Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI PENGEMBANGAN PERPARKIRAN KOTA BAUBAU Muhammad Yusri Lukman; Muhammad Zaki; Andi Muhammad ikhsan
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 1 Februari 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.814 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i1.55

Abstract

Meningkatnya pembangunan disetiap kota kususnya pusat-pusat bisnis ternyata belum mampu menyediakan lahan parkir yang mencukupi, sehingga badan jalan yang berada di sekitarnya digunakan untuk lahan parkir. Apabila badan jalan tersebut dilalui lalu lintas dalam jumlah yang cukup besar maka bisa dipastikan bahwa parkir di badan jalan akan menimbulkan permasalahan lalu lintas (kecepatan menurun dan waktu tempuh meningkat. Timbulnya permasalahan parkir di kota-kota besar mengajak masyarakat dan para akhli untuk berfikir dan betul-betul memahami sistem perparkiran. Konsep dan karakteristik parkir, analisis kebutuhan parkir, perencanaan geometrik lahan parkir, serta kebijakan parkir merupakan salah satu ide yang bias diimplementasikan untuk menangani permasalahan parkir khususnya di Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan 1.Mengkaji kelayakan lokasi perparkiran yang terbaik, optimal dan mempunyai prospek yang baik bagi pengembangan wilayah Kota Baubau; 2.Mengkaji kelayakan sosial budaya masyarakat kaitannya dengan rencana Penentuan lokasi-lokasi perparkiran, baik skala mikro (kelayakan sosial budaya pada lokasi terpilih) maupun skala makro (kelayakan sosial budaya dikaitkan dengan Kota Baubau secara keseluruhan); 3.Mengkaji kelayakan lingkungan pada titik-titik lokasi perparkiran agar tidak terjadi degradasi lingkungan akibat adanya perencanaan lokasi parkir; 4. Mengkaji aspek ekonomi dan memperhitungkan tingkat pendapatan pada saat pengoperasian sistem perparkiran berjalan, perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan area perparkiran serta memperkirakan pengembalian investasi dengan asumsi-asumsi yang rasional dan realistis. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yakni survey sekunder dan survey primer.
HOMESTAY SEBAGAI FASILITAS PARIWISATA DARI PERSPEKTIF WISATAWAN DI KABUPATEN SAMOSIR Mohamad Ridwan; Andi Muhammad ikhsan
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v4i1.120

Abstract

This research aims to know the perspective of tourists against the availability of the current homestay in Samosir. Research methods used in this research was the qualitative method with descriptive analysis techniques.In this study that will be scrutinized is the perspective of tourists against homestay Samosir Regency. Research findings: (1) the tourists prefer to stay in homestay than a hotel because of the cheaper cost.(2) the existing Services in the homestay or good already is in compliance with the expectations of tourists.(3) Yet the existence of the development of the homestay is located directly in the tourist area and there are several homestay has not been in accordance with the standard concept of homestay.
Capacity Enhancement of Productivity and Product Marketing Through Construction Project Management of Interior Spaces Pratiwi Juniar Achmad Gani; Ackhriansyah Ahmad Gani; Andi Muhammad Ikhsan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i4.10690

Abstract

The execution of interior construction work involves a complex series of processes carried out in parallel and interdependent. Additionally, the nature of the work is highly specialized, with tasks being divided according to the characteristics and professions of those performing them. It is crucial to maintain regular coordination and control to ensure that all activities are consistent and aligned throughout building construction. This, of course, requires the involvement of a team capable of managing the project, creating work plans, and coordinating with other teams. They need strong communication skills, problem-solving abilities, and effective leadership. The success of an interior construction project can be measured by the production of high-quality work, adherence to the planned budget, and timely completion in accordance with agreements. Therefore, performance-oriented control is necessary to complete an interior construction project successfully. In the management of interior construction projects, the concept of earned value integrates cost and time. By applying this concept, the overall performance of an interior construction project, as well as that of individual work packages, can be identified and predicted. The results of this performance evaluation can serve as an early warning if inefficiencies arise during the completion of the interior construction project. This community service activity, aimed at empowering interior construction workers, embodies the effort to develop project management capabilities within this field. This activity aims to provide a project management guide for interior construction that supports the development of team capabilities. The method of this community service activity was carried out through socialization and community empowerment activities related to the stages of an interior construction project management process to improve work productivity. With controlled work planning, productivity improvement could also be achieved through enhanced job promotion. The results of this activity showed that the implementation of the service activity was deemed successful, with a significant improvement in test scores, from a very low knowledge level of 0-40 to a very good knowledge level of 86-100. In the execution of interior construction, the ability to organize and manage work was required to achieve the best results and market them directly according to the chosen strategy. Additionally, partner feedback indicated that they strongly agreed with the implementation of this program. 
Analisis Kebutuhan Sarana Produksi Pada Sentra Kerajinan Anyaman Daun dan Serat Lontar di Kabupaten Takalar Siti Arifah Umniah; Nashrah Arsyad; Andi Muhammad Ikhsan
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra kerajinan merupakan wadah terpusat yang mewadahi aktivitas produksi berbasis keterampilan dan kreatifitas masyarakat. Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten yang terkenal sebagai wilayah yang mendukung pengembangan sektor industri melalui kerajinan anyaman daun dan serat lontar yang memiliki potensi lokal sebagai nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. Namun, pengembangan kerajinan tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana produksi. Aktivitas produksi kerajinan anyaman daun dan serat lontar masih tersebar di titik-titik permukiman pengrajin tanpa dukungan ruang produksi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sarana produksi pada sentra kerajinan anyaman lontar di Kabupaten Takalar berdasarkan alur produksi kerajinan daun lontar dan serat lontar. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta analisis aktivitas produksi dan kebutuhan ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan sarana produksi meliputi berbagai ruang yang direncanakan berdasarkan alur aktivitas produksi dan kebutuhan pengguna sehingga mampu mendukung proses produksi secara lebih efektif dan terintegrasi.
The Pengembangan Kawasan Permandian Alam Lewaja di Kabupaten Enrekang Penekanan Arsitektur Tradisional Duri Muhammad Rusli; Muhammad Zaki; Andi Muhammad Ikhsan
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.15926

