Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Daun Nanas Dan Serat Sabut Kelapa Dengan Menggunakan Matriks Epoxy Utomo, Prio; Faizin, Kholis Nur; Aziz. R, M. Shafwallah Al
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.726

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat.
Analisis Ketahanan Panas Komposit Serat Sabut Buah Kelapa Bermatriks Epoxy Menggunakan Pengujian Thermogravimetric Analysis Pambudi, Tegar Dwi; Wahyudi, Noorsakti; Faizin, Kholis Nur
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.729

Abstract

lainnya seperti besi, plastic, logam, dan kramik karena memiliki beberapa keunggulan antara lain dari kontruksinya lebih ringan, kuat, dapat diuraikan secar alami, dan tidak terpengaruhi oleh korisi maka dari itu komposit dapat menjadi salah satu pilihan material baru yang layak untuk dikembangkan lagi. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorai terhadap komposit yang terdiri dari serat alam sabut buah kelapa dan menggunkan matruks epoxy. Pada penelitian ini, mengunakan metode Vacuum Infusion dengan variasi fraksi volume serat 10%, 30% dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui ketahanan panas dari komposit tersebut. Untuk mengetahui stabilitas termal akan dilakukan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) pada spesimen komposit yang telah dibuat. Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (10:90) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 354,90°C dan menghasilkan 13,3650% residu. Untuk hasil analisis DSC komposit variasi (50:50) merupakan komposisi terbaik berdasarkan sifat termal yang dihasilkan, yakni memiliki temperatur leleh sebesar 375,50°C.
Analisis Stabilitas Termal Komposit Serat Ampas Tebu Matriks Polyester Dengan Pengujian Thermogravimetric Analysis Shandy, Idris Kris; Wahyudi, Noorsakti; Faizin, Kholis Nur
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.730

Abstract

Komposit merupakan salah satu jenis material baru yang terbentuk dari dua kombinasi material, yaitu serat dan matriks. Komposit dapat digunakan menjadi alternatif pengganti material seperti plastik, karena memiliki konstruksi yang ringan, kuat, tidak terpengaruh oleh korosi, dan dapat diuraikan secara alami sehingga komposit dapat menjadi salah satu material baru yang layak untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorasi terhadap komposit yang terdiri dari serat alam ampas tebu dan matriks resin polyester. Spesimen komposit dibuat menggunakan metode vacuum infusion dengan variasi fraksi volume serat 25%, 40%, dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui perubahan massa dan temperatur leleh dari spesimen komposit melalui pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (40:60) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 369,41°C dan menghasilkan 9,8006% residu
Analisis Pengujian Bending Komposit Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Dengan Matriks Polyester Sebagai Bahan Cover Intake Manifold Alfiansyah, Rahmat; Majedi, Farid; Faizin, Kholis Nur
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.731

Abstract

Komposit terbentuk dari kombinasi antara serat dan matriks. Serat berfungsi sebagai material penguat yang menyusun komposit. Matriks berfungsi untuk mengikat serat.. Komposit berguna sebagai bahan alternatif pengganti seperti material besi, baja, logam, dan keramik karena memiliki keunggulan antara lain biodegradabble dan ketahanan terhadap korosi sehingga menjadikan komposit sebagai salah satu material baru yang potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini berfokus menganalisis komposit serat sabut kelapa matriks resin polyester dengan variasi fraksi volume serat 30%, 35% dan 40% menggunakan metode hand lay-up untuk mengetahui sifat mekanik melalui pengujian Bending ASTM D790. Nilai kekuatan Bending rata-rata terbesar adalah 65,32 yaitu pada fraksi volume serat sabut kelapa 40%. Hasil terbaik dari pengujian Bending acuan dalam pembuatan produk Cover Intake Manifold untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik pada komponen kendaraan
Analytical Simulation of Biocomposite Materials for Toyota Avanza Vehicle Cabin Lamp Light Covers Utilising Pandanus Tectorius Fibres with Epoxy Matrix as a Manufacturing Substitute to Cut Down on Plastic Waste Faizin, Kholis Nur; Susanto, Fredy; Aziz, M. Shafwallah Al.; Amin, M. Chabib Nur
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i11.11746

Abstract

Biocomposites, made from an epoxy matrix and pandan fibre, offer a biodegradable alternative to plastic. Fabricated through manual layer lay-up, the material underwent stress propagation analysis using SolidWorks simulation and automotive testing. Results indicate that failure occurs in pure tension when stress exceeds 60% of the flexural strength (1.2 MPa) due to longitudinal fibre rupture. With a Young's modulus of 2×10¹⁰ N/m², tensile strength of 13.6 MPa, and Poisson's ratio of 0.31, the material exhibited safe performance under loads nearly four times its capacity. The factor of safety, while as low as 0.5 in critical areas, confirms t
Mechanical Strength Analysis of Bamboo Fiber and Glass Powder Reinforced Composites Using Epoxy Matrix as an Alternative Visor Al. Aziz. R, M. Shafwallah; Faizin, Kholis Nur; Gascoin, Nicolas; Fakhrudi, Yoga Ahdiat; Kurniawan, Pradhana
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 5, No 2 (2025): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2025.v5i2.8162

