Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PERPUSTAKAAN KELILING KABUPATEN SEMARANG DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN Andri Andri; Roro Isyawati Permata Ganggi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.314 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang dalam InteraksiSosial Masyarakat di Desa Jetis Kecamatan Bandungan”. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana peran perpustakaan keliling Kabupaten Semarang dalaminteraksi sosial yang dilakukan dengan masyarakat Desa Jetis Kecamatan Bandungan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, 4 (empat) orang merupakan pemustaka/pengunjung perpustakaan keliling, dan 2 (dua) orang pustakawan, yaitu seorang pustakawanperpustakaan keliling Kabupaten Semarang, serta pustakawan perpustakaan Desa Jetis.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil daripenelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang menjalininteraksi sosial yang positif dengan masyarakat Desa Jetis, hal tersebut ditandai denganadanya bentuk-bentuk assosiatif yang dihasilkan dalam interaksi tersebut. Perpustakaankeliling memposisikan diri sebagai individu dalam interaksi sosial sehingga menghasilkanhubungan yang erat antara perpustakaan dan masyarakat. Selain itu perpustakaan kelilingjuga menjadi sebuah “wadah” bagi masyarakat, memfasilitasi masyarakat dalambersosialisasi.
Manajemen Informasi Kesehatan terhadap Stigma Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 di Desa Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Adela Nadinda Putri; Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.6.4.479-492

Abstract

Manajemen informasi kesehatan merupakan proses yang dilakukan oleh setiap individu untuk mengatur informasi kesehatan hingga menyebarluaskan ke dalam lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen informasi kesehatan terhadap stigma masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 di Desa Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan terbuka (indepth, open-ended interviews), dan dokumen tertulis. Pemilihan informan dilakukan dengan cluster sampling dan membagi informan menjadi 3 klaster. Klaster 1 yaitu pemangku kebijakan, klaster 2 informan yang sudah melakukan vaksin dan patuh protokol kesehatan, dan klaster 3 informan yang tidak melakukan vaksin dan tidak patuh protokol kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen informasi kesehatan yang dilakukan memberikan stigma positif dan negatif di Desa Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Fasefase yang dilewati dalam manajemen informasi kesehatan yaitu menemukan kembali informasi, menyimpan informasi, mengatur informasi, mengambil informasi saat dibutuhkan, hingga menyebarluaskan informasi. Kemampuan dan kebiasaan dalam menggunakan media sosial dan peran pemangku kebijakan dapat mempengaruhi stigma dalam memperoleh informasi kesehatan di masa pandemi covid-19.
Potret analisis difusi inovasi dalam publikasi artikel ilmiah di Lentera Pustaka Siti Mas Fuah; Roro Isyawati Permata Ganggi
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 18 No 2 (2022): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v18i2.5123

Abstract

Introduction. The relationship between the diffusion of innovation and the scientific publication is in the process of scientific communication through media that records previous knowledge from research. The purpose of this study is to show stages of innovation adoption from the articles in one academic journal namely Lentera Pustaka. Data Collection Methods. This study used qualitative research approach with descriptive analysis. Data collection techniques were conducted through observations, interviews, and document study. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data Analysis. We analysed the data by reducing, presenting, and drawing conclusions or verification. Results and Discussion. Innovations or new ideas from articles that have been adopted and implemented, are key points. The stage of adopting innovations from scientific articles starts from the published findings, then the adopters produce new knowledge from pre-existing knowledge. Conclusion. The stages of adoption of article innovation in Lentera Pustaka include knowledge, persuasion, decision making, implementation, and confirmation. The editorial board of Lentera Pustaka can ask eaders to participate in the survey related to the interests of proposed research topics. This research shows that articles in scientific journals can be a solution to scientific problems.
Factors Related to Women Health Literacy in The Coastal Area at Semarang City Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Murni Murni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.091 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.641

Abstract

Improving women health literacy is crucial. In addition to improving individual health conditions, a mother is also closer to her child in terms of parenting. Nevertheless, there are still various factors that influence the improvement of health literacy, especially in coastal areas. This study aims to determine the health literacy of women in coastal areas and the factors that influence it. This research is quantitative research with a cross-sectional approach. The research was conducted from March to July 2021 with locations in 4 sub-districts in the coastal area at Semarang City, namely Genuk, Tugu, North Semarang, and West Semarang. Respondents in this study were 220 people who were selected using the cluster random sampling technique. Data were obtained through interviews with questionnaires and analyzed by univariate and bivariate tests. Based on the results of the study, most of the respondents (65.5%) had health literacy at a medium level. Several factors that influence health literacy include education (p-value=0.006 ), motivation (p-value=0.0001), resources (p-value=0.0001), and social culture (p-value=0.011). Increasing knowledge and motivation related to health can be done through informal health training and group sharing. In addition, the support of resources from the government and the support of community leaders is also needed to improve health literacy in coastal areas. Abstrak: Peningkatan literasi kesehatan pada wanita merupakan hal yang krusial. Selain untuk meningkatkan kondisi kesehatan individual, seorang ibu juga lebih dekat dengan anak dalam hal pengasuhan. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai faktor yang berpengaruh dalam peningkatan literasi kesehatan terutama di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi kesehatan pada wanita di daerah pesisir dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan selama bulan Maret hingga Juli 2021 dengan lokasi di 4 Kecamatan daerah pesisir Kota Semarang yaitu Genuk, Tugu, Semarang Utara dan Semarang Barat. Responden dalam penelitian ini sebanyak 220 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden (65,5%) memiliki literasi kesehatan dengan dengan level menengah. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap literasi kesehatan diantaranya adalah pendidikan (p=0.006 ), motivasi (p=0.0001), sumber daya (p=0.0001), dan kultur sosial (p=0.011). Peningkatan pengetahuan dan motivasi terkait kesehatan dapat dilakukan melalui pelatihan informal  kesehatan  dan grup sharing. Selain itu dukungan sumber daya dari pemerintah dan dukungan tokoh masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan di daerah pesisir.
Pengetahuan Lokal dan Museum: Analisis Tematik di Google Scholar Nurislaminingsih, Rizki; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.325-336

