Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Material on Lathe Rotation at HSS (High Speed Steel) M42 Tool Cutting Tool Wear Level Nuryanto, Alfian Achmad; Pramesti, Yasinta Sindy
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.1161

Abstract

In an era where science and technology are rapidly developing, in the era of globalization it opens a wide door for every individual to embrace change. Human resources, being the pulse that pumps industrial life, must be proficient in mastering science and technology, being able to apply it in every step of the industry, and steel has become an important milestone in various sectors, from building construction to machine components. However, behind the glitter of this civilization, technical processes such as turning the HSS M42 chisel face its own challenges. At certain rpm cycles, the tool experiences an erratic level of wear, as evidenced by the difference between the initial and final weights as well as the difference in the initial and final lengths. In the HSS M42 tool turning attempt, the HSS M42 1200 type tool with a size of 3/8x3/8x4" and a rotation speed of 700, 900, and 1200 rpm, with a cutting depth of 1 mm and a feed rate of 0.09, almost encountered a weakness. Tools that wear out quickly, especially at 900 rpm, make turning results less satisfactory. However, there was a light at the end of the hallway. In the same process, the use of HSS tools with HSS M42 1200 type, dimensions of 3/8x3/8x4", was able to answer the challenge with more promising success. At 900 rpm rotation, the wear that occurs is more controlled, resulting in a workpiece with a satisfactory level of fineness, reaching N6 in the measurement of surface roughness. As if to be a symbol of struggle, HSS chisels are able to cut finer traces in the ocean of HSS M42 chisels
Optimization of Industrial Machine Balancing Processes for Fastening Precision and Efficiency Ando Prasetyo, Muhammad; Pramesti, Yasinta Sindy
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.1173

Abstract

Balancing merupakan bagian sangat penting untuk proses yang digunakan Balancing is a very important part of the process used to adjust or balance equipment or mechanical components so that they operate stably and efficiently. Balancing machines are very important for maintaining optimal screw conveyor performance, and reducing screw conveyor noise or vibrations which can disrupt the quality of machine performance. This is one of the reasons for balancing the machine, it can experience vibrations which can cause a decrease in the quality of the machine's performance and also if left for a long period of time, these vibrations can damage other parts of the screw conveyor and cause excessive vibrations or unbalance of the machine. The balancing test method is using a HOFMAN HL-28 machine, in this test the screw conveyor tool is placed in the balancing machine then input data on the monitor with balancing parameters Rotor Wight: 1000.00 Kg, Balancing Test Speed: 149 RPM, Operation Speed: 300 RPM, Tolerance Plane 1 : 125,517, and Tolerance Plane 2 : 125,517 g. The results of the research obtained an initial unbalance left plan of 602 grams at an angle of 57.30, a right plan of 413 grams at an angle of 101.50, then the final unbalance was obtained for a left plan of 24 grams at an angle of 83.20, a right plan of 23 grams at an angle of 86.60. By conducting this research, it was found that the screw conveyor was suitable for use so that it could minimize vibration and damage to the screw motor.
Analisa pengaruh sudut sudu terhadap kinerja turbin kinetik poros horisontal dan vertikal Pramesti, Yasinta Sindy
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12296

Abstract

Turbin kinetik adalah suatu jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan energi yang tersimpan pada aliran air yaitu energi potensial dan energi kinetik yang akan diubah menjadi energi mekanik . Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja turbin yaitu sudut sudu. Metodologi penelitian pada turbin kinetik ini memanfaatkan kecepatan fluida (air) yang bergerak dengan. Variasi sudut pengarah aliran dengan sudut yang akan diteliti ini menggunakan sudut 5° 10° , 15° dan variasi debit aliran 50, 70 dan 90 m³/jam. Selain itu, turbin kinetik ini menggunakan variasi poros vertikal dan horizontal. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa daya output yang dihasilkan turbin maksimal sebesar 1,53 Watt terjadi pada debit 90 m3/jam dengan sudut pengarah aliran 15⁰. Efisiensi tertinggi yaitu sebesar 18% terjadi pada debit aliran 50 m3/jam dengan sudut pengarah aliran sebesar 15⁰. Turbin dengan tipe poros horizontal memiliki nilai daya dan efisiensi yang sedikit lebih besar jika dibandingan dengan turbin poros vertikal.
Analisis gaya dan daya pada alat pengaduk mesin kristalisasi jahe dengan kapasitas 5 kg/jam Setyowidodo, Irwan; Fatkur Rhohman; Pramesti, Yasinta Sindy; Ilham, M. Muslimin
Jurnal Mesin Nusantara Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v6i1.19929

