfaction (p=0.000), empathy (0.000), responsiveness (responsiveness) (0.003) with inpatient satisfaction. The reliability variable is the most dominant variable with a p value of 0.005. There are 5 variables related to inpatient satisfaction, where the most dominant dimension is reliability. Hospitals are expected to carry out assessments, coaching and evaluation of officers. Patients are expected to communicate if they receive poor service and fill in the suggestion box provided by the hospital.Keywords: reability; assurance; tangible; empathy; responsiveness; patient satisfaction
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI PT SURI TANI PEMUKA KABUPATEN CIREBON Awis Hamid Dani; Nur Arofah; Laili Nurjannah Yulistiyana; Didi Taswidi; Ikrar Andika Ramadhan
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.388

Abstract

Pengelolaan limbah B3 terdiri dari pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan. Apabila limbah B3 dibuang tidak pada tempatnya dapat menimbulkan kerusakan serta pencemaran lingkungan yang serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah B3 di PT Suri Tani Pemuka Kabupaten Cirebon. Rancangan penelitian adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pengelola limbah B3 di PT Suri Tani Pemuka Cirebon berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data langsung dari responden. Data analisa statistik menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 26-27 Juli 2023, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan pengelola limbah B3 dengan pengelolaan limbah B3 (p value = 0,000), terdapat hubungan antara sikap pengelola limbah B3 dengan pengelolaan limbah B3 (p value = 0,000), terdapat hubungan antara sarana prasarana pengelolaan limbah B3 dengan pengelolaan limbah B3 (p value = 0,000) dan terdapat hubungan antara pengawasan dengan pengelolaan limbah B3 (p value = 0,001). PT Suri Tani Pemuka Cirebon untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola limbah B3 dengan melakukan penyuluhan serta pelatihan tentang pengelolaan limbah B3 secara berkala, melengkapi fasilitas pengelolaan limbah B3 dan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan limbah B3.Kata Kunci : pengelolaan limbah B3; pengetahuan; sikap; sarana prasarana; pengawasan Abstract B3 waste management consists of reducing, storing, collecting, transporting, utilizing, processing and landfilling. If B3 waste is disposed of inappropriately, it can cause serious environmental damage and pollution. The aim of this research is to determine the factors related to B3 waste management at PT Suri Tani Pemuka, Cirebon Regency. The research design is quantitative analytical with a cross sectional research design. The population in this study was all 30 B3 waste management officers at PT Suri Tani Pemuka Cirebon. The sampling technique is by total sampling. The data collection method is by interview using a questionnaire to collect data directly from respondents. Statistical analysis data uses the chi square test with a confidence level of 95%. Research carried out on 26-27 July 2023, showed that there was a relationship between knowledge of B3 waste management and B3 waste management (p value = 0.000), there was a relationship between the attitude of B3 waste managers and B3 waste management (p value = 0.000) , there is a relationship between B3 waste management infrastructure and B3 waste management (p value = 0.000) and there is a relationship between supervision and B3 waste management (p value = 0.001). PT Suri Tani Pemuka Cirebon to improve the quality of human resources managing B3 waste by providing regular counseling and training on B3 waste management, equipping B3 waste management facilities and carrying out stricter supervision of B3 waste management.Keywords: B3 waste management; knowledge;,attitudes; infrastructure; upervision
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI BALAI PEMERIKSAAN ANAK PUSKESMAS KALITANJUNG KOTA CIREBON TAHUN 2024 Nur Arofah; Awis Hamid Dani; Syah Dewa Putra Guritno
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah perbandingan antara harapan dan realitas pelayanan kesehatan yang diterima. Terdapat lima dimensi kepuasan pasien: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 503 pasien, dengan 84 sampel yang dipilih secara accidental sampling di Balai Pemeriksaan Anak Puskesmas Kalitanjung, Kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,9% pasien merasa kurang puas. Sebanyak 69% pasien menilai bukti fisik kurang lengkap, 66,7% menilai kehandalan tidak baik, 64,3% menilai daya tanggap tidak baik, 52,4% menilai jaminan tidak baik, dan 59,5% menilai empati tidak baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05) untuk semua dimensi, sehingga terdapat hubungan antara kelima dimensi tersebut dengan kepuasan pasien. Diperlukan peningkatan fasilitas pelayanan dan komunikasi petugas dengan pasien. Selain itu, petugas disarankan mengikuti sosialisasi dan uji kompetensi secara berkala yang diadakan oleh dinas kesehatan maupun pihak eksternal. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Lima Dimensi Kepuasan AbstractPatient satisfaction is the comparison between expectations and the reality of the healthcare services received. There are five dimensions of patient satisfaction: physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The purpose of this research is to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction levels. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 503 patients, with 84 samples selected through accidental sampling at the Child Examination Hall of Puskesmas Kalitanjung, Cirebon City. Data were collected through interviews using questionnaires and statistically analyzed using the chi-square test. The research results show that 67.9% of patients feel dissatisfied. As many as 69% of patients rated the physical evidence as incomplete, 66.7% rated the reliability as poor, 64.3% rated the responsiveness as poor, 52.4% rated the assurance as poor, and 59.5% rated the empathy as poor. The chi-square test showed a p-value of 0.000 (<0.05) for all dimensions, indicating a relationship between these five dimensions and patient satisfaction. An improvement in service facilities and communication between staff and patients is required. In addition, staff are advised to participate in periodic socialization and competency tests organized by the health department or external parties.Keywords: Patient Satisfaction, Five Dimensions of Satisfaction