Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Prinsip, Tantangan, dan Implikasi Pengembangan Kurikulum PAI untuk Pendidikan Lubis, Reza Noprial
TARBIYAH Vol. 1 No. 1 (2022): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : TARBIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan moral siswa di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar yang mendasari pengembangan kurikulum PAI serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang meliputi analisis literatur terkait kurikulum, pendidikan, dan praktik PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip relevansi, integrasi, keterhubungan, dan keberlanjutan merupakan fondasi yang penting dalam merancang kurikulum yang efektif. Selain itu, tantangan seperti resistensi pendidik, kurangnya sumber daya, dan perubahan sosial budaya juga teridentifikasi sebagai hambatan dalam pengembangan kurikulum. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kurikulum PAI mencakup pelatihan bagi pendidik, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta evaluasi berkala terhadap kurikulum. Dengan memahami prinsip-prinsip dan tantangan ini, diharapkan pengembangan kurikulum PAI dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam konteks global yang terus berkembang.
Efektivitas Metode Diskusi dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Lubis, Reza Noprial
TARBIYAH Vol. 2 No. 1 (2023): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : TARBIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di MTs Khoirotul Islamiyah Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam hal analisis, evaluasi, dan penyusunan argumen. Namun, terdapat kendala berupa partisipasi siswa yang tidak merata, di mana siswa yang lebih pasif cenderung kurang terlibat. Oleh karena itu, diperlukan strategi tambahan untuk mendorong keterlibatan aktif seluruh siswa dalam diskusi. Secara keseluruhan, metode diskusi dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis jika difasilitasi dengan baik oleh guru.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini di TK Al-Madinah Lubis, Reza Noprial
TARBIYAH Vol. 2 No. 2 (2023): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : TARBIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran guru dalam mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini di TK Al-Madinah. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi kelas, wawancara dengan guru,dan analisis dokumen sebagai sarana pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat signifikan dalam membentuk kemampuan sosial anak, dan strategi pembelajaran yang fokus pada interaksi sosial, kerja sama,dan pengembangan ketrampilan komunikasi. Meskipun demikian,ditemukan beberapa tantangan, seperti kebutuhan untuk peningkatan sumber daya dan pelatihan guru dalam mendukung pengembangan kemampuan sosial anak. Temuan ini memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan memberi dasar untuk pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif dalam merespon kebutuhan kemampuan sosial anak usia dini.
Environmental Moral Education in Multifaith Schools: Developing an Interreligious Pedagogical Model to Cultivate Ecological Responsibility Wiwik Hidayati; Sisca Septiani; Jimmy Malintang; Reza Noprial Lubis
Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Vol. 2 No. 3 (2025): July : Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philo
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenphilosophy.v2i3.259

Abstract

The growing environmental crisis underscores the need for education systems to foster ecological responsibility among students. This study explores the potential for multifaith schools to cultivate environmental moral education through an interreligious pedagogical model. By integrating diverse religious teachings on ecology, the proposed model aims to promote shared moral values for environmental protection and sustainability. The research addresses the gap in existing environmental education, which often lacks an integrated approach that incorporates various religious perspectives. Through a qualitative research design, the study analyzes curricula, observes classroom practices, conducts interviews with educators, and evaluates existing environmental education frameworks in multifaith schools. The study identifies key strategies, including the incorporation of eco-ethics from different religious traditions, project-based learning, and interfaith dialogues, as effective means of fostering ecological responsibility. However, challenges such as balancing doctrinal differences, overcoming biases, and developing inclusive pedagogy remain. The study emphasizes the importance of designing educational content that respects all faiths and promotes intercultural dialogue, thereby encouraging a collective commitment to sustainability. The findings suggest that multifaith schools can serve as powerful platforms for environmental moral education, highlighting the value of integrating religious perspectives into sustainability education. The study concludes with recommendations for incorporating interreligious eco-ethics into curricula and teacher training programs and suggests future research on the long-term impact of interreligious environmental education and its applicability in diverse cultural contexts.
Ecospirituality in Religious Education: Integrating Deep Ecology and Faith-Based Pedagogy to Promote Sustainable Living Marudut Bernadtua Simanjuntak; Reza Noprial Lubis; Sergius Lay
Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Vol. 1 No. 3 (2024): International Journal of Religious Education and Philosophy
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenphilosophy.v1i3.260

Abstract

As environmental challenges continue to intensify globally, there is an increasing need for educational systems to foster ecological awareness and sustainable living practices. This paper explores the integration of ecospirituality within religious education, combining deep ecology and faith-based pedagogy to promote environmental consciousness among students. Ecospirituality, a concept that merges ecological awareness with spiritual beliefs, provides a holistic framework that not only encourages ecological stewardship but also aligns these practices with religious values. The paper examines key principles of deep ecology, such as the interconnectedness of all life, biospherical egalitarianism, and anti-consumerism, and explores their application in educational contexts. It also delves into how religious education has historically approached environmental issues, particularly through faith-based pedagogies that emphasize moral responsibility for creation. Using a qualitative research approach, the study conducts content analysis of religious curricula, interviews with educators, and textual examination of religious literature to uncover ecological principles within religious teachings. The findings suggest that the integration of ecological themes into religious education enhances students' understanding of environmental ethics and strengthens their connection to nature. Despite challenges such as resistance to curriculum changes, variations in theological interpretations, and the need for teacher training, the study highlights innovative solutions, including professional development and curriculum adaptation. The comparison with secular environmental education models shows that ecospirituality offers a unique approach by embedding sustainability within spiritual practices. The paper concludes by recommending further research and curriculum development to ensure that ecospirituality can play a central role in shaping a sustainable future through education.