Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Konsep Modern Natural dengan Sentuhan Etnik Tengger Pada Desain Interior Hotel Bromo Permai 1 Riski Puspita Nur Pratiwi; Prasetyo Wahyudie
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.739 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22262

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang penting dalam pembangunan negara. Dengan adanya pariwisata, maka akan menarik perkembangan sektor-sektor lain seperti perhutanan, perikanan, pertanian, dan berbagai sektor lainnya. Dengan dibukanya kawasan wisata Taman Nasional Gunung Bromo memberikan dampak yang positif pada daerah terutama sarana akomodasi. Hotel Bromo Permai 1 merupakan salah satu hotel yang berada di area Taman Nasional Bromo Tengger. Dilihat dari eksisting hotel, dan lokasi yang strategis diperlukan pengolahan konsep lebih lanjut sehingga Hotel Bromo Permai 1 memiliki ciri khas. Mengenai warna, pencahayaan dan suasana di hotel ini dapat dikembangkan untuk menambah kenyamanan serta nilai estetis dalam ruangan. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilakukan dengan cara survey, observasi dan studi pustaka. Hasil dari metode desain menyimpulkan bahwa konsep desain yang diinginkan mayoritas pengunjung Hotel Bromo Permai 1 selaras dengan tujuan utama desain interior di area wisata yaitu menerapkan konsep kebudayaan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung yang mayoritas adalah wisatawan yang berasal dari luar daerah, namun tidak melupakan tujuan utamanya sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi pengunjung. Hasil yang didapatkan dari desain ini adalah perancangan desain interior Hotel Bromo Permai 1 berkonsep natural modern dengan sentuhan etnik tengger dengan perbandingan sebanyak 70% konsep natural modern dan 30% merupakan etnik tengger Langgam natural modern dan etnik tengger dapat disandingkan menjadi satu-kesatuan desain yang baik dengan memadukan unsur kedua langgam dalam interior. Langgam modern ditampilkan melalui pemilihan warna monokrom sedangkan etnik tengger ditunjukkan dengan adanya transformasi bentuk kebudayaan seperti legenda, tarian, dan pemandangan. Konsep natural modern tengger diterapkan pada 3 area yaitu lobi, restaurant, dan cottage dengan mengolah plafond, dinding, lantai dan elemen estetis, sehingga menciptakan nuansa hangat dan nyaman.
Penerapan Konsep Kemaritiman yang Edukatif pada Desain Interior Daycare Dharma Wanita Persatuan Setda Kota Surabaya Erlia Putri Imansari; Prasetyo Wahyudie
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.1 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27448

Abstract

Pada era globalisasi yang sudah menjunjung tinggi kesetaraan jenis kelamin dalam dunia kerja memberikan banyak kesempatan bagi wanita untuk menggeluti perannya dalam meniti karir. Namun banyak wanita yang mengalami kendala pengasuhan anak saat akan ditinggal bekerja. Dalam hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Surabaya yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipi (PNS) juga menemui kendala serupa. Sedangkan dalam hal pekerjaan, mereka dituntut untuk aktif berpartisipasi pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Oleh karena itu, organisasi ini berinisiatif untuk membangun sebuah daycare termasuk interiornya, guna memenuhi kebutuhan pengasuhan anak dengan tujuan memberdayakan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN). Perencanaan desain interior Daycare DWP Setda Kota Surabaya ini berdasarkan observasi studi eksisting lapangan, depth interview dengan penanggung-jawab harian, penyebaran kuisioner, serta analisa kebutuhan pengunjung. Melalui beberapa metode diatas maka didapatkan sebuah konsep Desain Interior Daycare DWP Setda Kota Surabaya dengan Konsep Kemaritiman yang Edukatif. Perencanaan konsep ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas berupa penambahan fasilitas ruang yang dibutuhkan, menciptakan ruang interior yang mendukung perkembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada anak, sekaligus menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Desain kemaritiman yang edukatif diwujudkan melalui pengaplikasian mural tokoh karakter khas anak seperti “Spongebob Squarepants” pada ruang tidur 0-2 tahun, “Finding Dory”, dan “Finding Nemo”. Bentukan furnitur yang diadaptasi dari biota dan ekosistem laut diimplementasikan pada area lobby dan ruang belajar. Selain tema yang spesifik pada setiap ruang, warna biru laut yang dipadukan dengan cokelat khas pasir pantai menambah suasana baru yang lebih menyenangkan. Sirkulasi informatif dan layout ruang eksploratif diterapkan untuk pengelompokan area pada setiap ruang, seperti area bermain, belajar, dan berekspresi pada ruang belajar. Bentukan geometris pun diperkenalkan kepada anak usia dini sebagai elemen estetis yang menempel pada sebagian ruang belajar.
Revitalisasi Desain Interior Pasar Tradisional Berdasarkan Preferensi Pengguna Meutia Zulfa Arianti; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni; Yasmin Zainal Mochtar
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i1.12641

Abstract

Abstrak—Pasar tradisional adalah sebuah institusi relasi sosial tempat melakukan transaksi bisnis yang masih mempertahankan ciri-ciri tradisionalnya. Dalam konteks masa kini, ciri-ciri ’tradisional’ yang dimaksud adalah citranya yang lembap, kumuh, memiliki lantai licin, dan gang-gang sempit. Meskipun begitu, pasar tradisional tetap saja diminati karena berbagai alasan. Oleh karenanya, harus diadakan revitalisasi pasar tradisional agar bisa memfasilitasi pengguna dengan lebih baik lagi, termasuk dalam tinjauan desain interior. Penelitian ini mengkaji preferensi dan minat pengguna untuk revitalisasi desain interior pasar tradisional tersebut melalui jajak pendapat. Hasil jajak pendapat melalui metode kuesioner digunakan untuk menghasilkan suatu rekomendasi desain yang dapat diaplikasikan ke objek kasus yaitu gedung pasar Puspa 1 dan 2, Puspa Agro Jatim.  Abstract—A traditional market is an institution of social relations where business transactions are carried out, which still maintains its traditional characteristics. In today's context, the 'traditional' characteristics in question are the image of a damp, shabby place that has slippery floors and narrow alleys. Even so, traditional markets are still in demand for various reasons. Therefore, it is necessary to revitalize traditional markets in order to better facilitate users, including from an interior design point of view. This research examines user interest in revitalizing the interior design of the traditional market through a poll. The results of the poll through the questionnaire method were used to produce a design recommendation that could be applied to the case object, namely the Puspa 1 and 2 buildings in Puspa Agro Jatim.  
Desain Modul Terapi Sensori Integrasi dan Elemen Estetis Interior dengan Media Puzle Bertekstur Lea Kristina Anggraeni; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Onna Anieqo Tanadda; Yasmin Zainul Mochtar
Jurnal Desain Interior Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15453

Abstract

Sensori integrasi (SI) dipahami sebagai proses mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respons berupa “perilaku adaptif bertujuan”. Kemampuan respon adaptif seorang anak, merupakan dasar berkembangnya keterampilan yang lebih komplek. Sensori integrasi dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak dengan gangguan kemampuan terkait sensori perabaan, motorik kasar, motorik halus, kepekaan sendi dan keseimbangan. Semakin sering berlatih, semakin optimal hasilnya. Dengan demikian, semakin banyak orangtua dapat melatih sensori integrasi anak di rumah, semakin besar peluang teratasinya gangguan tersebut. Aktifitas meningkatkan kemampuan sensori integrasi pada anak dapat dilakukan sambil bermain dengan alat permainan yang dapat dimodifikasi sendiri. Seringkali alat-alat terapi tersebut memerlukan ruang penyimpanan tersendiri agar ruangan tetap rapi dan bersih. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan membuat dan mengujikan modul kepada dua anak berusia 4 tahun, untuk melihat ketercapaian pemenuhan kebutuhan terapi dan komposisi elemen estetis interior. Hasil penelitian berupa modul puzzle bertekstur dengan alternatif komposisi penggunaan modul untuk berbagai kegiatan bermain untuk mengoptimalkan sensori integrasi, serta penyimpanan modul yang sekaligus dapat menjadi elemen estetis interior. Sebagai elemen estetis interior, keberadaan modul terapi dapat menyatu dengan ruangan, memberikan nuansa yang berbeda dan estetis, serta mengurangi kebutuhan sarana penyimpanan.
Redecoration and Room Makeover Tendencies Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni; Anggra Ayu Rucitra; Onna Anieqo Tanadda
Jurnal Desain Interior Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15466