Abstract

This study aims to analyze the mechanical strength of composites with bamboo fiber and glass powder reinforcement using an epoxy matrix. The study used a hand lay-up method with three variations of volume fraction composition, namely (1) 15% bamboo fiber, 15% glass powder, 70% resin, (2) 20% bamboo fiber, 10% glass powder, 70% resin, and (3) 25% bamboo fiber, 5% glass powder, 70% resin. The bamboo fiber used was the result of alkali treatment using 15% NaOH solution to remove lignin and cellulose, while the glass powder was obtained from household glass waste with a particle size of 60 mesh. Mechanical property testing included tensile testing (ASTM D638 Type 1), compression testing (ASTM D695-96), and impact testing (ASTM D256), while morphological structure analysis was carried out using Scanning Electron Microscope (SEM) testing. The results showed that the volume fraction composition of 25:5:70 produced the highest tensile strength with an average value of 95.69 N/mm² and the highest impact strength of 29.91 J/mm. Meanwhile, the composition of 15:15:70 obtained the highest compressive strength of 57.13 MPa. SEM analysis of the composite fracture showed the occurrence of full out fiber, debonding, and void phenomena in the matrix, which affected the decrease in the material strength value. This indicates that variations in the composition of bamboo fiber and glass powder can optimize the mechanical properties of composites, while supporting the utilization of natural materials and waste as environmentally friendly innovation materials for automotive applications, especially Yamaha Vixion motorcycle visor products.
ANALISIS PENGUJIAN BENDING KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) DENGAN MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN COVER INTAKE MANIFOLD Rahmat; Faizin, Kholis Nur; Majedi, Farid
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.725

Abstract

Composites are formed from a combination of fiber and matrix. Fiber functions as a reinforcing material that makes up the composite. The matrix functions to bind the fibers. Composites are useful as alternative materials such as iron, steel, metal and ceramic because they have advantages including biodegradability and corrosion resistance, making composites a potential new material to be developed. This research focuses on analyzing coconut fiber composites with a polyester resin matrix with varying fiber volume fractions of 30%, 35% and 40% using the hand lay-up method to determine the mechanical properties through the ASTM D790 Bending test. The highest average bending strength value is 65.32 N/mm^2, namely at a coconut fiber volume fraction of 40%. The best results from benchmark bending testing in making Intake Manifold Cover products to minimize the use of plastic materials in vehicle components.
Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Daun Nanas Dan Serat Sabut Kelapa Dengan Menggunakan Matriks Epoxy Utomo, Prio; Faizin, Kholis Nur; Aziz. R, M. Shafwallah Al
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.726

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat.
Analisis Ketahanan Panas Komposit Serat Sabut Buah Kelapa Bermatriks Epoxy Menggunakan Pengujian Thermogravimetric Analysis Pambudi, Tegar Dwi; Wahyudi, Noorsakti; Faizin, Kholis Nur
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.729

Abstract

lainnya seperti besi, plastic, logam, dan kramik karena memiliki beberapa keunggulan antara lain dari kontruksinya lebih ringan, kuat, dapat diuraikan secar alami, dan tidak terpengaruhi oleh korisi maka dari itu komposit dapat menjadi salah satu pilihan material baru yang layak untuk dikembangkan lagi. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorai terhadap komposit yang terdiri dari serat alam sabut buah kelapa dan menggunkan matruks epoxy. Pada penelitian ini, mengunakan metode Vacuum Infusion dengan variasi fraksi volume serat 10%, 30% dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui ketahanan panas dari komposit tersebut. Untuk mengetahui stabilitas termal akan dilakukan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) pada spesimen komposit yang telah dibuat. Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (10:90) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 354,90°C dan menghasilkan 13,3650% residu. Untuk hasil analisis DSC komposit variasi (50:50) merupakan komposisi terbaik berdasarkan sifat termal yang dihasilkan, yakni memiliki temperatur leleh sebesar 375,50°C.
Analisis Stabilitas Termal Komposit Serat Ampas Tebu Matriks Polyester Dengan Pengujian Thermogravimetric Analysis Shandy, Idris Kris; Wahyudi, Noorsakti; Faizin, Kholis Nur
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 9 No. 1 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v9i1.730

Abstract

Komposit merupakan salah satu jenis material baru yang terbentuk dari dua kombinasi material, yaitu serat dan matriks. Komposit dapat digunakan menjadi alternatif pengganti material seperti plastik, karena memiliki konstruksi yang ringan, kuat, tidak terpengaruh oleh korosi, dan dapat diuraikan secara alami sehingga komposit dapat menjadi salah satu material baru yang layak untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorasi terhadap komposit yang terdiri dari serat alam ampas tebu dan matriks resin polyester. Spesimen komposit dibuat menggunakan metode vacuum infusion dengan variasi fraksi volume serat 25%, 40%, dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui perubahan massa dan temperatur leleh dari spesimen komposit melalui pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (40:60) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 369,41°C dan menghasilkan 9,8006% residu