Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Spiritual Well-Being Dengan Kualitas Hidup Pada Orang Dengan HIV/AIDS Nessy Anggun Primasari; Muttaqien, Salsabilla; Sandi, Yudisa Diaz Lutfi; Saripah, Eli; Wabula, La Rakhmat; Ardiansyah, Fakrul; Sitanggang, Yohana Agustina
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.397

Abstract

People diagnosed with HIV will experience stress and emotional distress because they feel that their lives are not what they expected, which will affect all aspects of their lives. Spirituality is believed to have a positive impact and provide strength so that people living with HIV/AIDS (PLWHA) are able to face problems in their lives with positive coping mechanisms. This study aims to determine the relationship between spiritual well-being and quality of life in people living with HIV/AIDS (PLWHA). This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design conducted at the Pamanukan Community Health Center. Respondents were selected using purposive sampling, resulting in 130 respondents. Data collection was conducted using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and WHOQOL-HIV BREF questionnaires, which have been validated and proven reliable. The data obtained were analyzed using the Spearman Rank correlation test, yielding significant results (r < 0.001) with a moderate correlation coefficient (r = 0.458) and a positive direction of association. This indicates a relationship between spiritual well-being and quality of life among PLWHA, where higher spiritual well-being is associated with higher quality of life.
Optimalisasi Penerapan Hipnosis Lima Jari dalam Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian Akhir bagi Siswa Kelas IX Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah; Yohana Agustina Sitanggang; Tiara Lani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.18554

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini seseorang memiliki keadaan emosi yang labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, misalnya dalam menghadapi ujian akhir di sekolah, mereka merasakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan terhadap ujian akhir. Rasa cemas yang berlangsung secara terus menerus, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis, kecemasan ini juga dialami oleh para remaja, karena usia remaja dapat dikatakan usia yang masih labil dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak terduga. Kondisi emosi remaja akan mudah terguncang seperti, Kecemasan yang berlebihan, ketakutan dalam mengikuti ujian akhir sekolah dan sebagainya. Manajemen kecemasan merupakan sebuah upaya untuk mengatasi kecemasan yang mengganggu namun bukan berarti menghilangkan kecemasan, melainkan menguranginya agar tidak menimbulkan hambatan seseorang dalam menjalani ujian di sekolah. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian remaja khususnya dalam mengontrol kecemasan yang dirasakannya. Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP N 1 Karang Intan yang berjumlah 25 orang. Siswa yang menjadi peserta belum pernah mengetahui teknik manajemen kecemasan sehingga perlu diberikan informasi dan simulasi untuk dilakukan. Kegiatan akan dilakukan dengan penyuluhan terkait optimalisasi penerapan hypnosis lima jari dalam mengatasi kecemasan menghadapi ujian akhir bagi siswa kelas IX. Kecemasan dan simulasi teknik manajemen kecemasan dengan hipnosis lima jari. Kegiatan ini diawali dengan mengurus ijin ke sekolah secara langsung dan melaksanakan penyuluhan tentang tehnik mengontrol kecemasan hypnosis lima jari. Diakhir kegiatan seluruh peserta merasa senang dan puas mengikuti kegiatan tersebut dan  Hasil dari pengabdian didapatkan data bahwa peserta yang mengikuti kegiatan merasakan merasa lebih tenang, nyaman, dan lebih memahami terkait cara mengontrol kecemasan. Upaya mengontrol kecemasan adalah dengan tehnik Hipnosis Lima jari. Kata Kunci: Hipnosis, Kecemasan, Lima Jari, Siswa.   ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood where at this time a person has an unstable emotional state in dealing with unexpected conditions, for example during this pandemic they feel excessive fear and anxiety about the transmission of the virus. Anxiety that continues continuously can cause disorders in the physical and mental health of adolescents. Anxiety is one of the psychological conditions. This anxiety is also experienced by adolescents, because adolescence can be said to be an age that is still unstable in dealing with unexpected conditions. The emotional condition of adolescents will be easily shaken such as, Excessive anxiety, fear of contracting this virus and so on. Anxiety management is an effort to overcome disturbing anxiety but does not mean eliminating anxiety, but reducing it so that it does not cause obstacles for someone in living their life. The purpose of this community service is to increase the independence of adolescents, especially in managing the anxiety they feel. The participants in this activity were all 25 students of class IX of SMP N 1 Karang Intan. However, anxiety management techniques in adolescents have never been done. The activity will be carried out with counseling related to optimizing the application of five-finger hypnosis in overcoming anxiety in facing final exams for class IX students. Anxiety and simulation of anxiety management techniques with five-finger hypnosis. This activity began with taking care of permission to go to school directly and at the end of the activity all participants felt happy and satisfied with participating in the activity and the results of the service were carried out using interview techniques in group discussions, data was obtained that participants who participated in the activity felt calmer, more comfortable, and more understanding of anxiety and how to reduce anxiety. Making efforts to provide techniques for overcoming anxiety with Five-finger Hypnosis Keywords: Anxiety, Five Fingers, Hypnosis, Students.
OPTIMIZING PSYCHOEDUCATION TO PREVENT BULLYING IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 1 KERTAK HANYAR: BULLYING Martini Nur Sukmawaty; Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57066

Abstract

Kejadian kenakalan remaja di Indonesia semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir ini. Remaja selalu menjadi point pembicaraan Masyarakat Indonesia karena remaja merupakan generasi penerus bangsa ini. Salah satu contoh kejadian kenakalan remaja yang sedang marak adalah perilaku bullying. Bullying verbal maupun non verbal merupakan masalah yang banyak terjadi di sekolah sekolah. Kejadian bullying ini memiliki dampak yang negatif bagi remaja yang mengganggu kesehatan mental baik kepada pelaku maupun kepada korbannya dan jika hal ini terjadi dalam waktu lama akan menimbulkan truma psikologis hingga berbekas pada Kesehatan mental remaja tersebut. Tujuan kegiatan pengmas ini adalah untuk memberikan informasi psikologi edukasi tentang bullying agar para remaja yang bersekolah di SMP Negeri 1 Karang Intan mampu meningkatkan pengetahuan tentang bullying. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari persiapan, perijinan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan pengmas ini adalah remaja/siswa SMPN 1 Karang Intan berjumlah 25 siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Terlihat melalui hasil evaluasi yang dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengaruh optimalisasi psikoedukasi yang telah dilakukan. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan prilaku bullying sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi dengan nilai rerata pre-test 76% dan nilai rerata post-test menjadi 90,1%. Seluruh peserta merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi diri remaja dan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya cara pencegahan bullying dan bagaimana harus bersikap dengan sesama remaja/siswa dan dapat mengurangi angka kejadan bullying pada remaja di Indonesia, khususnya tidak terjadi lagi kegiatan bullying di lingkungan SMP N 1 Karang Intan.