Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Water Purification Training for Sejegi Village Community Mempawah Regency Masriani Masriani; Hairida Hairida; Rahmat Rasmawan; Rody Putra Sartika; Eny Enawaty; Rini Muharini; Ira Lestari; Erlina Erlina; Husna Amalya Melati; Lukman Hadi; Henny Herawaty; Warsidah Warsidah; Maria Ulfa
International Journal of Public Devotion Vol 5, No 1 (2022): January - July 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v5i1.3153

Abstract

Sejegi Village, Mempawah Timur District, Mempawah Regency, West Kalimantan is an area with a fairly large peat area, so it is very difficult for people to get clean water sources. On the other hand, PDAM can not fulfill the community's clean water needs, so the people of Sejegi village generally rely on rainwater as a source of clean water. For this reason, water purification training was carried out for the people of Sejegi Village, Mempawah Regency. The purpose of this activity is to improve the skills of the people of Sejegi Village in purifying peat water so that they get clean water that is suitable for household use, as well as to overcome community difficulties in obtaining clean water sources during the dry season. The training was carried out using a lecture method and demonstration of making a mini water treatment installation using large buckets and cans of used paint, fibers, gravel, whiting, alum and PAC. The training was attended by 30 residents of the Sejegi Village community. The results of the training showed that the community's understanding of the importance of clean water increased after being given the training. In addition, skills in designing water purification with simple materials are also starting to appear. This training is expected to help the Sejegi Village community in solving problems with clean water sources that are suitable for use.
RETRACTED: PRODUKSI DAN KARAKTERISASI BIOCHAR AMPAS TEBU(Saccharum officinarum Linn) PRODUCTION AND CHARATERIZATION OF BAGASSE BIOCHAR (Saccharum officinarum Linn) Suparnawati Suparnawati; Harlia Harlia; Warsidah Warsidah; Anthoni Batahan Aritonang
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.802 KB) | DOI: 10.26418/indonesian.v4i2.47817

Abstract

This article has been retracted: please see IJoPAC Policy on Article Retraction (https://jurnal.untan.ac.id/index.php/IJoPAC/pages/view/PUBLICATIONETHICS). This article has been retracted at the request of the Editor. One of the stages of submitting a paper by the author for publication is ensuring that the paper has never been published in another publication. The use of data from other articles without including the source of the citation is an abuse of the scientific publishing system. We apologize to our readers that this was not detected during the submission process.
Sosialisasi Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Masyarakat Kepulauan Lemukutan Kalimantan Barat dalam Usaha Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Shifa Helena; Desriani Lestari; Yanieta Arbiastutie; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.148

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, banyak terjadi di wilayah tropis ataupun subtropis. DBD banyak berjangkit pada anak usia 5-16 tahun, dengan gejala demam tinggi, perdarahan lalu syok berujung pada kematian dalam waktu singkat. Usaha pencegahan adalah dengan pembersihan genangan air, pengurasan atau fogging, penggunaan anti nyamuk bakar, lotion, fogg terutama pagi dan sore hari. Jika positif terjangkit segera dirawat di rumah sakit serta mengkonsumsi obat-obatan penurun demam, bahan alam yang dapat meningkatkan kadar trombosit darah serta banyak minum air. Tanaman Obat Keluarga yang disingkat TOGA adalah sejumlah tanaman yang dipelihara di pekarangan, berkhasiat obat, dapat memenuhi keperluan obat-obatan sekeluarga dan mewujudkan kemandirian keluarga dalam pengobatan penyakit. Zodia, sere wangi, daun selasih dan lavender merupakan tanaman pengusir nyamuk karena bau yang tidak disukai oleh nyamuk, dapat digosokkan langsung ke kulit atau menempatkan pot tanaman tersebut di area aktivitas kita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ditempatkan di Pulau Lemukutan Kalimantan Barat untuk mensosialisasikan pembuatan TOGA khususnya tanaman untuk pencegahan dan pengobatan penyakit DBD. Kegiatan diikuti oleh 25 orang warga, selanjutnya akan menjadi duta-duta TOGA di seluruh kepulauan Lemukutan.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Teluk Batang secara Mandiri melalui pembuatan Handsanitizer dan Desinfektan berbasis Eco-Enzyme dari Limbah Sayuran dan Buah Ikha Safitri; Agus Yuliono; Mega Sari Juane Sofiana; Shifa Helena; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.248

Abstract

Kesehatan adalah salah satu berkah yang sangat berharga dalam kehidupan. Kondisi pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan handsanitizer merupakan cara yang praktis untuk membunuh mikroorganisme. Namun, handsanitizer yang tersedia di pasaran memiliki variasi bahan baku yang mengandung Alkohol 96% dan peroksida. Pemakaian yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping iritasi pada kulit tangan. Selain itu, upaya lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan ini dapat membebaskan lantai, dinding rumah, peralatan rumah tangga, dan udara sekitar dari mikroorganisme. Namun, desinfektan umumnya mengandung komponen kimia yang sangat korosif. Oleh karena itu, kondisi ini mendorong pencarian sumber bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Teluk Batang secara mandiri melalui pembuatan handsanitizer dan desinfektan berbasis eco-enzyme dari limbah sayuran dan buah. Eco-enzyme dibuat dari 5kg sampah campuran sayur dan buah yang difermentasi selama 3 bulan, dihasilkan cairan enzim sebanyak 9 kg dan ampas fermentasi sebanyak 6 kg. Kemudian, handsanitizer diproduksi menggunakan rasio 10% : 40% dengan mencampur 100 mL eco-enzyme dan 400 mL air bersih. Sedangkan larutan desinfektan dibuat menggunakan rasio 50% : 50% dengan mencampur 250 mL eco-enzyme dan 250 mL air bersih. Produk yang dihasilkan kemudian diberi label dan dapat digunakan langsung oleh peserta pelatihan.
Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat menghadapi Masa New Normal melalui Ceramah Edukatif Covid 19 dan Praktek Pembuatan Hand Sanitizer Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana; Apriansyah Apriansyah; Asri Mulya Azhari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.250

