Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Limbah Bongol Pisang Menjadi Keripik dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Suka Kaya Kecamatan Saling Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3518

Abstract

Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah batang pisang menjadi keripik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Desa Suka Kaya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam mengolah limbah batang pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Tahapan pelaksanaan dalam PKM: tahap persiapan, tahap pelatihan/pendampingan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa masyarakat desa dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan memanfaatkan limbah batang pisang menjadi keripik yang dapat dipasarkan secara lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara efektif dan efisien.
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Menjadi Kerupuk Dalam Rangka peningkatan Gizi dan Ekonomi Keluarga Ibu-Ibu PKK di Desa Giriyoso Febrina Nur Annisa; Ira Primalasari
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3877

Abstract

Desa Griyoso memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar, namun pemanfaatan limbah tulang ikan masih rendah karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pelatihan teknis kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah tulang ikan menjadi kerupuk bernilai gizi tinggi dan bernilai jual. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, terciptanya produk kerupuk tulang ikan yang layak konsumsi serta munculnya minat untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis pangan lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi limbah organik rumah tangga, meningkatkan gizi keluarga, serta membuka peluang peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Pupuk Organik Cair Gedebog Pisang Berbasis Digital Marketing di Kelurahan Majapahit Kota Lubuklinggau Widya Analisa; Febrina Nur Annisa; Muhamad Fadli
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4290

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah gedebog pisang menjadi pupuk organik cair (POC) serta meningkatkan kemampuan pemasaran produk melalui digital marketing. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Majapahit Kota Lubuklinggau dengan metode observasi, persiapan, pelatihan, dan monitoring evaluasi. Pelatihan meliputi pembuatan POC melalui fermentasi gedebog pisang, pengemasan produk, pembuatan label, serta penggunaan WhatsApp Business dan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami proses pembuatan POC, manfaat pupuk organik cair, serta strategi pemasaran digital sederhana. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, pemanfaatan limbah organik, dan peluang pengembangan usaha berbasis pertanian organik.
Supply Chain Efficiency and Its Impact on the Income of Oil Palm Farmers in Terawas Village, Musi Rawas Regency, South Sumatra Province Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
Jurnal Riset Perkebunan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Riset Perkebunan (JRP)
Publisher : Jurusan Budidaya Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrp.7.1.22-36.2026

Abstract

Oil palm is a strategic commodity in Indonesia, contributing significantly to rural income and regional economic development. However, inefficiencies in the supply chain, particularly at the village level, often reduce the economic benefits farmers receive. This study aims to analyze the supply chain structure and the effect of marketing channels on the income of oil palm farmers in Terawas Village, Musi Rawas Regency. This study employed a quantitative descriptive approach, using a survey, with a purposive sample of 60 farmers. Data were collected from primary and secondary sources and analyzed using descriptive methods, combined with marketing margins, farmers’ shares, and benefit-cost ratio (R/C) models. This study offers novelty by providing empirical evidence at the village level that integrates multiple efficiency indicators simultaneously, a feature that remains limited in previous research. The results show three main marketing channels: farmers–middlemen–palm oil mills, farmers–collectors–palm oil mills, and farmers–direct to mills. Shorter marketing channels are more efficient and generate higher income for farmers. The highest marketing margin occurs in the longest channel (Rp700/Kg), while the lowest is in the direct channel (Rp400/Kg). The highest farmer’s share is found in the direct channel (84%), compared to 72% in the middlemen channel. The R/C ratio indicates that all channels are profitable, with the highest efficiency in the direct channel (1.75). This study recommends strengthening farmer institutions, improving access to market information, and promoting direct marketing channels to reduce dependency on intermediaries and enhance supply chain efficiency.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Gedebog Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Jenis Tanaman Sayur Widya Analisa; Febrina Nur Annisa
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp318-325

Abstract

The presence of banana stems (gedebog pisang) in Lubuklinggau City is often considered waste and is easily found. Processing banana stems is rarely practiced by the local community. The production of liquid organic fertilizer (LOF) from banana stems aims to utilize this waste into something beneficial, particularly for vegetable crops. This study aims to investigate the effect of LOF made from banana stems on the growth and yield of several vegetable plants, such as water spinach (Ipomoea reptans Poir), green spinach (Amaranthus hybridus L), and mustard greens (Brassica juncea L). It also seeks to determine the impact of banana stem LOF on soil pH. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with the following treatments: P0 – control (no fertilizer), P1 – base fertilizer NPK Mutiara 17:17:17, and P2 – banana stem LOF. The results indicated that the application of banana stem LOF (P2) influenced plant growth, including plant height and the number of leaves in water spinach, green spinach, and mustard greens. The effects of banana stem LOF were comparable to those of the synthetic NPK Mutiara fertilizer.
Pengaruh Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans) dan Kandungan Hara NPK pada Pupuk Organik Ampas Kopi dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Widya Analisa; Febrina Nur Annisa; Dora Palupi; Selvia Wulan Hajijah
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 16 No. 2 (2026): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol16No2.pp230-240

Abstract

This study aims to determine the effect of coffee grounds compost on the growth of water spinach (Ipomoea reptans), evaluated through plant height, leaf number, fresh weight, dry weight, and changes in soil and compost pH. Four treatments were applied: no fertilizer (K0), NPK fertilizer (K1), 100% coffee grounds compost (K2), and a combination of coffee grounds compost + NPK (K3). The results showed that coffee grounds compost significantly affected plant height in the third and fourth weeks but did not significantly affect leaf number. Treatment K2 produced the highest plant height, fresh weight, and dry weight, indicating the effectiveness of coffee grounds compost in supplying nutrients. Soil pH increased from acidic to near neutral after four weeks of compost application, while compost pH rose during decomposition, indicating compost maturity. Chemical analysis revealed NPK contents of 1.20% nitrogen, 0.13% phosphorus, and 0.38% potassium. Overall, coffee grounds compost demonstrates strong potential as an environmentally friendly organic fertilizer capable of improving plant growth and soil quality.
Dodol Jamu Sebagai Bentuk Inovasi Jamu oleh Pengrajin Jamu O Mangunharjo Vera Octalia; Ira Primalasari; Syabawaihi; Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.32

Abstract

Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu tradisional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mendorong permintaan produk herbal lokal, namun inovasi produk jamu di Musi Rawas masih terbatas dalam bentuk cair tradisional. Pengembangan dodol jamu tradisional menjadi salah satu inovasi pangan fungsional yang potensial karena memiliki daya simpan lebih lama, praktis dikonsumsi, dan dapat diterima oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya inovasi produk, keterbatasan teknologi pengolahan, lemahnya penerapan sanitasi dan higienitas, belum adanya merek produk, serta kemasan yang masih sederhana sehingga sulit bersaing di pasar modern. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan produksi, inovasi formulasi dodol jamu, pengemasan modern, serta penguatan branding dan pemasaran. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk dodol jamu yang higienis, bernilai tambah, menarik, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi produk unggulan lokal Kabupaten Musi Rawas sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis herbal tradisional.