Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap, Peran Teman Sebaya dan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Izzulhaq, Lazuardi Nabiel; Ningsih, Wahyu Tri; Nugraheni, Wahyuningsih Triana
Journal of Health Management Research Vol 2 No 2 (2023): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v2i2.456

Abstract

Background:Middle adolescents, who range from 14 to 16 years of age, are characterized by the following features: a need for identity, an emerging need to relieve stress, strong feelings of love, and fantasies of engaging in sexual activity Aims:The aim of the study was to find out how knowledge, attitudes, peer roles and premarital sexual behavior are described in adolescents at SMP Negeri 6 Tuban. Methods:The design of this study was descriptive. The research population was all students of class IX at SMP Negeri 6 Tuban, totaling 242 students. The sample size is 150 students using the Simple Random Sampling technique. Retrieval of data with questionnaires and descriptive analysis using frequency tables. Results:The results showed that the students of SMP Negeri 6 Tuban mostly had good knowledge (75%), while the attitude of the majority still had a negative attitude (63%).Then a small portion of the role of peers play a role in premarital sexual behavior with a percentage (25%). And a small proportion of sexual behavior in adolescents is at serious risk (1%) Conclusion:The more knowledge received the better the students' knowledge so that students can sort out the right information, understand and understand the impact of premarital sexual behavior on adolescents, and believe that the existence of this information will influence the students' personal attitudes which are good too.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG Nurmalitasari, Ansika; Ningsih, Wahyu Tri; Nugraheni, Wahyuningsih Triana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.3962

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyarakat. Pravelensi Anemia yang terjadi pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang sebanyak 159 remaja putri (3,74%) pada rentang usia 10-18. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan desain penelitian  deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah populasi 354 remaja putri dan di dapatkan sampel sebanyak 188 remaja putri. Teknik pengupulan data yang digunakan adalah kuisioner online melalui link google form yang dibagikan kepada remaja melalui pesan WhatsApp. Data yang terkumpul di sajikan dalam bentuk tabel frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Anemia pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik, perilaku dalam pencegahan Anemia pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang hampir seluruhnya memiliki kategori perilaku kurang, dan sebagian besar remaja putri yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang memiliki pengetahuan baik dan berperilaku kurang dalam mencegah Anemia.Remaja putri sebagian besar memiliki pengetahuan tentang Anemia baik dan memiliki perilaku dalam mencegah Anemia kurang, hal ini dikarenakan banyaknya remaja putri yang tidak memiliki persediaan tablet tambah darah di rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya dukungan keluarga untuk mencegah anemia dengan menyediakan obat tambah darah dirumah dan juga menyediakan makanan yang mengandung zat besi agar zat besi terpenuhi.Kata Kunci : Pengetahuan, Anemia, Remaja PutriABSTRAKGAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA  PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG Anemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyarakat. Pravelensi Anemia yang terjadi pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang sebanyak 159 remaja putri (3,74%) pada rentang usia 10-18. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan desain penelitian  deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah populasi 354 remaja putri dan di dapatkan sampel sebanyak 188 remaja putri. Teknik pengupulan data yang digunakan adalah kuisioner online melalui link google form yang dibagikan kepada remaja melalui pesan WhatsApp. Data yang terkumpul di sajikan dalam bentuk tabel frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Anemia pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik, perilaku dalam pencegahan Anemia pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang hampir seluruhnya memiliki kategori perilaku kurang, dan sebagian besar remaja putri yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang memiliki pengetahuan baik dan berperilaku kurang dalam mencegah Anemia.Remaja putri sebagian besar memiliki pengetahuan tentang Anemia baik dan memiliki perilaku dalam mencegah Anemia kurang, hal ini dikarenakan banyaknya remaja putri yang tidak memiliki persediaan tablet tambah darah di rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya dukungan keluarga untuk mencegah anemia dengan menyediakan obat tambah darah dirumah dan juga menyediakan makanan yang mengandung zat besi agar zat besi terpenuhi.Kata Kunci : Pengetahuan, Anemia, Remaja Putri
TINGKAT PENDIDIKAN, USIA, PEKERJAAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERAKURAK KABUPATEN TUBAN: Penelitian Terhadap Hubungan dari Tingkat Pendidikan, Usia, Pekerjaan dengan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban Rizkiatul Nisa, Rizkiatul; Nugraheni, Wahyu Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i3.5850

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya yang efektif untuk menurukan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan pada bayi. Pada tahun 2020 cakupan imunisasi di puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban memiliki angka cakupan imunisasi rendah yaitu sebesar 87,5% sedangkan untuk cakupan UCI Desa/Kelurahan di Puskesmas Merakurak sebesar 40,0%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, usia, pekerjaan dengan pengetahuan ibu tentang  imunisasi dasar pada balita. Desain penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban. Besar sampel sebanyak 125 ibu. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan, adalah kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu hampir setengahnya berpendidikan menengah (SMA) sebanyak 45,6%, sebagian besar berusia 26-35 tahun sebanyak 55,2%, sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 64,8%, dan terbanyak ibu berpengetahuan Cukup sebanyak 49,6%. Hasil uji Chi Square  didapatkanp=0,000 dengan p<0,05 yang berarti ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu. Nilai p=0,1333 dengan p>0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara usia dengan pengetahuan ibu, Nilai p=0,004 dengan p<0,05 yang berarti ada hubungan antara pekerjaan ibu tentang imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban. Dibutuhkan peningkatan pengetahuan dengan memberikan edukasi dan Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi kepada ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban.
Pemberdayaan Pasien Diabetes Mellitus Dalam Meningkatkan Self- Efficacy Manajemen Diabetes Melalui Psikoedukasi Dan Pendampingan Program Prolanis Sebagai Upaya Mengoptimalkan Aktivitas Fisik Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Ningsih, Wahyu Tri; Sumiatin, Titik; Bahrudin, Moch; Dari, Tanty Wulan; Maimuna, Siti; Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua orang yang menderita diabetes harus disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dan latihan sebagai bagian dari manajemen glukosa mereka dan kesehatan secara umum. Jika tidak disertai nefropati, aktivitas fisik adalah komponen penting dalam mengelola diabetes mellitus. Aktivitas fisik yang dilakukan selain untuk menjaga kebugaran juga dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitifitas insulin. Penderita diabetes mellitus masih banyak yang kurang dalam melakukan aktivitas fisik dan menunjukkan self efficacy yang rendah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy dalam upaya peningkatan aktivitas pasien diabetes mellitus melalui psikoedukasi dan pendampingan pada 60 peserta prolanis Puskesmas Tuban, Kec. Tuban, Kab. Tuban. Metode yang digunakan adalah memberikan psikoedukasi dengan penyuluhan dan diskusi menggunakan media booklet. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah self efficacy peserta untuk melakukan aktivitas fisik meningkat ditunjukkan dengan kemauan yang kuat dari peserta untuk melakukan aktivitas fisik disertai dengan peningkatan peserta yang melakukan aktivitas fisik sesuai anjuran. Self-efficacy menjadi faktor yang berkaitan dengan tingkat aktivitas fisik peserta, dengan meningkatnya self efficacy peserta untuk melakukan aktivitas fisik, meningkatkan aktivitas fisik peserta prolanis