Claim Missing Document
Check
Articles

Pustakawan sebagai Profesi yang Berkembang: Pemaknaan Kembali Peran Pustakawan terhadap Implementasi Teknologi Informasi di Perpustakaan Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.636 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.4.399-409

Abstract

Perpustakaan merupakan organisasi yang berkembang menurut Ranganathan. Hal ini dibuktikan dengan adanya sinergisitas antara perpustakaan dengan teknologi informasi yang merupakan bukti bahwa perpustakaan mengikuti perkembangan zaman. Jika perpustakaan sebagai organisasi telah mampu membuktikan diri mampu mengikuti perkembangan zaman, bagaimana dengan pustakawan sebagai sumber daya yang mengelola perpustakaan? Beberapa pihak menyuarakan ketakutan jika profesi pustakawan akan digantikan dengan profesi lain jika teknologi informasi diimplementasikan di perpustakaan. Nyatanya dengan adanya implementasi teknologi informasi di perpustakaan justru membuat profesi pustakawan semakin berkembang. Jika dahulu peran pustakawan terbatas hanya pada mengorganisasi informasi dan memberikan pelayanan di perpustakaan, maka dalam era teknologi informasi ini, peran yang dapat dilakukan oleh pustakawan, diantaranya adalah sebagai: perantara pencarian, fasilitator, pelatih atau edukator pemustaka, penerbit, pembangun website, peneliti, desainer antarmuka, manajer ilmu pengetahuan, sifter sumberdaya informasi, cybrarian.
Membangun Kepercayaan Diri Pustakawan sebagai Upaya Aktualisasi Diri dalam Masyarakat Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.464 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.2.145-152

Abstract

Pustakawan merupakan salah satu profesi yang sangat dekat dengan ilmu pengetahuan, sayangnya profesi ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Pustakawan hanya dianggap sebagai profesi penjaga gudang buku bukan sebagai penjaga ilmu pengetahuan. Citra yang kurang baik ini tentu berdampak pada kepercayaan diri pustakawan terhadap profesinya. Kurangnya kepercayaan pustakawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: konsep diri; jenis kelamin; budaya; tingkat pendidikan; status sosial ekonomi; dan pengalaman. Penguatan kepercayaan diri pustakawan dapat dilakukan dengan beberapa usaha, yaitu: mengidentifikasi penyebab rendahnya rasa percaya diri dan domain-domain kompetensi diri yang penting; dukungan emosional dan penerimaan sosial; prestasi; mengatasi masalah (coping). Kepercayaan diri merupakan salah satu upaya untuk melengkapi kebutuhan akan penghargaan terhadap profesi pustakawan. Kebutuhan akan penghargaan terhadap profesi pustakawan yang terpenuhi akan mampu membawa profesi pustakawan untuk memenuhi tahapan selanjutnya, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri. Aktualisasi diri terhadap profesi pustakawan akan mampu memberikan dampak positif terhadap profesi pustakawan. Dampak positif yang terciptadari penemuhan aktualisasi diri menjadi penguatan bagi hirarki kebutuhan profesi pustakawan dan juga merubah citra pustakawan yang lebih baik di masyarakat.
Strategi Menciptakan Perpustakaan Kekinian Sebagai Upaya Menjaga Eksistensi di Era Revolusi Industri 4. Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.609 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.197-204

Abstract

Perpustakaan merupakan tempat terpercaya untuk mencari informasi yang kredibel, namun di sisi lain beberapa pihak merasa bahwa perpustakaan merupakan tempat yang kuno dan kurang menarik. Sehingga perlu disusun suatu strategi untuk menciptakan perpustakaan kekinian sebagai upaya menjaga eksistensi di era revolusi industri 4.0.  Metode yang  digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode literature review. Literature review dipilih karena artikel ini merupakan artikel konseptual. Hasil yang didapatkan dalam artikel ini adalah perpustakaan dapat melakukan dua strategi dalam menciptakan perpustakaan kekinian, yaitu: dari aspek perpustakaan sebagai organisasi dan dari pustakawan sebagai pengelola perpustakaan. Dari sisi perpustakaan dapat dilakukan dengan: (1) menyediakan working space; (2) desain yang Instagramable; (3) dukungan hot spot cepat; (4) pemanfaatan AI, VR dan AR; (5) pemanfaatan sosial media. Sedangkan dari aspek pustakawan, maka pustakawan dapat bertransformasi sehingga dapat memainkan beberapa peran, yaitu: (1) cybrarian; (2) content creator; (3) social media specialist; (4) information consultant; (5) infographics maker; (6) subject specialist.
Profesi Penyalin Naskah di Perpustakaan pada Masa Keemasan Islam Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.634 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.1.19-26

