Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Assessing Independence in Instrumental Activities of Daily Living (IADL) Among Elderly Patients with Knee Osteoarthritis: A Study at the Geriatric Clinic Hidayana, Angga Sri; Yanto, Arief; Hartiti, Tri; Pohan, Vivi Yosafianti
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.335-342

Abstract

Knee osteoarthritis is a common degenerative condition among the elderly, leading to a significant decline in functional ability and increased dependency in daily activities. This study aimed to analyze the level of independence and pain distribution among elderly patients with knee osteoarthritis at the Geriatric Polyclinic of a General Hospital. A descriptive design was utilized, using secondary data from 150 elderly patients diagnosed with knee osteoarthritis. Independence levels were assessed using the Instrumental Activities of Daily Living (IADL) scale, while pain location data were retrieved from medical records. The findings revealed that 72.7% of patients maintained independence, while 27.3% required assistance, with bilateral pain reported in 87.3% of cases. Most patients were aged 71–90 years, with a predominance of females (78.7%). These results indicate that the majority of elderly patients with knee osteoarthritis remain functionally independent, although age and gender significantly influence the prevalence and severity of the condition.
Implementasi oral hygiene untuk meningkatkan nafsu makan pasien lansia dengan hematochezia melena di rumah sakit Wijdan, Syarafina Ata; Al Jihad, Much Nurkharistna; Samiasih, Amin; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16623

Abstract

Melena dan hematochezia merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pendarahan saluran pencernaan. Pendarahan ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan anemia. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan lansia pada pasien perdarahan saluran cerna hematochezia melena dengan masalah keperawatan defisit nutrisi, dengan keluhan utama nafsu makan berkurang dan BAB berdarah hitam. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nutrisi meliputi identifikasi status nutrisi, oral hygiene, dan edukasi diet. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan tiga subjek klien lansia dengan kriteria inklusi pasien dirawat inap yang menderita Melena Hematochezia dengan indeks masa tubuh < 10% dari indeks masa tubuh ideal, skor Mini Nutrional Assesment (MNA) < 17, Hb <13.0 g/dL pasien lansia dengan masalah defisit nutrisi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus didapatkan implementasi manajemen nutrisi dengan mengidentifikasi status nutrisi terdapat peningkatan skor MNA dan Hb pada ketiga subjek, melakukan oral hygiene pada ketiga subjek setelah tiga hari tampak bersih area gigi dan mulut. Edukasi diet terdapat peningkatan  porsi makanan  nafsu makan dan pola makan pada ketiga subjek.  Implementasi  manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi dapat menurunkan tingkat gangguan kebutuhan nutrisi pada lansia
Faktor yang Berpengaruh dalam Pelaksanaan Serah Terima menggunakan Teknik SBAR: Determinant Factors in the implementation of Handover using the SBAR Technique Purwaningsih, Ika; Ratnasari; Yanto, Arief
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v3i2.1886

Abstract

One form of communication between nurses is the handover, often conducted using the SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) method. Several factors, such as nurse knowledge, leadership, and colleague support, can influence the effectiveness of patient handovers. This study aims to identify the factors that influence the implementation of patient handovers using SBAR communication at SMC Telogorejo Hospital. The research design is associative-analytic, with a cross-sectional approach. The sample size was 119 respondents, selected using purposive sampling. The results showed that most respondents had good knowledge (52.1%), demonstrated good leadership (51.3%), received good peer support (52.1%), and conducted good handovers (59.7%). The study found that knowledge had no significant influence on the implementation of patient handovers using SBAR communication. However, leadership and peer support were significantly associated with the effectiveness of patient handovers using SBAR at SMC Telogorejo Hospital. The most influential factor was leadership, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Future research should incorporate additional factors related to the implementation of patient handovers using SBAR technique.
Persepsi Perawat Dalam Melengkapi Dokumentasi Keperawatan: Nurses' Perceptions In Completing Nursing Documentation Suciani , Tiertania Mega; Ratnasari; Yanto, Arief
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v3i1.1897