Abstract

Kearifan lokal merupakan produk intangible yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Meski tidak berwujud, kearifan lokal lekat dengan produk budaya yang diciptakan oleh warga setempat. Produk budaya ini umumnya disimpan di museum. Dengan demikian, hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dapat dilihat. Kompleksitas hubungan telah mendorong peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang literatur yang membahas hubungan di antaranya. Berdasarkan pengalaman penulis, jumlah karya ilmiah dengan tema ini masih sulit didapatkan karena sebagian besar artikel dengan tema ini berada di jurnal internasional berbayar. Namun, akses gratis ke artikel dapat dilakukan di Google Scholar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dan siapa peneliti yang telah menulis artikel tentang tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui hubungan antara konsep pengetahuan lokal dengan museum dan siapa penulisnya. Kami memilih kata kunci "museum local knowledge". Penggunaan kata kunci dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dan museum berkaitan dengan bagaimana memanfaatkan pengetahuan lokal dalam mengelola museum, baik dari segi pengelolaan koleksi maupun layanan informasi. Tema penelitian ini dilakukan oleh Nurislaminingsih et al. (2019) dan Yolla (2019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah koleksi yang mewakili etnis tertentu ditampilkan sesuai dengan pengetahuan masyarakat pembuatnya. Pengetahuan lokal di balik koleksi tersebut kemudian digunakan oleh pemandu wisata museum untuk memberikan informasi kepada para pengunjung.
Javanese Indigenous Knowledge in The Collections of Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum Nurislaminingsih, Rizki; Bakry, Gema Nusantara; Ganggi, Roro Isyawati Permata; Christiani, Lidya
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.2.285-302

Abstract

Kasunanan Surakarta is one of the kingdoms in Java that has inherited various cultural products. The proof is the collection stored in the Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum. These cultural product objects are proof of the existence of indigenous Javanese ancestral knowledge. Therefore, this research aims to identify local knowledge based on museum collections. The results of this research show that Javanese people have the knowledge to weave bamboo into geometrically shaped containers and the health benefits of traditional cooking utensils. They can also make traditional machines (lesung, lumpang, and alu) for making flour, breaking seed shells, and grinding spices. Other skills include making traditional communication tools (lumpang, gamelan, and bells), traditional games (to train children in learning to master emotional intelligence, strategies for getting things and investing), traditional sports (for learning about war and choosing soldiers), and blacksmith (keris and spear). They are also experts in making fermented foods, potions for skin and hair beauty (ratus), and oral health (kinang). They also master the field of performing arts with the musical instruments rebab, dance and wayang (suket and klithik). The conclusion is that the Javanese people have local knowledge in the fields of handicrafts, post-harvest agricultural equipment, communication tools, games, sports, blacksmithing, fermented foods, beauty, dental and oral health, and performing arts.
Perilaku Pencarian Informasi Komunitas Pokemon Go Semarang Timur dalam Menentukan Taktik Bermain yang Efektif Perdana, Revangga Yudhistira; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.3.379-392