Abstract

Pada masa kejayaan Islam banyak sekali cendekiawan-cendekiawan muslim yang pemikirannya mampu mempngaruhi dunia bahkan hingga saat ini. Padahal pada saat itu belum ada mesin pengganda kertas seperti mesin foto copy, printer, maupun scanner. Sedangkan seorang cendekiawan tidak memiliki banyak waktu untuk menyalin naskah yang sudah ia tulis untuk kemudian disebarluaskan. Padahal pada saat itu perpustakaan merupakan lambang politik dan kejayaan seseorang, sehingga mendorong munculnya suatu profesi penyalin naskah, atau biasa disebut warraq. Profesi warraq muncul pada sekitar abad 3 – 4 Hijriah.  Seorang warraq harus memiliki karakteristik seperti: (1) baik tulisannya; (2)  jelas tulisannya; (3) kebenarannya; (4) amanah; (5) memahami apa yang ditulis. Warraq terdapat beberapa jenis: (1) warraq yang menyalin buku untuk mendapatkan bayaran sesuai dengan yang disalin; (2)warraq yang bekerja pada orang kaya; (3) warraq yang berasal dari budak kerajaan. Gerakan warraq ini pada akhirnya mengalami kepunahan sejak ditemukannya mesin cetak pada abad kelima belas oleh Gutternberg.
Kriteria Pemilihan Buku Untuk Bibliokonseling Bagi Anak Jalanan di Yayasan Emas Indonesia Rina Mukti Rahayu; Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.859 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.3.303-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pemilihan buku untuk bibliokonseling bagi anak jalanan di Yayasan Emas Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan action research. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu focus group discussion, observasi, dan studi pustaka berupa teori. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data yang dilakukan pada penelitian berpedoman dengan siklus spiral Kurt Lewin yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa Kegiatan bibliokonseling sudah diterapkan oleh anak jalanan binaan Yayasan Emas Indonesia, namun Yayasan Emas Indonesia belum mempunyai pedoman pemilihan buku bibliokonseling sehingga konselor masih mengalami kesulitan dalam melakukan pemilihan buku menyesuaikan dengan permasalahan khusus anak jalanan. Kesulitan dialami oleh konselor maka perlu mengkonstruksi pedoman pemilihan buku bibliokonseling.  Konstruksi ini nantinya dapat membantu konselor dalam melakukan pemilihan buku untuk kegiatan bibliokonseling. Konstruksi  pedoman pemilihan buku bibliokonseling dibuat menyesuaikan dengan permasalahan yang dialami oleh anak jalanan, karakter anak jalanan, kemampuan membaca anak jalanan, dan karakter pada isi buku yang akan digunakan untuk kegiatan bibliokonseling.
Pengalaman pemanfaatan cloud storage mahasiswa Teknik Komputer Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengelolaan arsip digital Sinta Wulandari; Roro Isyawati Permata Ganggi
Jurnal Informatio Vol 1, No 1 (2021): 2021
Publisher : Faculty of Communication, Padjadjaran University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/inf.v1i1.31111

Abstract

The use of cloud storage every student is certainly different, different behaviors also affect how individuals manage and use the digital archives they have stored in cloud storage. The purpose of this study is to find out how cloud storage behavior emerges when managing digital archives that students have in their educational activities. This study is done qualitatively with phenomenological methods through interviews to active computer engineering students Undip and observation as techniques in obtaining data. The data analysismethod used in this study is thematic analysis method, which is used to find patterns or themes by analyzing the data obtained then associated with the phenomenon found through the researchers' glasses. The results of this study obtained two themes, namely student knowledge regarding the management of digital archives owned using cloud storage and the behavior of using cloud storage that was raised by computer engineering students. While managing digital archives owned by students, it tends to be done simply in accordance with their knowledge and abilities. The management stage is carried out starting from the selection stage, the structuring and grouping stage, the evaluation stage and the meeting again. All stages of management that are carried out are of course related to one another. The utilization behavior shown by students has different goals in various ways to help with their lecture activities. The behavior of using cloud storage that is carried out is adjusted to the needs and interests of students to be able to meet information needs to support their academic activities.
PERAN PERPUSTAKAAN KELILING KABUPATEN SEMARANG DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN Andri Andri; Roro Isyawati Permata Ganggi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.314 KB) | DOI: 10.14710/jip.v7i3.161-170

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang dalam InteraksiSosial Masyarakat di Desa Jetis Kecamatan Bandungan”. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana peran perpustakaan keliling Kabupaten Semarang dalaminteraksi sosial yang dilakukan dengan masyarakat Desa Jetis Kecamatan Bandungan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, 4 (empat) orang merupakan pemustaka/pengunjung perpustakaan keliling, dan 2 (dua) orang pustakawan, yaitu seorang pustakawanperpustakaan keliling Kabupaten Semarang, serta pustakawan perpustakaan Desa Jetis.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil daripenelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang menjalininteraksi sosial yang positif dengan masyarakat Desa Jetis, hal tersebut ditandai denganadanya bentuk-bentuk assosiatif yang dihasilkan dalam interaksi tersebut. Perpustakaankeliling memposisikan diri sebagai individu dalam interaksi sosial sehingga menghasilkanhubungan yang erat antara perpustakaan dan masyarakat. Selain itu perpustakaan kelilingjuga menjadi sebuah “wadah” bagi masyarakat, memfasilitasi masyarakat dalambersosialisasi.
Manajemen Informasi Kesehatan terhadap Stigma Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 di Desa Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Adela Nadinda Putri; Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.6.4.479-492