Abstract

Red ginger is a plant that is easy to grow in Indonesia and is well known as a spice plant and can be found in many plantation farmers, such as in Kediri Regency, Kepung District, Besowo Village. One of the preparations of red ginger that local residents are involved in is making instant herbal medicine. The processing of instant herbal medicine with red ginger as raw material includes the process of washing, grating, squeezing, and cooking so that the final result is crystallized red ginger. The focus of discussion in this article is the mixing process. The design of this mixing machine uses a power of 0.5 HP and a rotation of 1400 rpm to mix 5 kg/hour of red ginger dough. This stirring process takes 60 to 80 minutes until red ginger crystals form.
Analisa Teknik Dan Biaya Pembuatan Elektric Furnace Berkapasitas 7000 Watt Harianto, Azes Tri; Pramesti, Yasinta Sindy; Akbar, Ali
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.93

Abstract

Dalam merancang alat elekrtic furnace memerlukan perhitungan biaya, dengan mengetahui analisa perhitungan biaya pembuatan maka dengan mudah dapat memilih bahan baku, oleh karena itu berusaha mencari material yang memiliki sifat dan karakteristik yang baik berdasarkan analisa perhitungan biaya yang tepat sehingga memudahkan mahasiswa selanjutnya dalam pembuatan Elektric Furnace. Dari latar belakang permasalahan tersebut penulis menganalisa teknik dan biaya pembuatan alat Elektrik Furnace yang efisien, dari prancangan ini memilih baja ST 37 pada bagian kerangka karena memiliki kekutan yang baik dan mampu menahan beban komponen. Bahan refraktori ini berfungsi sebagai tatakan tempat nikelin, dan pelapisan dinding untuk penahan panas agar panas pada dalam ruangan Furnace benar-benar tidak mengalami kerugian, dan dikarenakan bahan ini dapat mempertahankan kekuatan pada suhu yang tinggi. Alat Furnace ini mampu mencapai suhu sebesar 1200 oC dengan waktu 51 menit, pada dinding Furnace mampu menahan panas sehingga tidak keluar atau terdapat radiasi oleh panas yang dihasilkan pada ruan g dalam Furnace. Total pembuatan Furnace ini memakan harga yang lebih ekonomis dibanding dengan harga luar. Alat Elektric Furnace ini jika di pasarkan harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran lainnya dengan spesifikasi yang hampir sama.
Desain Furnace Berbasis Microcontroller dengan Kapasitas 7000 Watt yang Efektif Dan Efisien Wardhana, Abrar Ihza; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.96

Abstract

Heat treatment adalah proses perlakuan sifat logam dengan cara dipanaskan, hampir semua zat yang terkandung dalam logam akan memuai bila dipanaskan dan akan menyusut bila didinginkan, logam adalah salah satu zat padat yang pemanfaatannya dan dalam proses pembentukannya adalah dengan proses pemanasan, pada saat logam diaplikasikan dalam suatu pekerjaan dan apabila logam dikerjakan dengan proses pemanasan tanpa disadari, struktur dari logam tersebut akan berubah. Tujuan dari rancang bangun mesin furnace ini adalah untuk mempermudah melakukan penelitin tentang sifat mekanis logam dengan melakukan proses heat treatment dengan maksimal dan dengan tingkat akurasi kontrol suhu yang tinggi, dimana suatu hasil atau kualitas material saat di heat treatment tergantung pada akurasi tersebut, jadi mesin yang dibuat ini dirancang dengan suhu konstan sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. Pada hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu bekerja hingga temperatur maximal 1000 ˚C, kecepatan untuk pencapaian suhu 1000 ˚C selama 3060 detik (51 menit) dan rata-rata kenaikan suhu per 1 ˚C adalah 1 detik, dan saat pengujian suhu di tahan pada temperatur 900 ˚C, keadaan temperatur dalam tungku furnace tetap konstan dalam suhu 900 ˚C.
Pengaruh Quenching Baja St 60 dengan Media Hot Oil Terhadap Nilai Kekerasan Basori; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.99

