Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKS DAN NIAT REMAJA DALAM MELAKUKAN PERILAKU SEKS BERESIKO Purwanto, Hadi; Sumiatin, Titik; Ningsih, Wahyu Tri
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.487 KB) | DOI: 10.32528/the.v7i1.384

Abstract

Adolescents have high curiosity, including the issue of sexuality. Adolescent curiosity about sexuality due to the development phase of teenagers who enter puberty characterized by the maturation of the reproductive system and the production of sex hormones. This study aims to determine the influence of attitudes about seks behaviortoward adolescent intention of doing risky sexual behavior. This study used analytic design with cross sectional approach. The sample in this study were high school students in the districts of Tuban amounted to 349 people by using simple random sampling. The data collection done by using the a questionnaire. The statistical test used is ordinal logistic regression to examine the influence between variables. The result showed that there was influence adolescent attitudes toward intention in sexual behavior (p = 0.000). If the adolescent attitude positive, the teen has no intention of doing risky sexual behavior. Adolescents can maintain and improve the knowledge and a positive attitude by the way can sort and filter the information gathered from the mass media about sexual behavior
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Orang Tua tentang Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Anugrahaeni, Herni Ayu; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KEPERAWATAN WIDYAGANTARI INDONESIA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i1.3459

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada balita berusia kurang dari lima tahun, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Tahun 2019 prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Semanding 25,54%, akan tetapi tahun 2020 stunting di Desa Penambangan mencapai 44,4%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita stunting di Desa Penambangan wilayah kerja Puskesmas Semanding. Besar sampel 114 orang, teknik sampling menggunakan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, yang di analisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian sebagian besar (54,4%) orang tua memiliki tingkat pendidikan dasar dan hampir setengahnya (43,0%) memiliki pengetahuan tentang stunting yang cukup. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank Correlation didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang stunting. Sebagian besar orang tua dengan tingkat pendidikan dasar memiliki pengetahuan cukup, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang stunting di Desa Penambangan wilayah kerja Puskesmas Semanding mempunyai hubungan yang signifikan. Dengan demikian perlu ditingkatkan pendidikan secara informal maupun non formal, dan meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada orang tua dengan cara lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu, kegiatan penyuluhan, serta melakukan pendampingan untuk para orang tua yang memiliki balita stunting di Desa Penambangan wilayah kerja Puskesmas Semanding.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Ceramah dan Role Play Penanganan Bullying pada Remaja dalam Meningkatkan Pengetahuan Ningsih, Wahyu Tri; Sumiatin , Titik
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v7i1.4309

Abstract

Bullying merupakan fenomena yang tidak asing bagi kalangan remaja, dan merupakan salah satu perilaku berisiko. Perilaku bulying perlu dicegah sedini mungkin dengan sering memberikan pendidikan kesehatan pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektifitas pendidikan kesehatan ceramah dan role play penanganan bullying pada remaja dalam meningkatkan pengetahuan. Desain penelitian ini adalah Pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Sampel penelitian adalah 40 siswa di SMPN 2 Palang Kabupaten diambil dengan cara purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalasis menggunakan Wilcoxon signed Rank test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi hanya sebagian kecil yang mempunyai pengetahuan sangat baik (10%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar  (70%) berada pada kategori pengetahuan baik. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada data sebelum dan sesudah intevensi menghasilkan nilai r=0,000 (<0,05), menunjukkan pengetahuan remaja setelah intervensi secara signifikan lebih tinggi daripada sebelum intervensi. Pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan role play efektif digunakan sebagai metode untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang bullying pada remaja. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode yang melibatkan  peserta bisa digunakan untuk memberikan pendidikan kesehatan dilingkup yang lebih luas.
Pola Asuh Orang Tua dan Kecakapan Hidup (Life Skill) Personal dan Sosial Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tuban Wahyuningsih Triana, Nugraheni; Su'di; Ningsih, Wahyu Tri
Nursing Sciences Journal Vol 8 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v8i2.6177

Abstract

Laju pertumbuhan HIV/AIDS dapat ditekan dengan meningkatkan upaya kecakapan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Lingkungan keluarga sangat berperan dalam mengoptimalkan perkembangan kecakapan hidup remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kecakapan hidup (life skill) personal dan sosial remaja dalam pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja kelas IX di SMPN 2 Kabupaten Tuban sejumlah 250 siswa. Besar sampel yang digunakan 154 siswa menggunakan tehnik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan analisis yang digunakan adalah uji spearman rho. Hasil penelitian menginformasikan hampir seluruhnya (86,4%) pola asuh orang tua adalah demokrasi, sebagian besar (54,3%) kecakapan personal remaja adalah baik, sebagian besar (63,6%) kecakapan sosial remaja sebagian besar adalah cukup. Uji spearman rho didapatka nilai p = 0,429 (p< 0,005) tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan life skill (kecakapan personal) remaja dalam pencegahan HIV-AIDS dan  p = 0,299 (p<0,005) tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan life skill (kecakapan sosial) remaja dalam pencegahan HIV-AIDS. Pola asuh orang tua bukan merupakan satu-satunya yang mempengaruhi Kecakapan hidup (life skill) remaja, akan tetapi lingkungan sekolah dan masyarakat juga berperan dalam membentuk pribadi remaja.
PENGEMBANGAN KARAKTER PANCASILA DAN PEMBUATAN “KRANDOK” DI SDI TAHFIDZ ANANDA MANDIRI MEJASEM KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL Kusuma, Wahyu Jati; Berkah, Tampi; Supriyanti, Supriyanti; Afiyanti, Uhti Ulfa; Ningsih, Wahyu Tri; Kusumawati, Yesi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.3086

