Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE INFLUENCE OF ROAD NETWORK DEVELOPMENT ON LAND USE (CASE STUDY: KARAWANG REGENCY, INDONESIA) Irnanda Satya Soerjatmodjo
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 2, No 1 (2022): IJCEI Volume 2 No. 1
Publisher : University Of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.566 KB) | DOI: 10.24853/ijcei. 2. 1. 10-17

Abstract

The aims of this research are to find out the most influencing sector that brings huge impact towards the economic growth of Karawang regency after Jakarta-Cikampek toll road is established, and to generate the mathematical model which enables to serve information about the GDRP (Gross Domestic Regional Product) value of agriculture sector based on the impact of industrial sector GDRP value, trading sector DGRP value, and number of populations in Karawang regency.
PERFORMANCE OF THE THREE-ARMED UNSIGNALIZED INTERCHANGE ON JALAN TIPAR CAKUNG, EAST JAKARTA Andika Setiawan; Harwidyo Eko Prasetyo; Heru Setiawan; Irnanda Satya Soerjatmodjo
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 2, No 1 (2022): IJCEI Volume 2 No. 1
Publisher : University Of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.376 KB) | DOI: 10.24853/ijcei. 2. 1. 88-96

Abstract

The growth of the population density greatly affects the level of transportation needs in the city of Jakarta. The increase in the number of vehicles that are lack of balanced with the development of infrastructure It will cause conflicts on the road, especially intersections. Therefore, it is necessary to conduct research on interchange to know the problems that occur. This research was conducted at the Tipar Cakung – Agung Sedayu interchange in East Jakarta with an observation time of 3 days. The method that used in this study is a field survey method, namely by collecting data on traffic. It carried out by recording the number of vehicles that pass through the intersection every 15 minutes. Then from the results of the survey and calculation with the analysis guided by Indonesian Road Capacity Manual (MKJI, 1997).  Based on the results of research for interchange performance in existing conditions, the highest traffic flow was obtained at 2831.7 pcu / hour, Degree of Saturation (DS) 1.05, delay on intersection (D) of 22.058 seconds/pcu and queue odds (QP%) in the range of values 44.93%-90.27%.
THE TRAVEL TIME PERFOMANCE ANALYSIS OF THE COMMUTER LINE TRAIN (KRL) (CASE STUDY: THE COMMUTER LINE TRAIN BLUE LINE CORRIDOR, BEKASI - JAKARTA KOTA) Bayu Aji Pangestu; Irnanda Satya Soerjatmodjo; Noviandi Putra Darsono
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 2, No 2 (2022): IJCEI Volume 2 No. 2
Publisher : University Of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.842 KB) | DOI: 10.24853/ijcei. 2. 2. 48-56

Abstract

On the commuter line trains (the KRL), the Bekasi-Jakarta City Blue Line corridor has a buildup of passengers so that it can reduce travel time. Based on the regulation of the Minister of Transportation No. 63 of 2019 on Minimum Service Standards for Transportation of People by Train, the maximum delay tolerance for urban trains is 15 minutes from the total scheduled travel time. The method used is the depiction of working charts and calculations of statistical analysis with standard deviation in SPSS application version 26. The difference in the comparison of scheduled travel times with those in the field is determined by using Microsoft Excel for Windows version 2015. The performance of Blue Line routes (the KRL) was reviewed based on travel time using the SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) analysis tool version 26. The standard deviation results using the SPSS KA 1341 analysis tool have a higher deviation standard result of 10.82, which means that the train has a higher travel time delay than the train of PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), which experienced an average delay of 4 minutes. The cause of the delay consists of several factors, including the queue of passengers who want to get into the train and the fact that traffic on the blue line KRL route is congested. Because it has to alternate with intercity trains, and the KRL must wait.
THE IMPACT OF ROAD NETWORK DEVELOPMENT ON AGRICULTURAL AND INDUSTRIAL LAND USE IN KARAWANG REGENCY Irnanda Satya Soerjatmodjo
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol. 3 No. 1 (2023): IJCEI Volume 3 No. 1
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijcei.1.1.53-65

Abstract

The efficient flow of goods and services serves as a keystone of economic development, essential for thriving market dynamics and total commercial efficiency. Far from being a mere conduit, transportation infrastructure takes on a foundational function, spurring industrial growth and having a significant impact on local economies. The crucial part that transportation networks play in advancing trade across sectors serves as evidence of the symbiotic relationship between transportation and economic development. The goal of the research is to determine how the development of the Jakarta - Cikampek toll road has affected the land use shifting from the agricultural to industrial sectors, which has a significant impact on Karawang regency's economic growth. Then create the mathematical model that enables information about the value of the agriculture sector's GDRP (Gross Domestic Regional Product) based on the influence of the value of the industrial sector's GDRP to be served.
Pemasangan Barier Simpang Tiga Tak Bersinyal pada Jalan Putri Tunggal, Kota Depok Setiawan, Andika; Satya Soerjatmodjo, Irnanda; Mustakim, Fahmi
Konstruksia Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.2.128-140

Abstract

Persimpangan merupakan bagian penting dari ruas jalan yang berfungsi untuk memudahkan lalu lintas dan mobilitas masyarakat, selain itu persimpangan merupakan titik konflik kemacetan dari berbagai arah baik dari arah berlawanan hingga arah yang saling memotong. Simpang tiga tak bersinyal pada Jalan Putri Tunggal – Jalan Radar Auri merupakan titik konflik kemacetan yang sering terjadi, hal ini disebabkan adanya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrean pada lokasi penelitian dengan alternatif yang diberikan yaitu alternatif pemasangan sinyal dan rekayasa lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan metode berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Data lalu lintas diperoleh dari jumlah kendaraan yang melintas pada simpang tersebut, pengambilan data akan dilakukan pada hari Senin dan Jumat untuk mewakili hari kerja dan pada hari Sabtu untuk mewakili hari libur, serta dilakukan pada pukul 05.00 – 23.00 WIB. Setelah pengambilan data maka, data tersebut diolah dengan perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI). Hasil perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) dari kondisi eksisting sebesar 1,22. Oleh karena itu dilakukan suatu alternatif dengan rekayasa lalu lintas pemasangan barrier, sehingga didapat nilai DS sebesar 0,82. 
Tingkat Keselamatan Pada Simpang Tiga Dengan Metode Traffic Conflict Technique Pada Persimpangan Jalan Raya Kalimalang – Jalan Raden Inten Setiawan, Andika; Eko Prasetyo, Harwidyo; Novriani, Shinta; Soerjatmodjo, Irnanda Satya; Hanif, Farhan
Konstruksia Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.2.164-176

Abstract

Pada suatu simpang tak bersinyal risiko kecelakaan tentu semakin meningkat. Ada banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut seperti faktor geometri jalan yang tidak standar, pengemudi yang kurang sigap hingga faktor kendaraan yang sudah tidak layak pakai. Selain itu risiko kecelakaan juga semakin meningkat karena adanya human error yang dipengaruhi oleh faktor perception, identification, emotion, dan volition. Departement of Traffic Planning and Engineering dari Lund University di Swedia mengembangkan suatu metode untuk mengidentifikasi tingkat risiko kecelakaan yang hampir terjadi (near-miss) serta pola kejadiannya. Analisis melalui metode pengamatan langsung dilakukan pada Persimpangan Jalan Raya Kalimalang - Jalan Raden Inten II guna mengidentifikasi tingkat risiko kecelakaan melalui metode traffic conflict technique (TCT). Metode ini mengukur nilai time to accident (Ta) yang menjadi parameter tingkat risiko kecelakaan. Dari grafik nilai Ta vs kecepatan, suatu kejadian dapat dikatagorikan menjadi konflik yang serius dan konflik yang tak serius. Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 178 konflik yang diamati sebanyak 111 konflik yang terjadi merupakan konflik serius dengan tiga tipikal perilaku pengendara yaitu pengereman, percepatan, dan manuver. Sementara 67 sisanya merupakan konflik tidak serius dengan tipikal perilaku pengendara yang sama.
Perbandingan Kecepatan Pada Bundaran Dengan Menggunakan PTV VISSIM Setiawan, Andika; Prasetyo, Harwidyo Eko; Soerjatmodjo, Irnanda Satya; Novriani, Shinta; Nusantoro, Agung; Yulia, Alya; Himawan, Prasta Genie
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.169-178