Abstract

This research was conducted by using the result of a practical examination for Home Décor enrichment class in Interior Design Department 100 undergtaduate tudents consisting of interior design students and non-interior design students were each assigned to redecorate or makeover one specific room or spot within their home. The students were asked to provide the before and after pictures of the room that they had redecorated. A quantitative study method is used in this research. The result pictures from the assignment are then observed one by one and put in a digital questionnaire and deducted as data. The aim of this study is to observe the tendencies of redecorating and room makeover, to see how much of these redecorating and makeover tendencies would affect the end result of the redecorated room. The research shows that an optimum redecoration and makeover results from a combination of change in both interior elements (interior form and interior filler), reorganizing positions of interior filler and also adding or removing items from the room.
Redesain Interior Surabaya Square sebagai Upaya Meningkatkan Pemasaran Produk Usaha Mikro Binaan Pemerintah Kota Surabaya Okta Putra Setio Ardianto; Thomas Ari Kristianto; Caesario Ari Budianto; Prasetyo Wahyudie; Aria Wenny Anggraita; Farida Fitrianing Arum
Sewagati Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.551 KB)

Abstract

Usaha Mikro berperan strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Bahkan Usaha Mikro terbukti mampu bertahan lebih baik menghadapi krisis ekonomi nasional dibandingkan perusahaan-perusahaan skala besar. Surabaya sebagai metropolitan kedua di Indonesia memiliki potensi pengembangan Usaha Mikro yang besar. Dengan jumlah populasi mencapai 3 juta penduduk pada tahun 2017, pengembangan Usaha Mikro mempunyai modal strategis dari sisi ketersediaan pasar dan tenaga kerja manusia. Dengan fakta tersebut Departemen Desain Interior melakukan pengabdian masyarakat dengan merevitalisasi desain interior sentra-sentra Usaha Mikro milik Dinas Perdagangan Kota Surabaya untuk mendukung usaha marketing produk Usaha Mikro. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tahapan yaitu, (1) studi sentra Usaha Mikro sebagai obyek perancangan, (2) studi produk Usaha Mikro, (3) studi pustaka untuk mendukung perancangan, (3) perancangan sentra Usaha Mikro hingga (4) produksi dokumen pelaporan serta luaran pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat berupa desain interior baru sentra Usaha Mikro milik Dinas Perdagangan Kota Surabaya berjumlah 5 (lima) yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu stand di mall dan toko mandiri di fasilitas publik. Masing-masing desain interior memiliki luaran berupa dokumen konsep dan presentasi desain, gambar teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelaksanaan. Luaran tersebut selanjutnya dapat digunakan Dinas Perdagangan Kota Surabaya untuk panduan pelaksanaan revitalisasi sentra Usaha Mikro.
Karakter Nilai Preferensi Pengunjung Gen-Y pada Fasilitas Publik Museum, Studi Kasus: Museum Kereta Api Bondowoso Haidar Rozaan Darmawan; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie
Syntax Idea 3737-3745
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i8.4302

Abstract

Generasi Y, lahir antara tahun 1981 hingga 1995, memiliki karakter berwawasan teknologi tinggi karena tumbuh di era teknologi. Fleksibilitas dan impulsivitas Gen Y muncul dari banyaknya alternatif pilihan yang dimiliki. Karakteristik ini tercermin antara lain dalam preferensi rekreasi mereka, yang memprioritaskan pengalaman praktis dan kontribusi aktif. Museum Kereta Api Bondowoso yang menawarkan pengalaman imersif perlu dinilai tingkat kesesuaiannya dengan preferensi yang dimiliki oleh pengunjung Gen Y. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana Museum Kereta Api Bondowoso memenuhi ekspektasi ini dengan membandingkan preferensi pengunjung Gen Y menurut literatur dengan fasilitas dan aktivitas saat ini yang disediakan oleh museum. Penelitian ini membuktikan bahwa preferensi Gen Y terhadap kunjungan museum tidak hanya didorong oleh faktor rekreasi, tetapi juga kemudahan akses informasi dan relevansi pengetahuan yang disampaikan di era kemajuan teknologi yang merupakan bagian dari preferensi pengunjung Gen Y
ADAPTIVE REUSE BANGUNAN HERITAGE SEBAGAI RUANG KOMERSIAL: EKSPLORASI DAYA TARIK GENERASI Z Rizda Alifiana Wiranda Putri; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.13404