Abstract

Pandemi Covid-19 secara global telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dikenal dengan slogan 3M telah menjadi protokol utama kesehatan dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Mencuci tangan dilakukan dengan menggunakan sabun dan membilas di air mengalir, untuk tujuan mematikan kuman di tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Penggunaan hand sanitizer adalah alternatif lain mensterilkan tangan yang lebih praktis untuk tujuan yang sama yaitu mematikan kuman. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ditujukan untuk mengedukasi warga masyarakat Kuala II dalam memahami tentang penyakit Covid-19 dari gejala, pengobatan sampai pencegahan atau pemutusan mata rantai penyebarannya. Selain itu, dilakukan praktek pembuatan hand sanitizer berbahan tambahan gel aloe vera sebagai komoditas lokal yang ada di Kuala II. Metode kegiatan pelaksanaan PKM antara lain adalah dengan ceramah edukatif tentang Covid-19, demonstrasi dan praktek pembuatan handsanitizer pada warga masyarakat Kuala II. Hasil kegiatan menunjukkan respon dan antusiasme warga masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 13 peserta yang hadir sebagai perwakilan masing-masing RT di desa tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang Covid-19 terkait dengan gejala dan pengobatan serta pencegahannya, sekaligus juga sudah memiliki keterampilan membuat hand sanitizer dengan cara yang praktis dan peralatan sederhana.
Peningkatan Sistem Imunitas Keluarga di Masa New Normal melalui Konsumsi Kerang-Kerangan dan Diversifikasi Pengolahannya bagi Masyarakat Pesisir Pantai Mutiara Shifa Helena; Lucky Hartanti; Asri Mulya Azhari; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.251

Abstract

Kerang-kerangan adalah salah satu komoditas perairan tawar dan laut dengan dengan kelezatan dan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga diminati sebagai konsumsi masyarakat. Pantai Mutiara merupakan salah satu wilayah pesisir di wilayah Kayong Utara dengan potensi hasil laut yang sangat besar, khususnya kekerangan. Pemanfaatan kekerangan sebagai pangan fungsional yang dapat dijadikan sebagai makanan peningkat imunitas tubuh dalam masa pandemi Covid19 ataupun di masa new normal belum optimal, demikian juga dengan pengolahan kerang yang selain memenuhi kebutuhan juga dapat dijadikan sebagai obyek dagangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mensosialisaikan makanan kekerangan sebagai bahan pangan yang sangat berperan dalam meningkatkan system imunitas tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit terutama infeksi virus Covid 19, sekaligus menambah keterampilan peserta dalam mengolah berbagai jenis kekerangan untuk konsumsi keluarga. Metode kegiatan ini adalah dengan ceramah edukatif tentang manfaat mengkonsumsi kekerangan terhadap kesehatan dan praktek mengolah kekerangan sebagai lauk untuk konsumsi keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan putri remaja, yang antusias mengikuti kegiatan dari ceramah ilmiah edukatif sampai dengan praktek membuat aneka olahan lauk dari kerang darah(Anadara granosa) dan kerang bambu (Solen sp). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan soal pretest dan post test, menunjukkan bahwa pemahaman materi oleh peserta kegiatan mengalami kenaikan dari persentase 30-45% menjadi 80-90%.
Pemanfaatan Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Cairan Spray Anti Nyamuk (Repellant) pada Murid SD Muhammadiyah Pontianak Mega Sari Juane Sofiana; Asri Mulya Ashari; Warsidah Warsidah; Agus Yuliono
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.252

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dengan perantara nyamuk anopheles dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue fever dengan perantara nyamuk Aedes aegepty. Kedua penyakit ini rawan mewabah di wilayah tropis ataupun subtropics terutama saat musim hujan yang menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana. Upaya pemerintah dalam mengintervensi mewabahnya penyakit DBD dan malaria adalah dengan usaha prefentif dan kuratif dari dinas terkait tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan dari gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit malaria dan DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai salah satu implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan sereh wangi sebagai cairan spray anti nyamuk pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Pontianak. Metode kegiatan didasarkan pada pembuatan cairan antinyamuk berbahan baku ekstrak minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus) yang dapat diaplikasikan pada botol spray untuk disemprotkan ke dalam suatu ruangan agar tidak dikunjungi oleh nyamuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak SD Muhammadiyah 2 Pontianak dalam memformulasi minyak antinyamuk cair yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Minyak atsiri sereh wangi dibuat dengan metode destilasi uap air di mana sejumlah bobot sampel minyak sereh wangi dipotong kecil disari dalam panci destilasi menggunakan uap air panas, menghasilkan uap panas yang kemudian terkondensasi menjadi tetes-tetes minyak. Tetes minyak yang dihasilkan selanjutnya di larutak dalam sejumlah kecil alkohol agar tercampur homogen antara minyak sereh wangi dengan air yang dengan mudah dapat diaplikasikan ke dalam botol spray. Selanjutnya dilakukan pengujian tentang kemampuan minyak sereh spray dalam mengusir nyamuk dari suatu ruang pengujian. Dari kegiatan PKM yang dihadiri oleh 15 anak SD menunjukkan ada perhatian dan keterampilan baru bagi anak SD dalam mengekstraksi minyak sereh wangi dan memformulasikannya sebagai obat cair yang siap disemprotkan ke dalam ruangan untuk mengusir nyamuk.