Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Job Satisfaction dan Psychosocial Safety Climate Terhadap Employee Engagement Pada Karyawan Konstruksi Wenny Wulandari
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.511260

Abstract

Kemajuan Perusahaan menjadi sorotan penting dalam menghadapi persaingan diera globalisasi. Perusahaan harus mempertahankan aset agar mampu menghadapi persaingan dengan merawat employee engagement. Penelitian ini bertujuan menguji Pengaruh job satisfaction dan psychosocial safety climate terhadap employee engagement pada karyawan jasa kontruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Explanatory Survey. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 80 karyawan jasa kontruksi swasta di PT. X dengan masa kerja diatas satu tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini Utrecht Work Engagement Scale (UWES), skala job satisfaction, dan skala psychosocial safety climate. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa job satisfaction berpengaruh sebesar 40,9% terhadap variabel employee engagement, variabel psychosocial safety climate berpengaruh sebesar 45,6% terhadap variabel employee engagement, sedangkan secara bersama-sama variabel job satisfaction dan psychosocial safety climate memiliki pengaruh sebesar 48,3% terhadap variabel employee engagement. Diketahui juga bahwa karyawan dalam penelitian ini memiliki job satisfaction, psychosocial safety climate, dan employee engagement yang tergolong dalam katagori sedang. Karyawan memiliki ikatan yang cukup kuat secara emosional dengan Perusahaan. Sikap engagement yang dimiliki oleh karyawan tidak luput dari faktor well being yang dimiliki, lingkungan kerja, dan juga peranan dari atasan/ pemimpin pada suatu departemen atau Perusahaan
PKM OPTIMALISASI LAYANAN KONSELING DENGAN JOURNALING TERAPY DALAM MENGATASI STRES PADA GURU BK SMK DI SMK KABUPATEN BOGOR Neng Triyaningsih Suryaman; Rindang Wahjuningtijas; Wenny Wulandari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 10: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi guru BK selain memberikan tugas dan pembelajaran juga berperan dalam mengarahkan siswa/i agar dapat berperilaku sesuai dengan aturan yang ada. Tidak sedikit Guru BK SMK di sekolah mengalami benturan dalam menghadapi perilaku siswa yang berujung pada stres. Tujuan PkM ini adalah membantu para Guru BK SMK khsusnya di Kabupaten Bogor untuk menuangkan pikiran dan perasaan dalam kegiatan Journaling Terapy untuk mengatasi perasaan dan keluhan terhadap stres baik yang muncul akibat tekanan pekerjaan dalam menjalani profesi sebagai Guru maupun masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan sesi konseling. Hasil yang didapat bahwa guru BK SMK mengalami keadaan stres dan kesulitan untuk menuangkan perasaannya. Setelah dilaksanakan layanan konseling Journaling therapy, peserta PkM merasa lebih releks karena merasa sebagian permasalahan yang dihadapi sedikit berkurang dan merasa lebih termotivasi dengan mengingat kelebihan diri, keberuntungan atau penghargaan yang pernah didapat, serta hal positif lain yang tertuang dalam tulisan Journaling.
JOURNALING THERAPY DALAM MENGATASI STRES GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMK DI KABUPATEN BOGOR Neng Triyaningsih Suryaman; Rindang Wahjuningtijas; Wenny Wulandari
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.12988

Abstract

The Guidance and Counseling Teacher profession not only plays a role in helping students' problems and achieving their developmental tasks through guidance and counseling services, but also has other workloads as an educator in schools. Vocational high school counseling guidance teachers, especially in the Bogor Regency Area, are still found to experience collisions in dealing with student behavior that leads to stress. The purpose of this study is to help vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency to express thoughts and feelings in Journaling Therapy activities to overcome feelings and complaints about stress, both those that arise due to work pressure in carrying out the profession as a teacher, as well as personal problems. With this, researchers conducted a study to prove how Journaling Therapy in overcoming stress in vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The results of this study found that vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency experienced a state of stress and difficulty expressing their feelings.
JOURNALING THERAPY DALAM MENGATASI STRES GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMK DI KABUPATEN BOGOR Neng Triyaningsih Suryaman; Rindang Wahjuningtijas; Wenny Wulandari
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.12988

Abstract

The Guidance and Counseling Teacher profession not only plays a role in helping students' problems and achieving their developmental tasks through guidance and counseling services, but also has other workloads as an educator in schools. Vocational high school counseling guidance teachers, especially in the Bogor Regency Area, are still found to experience collisions in dealing with student behavior that leads to stress. The purpose of this study is to help vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency to express thoughts and feelings in Journaling Therapy activities to overcome feelings and complaints about stress, both those that arise due to work pressure in carrying out the profession as a teacher, as well as personal problems. With this, researchers conducted a study to prove how Journaling Therapy in overcoming stress in vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The results of this study found that vocational high school counseling guidance teachers in Bogor Regency experienced a state of stress and difficulty expressing their feelings.
Employability Skills and Career Readiness Among Muslim Vocational Students: Mediating Role of Career Decision-Making Self-Efficacy Wenny Wulandari; Arif Sahin; Wise Rahmawan; Farouq Fathurrahman; Muh. Azhar Mubarak; Wiffy Zalina Putri
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : State Islamic University (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v7i1.6336

Abstract

Rapid changes in the labour market require vocational students to develop career readiness supported by employability skills and psychological resources for career decision-making. This study tested the direct and indirect effects of employability skills on career readiness via Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE) among Grade-12 Muslim vocational students. Using a cross-sectional design, all students at SMK Multicomp Depok, Indonesia (N = 215) were surveyed using saturated sampling, with Muslim status verified through school records. Adapted measures were used: the Self-Perceived Employability Scale (α = .96), the Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (α = .95), and the Student Career Readiness Scale (α = .98). Mediation was examined using PROCESS Macro for SPSS (Model 4) with bootstrap resampling. Employability skills significantly predicted CDMSE (b = 1.21, SE = .12, t = 10.22, p < .01; R² = .33) and career readiness (direct effect controlling for CDMSE: b = .66, SE = .11, t = 6.09, p < .01). CDMSE also significantly predicted career readiness (b = .42, SE = .05, t = 8.13, p < .01; model R² = .53). The indirect effect of employability skills on career readiness via CDMSE was significant (b = .51, SE = .09, 95% BC CI [.35, .70]), indicating partial mediation. The findings support Social Cognitive Career Theory and suggest that guidance and counseling programs should integrate employability development with interventions that strengthen decision-making self-efficacy. Limitations include the cross-sectional design, self-report measures, and a single-school sample; future research should use longitudinal designs and broader settings to improve generalizability.
Penguatan Identitas Karier Siswa SMK di Era Digital melalui Pendekatan Career Construction Theory: Program Pengabdian Berbasis Pelatihan Reflektif Arif Sahin; Wenny Wulandari; Wise Rahmawan; Farouq Fathurrahman; Salma Syahidah Salsabila; Zahwa Aprilia; Muh. Azhar Mubarak
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ms1krd27

Abstract

Perubahan dunia kerja di era digital yang semakin dinamis dan tidak linier menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki identitas karier yang jelas dan adaptif. Namun, banyak siswa masih mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan kecemasan dalam menentukan arah karier setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa layanan karier di sekolah belum sepenuhnya memfasilitasi proses refleksi diri dan konstruksi makna karier secara personal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan kelompok secara luring di SMK Multicomp Depok dengan melibatkan siswa SMK sebagai peserta. Pelatihan menggunakan pendekatan reflektif-partisipatif berbasis naratif yang memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi nilai hidup, pengalaman bermakna, serta menyusun narasi karier pribadi. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media PowerPoint, penggunaan lembar kerja reflektif, serta diskusi dan refleksi terbimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai makna karier, memperjelas arah karier, serta memperkuat kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi dari sekolah ke dunia kerja di era digital. Siswa juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap karier dari yang semula bersifat sempit dan eksternal menjadi lebih reflektif, personal, dan adaptif. Pelatihan penguatan identitas karier berbasis Career Construction Theory terbukti relevan dan aplikatif sebagai model layanan karier dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berpotensi menjadi alternatif pengembangan layanan bimbingan karier di SMK yang lebih reflektif, partisipatif, dan berkelanjutan.