FARIT REZAL
Universitas Halu Oleo

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PERESONAL HYGIENE SELAMA MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 RAHA SALEHA NURRISKY AMALIA; FARIT REZAL; AKIFAH AKIFAH
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v4i1.43201

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikologisnya. Sesorang dikatakan memiliki personal hygiene baik apabila orang tersebut dapat menjaga kebersihan tubuhnya yang meliputi kebersihan kulit, gigi, mulut, rambut, hidung, telinga, kaki, dan kuku serta peralatan genetial pada remaja putri saat menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene selama menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 2 Raha. Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian analitik kuantitatif dengan Desain penelitian ini dilakukan secara Cross sectional. Jumlah sampel 87 siswi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menstruasi dengan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi di SMA Negeri 2 Raha (p value 0,001). Ada hubungan antara sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMA Negeri 2 Raha (p value 0,001). Ada hubungan antara peran ibu remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMA Negeri 2 Raha (p value 0,003). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan peran ibu memiliki hubungan dengan perilaku personal hygiene remaja putri selama menstruasi.
Kajian Empiris Stigma terhadap ODHA pada Masyarakat di Kota Kendari AL AAMIRA ZAINAB; SARTIAH YUSRAN; FARIT REZAL
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v1i1.18185

Abstract

Latar Belakang: Penyakit HIV dan AIDS adalah salah satu penyakit yang menjadi permasalahan global saat ini termasuk di Indonesia. Penyakit HIV dan AIDS juga merupakan penyakit yang menimbulkan stigma sosial di masyarakat sehingga membuat penderita tertutup, tidak mau berkomunikasi dan tidak mau mengunjungi layanan kesehatan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, persepsi dan sikap terhadap stigma pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).Metode:  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif dengan  rancangan  crosssectional study, melibatkan  129 responden  warga Kelurahan  Kemaraya. Uji chi- square digunakan untuk melihat apakah ada dan tidak adanya hubungan antara pengetahuan, persepsi dan sikap terhadap stigma.Hasil:  Analisis  data  dengan   menggunakan  uji  Chi  square     dengan  tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan   (Pvalue = 0,004) sehingga terdapat hubungan dengan stigma pada ODHA dan sikap (Pvalue = 0,006) sehingga terdapat hubungan dengan stigma  padaODHA sedangkan presepsi (Pvalue = 0,099) tidak terdapat hubungan dengan stigma terhadap ODHA.Kesimpulan: pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan stigma terhadap ODHA, tidak ada hubungan antara persepsidengan  stigma  terhdap  ODHA  dan  ada  hubungan  antara  sikap  dengan  stigma terhadap ODHA pada masyarakat Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat.
Pengaruh Poster Gen Imut Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit Tb Di Wilayah Kerja Puskesmas Laosu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, Tahun 2020 DWYNDAWATI INTA; HARTATI BAHAR; FARIT REZAL
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 1, No 4 (2021): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v1i4.30062

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular langsung yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis Hasil data WHO menunjukkan bahwa Tuberculosis tetap menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan kematian tuberculosis secara global diperkirakan 1,3 juta pasien. Dinkes Kabupaten Konawe jumlah kasus terbesar berada di RSUD Kabupaten Konawe dengan jumlah 112 kasus. Puskesmas Laosu di mana penemuan kasus TB (BTA+) di puskesmas Laosu masih meningkat setiap tahunnya.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Poster GEN IMUT Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit TB Di Wilayah Kerja Puskesmas Laosu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, Tahun 2020.Metode: menggunakan rancangan quasi-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 213 sampel yakni 34 eksperimen dan 34  kontrol, di lakukan sejak bulan maret 2020 sampai selesai dengan pengambilan sampel menggunakan teknik slovin. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan sikap dan tindakan dengan media poster GEN IMUT pada pencegahan penularan TB yaitu tingkat pengetahuan kelompok eksperimen nilai p = 0,031 dan kelompok control p = 0,500, sikap kelompok eksperimen nilai p = 0,000 dan kelompok control p = 0,375, tindakan kelompok eksperimen nilai p = 0,000 dan kelompok control p =1,000 ).Kesimpulan: Pengaruh penyuluhan dengan media poster GEN IMUT tentang pencegahan penularan TB sebelum dan sesudah pemberian
Determinan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Maabodo Tahun 2020 YULIAS CANTIKA; RUSLAN MAJID; FARIT REZAL
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v3i1.29433

Abstract

Diabetes termasuk penyakit non infeksi dengan jumlah kasus 1,6 juta setiap tahunnya, dan selalu mengalami peningkatan secara global, begitu pula di wilayah Puskesmas Maabodo. Studi ini bermaksud mengkaji determinan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Maabodo tahun 2020. Studi ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Penarikan sampel memakai total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang. Analisis data memakai uji Chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel hipertensi dengan p-value(0,068) > α(0,05), riwayat keluarga p-value(0,000) < α(0,05), pola makan p-value(0,000) < α(0,05), serta aktivitas fisik p-value(0,507) > α(0,05). Kesimpulan studi yaitu ada hubungan riwayat keluarga serta pola makan terhadap terjadinya DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Maabodo, serta tidak adanya hubungan hipertensi serta aktifitas fisik terhadap terjadinya DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Maabodo.
Gambaran Perilaku dan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Tahun 2020 NENTI SULFIA; RUWIAH RUWIAH; FARIT REZAL
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v2i1.29359

