Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Green Aluminium M. Taufik Trimanda; Nahar Maganda Saragih
Manajemen Kreatif Jurnal Vol. 1 No. 1 (2023): Februari: Manajemen Kreatif Jurnal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/makreju.v1i1.1040

Abstract

Dalam melakukan kegiatan di lapangan oleh karyawan PT. Aluminium Hijau, ketidaksesuaian pekerjaan sering terjadi. Kesenjangan ini dapat berupa keterlambatan waktu dalam bekerja karena masih adanya pegawai yang belum maksimal dalam bekerja. Maka dengan demikian perusahaan harus melakukan pengawasan terhadap seluruh karyawan agar kinerja dapat maksimal dan sesuai dengan target sebelumnya. Jumlah sampel yang diambil dari PT. Green Aluminium sebanyak 50 orang, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Model yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dan diolah menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan pada PT. Aluminium Hijau. Namun hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa motivasi tidak berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. Aluminium Hijau. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja dan motivasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Dan dapat diketahui bahwa Adjusted R Square sebesar 0,761 yang dapat disebut dengan koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 76,1% kinerja karyawan dapat diperoleh dan dijelaskan oleh pelatihan kerja dan motivasi. Sedangkan sisanya 100% - 76,1% = 23,9% dijelaskan oleh faktor atau variabel lain di luar model, seperti disiplin kerja, insentif, lingkungan kerja dan lain-lain.
Pengaruh Beban Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Pada Pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Nahar Maganda Saragih; Yuli Arnida pohan; Rahmat Abdillah Lubis
ACCUMULATED JOURNAL Vol 4 No 2 (2022): ACCUMULATED JOURNAL (JULI 2022 )
Publisher : LPPM Univ Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/accj.4.2.2022.173-185

Abstract

Arus kerja memiliki tujuan akhir adanya pengembangan karir, pengembangan karir dipicu oleh prestasi yang diukir oleh anggota organisasi. Pada pencapaian prestasi kerja tidak hanya berdampak pada kemajuan karir melainkan memberikan evaluasi terhadap pegawai dalam menilai kinerjanya dan mengambil tindakan- tindakan perbaikan guna meningkatkan kemampuannya melalui timbal balik yang diberikan oleh organisasi. Prestasi kerja pegawai cukup penting bagi pegawai maupun perusahaan karena dari prestasi kerja dapat disusun pusat perencanaan karir bagi karyawan sekaligus mendapatkan promosi. Bagi perusahaan, penilaian prestasi kerja karyawan bisa menjadi motivasi untuk karyawan agar bekerja lebih baik lagi. Dalam penelitian ini beban kerja dijadikan pemicu utama yang mempengaruhi prestasi kerja, dan hasil menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja. Selanjutnya faktor kedua yang mempengaruhi prestasi kerja yaitu budaya organisasi, budaya organisasi secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Dalam penelitian ini juga terdapat hasil bahwa secara simultan beban kerja dan budaya organisasi berpengaruh terhadap prestasi kerja. Nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 58%.
PENGARUH MASTERY EXPERIENCE DAN PERSUASI SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN SELF-EFFICACY PEGAWAI PADA INSTANSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN DELI SERDANG Nahar Maganda Saragih
ACCUMULATED JOURNAL Vol 3 No 2 (2021): ACCUMULATED JOURNAL (JULI 2021 )
Publisher : LPPM Univ Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/accj.3.2.2021.132-141

