Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS (MOLUSKA) DI KAWASAN MANGROVE KUALA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Joko Septian Tri Putra; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Syarif Irwan Nurdiansyah
Oseanologia Vol 1, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i2.52524

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos yang berada di kawasan Kuala Singkawang Kalimantan Barat. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan Februari – Oktober 2021. Penentuan stasiun pengambilan sampel menggunakan porposive sampling berdasarkan rona lingkungan  Stasiun 1 ditentukan di dalam hutan mangrove dekat  dengan pemukiman, stasiun 2 di dalam hutan mangrove dekat dengan muara sungai, stasiun 3 di dalam hutan mangrove dekat dengan laut dan stasiun 4 di dalam hutan mangrove jauh dari pemukiman, laut dan muara. Penelitian ini menggunakan transek berukuran 5x5 m. Hasil dari penelitian ini didapatkan 2 kelas dari kelompok moluska yaitu Gastropoda dan Bivalvia. Makrozoobentos yang ditemukan tersebut memiliki 5 spesies 4 spesies dikelas Gastropoda dan 1 spesies di kelas Bivalvia. Nilai kepadatan yang didapat berkisar antara 1,07-6,84 Ind/m2. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0,38-0,81. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,23-0,58 Indeks dominasi (C) berkisar antara 0,48-0,8. Substrat yang diperoleh relatif sama sedangkan untuk parameter Suhu, DO, pH air, pH tanah relatif sama, parameter lingkungan berupa salinitas memiliki perbedaan.Kata kunci : Makrozoobentos, Singkawang
PEMETAAN LUAS TUTUPAN LAHAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI MEMPAWAH MANGROVE PARK (MMP) Lorensius Sumarno Oci; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Yusuf Arief Nurrahman
Oseanologia Vol 1, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i1.51948

Abstract

Mempawah Mangrove Park (MMP) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata hutan mangrove, oleh sebab itu informasi mengenai luasan batasan ekowisata hutan mangrove di MMP ini sangat pening. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui luas tutupan lahan kawasan hutan mangrove di MMP Desa Pasir Kanupaten Mempawah. Pemetaan dilakukan menggunakan cira Landsat-8 dan diikuti dengan ground check. Penentuan titik koordinat ground check menggunakan Global Positioning System (GPS). Hasil pengeceka lapangan (ground check) menunjukkan bahwa luasan hutan mangrove yang berada di MMP seluas (45,11 Ha). Terdapat 4 kelas tutupan lahan mangrove di MMP yaitu hutan mangrove sekunder (36,57 Ha) dengan persentase (81%), hutan pantai (7,85 Ha) dengan persentase (17%), perkebunan (0,27 Ha) dengan persentase (0,21%) dan lahan terbuka (0,42 Ha) dengan persentase (0,94%). Berdasarkan kerapatan hutan mangrovenya, MMP dapat dibagi menjadi 2 kelas kerapatan yaitu kerapatan rapat sebesar (34,35 Ha) dengan persentase (76,13%) dan kerapatan jarang sebesar (10,77 Ha) dengan persentase sebesar (23,87%).
Edukasi dan Giat Literasi Kelautan untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Kalangan Siswa SMA Kabupaten Mempawah Apriansyah; Mega Sari Juane Sofiana; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Yusuf Arief Nurrahman; Ikha Safitri; Warsidah; Nora Idiawati; Sukal Minsas; Shifa Helena; Syarif Irwan Nurdiansyah; Dwi Imam Prayitno; Tia Nuraya; Harianto; Surya Darma
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1622

Abstract

The research aims to enhance marine literacy and raise awareness among high school students in Mempawah Regency about vital role of mangrove ecosystems in maintaining coastal environmental balance. Limited student understanding has contributed to low participation in conservation efforts. A participatory educational approach was implemented through material presentation, interactive discussion, and marine equipment demonstrations. Questionnaire results indicated that over 90% of participants reported an increased understanding, with most expressing motivation to engage in mangrove conservation activities. These findings highlight the effectiveness of participatory methods in fostering marine literacy and environmental awareness. The program’s success is expected to serve as a sustainable model for environmental education in schools and can be expanded to promote ecological consciousness at the community level.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Teluk Batang secara Mandiri melalui pembuatan Handsanitizer dan Desinfektan berbasis Eco-Enzyme dari Limbah Sayuran dan Buah Ikha Safitri; Agus Yuliono; Mega Sari Juane Sofiana; Shifa Helena; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.248

Abstract

Kesehatan adalah salah satu berkah yang sangat berharga dalam kehidupan. Kondisi pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan handsanitizer merupakan cara yang praktis untuk membunuh mikroorganisme. Namun, handsanitizer yang tersedia di pasaran memiliki variasi bahan baku yang mengandung Alkohol 96% dan peroksida. Pemakaian yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping iritasi pada kulit tangan. Selain itu, upaya lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan ini dapat membebaskan lantai, dinding rumah, peralatan rumah tangga, dan udara sekitar dari mikroorganisme. Namun, desinfektan umumnya mengandung komponen kimia yang sangat korosif. Oleh karena itu, kondisi ini mendorong pencarian sumber bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Teluk Batang secara mandiri melalui pembuatan handsanitizer dan desinfektan berbasis eco-enzyme dari limbah sayuran dan buah. Eco-enzyme dibuat dari 5kg sampah campuran sayur dan buah yang difermentasi selama 3 bulan, dihasilkan cairan enzim sebanyak 9 kg dan ampas fermentasi sebanyak 6 kg. Kemudian, handsanitizer diproduksi menggunakan rasio 10% : 40% dengan mencampur 100 mL eco-enzyme dan 400 mL air bersih. Sedangkan larutan desinfektan dibuat menggunakan rasio 50% : 50% dengan mencampur 250 mL eco-enzyme dan 250 mL air bersih. Produk yang dihasilkan kemudian diberi label dan dapat digunakan langsung oleh peserta pelatihan.
Penerapan IPTEK melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah sebagai Sabun Cuci Piring pada Masyarakat Kecamatan Teluk Batang Ikha Safitri; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Apriansyah Apriansyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.253

Abstract

Kecamatan Teluk Batang mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, dimana salah satu dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakatnya adalah minyak goreng. Pada umumnya, minyak goreng yang dikonsumsi adalah minyak kelapa yang dapat digunakan sebanyak 1-3 kali penggorengan. Namun, penggunaan secara berulang-ulang akan mengakibatkan perubahan warna dan mengakibatkan asam lemak dalam minyak tersebut menjadi semakin jenuh. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan kapasitas berbagai industri makanan, restoran, serta usaha kedai fastfood memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah limbah minyak goreng bekas (jelantah). Minyak jelantah dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis sehingga sering dibuang langsung ke lingkungan dan tidak diolah kembali. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Pelatihan ini bertujuan untuk menerapkan IPTEK dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sabun cuci piring pada masyarakat Kecamatan Teluk Batang. Pelatihan diawali dengan proses penjernihan sampel minyak jelantah, dilanjutkan dengan proses bleaching, menghilangkan bau (deodorasi) menggunakan karbon aktif, dan proses penyabunan. Untuk memberikan warna dan aroma yang menarik pada produk sabun yang dihasilkan, ditambahkan minyak sereh wangi. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk keperluan pribadi rumah tangga.