Abstract

Perkembangan Ibukota memainkan peran krusial dalam membentuk dinamika sistem lalu lintas. Jakarta, sebagai pusat kegiatan dan ibukota negara, menanggung dampak signifikan dari pertumbuhan dan perubahan. Pertumbuhan tersebut dan perekonomian akan dipengaruhi oleh transportasi yang menitikberatkan salah satunya pada kecepatan kendaraan. Dalam analisanya diperlukan beberapa data yang akan diinput ke program PTV VISSIM untuk melihat kecepatan kendaraan yang terjadi pada masing-masing bundaran tersebut. Pada pengumpulan data yang dilakukan dengan mengumpulkan data selama beberapa hari pada 2 bundaran yang ditinjau. Bundaran yang ditinjau berada didaerah Jakarta pusat dan Jakarta utara. Pengumpulan data dilakukan dengan merujuk pada kondisi jam pagi, siang dan malam. Analisa yang dilakukan menggunakan data primer yang dimasukkan ke dalam PTV VISSIM. Datanya berupa volume kendaraan dan geometrik jalan yang ada di lokasi tersebut. Geometrik yaitu berupa ukuran lebar jalan pada bundaran termasuk jalan yang masuk ke bundaran dan yang keluar bundaran. Untuk pemodelan PTV VISSIM dengan kondisi yang terjadi pada bundaran yang terdapat di daerah Jakarta Utara didapatkan nilai r2 sebesar 0,9949. Pemodelan PTV VISSIM dengan kondisi yang terjadi pada bundaran yang terdapat di daerah Jakarta Pusat didapatkan nilai r2 sebesar 0,9728. Pada bundaran yang ada di Jakarta Pusat kecepatan rata-rata yang didapat sebesar 35,73 km/jam. Pada bundaran yang terjadi di Jakarta Utara lengannya hanya 4 lengan dengan volume yang relatif rendah. Pada kecepatan kendaraan yang ada di Jakarta Utara didapat rata-rata sebesar 57,70 km/jam.
DESAIN FONDASI GEDUNG SEKOLAH SDIT AL-ISRA’ - JATIASIH - BEKASI - JAWA BARAT Tanjung Rahayu Reswitaningrum; Basit Al Hanif; Irnanda Satya Soerjatmodjo; Wika Soviana Devi; Noviandi Putra Darsono; Muhammad Haekal Kurnia; Maulana Yusuf
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah adalah tempat di mana siswa dapat belajar keterampilan seperti membaca, menulis, dan perilaku yang baik. Guru, siswa, dan tenaga kependidikan lainnya semuanya terlibat dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Isra’ Jatiasih Bekasi membutuhkan desain struktur salah satunya pada struktur bagian bawah. Kota Bekasi yang merupakan lokasi dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Isra’ Jatiasih Bekasi merupakan suatu wilayah yang berada di daerah zona gempa, sehingga gedung sekolah yang ada di daerah tersebut harus didesain sedemikian rupa agar tahan terhadap gempa. Tim akademis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ingin mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), solusi yang ditawarkan oleh tim akademis berupa analisa struktur bawah bangunan gedung sekolah SDIT Al-Isra sesuai peraturan-peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Mempertimbangkan temuan analisis yang dilakukan, fondasi gedung menggunakan jenis fondasi tiang, dengan diameter tiang fondasi 350 mm dan memiliki kedalaman tiang -7m dari permukaan tanah. Sedangkan daya dukung ijin tiang tunggal sebesar 11,2 ton dengan menggunakan fondasi grup terdiri dari 4 tiang yang diterapkan dalam struktur bawah gedung sekolah pada PkM ini. Daya ijin dukung fondasi grup diketahui memiliki nilai sebesar 35,6 ton, dengan demikian dapat diketahui nilai dari Qgroup lebih besar daripada Gaya aksial yang terjadi pada kolom dasar. Laporan analisa struktur, gambar kerja serta analisis data yang merupakan hasil dari PkM ini dapat digunakan oleh pihak SDIT Al-Isra’ dalam melakukan pembangunan struktur bawah gedung sekolah.
THE IMPLICATIONS OF ROAD CONDITION ON ROAD USERS AND LOCAL COMMUNITIES IN INDUSTRIAL AREAS Soerjatmodjo, Irnanda Satya; Rahayu, Tanjung; Al Kautsar, Muhammad Gibran
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 4, No 2 (2024): IJCEI Volume 4 No. 2
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijcei.4.2.47-56

Abstract

The accelerated growth of the industrial sector demand reliable transportation infrastructure to facilitate the efficient circulation of commodities and economic progress. The road network in industrial zones is a critical infrastructure that serves as a strategic route essential for supporting surrounding industrial activity. Nonetheless, road damage, including cracks, deformations, and potholes, presents considerable issues by diminishing road capacity to support traffic loads and hastening pavement degradation. The road damage adversely affects both road users and the populations residing nearby. This study analyzes the impact of road deterioration on road users and adjacent communities. The results indicate that road damage substantially affects these groups, with average interpretation ratings of 4.05 for road users and 4.12 for adjacent communities, both classified as "good" in the assessment. These results highlight the necessity for efficient road repair and management to ensure the sustainability of industrial operations and community well-being.
BACK ANALYSIS INVESTIGATION OF THE FACTORS CONTRIBUTING TO SETTLEMENT IN EMBANKMENTS ON SOFT SOIL Pratama, Andreas Raya; Al Hanif, Basit; Soerjatmodjo, Irnanda Satya
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 4, No 2 (2024): IJCEI Volume 4 No. 2
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijcei.4.2.57-66

Abstract

The economic growth of a region is intricately linked to infrastructure development, especially toll highways, which augment the efficiency of products and services distribution, diminish logistical expenses, and promote access to economic hubs. The construction of toll roads, particularly embankments on soft soil foundations, encounters considerable obstacles due to the limited bearing capacity and high compressibility of soft soil, resulting in settlement issues that may threaten structural integrity and functionality. This research examines settlement behavior in embankments on soft soil by a "Back Analysis" methodology, comparing actual field settlement data with predictive modeling outcomes derived from the finite element method (FEM). Field data and FEM simulations were evaluated to determine the precision of predictive models and their capacity to represent the intricate stress-strain behavior of soft soil. The findings underscore the necessity of combining field validation with sophisticated modeling tools to enhance predictive accuracy and guide effective construction and ground improvement methodologies. This study offers significant insights for engineers and politicians to guarantee the enduring performance and sustainability of toll road infrastructure.