Abstract

Dalam semua sektor atau sebuah pembagian daerah administratif yang lazim dipakai di berbagai negara telah banyak lembaga yang menerapkan faktor diluar permasalahan internal menjadi perhatian khusus sebagai upaya guna mendongkrak loyalitas seorang pekerja. Upaya-upaya inilah yang menjadi salah satu aspek sumber daya manusia yang berkualitas. Mastery experience dan persuasi sosial dapat dikelompokkan menjadi atribut-atribut pembangun dan pendongkrak dari self- efficacy seorang pekerja. Dikarenakan dari faktor-faktor inilah secara efektif lembaga atau organisasi diharapkan dapat mengembangkan self-efficacy. Dalam Era hari ini ilmu pengetahuan disebar luaskan dari berbagai akses atau knowledge sharing. Lewat knowledge sharing inilah yang menimbulkan lahirnya perilaku atau sikap berbagi pengetahuan pekerja. Salah satu faktor yang memicu perilaku knowledge sharing yaitu kepercayaan seseorang akan kemampuan yang dimilikinya atau efikasi diri. Dalam penelitian ini banyaknya jumlah dari populasi yaitu berjumlah 76 pegawai. Adapun dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan dari segi parsial dan simultan mastery experience dan persuasi sosial memiliki pengaruh terhadap self-efficacy. Dan mastery experience dan persuasi sosial mampu mempengaruhi self-efficacy yaitu sebesar 88% pada pegawai Bappeda Daerah Kabupaten Deli Serdang
PENGARUH FAKTOR PERSONAL, FAKTOR ORGANISASIONAL, DAN FAKTOR NON ORGANISASIONAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN WISDOM SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA INSTANSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN DELI SERDANG Nahar Maganda Saragih
ACCUMULATED JOURNAL Vol 3 No 1 (2021): ACCUMULATED JOURNAL (JANUARI 2021 )
Publisher : LPPM Univ Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/accj.3.1.2021.71-83

Abstract

Secara fundamental disetiap lembaga maupun organisasi akan terus melakukan kiat-kiat guna mendorong seluruh aspek kemajuan perusahaan. Kiat-kiat tersebut di faktori oleh aspek sumber daya manusia yang berkualitas, kredibel dan memiliki loyalitas yang tinggi. Komitmen organisasi dalam tiap-tiap diri seorang pekerja akan mampu membawa organisasi menuju keberhasilan dan memberi dampak pada nilai-nilai organisasi, karena komitmen organisasi yang tinggi akan membuat para karyawan bersedia untuk memberikan semua pemikiran, tenaga, waktu demi tercapainya target- target perusahaan yang dinaunginya. Banyak hal yang menjadi dasar tumbuhnya komitmen organisasi meliputi faktor dari dalam individu itu sendiri atau faktor personal, faktor dari tempat karyawan tersebut bekerja atau faktor organisasional, dan faktor non organisasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 76 pegawai Bappeda Daerah Kabupaten Deli Serdang. Teknik analisis data menggunakan Regresi Linier Berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial dan simultan faktor personal, faktor organisasional dan faktor non organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Untuk variabel moderasi ditemukan bahwa variabel wisdom mampu memoderasi faktor personal, faktor organisasional dan faktor non organisasional terhadap komitmen organisasi.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PT. UNITED TRACTORS TBK CABANG MEDAN Nahar Maganda Saragih
ACCUMULATED JOURNAL Vol 2 No 2 (2020): ACCUMULATED JOURNAL (JULI 2020)
Publisher : LPPM Univ Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/accj.2.2.2020.111-123

Abstract

Pada dasarnya tiap tiap organisasi selalu berupaya untuk meraih pencapaian kerja yang dicita-citakan lewat sumber daya manusia yang mumpuni. Dengan hal itulah sumber daya manusia terus selalu dirawat guna seimbang dan mampu mewujudkan apa yang menjadi target organisasi. Organizational citizenship behavior dalam tiap-tiap diri seorang pekerja akan membawa organisasi menuju kesuksesan. Sebab organizational citizenship behavior yang tinggi pasti akan mampu mewujudkan kinerja yang baik. Faktor yang dapat mempengaruhi tingginya organizational citizenship behavior karyawan dalam bekerja dapat dipicu oleh beberapa aspek seperti kepemimpinan dan karakteristik individu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 92 karyawan di PT. United Tractors Tbk Cabang Medan. Data diambil dengan cara menyebarkan kuesioner kepada karyawan. Teknik analisis data menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan kepemimpinan dan karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior sebesar 0,000<alpha 0,05 dan secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior sebesar 0,002<alpha 0.05 dan secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior sebesar 0,000<alpha 0,05.