Abstract

Manajemen informasi kesehatan merupakan proses yang dilakukan oleh setiap individu untuk mengatur informasi kesehatan hingga menyebarluaskan ke dalam lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen informasi kesehatan terhadap stigma masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 di Desa Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan terbuka (indepth, open-ended interviews), dan dokumen tertulis. Pemilihan informan dilakukan dengan cluster sampling dan membagi informan menjadi 3 klaster. Klaster 1 yaitu pemangku kebijakan, klaster 2 informan yang sudah melakukan vaksin dan patuh protokol kesehatan, dan klaster 3 informan yang tidak melakukan vaksin dan tidak patuh protokol kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen informasi kesehatan yang dilakukan memberikan stigma positif dan negatif di Desa Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Fasefase yang dilewati dalam manajemen informasi kesehatan yaitu menemukan kembali informasi, menyimpan informasi, mengatur informasi, mengambil informasi saat dibutuhkan, hingga menyebarluaskan informasi. Kemampuan dan kebiasaan dalam menggunakan media sosial dan peran pemangku kebijakan dapat mempengaruhi stigma dalam memperoleh informasi kesehatan di masa pandemi covid-19.
Potret analisis difusi inovasi dalam publikasi artikel ilmiah di Lentera Pustaka Siti Mas Fuah; Roro Isyawati Permata Ganggi
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 18 No 2 (2022): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v18i2.5123

Abstract

Introduction. The relationship between the diffusion of innovation and the scientific publication is in the process of scientific communication through media that records previous knowledge from research. The purpose of this study is to show stages of innovation adoption from the articles in one academic journal namely Lentera Pustaka. Data Collection Methods. This study used qualitative research approach with descriptive analysis. Data collection techniques were conducted through observations, interviews, and document study. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data Analysis. We analysed the data by reducing, presenting, and drawing conclusions or verification. Results and Discussion. Innovations or new ideas from articles that have been adopted and implemented, are key points. The stage of adopting innovations from scientific articles starts from the published findings, then the adopters produce new knowledge from pre-existing knowledge. Conclusion. The stages of adoption of article innovation in Lentera Pustaka include knowledge, persuasion, decision making, implementation, and confirmation. The editorial board of Lentera Pustaka can ask eaders to participate in the survey related to the interests of proposed research topics. This research shows that articles in scientific journals can be a solution to scientific problems.
Factors Related to Women Health Literacy in The Coastal Area at Semarang City Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Murni Murni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.091 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.641

Abstract

Improving women health literacy is crucial. In addition to improving individual health conditions, a mother is also closer to her child in terms of parenting. Nevertheless, there are still various factors that influence the improvement of health literacy, especially in coastal areas. This study aims to determine the health literacy of women in coastal areas and the factors that influence it. This research is quantitative research with a cross-sectional approach. The research was conducted from March to July 2021 with locations in 4 sub-districts in the coastal area at Semarang City, namely Genuk, Tugu, North Semarang, and West Semarang. Respondents in this study were 220 people who were selected using the cluster random sampling technique. Data were obtained through interviews with questionnaires and analyzed by univariate and bivariate tests. Based on the results of the study, most of the respondents (65.5%) had health literacy at a medium level. Several factors that influence health literacy include education (p-value=0.006 ), motivation (p-value=0.0001), resources (p-value=0.0001), and social culture (p-value=0.011). Increasing knowledge and motivation related to health can be done through informal health training and group sharing. In addition, the support of resources from the government and the support of community leaders is also needed to improve health literacy in coastal areas. Abstrak: Peningkatan literasi kesehatan pada wanita merupakan hal yang krusial. Selain untuk meningkatkan kondisi kesehatan individual, seorang ibu juga lebih dekat dengan anak dalam hal pengasuhan. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai faktor yang berpengaruh dalam peningkatan literasi kesehatan terutama di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi kesehatan pada wanita di daerah pesisir dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan selama bulan Maret hingga Juli 2021 dengan lokasi di 4 Kecamatan daerah pesisir Kota Semarang yaitu Genuk, Tugu, Semarang Utara dan Semarang Barat. Responden dalam penelitian ini sebanyak 220 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden (65,5%) memiliki literasi kesehatan dengan dengan level menengah. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap literasi kesehatan diantaranya adalah pendidikan (p=0.006 ), motivasi (p=0.0001), sumber daya (p=0.0001), dan kultur sosial (p=0.011). Peningkatan pengetahuan dan motivasi terkait kesehatan dapat dilakukan melalui pelatihan informal  kesehatan  dan grup sharing. Selain itu dukungan sumber daya dari pemerintah dan dukungan tokoh masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan di daerah pesisir.