Abstract

LatarBelakang:Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut Coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome Coronavirus 2 atau SARS-CoV-2).Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya pencegahan Covid-19 di wilayah kerja puskesmas Lepo-Lepo.Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penyebaran kuesioner online yang menggunakan layanan google form dengan jumlah sampel 359.Hasil:Hasil penelitian menunjukan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (59,6%) dan (16,4%) pengetahuan baik, tingkat sikap positif (100%) dan pemanfaatan media informasi baik (72,7%). (55,1%) responden menyediakan sarana cuci tangan dan (54,5%) responden patuh terhadap penggunaannya. (51,0%) responden tidak menyediakan handsanitizer di rumah dandan (53,2%) responden tidak patuh terhadap penggunaan. (50,6%) responden tidak menyediakan masker di rumah namun (97,4%) responden patuh terhadap penggunaan masker. Responden menyatakan bahwa (70,4) petugas kesehatan menjalankan perannya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyuluhan tentang Covid-19.Kesimpulan:Kesimpulan dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait Covid-19 serta memanfaatakan media informasi dengan baik. Menyediakan sarana cuci tangan dan patuh dalam penggunaannya, selalu patuh menggunakan masker setiap keluar rumah dan petugas kesehatan telah menjalankan perannya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOSIBA KECAMATAN SAMATURU KABUPATEN KOLAKA Agjriana Tri Cahyani Gunawan; Yusuf Sabilu; Farit Rezal
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43098

Abstract

Abstrak Di Negara Indonesia permasalahan gizi kurang merupakan suatu persoalan kesehatan yang belum selesai dan memiliki kontribusi yang cukup banyak terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika seorang balita menderita gizi kurang, dampaknya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, sehingga persoalan tersebut jika tidak diatasi segera akan mengakibatkan lost generation. Adapun akibat dari kekurangan gizi diantaranya adalah gagalnya pertumbuhan serta perkembangan balita dan tingginya angka kesakitan dan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan cross-sectional sebagai pendekatan. Penelitian ini diujikan pada 130 sampel. Hasil penelitian yaitu pengetahuan ibu (p-value = 0,000), pola asuh makan ibu (p-value = 0,000), dan penghasilan (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang erat terhadap status gizi seseorang. Sementara itu, personal hygiene ibu (p-value = 0,312) tidak ada hubungannya dengan kejadian gizi kurang pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Sebaiknya masyarakat selalu membawa anaknya ke posyandu yang kurang lebih dilaksanakan 1 buan sekali, agar ibu dapat mengetahui informasi penting mengenai perkembangan gizi anaknya. Tujuannya agar seorang ibu lrebih memperhatikan kebutuhan anaknya sesuai dengan rentan usianya. Selin itu, hendaknya pihak puskesmas atau kesehatan rutin melakukan penyuluhan disetiap kegiatan posyandu kepada masyarakat/ibu selalu memantau apa saja yang menyebabkan turunnya status gizi balita. Kata kunci: Gizi Kurang, Balita, Pengetahuan, Pola Asuh Makan, Personal Hygiene, Pendapatan Keluarga Abstract In Indonesia, the problem of malnutrition is an unfinished health problem and has contributed quite a lot to the low quality of human resources (HR). If a toddler suffers from malnutrition, the impact is the low quality of human resources, so that the problem if not addressed immediately will result in a lost generation. The consequences of malnutrition include the failure of growth and development of toddlers and the high rate of morbidity and mortality. This study aims to determine the factors that can influence the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. The type of research used is analytical observational with cross-sectional as an approach. The study was tested on 130 samples. The results of the study, namely maternal knowledge (p-value = 0.000), maternal parenting (p-value = 0.000), and income (p-value = 0.000) have a close relationship to a person's nutritional status. Meanwhile, maternal personal hygiene (p-value = 0.312) has nothing to do with the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. People should always take their children to the posyandu which is more or less carried out once every 1, so that mothers can find out important information about the nutritional development of their children. The goal is for a mother to pay attention to the needs of her child according to her vulnerable age. In addition, the puskesmas or health center should routinely conduct counseling in every posyandu activity to the community / mothers always monitor what causes the decline in the nutritional status of toddlers. Keywords: Undernutrition, Toddlers, Knowledge, Dietary Parenting, Personal Hygiene, Family Income
Studi Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Pekerja terhadap Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) pada Driver Alat Berat di PT. Antam Tbk UBPN Kolaka Windi Astuti; Ramadhan Tosepu; La Ode Liaumin Azim; Syawal K. Saptaputra; Farit Rezal; Indah Ade Prianti
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1192

Abstract

This study focuses on the use of Personal Protective Equipment (PPE) by heavy equipment drivers at PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka. The aim is to analyze the relationship between knowledge, attitude, and motivation with PPE usage behavior in 2024. The research method used is a quantitative approach with a cross-sectional design. This study involved 135 respondents selected through total sampling. The independent variable analyzed is PPE usage behavior, while the dependent variables include knowledge, attitude, and worker motivation. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, and analyzed using SPSS with a chi-square test. The results showed a significant relationship between knowledge, attitude, and motivation with PPE usage behavior. Additionally, the study found that these factors play an important role in shaping safety behavior in the workplace. The study emphasizes the importance of PPE usage by heavy equipment drivers to enhance work safety and productivity. It is hoped that the results of this study can serve as a basis for the company in designing more effective training and socialization programs related to PPE usage