Abstract

Nursing documentation serves as an essential indicator of nursing care implementation, providing evidence of a nurse’s report on a patient’s health progress. Nursing documentation serves various purposes, including administrative, medical, legal, financial, research, educational, accreditation, statistical, and communication purposes. Incomplete nursing documentation can adversely impact patient safety and nurses themselves. Currently, nurses’ understanding of nursing documentation remains suboptimal. A recent question-and-answer session with several ICU nurses at SMC RS Telogorejo revealed that one of the barriers to completing nursing documentation is nurses’ lack of clear understanding of how to document using computerized systems. This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of all ICU nurses at SMC RS Telogorejo, totaling 42 individuals. The sampling technique used was total sampling, resulting in a sample size of 42 nurses. The research instruments included a demographic data questionnaire and a Nurse Perception Questionnaire on Completing Nursing Documentation. The research findings indicate that nurses’ perception of completing nursing documentation is mostly positive, with 41 individuals (97.6%) having a favorable perception. Factors supporting and hindering nurses in completing nursing documentation include nurses’ ability to document according to nursing standards, sufficient availability of devices, ease of applying computer-based nursing documentation programs, and regular training and supervision in computer-based nursing documentation. This study contributes to nursing knowledge and serves as a reference for enhancing the understanding of nurses’ perceptions regarding completing nursing documentation.
Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam dan Musik Suara Alam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi: Studi Kasus Pramono, Rizal Hendro; Baidhowy, Arief Shofyan; Machmudah, Machmudah; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16637

Abstract

Hipertensi pada lansia menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hipertensi yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan pada ginjal, jantung dan otak. Penanganan hipertensi pada lansia bisa menggunakan terapi non farmakologi yaitu pemberian kombinasi terapi musik suara alam dan relaksasi napas dalam. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui perubahan pada tekanan darah setelah diberikan terapi kombinasi relaksasi napas dalam dan suara alam. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus ini berjumlah 3 pasien lansia di Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta. Tekanan darah dievaluasi sebelum dan sesudah terapi dengan menggunakan sygmomanometer digital yang telah di kalibrasi. Hasil studi menunjukkan ada penurunan tekanan darah pada subjek studi setelah diberikan kombinasi selama 3 hari, dilakukan 1 kali sehari selama 15 menit pukul 11.00 WIB. Pasien berbaring ditempat tidur, melakukan napas dalam (pola 4-4-4 detik) sambil mendengarkan musik suara alam melalui speaker atau earphone tiap sesi mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 11,45 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 3,89 mmHg. Kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan musik suara alam dapat menjadi salah satu intervensi untuk menjadi tindakan mandiri yang aman untuk diberikan ke pasien oleh perawat maupun keluarga seseorang yang mengalami hipertensi.
Systematic Review on Clinical Authority of Nurses Worldwide Yanto, Arief; Kustriyani, Menik
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.1.2023.33-38

Abstract

Background: The clinical authority of nurses is a critical aspect of healthcare delivery that influences patient outcomes and the overall effectiveness of health systems. This systematic review aims to synthesize recent evidence regarding the implementation of clinical authority among nurses worldwide. Methods: A comprehensive literature search was conducted across multiple databases, focusing on peer-reviewed articles published between 2018 and 2022. Studies were selected based on their relevance, methodological quality, and focus on clinical authority in nursing practice. Results: The review identified key themes, including the impact of clinical authority on patient care, the role of education and training, and the challenges faced by nurses in exercising their authority. Evidence consistently showed that empowering nurses with clinical authority leads to improved patient outcomes and satisfaction. Conclusions: The effective implementation of clinical authority in nursing is essential for optimizing patient care. Healthcare systems should prioritize policies that support the empowerment of nurses in clinical decision-making.
Gambaran Pola Asuh Ibu dan Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia Prasekolah Pohan, Vivi Yosafianti; Yanto, Arief; Subekti, Titis
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.51

Abstract

Pola asuh adalah bagaimana cara orang tua memberikan stimulus sehingga anak dapat meniru. Pola pengasuhan yang diberikan orang tua berpengaruh terhadap proses perkembangan anak untuk kemampuan berkomunikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh ibu dan kemampuan berkomunikasi anak usia kehamilan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan satu dan lima menerapkan pola asuh demokratis, informan dua dan enam menerapkan pola asuh otoriter, informan tiga dan 4 menerapkan pola asuh permisif. Anak dengan pengasuhan demokratis memiliki kemampuan berkomunik'asi baik, anak dengan pengasuhan otoriter memiliki kemampuan berkomunikasi kurang baik dan anak dengan pengasuhan permisif memiliki kemampuan berkomunikasi baik. Pola pengasuhan yang diberikan orang tua berpengaruh terhadap kemampuan berkomunikasi anak. Anak dengan pola pengasuhan demokratis memiliki pribadi yang spektakuler, percaya diri, bijaksana dan mampu mengungkapkan keinginannya. Anak dengan pola pengasuhan permisif memiliki pribadi yang mudah bergaul dengan teman-temannya dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya.