Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Students Passivity: Indonesian Context Constantinus Wahju Prijonggo; Agnes Maria Sumargi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v16i4.8294

Abstract

-
The Role of Cognates in English Second Language Vocabulary Acquisition Agnes Maria Sumargi; Kim Kirsner
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v16i3.8299

Abstract

-
Self-Regulation dan Perilaku Makan Sehat Mahasiswa yang Mengalami Dyspepsia Happy Cahaya Mulya; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i2.897

Abstract

Dyspepsia adalah rasa nyeri yang dirasakan di ulu hati dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Salah satu hal yang dapat menimbulkan gejala ini terjadi adalah perilaku makan sehat seseorang. Salah satu faktor dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi perilaku makan sehat adalah self-regulation. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidaknya hubungan antara self-regulation dan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang mengalami dyspepsia (N=31). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling. Pengumpulan data untuk variabel perilaku makan sehat dilakukan dengan menggunakan My Meals Diary, yaitu subjek melakukan pencatatan perilaku makannya selama 7 hari. Variabel self-regulation diukur dengan menggunakan Skala Self- Regulation. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik korelasi non parametric Kendall’s Tau_b. Hasil analisis mendapatkan nilai r = -0.005, p = 0,972 (p > 0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara self-regulation dengan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Selain kelemahan pada metodologi penelitian, penelitian selanjutnya dapat memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku makan seperti stress dan pengetahuan mengenai dyspepsia. Kata Kunci: Self-regulation, perilaku makan sehat, dyspepsia
Sikap Terhadap Keperawanan dan Intensitas Perilaku Seksual pada Remaja Emanuela Aviana Goenawan; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i1.906

Abstract

minat terhadap seks. Budaya sedikit banyak mempengaruhi perilaku seksual, termasuk perilaku seksual remaja. Budaya Indonesia mengharuskan wanita menjaga keperawanannya sampai menikah, hal ini membentuk sikap terhadap keperawanan yang positif yang selanjutnya mempengaruhi perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan perilaku seksual pada remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA di Surabaya yang terdiri dari 71 orang perempuan dan 72 orang laki-laki (N=143). Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampling insidental. Hasil uji hipotesis hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan intensitas perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan berdasarkan Kendall tau b menunjukkan nilai r = - 0,431 dengan p = 0,000 (p < 0,05) pada remaja laki-laki dan nilai r = - 0,319 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara intensitas perilaku seksual dengan sikap terhadap keperawanan.
Pengetahuan Mengenai Penanganan Penyakit Diabetes dengan Kepatuhan Melaksanakan Diet Diabetes pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Ely Yustiana; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1551

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat berkurangnya produksi hormon insulin yang berfungsi mengubah gula menjadi tenaga. Pola makan mempengaruhi stabilitas kesehatan penderita DM tipe 2 (DM2). Berdasarkan hal ini, diet diabetes merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengatasi terjadinya DM. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terlaksana tidaknya diet diabetes adalah pengetahuan individu terhadap penanganan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Partisipan penelitian adalah 30 orang penderita DM2 dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia (lansia) yang masih aktif beraktivitas dan tinggal di Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah snowball sampling dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis dengan Kendall’s tau b mendapatkan koefisien korelasi sebesar 0,125 dengan p = 0,388 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes pada sebagian partisipan tergolong buruk (53,33%), sedangkan tingkat pengetahuan terhadap penyakit diabetes cenderung menyebar pada kategori rendah (36,67%), sedang (23,33%), dan tinggi (26,67%). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengatasi kelemahan penelitian ini seperti jumlah sampel yang terbatas dan memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan melaksanakan diet diabetes berdasarkan teori Health Belief Model.
DUKUNGAN SOSIAL DAN KEPUASAN HIDUP PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA YANG 1,2 BERASAL DARI LUAR JAWA Yosua Ong Raharjo; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v6i1.1785

Abstract

ahasiswa yang berasal dari luar Jawa yang sedang menjalankan studi di Jawa harus melakukan penyesuaian diri yang cukup berat karena adanya perbedaan bahasa dan budaya. Kondisi ini mempengaruhi pergaulan sehari-hari yang kemudian dapat menurunkan kepuasan hidupnya. Dukungan sosial mungkin dapat mencegah menurunnya kepuasan hidup karena lingkungan yang mendukung akan mempercepat proses penyesuaian diri bagi mahasiswa yang berasal dari luar Jawa. Penelitian ini bermaksud untuk menguji ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan hidup pada mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang berasal dari luar Jawa. Lima puluh empat mahasiswa UKWMS yang berasal dari luar Jawa terlibat dalam penelitian ini dengan mengisi skala dukungan sosial dan kepuasan hidup. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial, khususnya yang berasal dari teman, dengan kepuasan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa bagi mahasiswa luar Jawa, dukungan teman memiliki arti penting dalam hidupnya sehari-hari sehingga berpengaruh positif pada kepuasan hidupnya sebagai mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN (GRATITUDE) DENGAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME Rosa Andriani; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v7i2.2728

Abstract

In comparison to typical developing children, children with autism spectrum disorder have unusual development. Nurturing and raising children with special needs, particularly children with autism spectrum disorder, are challenging. Parents often experience distress because have to support and accompany their children in a wide range of therapies that can be tiring and costly. Positive emotions such as gratitude could be developed to alleviate parental stress. This study aimed to test the relationship between gratitude and stress among mothers who had children with autism spectrum disorder. Participants were 40 mothers of children with autism spectrum disorder. They were recruited from therapy centres, special schools, and inclusive schools in Sidoarjo. The measures used in the study were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) and Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6). Results showed a significant, negative correlation between gratitude and maternal stress, r = -0.310, p = 0.007 (p < 0.05). The higher the levels of maternal gratitude, the lower the levels of maternal stress, and vice versa, the lower the levels of maternal gratitude, the higher the levels of maternal stress. The tendency to be grateful seems to reduce the stress levels of mothers who had children with autism spectrum disorder.