Abstract

Artikel ini memaparkan tentang Kegiatan Pengabdian bertema “KRANDOK” yang merupakan singkatan dari kerajinan Enceng Gondok. Kegiatan ini dilaksanakan di SDI Tahfidz Ananda Mandiri Mejasem dengan tujuan utama untuk mengatasi permasalahan dalam pengolahan enceng gondok, meningkatkan minat belajar siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran digital, meningkatkan kreatifitas siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui poster selama tiga sesi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, dimulai dari perencanaan, observasi, penyampaian materi, bimbingan belajar, pelatihan pembuatan kerajinan enceng gondok, evaluasi, dan penyusunan laporan. Menurut rencana, terdapat tiga kegiatan inti, yaitu penggunaan media pembelajaran interaktif smart box dan wordwall, pemanfaatan tanamanan enceng gondok untuk kerajinan, dan perlombaan lomba mewarnai. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan keterampilan melalui kerajinan pembuatan enceng gondok, sertamendapatkan pembelajaran Pancasila yang menarik dan menyenagkan melaui smart box dan wordwall serta menumbuhkan kreativitas melalui lomba mewarnai poster. Hasilnya, anak-anak memperoleh manfaat keterampilan yang bermanfaat, serta pembelajaran yang lebih interaktif, dan meningkatkan kreativitas siswa
Penerapan Program Peduli Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Grujugan Lor Afandi, Mohammad Nor; Alfiatus Sholeha; Aufa Nabila; Devi Dwi Hajar; Dianatus Sholehah; Guitari Dwi Rengganis; Imamatun Nafi’ah; Latifah Agustin; Lathifatur Robbaniyyah; Lina Dwi Ramadhani; Muhammad Agil Husain; Nur Lia Nikmatul Karomah; Salsabila Nurmaulida Syifa; Ningsih, Wahyu Tri; Warisman Hidayat; Wesilatul Hokamah
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah menjadi isu lingkungan yang serius di Desa Grujugan Lor, Kabupaten Bondowoso, akibat rendahnya kesadaran warga dalam memilah dan membuang sampah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis lingkungan, mahasiswa UIN KHAS Jember melaksanakan Program Peduli Sampah dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini dilakukan selama 40 hari dengan metode partisipatif melalui observasi, penyuluhan, praktik lapangan, serta pengadaan beberapa unit tempat sampah terpilah di titik-titik strategis desa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada perilaku warga, di mana masyarakat mulai terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Dampak program tidak hanya terlihat pada meningkatnya kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi sirkular melalui pengumpulan sampah anorganik untuk dijual dan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos. Meski demikian, kendala masih ditemui, seperti keterbatasan kapasitas tempat sampah dan belum adanya sistem pengangkutan teratur. Secara keseluruhan, program ini terbukti mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta tujuan 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim. Temuan ini menegaskan pentingnya penyediaan infrastruktur sederhana yang mudah diakses sebagai pemicu perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
Pengetahuan Lansia tentang Penyakit Hipertensi Puskesmas Wire Wicaksana, Dhimas Putra; Ningsih, Wahyu Tri; Triana N, Wahyuningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14536

Abstract

Jumlah penderita hipertensi di Tahun 2013 sebesar 25,8%, pada tahun 2021 terjadi peningkatan penderita hipertensi sebesar 34,1%. Kemudian pada tahun 2025 prevalensi hipertensi diperkirakan akan meningkat dua kali lipat, dengan 1,5 juta orang menderita hipertensi. Khususnya di puskesmas Wire telah mendata sekitar 581 orang lansia yang menderita penyakit tersebut pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik (umur, pekerjaan, pendidikan). Mengidentifikasi pengetahuan lansia, dan mendeskripikan pengetahuan lansia berdasarkan karakteristik (umur, pekerjaan, pendidikan). Desain penelitian deskriptif dan pendekatannya berupa cross-sectional. Lebih lanjut, populasinya ialah semua lansia yang menderita hipertensi di Puskesmas Wire sejumlah 328 orang, dengan besaran sampelnya ialah 180 orang. Adapun teknik samplingnya berup Purposive Sampling. Variabel penelitian yakni pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi. Cara pengambilan data dengan kuesioner, data dianalisa secara deskriptif dengan tabel, distribusi, frekuensi, presentase. Hampir seluruh dari lansia di puskesmas wire berusia 60-74 tahun, hampir seluruh lansia berpendidikan PT, dan sebagian besar lansia tidak bekerja. Sebagian besar lansia di puskesmas wire memiliki pengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi. Hampir seluruh dari lansia yang berusia 60-74 tahun berpengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi, hampir setengahnya dari lansia yang berpendidikan PT, dan sebagian besar dari lansia dengan pengetahuan cukup tidak bekerja. Pengetahuan lansia di puskesmas wire tidak hanya dipengaruhi oleh usia, pendidikan, pekerjaan. Akan tetapi terdapat factor lain yang mempengaruhi yaitu lingkungan dan social budaya.
Tugas Kesehatan Keluarga Dalam Perawatan Penderita TBC Paru Di Puskesmas Tuban Bagus F, Mochamad Yanuar; Triana N, Wahyuningsih; Ningsih, Wahyu Tri; Yunariyah, Binti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14693

