Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

LAKSAMANA CHENG HO (JEJAK MUSLIM CHINA DI NUSANTARA) Mirdad, Jamal; Putra, Benny Agusti
Hadharah Volume 15, No. 1, Juni 2021
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang peran Laksamana Cheng Ho serta jejak muslim China di Nusantara. Pemasalahnnya adalah dalam pelayaran yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho beserta armadanya ke Nusantara, pada dasarnya untuk hubungan politik dengan wilayah-wilayah di jalur perdagangan termasuk Nusantara. Namun dampak yang ditinggalkan dalam pelayaran tersebut, apakah dalam bidang politik saja? atau berdampak ke pada aspek lainnya? kemudian apa saja jejek peninggalan Laksamana Cheng Ho di Nusantara?. Metode yang digunakan untuk mencari jawaban dalam permasalah ini adalah metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitan Sejarah (historis) dengan menempuh empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interprettasi dan historiografi. Dengan temuan bahwa penjelajahan yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho tidak hanya berdampak dalam bidang politik saja, namun juga berdampak pada pembentukan komunitas muslim China di beberapa daaerah Nusantara, bahkan peninggalannya dianggap sebagai bentuk toleransi dan akulturasi budaya di Nusantara seperti halnya masjid dan kelenteng.
HISTORIOGRAFI MELAYU: ISLAM DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.35 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.866

Abstract

Abstrak: Historiografi Melayu:Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Melayu sebagai identitas masyarakat Indonesia menjadi sangat penting didalam Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu di Nusantara dalam membangun jati diri negara dan bangsa Indonesia. Penelitian ini menunjukan bahwa sejarah orang Melayu berasal dari dua pendapat yaitu 1. Bangsa Melayu berasal dari Yunnan (Teori Yunnan); 2. Bangsa Melayu berasal dari Nusantara (Teori Nusantara). Kehidupan orang Melayu itu sangat lentur terhadap akomodasi budaya luar yang lebih tinggi, sehingga Melayu tidak hanya sebagai bagian entitas suku berdasarkan bentuk fisik.Bangsa Melayu dalam menggerakkan peradaban umat Islam di wilayah Nusantara, terutama Indonesia. Dalam kontek ini, ia melihat perkembangan sejarah Islam ke daerah kepulauan ini memiliki hubungan yang sangat penting dengan perkembangan serta penyebaran bahasa Melayu, sehingga baginya kesimpulan terpenting adalah tentang keutamaan daerah-daerah Melayu dalam proses peng-Islaman.
SEJARAH MELAYU JAMBI DARI ABAD 7 SAMPAI ABAD 20 Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.632 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1549

Abstract

Sebagian sejarawan mengatakan bahwa Melayu merupakan kerajaan pertama yang menguasai Jambi. Pusat kerajaannya berada di kota Jambi sekarang juga merupakan peninggalan Kerajaan Melayu. Hal lainnya mengenai keberadaan Melayu di Jambi adalah adanya beberapa catatan dari Tiongkok pada zaman Dinasti T’ang menyebut Mo-lo-yu.Penulis berupaya memposisikan sejarah melayu Jambi dengan harapan memberikan sebuah formula ditengah kehidupan yang semakin komplek. Melayu sebagai identitas masnyarakat Jambi menjadi sangat penting didalam Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu di Nusantara. Penelitian ini akan membahas tiga topik utama, melayu klasik I dan II (Hindu Budha), melayu II (Islam Kolonial), Melayu Jambi  pasca kemerdekaan dan pembentukan provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual, yang mana penelitian ini adalah Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu terhadap tulisan-tulisan Melayu. Sumber-sumber penulisan artikel ini berasal dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
SPICE PATH IN COMPASS ONLINE MEDIA CONSTRUCTION 2017-2021: HISTORICAL PERSPECTIVE Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.6455