Abstract

Adaptive reuse bangunan heritage menjadi strategi penting untuk melestarikan warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan ruang komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait penerapan adaptive reuse pada bangunan heritage dan daya tariknya bagi Generasi Z. Generasi ini dikenal memiliki ketertarikan terhadap desain yang berkelanjutan, inovatif dan estetik. Peneliti melakukan kajian melalui metode literature review dengan menganalisis jurnal maupun artikel yang relevan mengenai konsep adaptive reuse pada bangunan heritage. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai aspek serta poin adaptive reuse sangat sesuai dengan karakteristik dan daya tarik Generasi Z. Generasi Z dipilih menjadi fokus utama dalam penelitian karena keberlanjutan demi masa depan ada di tangan mereka. Kajian ini memberikan landasan teoritis untuk penelitian lebih lanjut dalam merancang ruang komersial berbasis adaptive reuse yang sesuai dengan daya tarik generasi muda.
Transformasi Digital dan Sumberdaya Manusia dalam Konsep Intelligent City di Kawasan Pesisir Wilayah Perkotaan Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni; Onna Anieqo Tanadda; Lutfita Ashri Azahra; Mahardika Rachma Dewi; Maria Anugrahaning Kesuma Putri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.75132

Abstract

Penelitian ini membahas peran transformasi digital dalam konsep Intelligent city sebagai landasan menuju penyetaraan pembangunan pesisir di perkotaan, dengan fokus pada studi kasus Kampung Nelayan Kenjeran di Surabaya. Wilayah ini merupakan kawasan pesisir dekat pusat kota yang seharusnya menjadi kemudahan dalam laju pengembangan modernisasi, Namun pada faktanya justru terdapat kesenjangan pada pilar aspek keberlanjutan dengan wilayah disekitarnya, sehingga fenomena ini menarik untuk dikaji baik potensi maupun kendalanya, terkait peran kehadiran teknologi digital dan sumberdaya manusianya. Metodologi penelitian menggunakan mix-method berupa kualitatif dan kuantitatif. pengumpulan data meliputi wawancara dengan masyarakat desa, observasi lapangan, dan tinjauan pustaka. Hasil temuan menyatakan bahwa masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran Surabaya sebagian telah mengenal adanya internet dan kemajuan teknologi, namun hadirnya internet di wilayah ini kurang menghadirkan peran positif dalam kenaikan taraf hidup masyarakatnya karena hambatan dan tantangan pada setiap elemen masyarakatnya. Hambatan tersebut meliputi tingkat keterbatasan akses, kurangnya pemahaman teknologi, serta ketidaksetaraan dalam pemanfaatan dan penguasaan sumber daya digital.  Untuk itu diperlukan intervensi khusus sesuai dengan pola perilaku masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran guna menyelaraskan pembangunan wilayah ini dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat mencapai kesetaraan pengembangan wilayah dan lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan program pengembangan pesisir di perkotaan yang berkelanjutan, dan dapat mengimbangi laju perkembangan modernisasi dan transformasi digital.
PENGARUH DESAIN RUANGAN TERHADAP PERILAKU ANAK JALANAN PADA RUMAH SINGGAH ; STUDI KASUS KAMPUNG ANAK NEGERI Zahrameidina Yusuf, Nadiah; Wahyudie, Prasetyo
Teknosia Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v19i1.41488

Abstract

Shelters act as an important transition space for street children to get protection, coaching, and psychosocial reinforcement. The room's design in the halfway house can affect children's behavior, ranging from emotional aspects to social behavior. This article presents a literature review of various recent studies related to the relationship between spatial design and the behavior of street children in the context of shelters in Indonesia. The study stages are carried out systematically using scientific sources from 2019-2024. The review results found that design elements such as layout, natural lighting, ventilation, color selection, and space flexibility significantly impacted comfort, security, and children's participation in social activities. This study emphasizes the importance of a behavior-based design approach to create spaces that are not only functional but also support the holistic recovery and growth of street children.