Abstract

Puskesmas Tuban merupakan urutan ke 2 terbanyak penderita TBC Paru. Hal ini mempunyai risiko penularan dan meningkatkan jumlah penderita TBC Paru di Kabupaten Tuban. Tujuan Penelitian ini menggambarkan bagaimana tugas keluarga dalam perawatan penderita TBC Paru di Puskesmas Tuban. Desain penelitian deskriptif. Populasi seluruh keluarga penderita TBC Paru yang menjalani pengobatan 6 bulan 37 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling sejumlah 37 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tugas kesehatan keluarga dalam perawatan penderita TBC Paru di Puskesmas Tuban yang masuk dalam kategori baik sebanyak 24 orang (65%). Sebagian besar Keluarga Penderita TBC Paru menjalankan Tugas Kesehatan Keluarga dalam kategori baik. Seluruhnya keluarga penderita TBC Paru berusia 17-25 tahun tugas kesehatan keluarga baik, hampir seluruhnya keluarga penderita TBC Paru berpendidikan Perguruan Tinggi tugas kesehatan keluarga baik, dan sebagian besar keluarga pederita TBC Paru bekerja tugas kesehatan keluarga baik.
Pengetahuan Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sumurgung Kecamatan Palang Ariyana, Khofifah Novi; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10530800

Abstract

Tuberculosis in Indonesia is one of the most common diseases, although Indonesia still has a high rate of pulmonary TB. Lack of awareness of pulmonary TB sufferers and their families is one of the causes of the disease. The aim is to determine the relationship between knowledge and behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis at the Sumurgung Community Health Center, Palang District. Collaborative analytic research design with a cross-sectional approach. The research population of all families of pulmonary tuberculosis patients in 2022 at the Sumurgung Community Health Center was 51 people. The sampling technique used is total sampling. The sample from this study was 51 families of pulmonary tuberculosis patients. Independent variable is family knowledge, dependent variable is family behavior in preventing pulmonary tuberculosis. How to collect data with a questionnaire, using the "Chi-Square" correlation test. The results of this study indicated that almost half (33%) had poor knowledge of transmission, poor prevention behavior, while a small proportion (14%) of families with good knowledge of transmission and good prevention behavior. From the results of the Chi-Square test, the P-Value = 0.715 where the P-Value > α (0.05) so that it can be concluded that there is no relationship between family knowledge and pulmonary tuberculosis prevention behavior at the Sumurgung Health Center. Efforts to reduce the rate of pulmonary tuberculosis, namely motivating families during treatment and good counseling for pulmonary tuberculosis patients in preventing wider transmission and increasing counseling, (health education), motivation and treatment services for health workers, especially in families with family members infected with tuberculosis Lungs.
Pola Makan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban Herlambang, Yoga Septian; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Journal of Health Management Research Vol 3 No 2 (2024): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v3i2.479

Abstract

Background: Hypertension, also known as high blood pressure, is a non-communicable disease which is one of the leading causes of death in the world. WHO data shows that hypertension is still a major health problem. At this time people still often consume foods that cause hypertension and diet is one of the main modifiable risk factors for hypertension. Aims: The purpose of this research is to know the eating patterns of hypertension sufferers at the Tuban Health Center. Methods: The design of this study was descriptive. The study population was all hypertensive patients who took part in the Prolanis program at the Tuban Health Center, totaling 64 patients. The sample size is 64 patients. Using Total Sampling technique. Retrieval of data with a questionnaire. Data were analyzed descriptively with frequency tables. Results: The results showed that the most hypertension sufferers at the Tuban Health Center were aged 56-65 years (40.6%). Most people with hypertension have secondary education (37.5%). And most of them don't work (54.6%). Most of the eating patterns in people with hypertension are lacking (58%). Most of the hypertensive patients aged >65 years had a good diet (71%), almost all of the highly educated hypertensive patients had a poor diet (76%), and most of the unemployed hypertensive patients had a moderate diet. less category (60%). Conclusion: Increasing age makes a person more concerned with eating patterns, the level of education also does not make someone maintain eating patterns, someone who does not work tends not to maintain diets.