Abstract

The spice route is one of the important issues going forward by the Government of Indonesia, to make Indonesia a world maritime axis, this issue is not just a textual discourse, but the issue of the spice route is one of the visions and missions of the Joko Widodo Government in Nawacita to apply it. Historical terminology from various studies from the 7th century to pre-independence, of course, with the scope of this study, it becomes a benchmark for reviewing the issue of the spice route, not historical studies but other studies that can add to the wealth of knowledge about the spice route. Media research in a historical perspective with historical issues in Indonesia has not been widely studied, one of which is the study of the spice route. The researcher tries to see the spice route in the construction of the online media Kompas historical perspective, using the content analysis method, which consists of several stages: 1. Data collection on the spice route news in the online media Kompas from 2017-2021, 2. Source criticism. 3. Interpretation of the spice path in the online media construction of Kompas, by conducting intensive literature and documentation studies, which are descriptive in content analysis, aiming to describe or explain what online news is, it must reach the explanation stage. Indicators from the analysis content are described, such as heuristics, sources, and historical writing contained in the Kompas online media coverage themes.Jalur rempah salah satu isu penting ke depan oleh Pemerintahan Indonesia, untuk menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia, isu ini tidak sekadar wacana secara tekstual, tetapi isu jalur rempah ini menjadi salah satu visi misi Pemerintahan Joko Widodo didalam Nawacita untuk meaplikasikannya. Terminologi sejarah dari berbagai kajian dari abad ke-7 sampai prakemerdekan, tentu dengan ruang lingkup kajian tersebut menjadi patokan untuk mengkaji lagi tentang isu jalur rempah tersebut, bukan kajian sejarah tetapi kajian-kajian lain bisa menambah kazanah ilmu pengetahuan tentang jalur rempah. Penelitian media dalam perspektif sejarah dengan isu-isu sejarah di Indonesia belum banyak dikaji, salah satunya kajian tentang jalur rempah. Peneliti mencoba melihat jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas perspektif sejarah, dengan menggunakan metode conten analisis, yang terdiri beberapa tahapan: 1. Pengumpulan data berita jalur rempah di media online Kompas dari 2017-2021, 2. Kritik Sumber. 3. Interpretasi jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas, dengan melakukan studi kepustakaan dan dokumentasi intensif, yang bersifat deskriptif conten analisis, bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan apa adanya berita online harus sampai ketahap eksplanasi. Indikator dari dalam konten analisis diuraikan seperti, heuristik, sumber, dan penulisan sejarah yang terkandung didalam tema-tema pemberitaan media online Kompas.
ISLAMISASI DI DUNIA MELAYU JAMBI Benny Agusti Putra
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.833 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i1.5214

Abstract

Berbicara mengenai Melayu masih dalam perdebatan sampai saat ini. Penelitian ini akan mengulas Islamisasi di dunia melayu Jambi, yang membahasas tentang peran orang melayu terhadap Islamisasi dinusantara. Penulis berupaya memposisikan melayu Jambi dalam kacamata Islam, sejarah, dan budaya dengan melihat faktor Islam masuk ke Jambi dan penyebaran Islam ke ke Jambi. Melayu sebagai identitas masyarakat Nusantara menjadi sangat penting didalam historiografi Indonesia untuk menyiarkan pusat peradaban Melayu. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual, yang mana penelitian ini adalah “penelitian sejarah” untuk mengungkapkan peran orang melayu dalam Islamisasi di Nusantara kususnya dunia melayu Jambi.
Menjadi Minangkabau di Dunia Melayu Kerinci: Identifikasi Akulturasi Budaya Minangkabau di Kerinci ditinjau dari Tinggalan Arkeologi dan Sejarah Asyhadi Mufsi Sadzali; Yusdi Anra; Benny Agusti Putra
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.081 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8221

Abstract

Alam Kerinci salah satu wilayah pedalaman Sumatera dan dikelilingi bukit barisan yang membentang di bagian barat dan timur. Selain itu. wilayah ini berada ditengah-tengah dua kebudayaan besar yang sangat berpengaruh yaitu Melayu Jambi dan Alam Minangkabau. Suku kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatera adalah penutur bahasa Austronesia. Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci dapat diikategorikan dekat dengan Minangkabau, akan tetapi dari segi administratif sejak masa keemerdekaan, Kerinci telah menjadi bagian dari Jambi. Kedua kondisi tersebut pada ahirnya mempengaruhi kebudayaan kerinci, baik dari segi artefaktual, maupun dari segi etnografinya. Pada artefak yang tersebar di Kerinci banyak kemiripan bentuk dengan artefaktt ual yang ada di Minangkabau, demikian juuga secara etnografi semisal sistim sosial yang juga matrilineal, atau garis eturunan dari Ibu. Sebagai bagian dari wilayah Jambi, identitas melayu Jambi juga melekat dalam identitas kebudayaan masyarakat kerinci. Fenomena ini pada akhirnya menjadi rumusan masalah yang membawa penulis untuk meneliti nya, lebih lanjut. Untuk menjawab ini maka digunakan metodologi arkeologi, dimulai proses ientifikasi kemudian melakukan analisis bentuk-bentuk akulturasi dua kebudayaan yang terdapat pada artefak dan tradisi masyarakat Kerinci. Hipotesa sementara, proses akulturasi yang terjadi bersifat perebutan dominasi, sehingga bentuk adopsi budaya yang paling mencolok dianggap sebagai patron budaya yang paling mempengaruhi, yang dalam hal ini adalah minangkaabu.
Islamic Architecture in Kompas Online Media: An Archaeological Study: Arsitektur Islam Dalam Konstruksi Media Daring Kompas: Kajian Arkeologi Mursyidah, Dian; Agusti Putra, Benny; Jumaidi, Irpan
Indonesian Journal of Islamic History and Culture Vol. 5 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Islamic History and Culture
Publisher : The Department of Islamic History and Culture in cooperation with the Center for Islamic History and Culture in Aceh and Malay World Studies (PUSAKA), Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijihc.v5i1.4833

