Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR CANINE DISTEMPER VIRUS PADA ANJING Tekla Dawari Lanasakti; Yustina Petronela; Yohanes TRMR Simarmata
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No Supl. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Himpro FKH Undana VII
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6008

Abstract

Anjing merupakan hewan kesayangan yang tergolong pet animal banyak dipelihara oleh manusia. Anjing banyak memberikan manfaat pada manusia salah satunya biasa menjadi teman, penjaga rumah dan ternak, pemburu, penyelamat, dan sebagai anjing pelacak di kepolisisan.Namun hewan kesayangan juga rentan terhadap penyakit yang dapat menyerang. Penyakit tersebut dapat berupa penyakit infeksius dan non infeksius. Penyakit pada anjing biasa didapat dari faktor keturunan (herediter) maupun penyakit infeksius diperoleh dari luar, misalnya penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit non infeksius yang sering menyerang anjing seperti penyakit degeneratif, tumor, hernia maupun akibat traumatic. Canine distemper merupakan salah satu penyakit infeksius akibat virus yang bersifat multisitemik karena menyerang sistem pencernaan, respirasi dan sistem syaraf. Gejala klinis yang ditimbulkan bervariasi berdasarkan sistem organ target. Diagnosa berdasarkan gejala klinis dan dilakukan terapi supportif.
Kasus Thelaziasis Pada Sapi Bali Di Desa Oebelo Desmond Timothy Hurek; Diana Miranti Rihi; Yohanes TRMR Simarmata; Maxs U E Sanam
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No Supl. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Himpro FKH Undana VII
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6012

Abstract

Sapi bali memiliki potensi lokal yang mempunyai nilai jual tinggi dalam sector agribisnis peternakan. Untuk mencapai nilai jual yang tinggi, sapi harus dalam keadaan sehat atau tidak mengalami cacat. Salah satu faktor yang mempengaruhi penampilan dan kesehatan sapi adalah adanya infestasi parasit cacing Thelazia sp.. Thelaziasis merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh cacing Thelazia sp. menyerang hewan ternak sapi, kerbau, kuda, kambing, burung, kucing dan anjing. Peternak mengalami kesulitan dalam menanggulangi penyakit ini karena pada awal infeksi menunjukkan gejala klinis yang tidak spesifik. Penanganan kasus dilakukan dengan pemberian levamisole 10% yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:9 ml aquades, diteteskan sebanyak ±3 ml/ hari pada mata yang terinfeksi cacing thelazia dan injeksi vitol-140 sebanyak 7 ml secara intra muscular. Setelah diteteskan, thelazia diangkat menggunakan kapas yang telah dibasahi pada pagi hari setiap harinya. Selanjutnya, pada hari ketiga mata sudah tidak didapati adanya infestasi thelazia.
Kasus Skabies Pada Anjing Lokal Mesa Jemsly Niex Boru; Yohanes TRMR Simarmata; Tarsisius Considus Tophianong
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No Supl. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Himpro FKH Undana VII
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6013

Abstract

Anjing merupakan hewan peliharaan yang sangat disukai dan sering disebut sahabat manusia karena memiliki beberapa potensi yang dapat dimanfaatkan pemiliknya (Okarina dkk, 2013). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, anjing yang dipelihara dibiarkan berkeliaran bebas mempermudah infeksi agen penyakit. Salah satu agen penyakit yaitu parasit. Penyakit yang disebabkan oleh parasit yaitu Skabies. Skabies merupakan salah satu penyakit yang menyerang kulit dan disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei (Arlian dan Morgan, 2017). Pada kasus ini hasil pemeriksaan gejala klinis anjing lokal umur 4 bulan menunjukan adanya Alopecia pada daerah kepala, punggung, ekstremitas kaki depan dan belakang, Keropeng pada bagian yang mengalami kerontokan. Hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel kerokan kulit ditemukan adanya Sarcoptes scabiei. Penanganan diberikan Wonder ivermec 0,2 ml dan Fish Oil.
Kajian Literatur Canine Parvovirus Pada Anjing Felsiatri A Jedaut; Nelsi Kurniawati Rohi; Yohanes TRMR Simarmata
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No Supl. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Himpro FKH Undana VII
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6014

Abstract

Canine parvovirus merupakan penyakit infeksius yang menyerang saluran pencernaan, disebabkan oleh canine parvovirus tipe 2 (CPV-2). Karakteristik virus parvo yang sangat stabil memungkinkan virus ini tetap berada di lingkungan. Infeksi Canine parvovirus dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit parvovirus pada anjing terdiri dari 2 tipe gejala klinis, yaitu tipe miokarditis dan Enteritis. Diagnose dilakukan berdasarkan anamnesa, gejala klinis, pemeriksaan patologi anatomi dan pemeriksaan diagnosis laboratorium berupa tes kit, Enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), polymerase chain reaction (PCR), Fluorescent antibody technique (FAT). Terapi yang diberikan berupa pemberian terapi cairan dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder.
Sistem Pemeliharaan Ternak Babi Di Desa Tapenpah Desmond Timothy Hurek; Diana Miranti Rihi; na Daramuli Kale; Yohanes TRMR Simarmata
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No Supl. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Himpro FKH Undana VII
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6015

Abstract

Tenak babi yang dikembangkan oleh masyarakat di desa Tapenpah sebagai suatu usaha yang menunjang perekonomian peternak. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk mengobservasi dan menganalisis sistem pemeliharaan ternak babi di desa Tapenpah. Hasil observasi peternakan babi di desa Tapenpah memiliki populasi ternak babi berjumlah 195 ekor dengan sistem perkandangan secara intensif, pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari dengan jenis pakan yang diberikan berupa campuran dedak padi, jagung halus, konsentrat dan probiotik, adanya penerapan biosecurity dan sanitasi serta dilakukan pengobatan pada ternak yang sakit, manajemen reproduksi dilakukan dengan cara kawin alam dan inseminasi buatan (IB). Kesimpulannya manajemen perkandangan telah memenuhi standar perkandangan yang baik, manajemen pakan yang diterapkan dapat memenuhi kebutuhan zat nutrisi, manajemen kesehatan berupa biosekuriti yang diterapkan sudah baik, dan manajemen reproduksi yang diterapkan telah memenuhi standar yang baik.