Abstract

Penelitian ini membahas perilaku pencarian informasi komunitas Pokemon Go Semarang Timur dalam menentukan taktik bermain yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi perilaku pencarian informasi di Komunitas Pokemon Go Semarang dalam menentukan taktik bermain yang efektif. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara daring, observasi, dan dokumentasidalam bentuk gambar. Penentuan informan penelitian menggunakan teknik non-probability sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pencarian informasi tidak hanya terjadi kepada mahasiswa, akan tetapi terjadi juga pada komunitas Pokemon Go Semarang Timur. Komunitas melakukan pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasinya meliputi event terbaru, taktik bermain efektif, lokasi Pokemon rare, dan waktu berkumpul (gathering). Komunitas melakukan pencarian informasi melalui Instagram, Youtube, Facebook, fanpage Pokemon Go, Discord, grup Whatsapp Komunitas Pokemon Go Semarang Timur dan diskusi antar anggota. Komunitas Pokemon Go Semarang Timur dalam proses pencarian informasi melakukan berbagai macam teknik untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhannya. Teknik komunitas dalam pencarian informasi dengan melakukan kegiatan starting yaitu kesadaran komunitas akan informasi, browsing yaitu komunitas melakukan pencarian sumber informasi, differentiating yaitu komunitas dapat memilah informasi yang dibutuhkan, verifying komunitas dapat menggunakan informasi dalam permainan Pokemon Go. Saran penelitian ini yaitu komunitas harus selalu mengadakan gathering agar anggota komunitas dapat lebih aktif. Penelitian ini juga berpotensi menjadi koleksi dalam perpustakaan, dikarenakan fungsi rekreasi perpustakaan menyediakan koleksi bersifat hiburan.
Strategi Branding Perpustakaan Universitas Indonesia melalui Instagram sebagai Upaya Pembentukan Citra di Generasi Milenial Risdiyanto, Pandu; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.245-262

Abstract

Masyarakat masih menganggap perpustakaan hanya sebagai gedung penyimpan buku yang kuno. Masalah tentang citra perpustakaan ini mendasari peneliti untuk membuat penelitian terkait strategi branding perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi branding Perpustakaan Universitas Indonesia melalui media sosial Instagram sebagai upaya pembentukan citra perpustakaan pada generasi milenial. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengambilan data dilakukan dengan tiga cara yaitu wawancara semi terstruktur, observasi dan studi dokumen. Pihak yang menjadi informan adalah Humas Perpustakaan Universitas Indonesia sebagai pengelola Instagram dan dua followers akun Instagram @ui_library sebagai target branding. Peneliti menggunakan thematic analytics sebagai alat untuk menganalisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Universitas Indonesia telah menjalankan strategi branding di Instagram untuk mencapai tujuan pembentukan citra perpustakaan. Perpustakaan Universitas Indonesia memanfaatkan semua fitur di Instagram untuk mem-branding citra yang lebih optimal. Terdapat tiga komponen strategi branding yang telah dijalankan oleh Perpustakaan Universitas Indonesia, yaitu tujuan, fleksibilitas, dan keikutsertaan staf. Adanya hambatan berupa kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya koordinasi antarpegawai menyebabkan satu komponen strategi branding belum berjalan dengan baik, yaitu konsistensi dalam desain feed postingan Instagram. Strategi branding Perpustakaan Universitas Indonesia di Instagram ditangkap dengan baik oleh followers milenial. Informan dari followers mengungkapkan persepsi bahwa Perpustakaan Universitas Indonesia memiliki citra perpustakaan yang baik, menarik, dan interaktif dengan followers. Perpustakaan Universitas Indonesia menjalankan dua poin tentang strategi pembentukan citra di media sosial. Dua poin tersebut yaitu be interesting dan be engaging.
Strategi Aksesibilitas Layanan Inklusi Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Selama Study from home (SfH) Rahayu, Susiana; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 13, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article focuses on the inclusion services strategy for students with disabilities in libraries. This study aimed to determine how the strategy of library inclusion services at the Sunan Kalijaga State Islamic University Library during study at home was implemented (SfH). Data were collected observation, semi-structured interviews, and documentation with librarians, coordinator of the information technology service sector, and students with disabilities. The results indicate that the Sunan Kalijaga State Islamic University Library has implemented an inclusive service strategy in order to serve students with has implemented technology, such as online user education, social media integration, and official library numbers. Even though technology has been incorporated, the employed strategies are not optimal. Libraries must collaborate with diverse parties to maximize the strategy services and implementation services they already have. Periodically evaluating the inclusion services to determine if they are still effective is necessary to maximize the inclusion services.
Parenting through Social Media: The Information Experience of Young Mothers in East Jakarta Labibah, Kholidah Nurul; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Jurnal Kawistara Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.93366

Abstract

The expanding influence of digital information has shape many aspect of life, including parenting  How this  new sources of knowledge or information shape parents’ way of parenting and its impacts on children’s development need further studies. This study aims to comprehend the parenting information experience of young mothers in East Jakarta. The selection of East Jakarta is based on the fact that the region has the highest birth rate among the five regions in DKI Jakarta, and the occurrence of women marrying before the age of 19 is notably common. Social media is a prominent platform for acquiring information and disseminating knowledge. The method of this study employs a qualitative methodology that integrates a phenomenological approach. The employed data collection methods included semi-structured interviews, observation, and literature analysis. The results indicated that three layers influenced the parenting-related information experience of young women in East Jakarta: features, dimensions, and experiences. The information experience of young moms in East Jakarta is defined by their dissemination of acquired information, time management for information retrieval, and distinction between information necessitating upload and that which does not. Individuals, social media, and investigation are facets of the activities encompassed in information experience. The final layer is experience. This layer elucidates that social media serves as a platform for acquiring knowledge about parenting and its impact on the parenting practices employed. The three layers are interconnected. Each informant possesses a distinct information experience, suggesting that the information experience of young mothers on social media is highly intricate.