Abstract

This research demonstrates that public archaeological studies have not been extensively explored, as evidenced by the presence of Islamic archaeological themes in online media. Islamic archaeological themes, such as ancient mosques, which are Islamic relics, have been widely discovered in Indonesia. Ancient mosques, in the context of archaeological studies, are examined from the perspective of their architecture. The purpose of this research is to examine Islamic architecture within Kompas media. To validate this study scientifically and holistically, qualitative methods are employed with intensive library and documentation methods, using a descriptive content analysis approach. In this research, the descriptive content analysis approach attempts to explain the actual state of online news up to the explanatory stage. Therefore, this paper discusses news data on Islamic architecture featured in Kompas online media from 2017 to 2023, including the spatial layout and decorative elements of Islamic architecture in Kompas online media as well as the functions and meanings attributed to Islamic architecture in Kompas online media.
Pendampingan Digitalisasi Pemetaan Situs Sejarah Kerinci dan Sungai Penuh dengan Menggunakan GIS Zami, Rahyu; Putra, Benny Agusti; Zahara, Mina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18920

Abstract

Background: Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh menggunakan arcGIS bertujuan melestarikan warisan sejarah sekaligus meningkatkan aksesbilitas masyarakat. Metode: Kegiatan ini menggunakan Participatory Action Research (PAR), dengan langkah, (1) koordinasi dengan Dinas Pariwisata, (2) analisis kebutuhan dan perancangan peta digital, (3) penentuan titik lokasi, dan (4) pelatihan GIS bagi pemangku kepentingan. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan dashboard interaktif yang menampilkan sebaran 18 situs cagar budaya (77,78% terawat, 11,11% rusak) serta rute wisata. Dampak kegiatan meliputi peningkatan kapasitas SDM pemerintah dalam pengelolaan situs, mempermudah akses kunjungan wisatawan dan kesadaran masyarakat akan nilai sejarah. Kesimpulan: Pengabdian ini membantu mengatasi masalah situs cagar budaya yang kurang dikenal dan membuat lebih mudah bagi para wisatawan untuk mencapai lokasi tempat bersejarah di Kerinci dan Sungai Penuh.
Archaeological Data Patterns Through Statistical Analysis: Jambi Ancient Graves, Indonesia Nengsih, Titin Agustin; Putra, Benny Agusti; Andhifani, Wahyu Rizky; Husni, Amir
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4879

Abstract

This study explores tombstone characteristics to reveal socio-cultural patterns of past societies, particularly in ancient Jambi. Traditional archaeology often relies on qualitative methods, which can overlook underlying patterns in the data. This research addresses that gap by integrating quantitative analysis, specifically cluster analysis, to complement and enhance qualitative interpretations. Using primary data from 50 graves, which include both categorical and continuous variables, the study identifies relationships among tombstone features and classifies them into five distinct clusters. These clusters reflect variations in socio-economic status and illuminate burial practices and cultural traditions of the time. By combining qualitative and quantitative approaches, the research offers a more holistic view of historical contexts and social stratification. The findings underscore the importance of using mixed data clustering in archaeology to uncover patterns that may not be visible through conventional methods alone. This methodological innovation contributes to improving archaeological research practices in Indonesia and has the potential to inform future studies across cultural and historical contexts. Overall, this research not only deepens our understanding of the social fabric of ancient Jambi but also paves the way for broader applications of data-driven approaches in cultural heritage and archaeological investigations.
Archaeological Data Patterns Through Statistical Analysis: Jambi Ancient Graves, Indonesia Nengsih, Titin Agustin; Putra, Benny Agusti; Andhifani, Wahyu Rizky; Husni, Amir
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4879

Abstract

This study explores tombstone characteristics to reveal socio-cultural patterns of past societies, particularly in ancient Jambi. Traditional archaeology often relies on qualitative methods, which can overlook underlying patterns in the data. This research addresses that gap by integrating quantitative analysis, specifically cluster analysis, to complement and enhance qualitative interpretations. Using primary data from 50 graves, which include both categorical and continuous variables, the study identifies relationships among tombstone features and classifies them into five distinct clusters. These clusters reflect variations in socio-economic status and illuminate burial practices and cultural traditions of the time. By combining qualitative and quantitative approaches, the research offers a more holistic view of historical contexts and social stratification. The findings underscore the importance of using mixed data clustering in archaeology to uncover patterns that may not be visible through conventional methods alone. This methodological innovation contributes to improving archaeological research practices in Indonesia and has the potential to inform future studies across cultural and historical contexts. Overall, this research not only deepens our understanding of the social fabric of ancient Jambi but also paves the way for broader applications of data-driven approaches in cultural heritage and archaeological investigations.