Abstract

Lewaja Natural Baths is a leading tourist attraction in Enrekang Regency, South Sulawesi, with significant potential for development as a natural tourism destination based on local wisdom. Situated at the foot of the mountains with natural springs, the area offers a beautiful and refreshing atmosphere. However, the current management and facilities do not optimally reflect local cultural identity, particularly traditional Duri architecture. This study aims to formulate a development strategy for the Lewaja Natural Baths tourist area using traditional Duri architecture as a key element in the area's design.The research method used was a qualitative-descriptive approach through field observations, interviews with local communities and traditional leaders, and a literature review of Duri cultural values and traditional architectural principles. The results indicate that the application of traditional Duri architectural elements, such as the roof shape of the Enrekang tongkonan houses, the use of local materials (wood and bamboo), and spatial patterns based on the socio-communal values of the Duri community, can strengthen the area's identity and enhance its tourist appeal.The area's development strategy focuses on integrating local cultural values into the design of tourist facilities, and strengthening cultural-based promotion. With this approach, it is hoped that the Lewaja Natural Baths area will not only develop physically, but also become a symbol of cultural preservation and local economic empowerment.
Perencanaan Kawasan Wisata Sungai Saddang di Kabupaten Enrekang Haidir Hatta; Pratiwi Juniar A. Gani; Andi Muhammad Ikhsan
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.15928

Abstract

Natural and cultural resources that have the potential to be developed. Saddang River, also known as SWISS (Around Saddang River Area), offers beautiful panoramas, cool water, and wide shores which are an attraction for domestic and foreign tourists. Tourism visit data shows a fluctuating trend in the 2018–2023 period. influenced by external and internal factors. The research method includes collecting primary data through observation and interviews, as well as secondary data through literature studies and regional map analysis. The study results emphasize the importance of planning facilities and infrastructure that meet standards to support tourism development, including the provision of regional culinary facilities. This planning is expected to increase tourist attractions, strengthen local cultural identity, and encourage regional economic growth.
Pola Konfigurasi Ruang Komunitas Kampung Maccini Sombala: Analisis Space Syntax pada Kawasan Kumuh Berkepadatan Tinggi Iyad Naufal Mas'um; Andi Muhammad Ikhsan; Muhammad Zaki
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3439

Abstract

Kampung kota merupakan bentuk permukiman yang mempertahankan karakteristik tradisional di tengah tekanan modernisasi perkotaan, namun sering kali mengalami penurunan kualitas lingkungan fisik. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kampung RW 06 Kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar, yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh dengan kepadatan tinggi, minim infrastruktur, dan kurangnya ruang interaksi sosial. Permasalahan utama kawasan ini adalah konfigurasi ruang yang tidak terencana sehingga menyebabkan rendahnya konektivitas antar lorong dan minimnya visibilitas ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi penataan kawasan yang responsif terhadap kebutuhan komunitas menggunakan pendekatan Arsitektur Berbasis Komunitas dan diuji dengan metode Space Syntax. Metode penelitian menggabungkan observasi kualitatif kebutuhan warga serta analisis kuantitatif simulasi spasial meliputi Connectivity, Integrity, dan Visibility Graph Analysis. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan banyak area terisolasi dengan tingkat integrasi yang rendah. Melalui usulan desain dengan pola sirkulasi memusat dan sistem jejaring, hasil simulasi ulang menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai konektivitas dan visibilitas. Penataan ini terbukti menciptakan lingkungan yang lebih permeabel, meningkatkan pengawasan alami, serta memfasilitasi interaksi sosial yang lebih baik bagi penghuni.
Integrasi Konsep Arsitektur Vernakular dan Infrastruktur Sanitasi dalam Pelatihan Rumah Sehat Masyarakat di Kabupaten Sinjai Rizki Ayu Saraswati; Andi Muhammad Ikhsan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i02.523

Abstract

Permasalahan sanitasi, kenyamanan termal, dan keberlanjutan lingkungan masih menjadi tantangan pada permukiman pedesaan, sementara arsitektur vernakular memiliki kearifan lokal yang berpotensi mendukung pengembangan rumah sehat yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi konsep arsitektur vernakular dengan infrastruktur sanitasi dalam mendukung rumah sehat masyarakat di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Analisis difokuskan pada karakteristik arsitektur vernakular, kondisi infrastruktur sanitasi rumah, perilaku sanitasi, serta aspek sosial budaya, adat, dan kepercayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arsitektur vernakular dapat diintegrasikan dengan prinsip sanitasi yang lebih sehat tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, dialog, dan keterlibatan masyarakat mendorong peningkatan kesadaran terhadap jamban sehat, pengelolaan sampah, sirkulasi udara, drainase, serta kebersihan lingkungan. Integrasi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan rumah, pengurangan permasalahan bau dan kelembapan, penguatan partisipasi masyarakat, serta pelestarian nilai arsitektur lokal. Integrasi arsitektur vernakular, sanitasi sehat, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan yang potensial untuk mendukung kesehatan, kemandirian, serta keberlanjutan lingkungan permukiman di Desa Saotengnga.