Abstract

Baja ST 60 tergolong baja karbon sedang, yang mempunyai kandungan karbon 0,564%. Pada baja ST 60 ini terkandung mangan 0,697% , baja ST 60 merupakan baja dengan kekuatan tarik hingga 60 kg/mm². Efek dari pemakaian, mengakibatkan struktur logam terengaruh gaya luar berupa tegangan-tegangan gesek yang mengakibatkan deformasi atau perubahan bentuk. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana menjaga agar logam dapat leih tahan terhadap gesekan atau tekanan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh heat treatment dengan suhu 750 0C dan quenching dengan media hot oil suhu ±85 0C terhadap nilai kekerasan baja. Proses treatment baja dibutuhkan untuk meningkatkan nilai kekerasan baja. Oleh karena itu proses treatment sangat dibutuhkan dalam industri logam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah quenching menggunakan media hot oil dengan suhu ±850C. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui treatment ini dalam meningkatkan nilai kekerasan pada baja ST 60. Hasil penelitian menunjukan pengaruh heat treatment dan quenching dapat meningkatkan nilai kekerasan yang signifikan terhadap nilai kekerasan baja ST 60 dari sebelum di treatment memiliki rata – rata nilai kekerasan 36.3625 HRC setelah ditreatment meningkat menjadi 65.9825 HRC.
Pengaruh Quenching St 304 Terhadap Nilai Kekerasan Dengan Heat Treatment Pada Suhu 750o C Media Pendingin Larutan Garam Putra, Aji Kusuma; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.136

Abstract

Perkembangan kebutuhan di dunia industry menjadi meningkatnya penggunaan bahan baku pada baja, salah satunya baja ST 304 atau Stainless stell karena memiliki kekuatan yang sangat baik dan tahan terhadap korosi serta mempunyai tampilan yang menarik, untuk mendapatkan baja dengan kualitas yang baik perlu dilakukan perlakuan panas pada baja. Quenching adalah proses perlakuan panas pada logam untuk meningkatkan kekerasan dengan melakukan pendinginan yang cepat menggunakan media cair. Penurunan temperatur secara tiba tiba menghasilkan struktur mastensit yang keras dang getas. Quenching dilakukan dengan perlakuan panas pada baja, dengan cara memasukkan baja (stainless stell 304) kedalam pemanas (furnace) dengan suhu 750o selama 30 menit dan dilakukan pendinginan secara cepat dengan media larutan garam sebesar 20%. Dari proses ini dapat menghasilkan peningkatan kekerasan pada baja.
Pengaruh Heat Treament Baja St 60 Terhadap Nilai Kekerasan Dengan Media Pendingin Asam Cuka Iriandoko, Hendry; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.144

Abstract

Baja ST 60 tergolong baja karbon sedang yamg memiliki kandungan karbon 0,564%. Pada baja ST 60 ini terkandung mangan 0,697%, baja ST 60 merupakan baja dengan kekuatan tarik hingga 600 kg/mm2. Efek dari pemakaian mengakibatkan deformasi atau perubahan bentuk Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh quenching menggunakan asam cuka terhadap kekerasan Baja ST60 dengan heat treatment pada temperatur 7500C. Pendekatan penelitian kuantitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Lokasi penelitian di Lab. Teknik Mesin Fakultas Teknik/Jurusan Teknik Mesin Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Lab Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan data deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh quenching menggunakan asam cuka terhadap kekerasan Baja ST 60 dengan heat treatment pada temperatur 7500 C yang mampu meningkatkan nilai kekerasan Baja ST 60 sebesar 18,65 dari nilai 33,03 sebelum mendapat perlakuan heat treatment meningkat menjadi 51,69 setelah mendapat perlakuan heat treatment.
Analisa Mikrokontroler Untuk Furnace Kapasitas 7000 Watt yang Efektif dan Efisien Atto’illah, M Prima Ibnu; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.146

Abstract

Mesin Furnace adalah Mesin yang digunakan untuk memanaskan bahan baku logam. Mesin furnace bersumber dari tenaga energi listrik. Tujuan dari perancangan mesin furnace berbasis mikrokontroler ini adalah menambahkan komponen mikrokontroler yang berfungsi mengendalikan aliran listrik yang terdapat pada komponen didalamnya. Selain itu dapat mendeteksi komponen jika terjadi permasalahan yang kemungkinan terjadi. Dimana jika terjadi ketidak fungsian salah satu komponen maka pemanasan tidak akan mendapatkan hasil yang akurat atau hasil yang sempurna, Mikrokontroler juga dapat meringkas system kelistrikan, Pada perancangan yang akan digunakan adalah mikrokontroler ATmega 32 yang hanya membutuhkan daya 1,1 mA maka pada perancangan ini juga dilengkapi komponen – komponen antara lain termokopel jenis K yang dapat membaca suhu hingga 1200℃, komponen temperature kontrol AX4 yang mengatur suhu 1000℃ pada ruang pemanasan. Dari komponen tersebut dapat memanaskan logam lebih efektif dan efisien.