Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Rasio Laporan Keuangan: Perhitungan Rentabilitas, Likuiditas & Solvabilitas pada PT Telekomunikasi Tbk Darni Santi Telaumbanua; Rahmat Silaban; Pinta Romaito Siahaan; Hamonangan Siallagan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.8139

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi keuangan PT Telkom Tbk pada tahun 2009 dan 2010 menggunakan rasio likuiditas dan solvabilitas untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek serta ketergantungan terhadap utang. Rasio likuiditas yang digunakan meliputi Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio. Hasil perhitungan menunjukkan peningkatan pada Current Ratio dari 60,2% di tahun 2009 menjadi 91% di tahun 2010, serta Quick Ratio yang juga meningkat dari 60% menjadi 91% pada periode yang sama. Cash Ratio mengalami kenaikan dari 29% menjadi 44,5%, menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dari sisi solvabilitas, Debt to Equity Ratio turun dari 125% pada 2009 menjadi 97% pada 2010, mengindikasikan penurunan ketergantungan pada utang untuk pembiayaan aset perusahaan. Secara keseluruhan, hasil analisis ini menggambarkan adanya perbaikan dalam likuiditas dan solvabilitas perusahaan, yang berdampak pada peningkatan stabilitas keuangan PT Telkom Tbk.
Analisis Perlakuan Akuntansi Warkat Kliring Tertolak dan Dampaknya terhadap Laporan Keuangan Bank Joy Eklesya Silaban; Dean Christian Hutajulu; Romanty Julia Hutasoit; Willy Sangga Reja Galingging; Thalia Sreshi Oxana Sidabalok; Hamonangan Siallagan
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 1 (2026): April: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan (JUMBIKU)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumbiku.v6i1.6817

Abstract

Rejected clearing instruments are one of the operational risks frequently encountered by banking institutions and may affect the reliability of financial statements if they are not accounted for properly. The accounting treatment of rejected clearing instruments includes recognition, measurement, recording, and presentation that must comply with applicable financial accounting standards and banking regulations. This research aims to analyze the accounting treatment of rejected clearing instruments and its impact on bank financial statements, particularly on earnings quality, asset valuation, and credit risk. The research method employs a qualitative approach using literature review and descriptive analysis of accounting practices in the Indonesian banking sector. Data are obtained from academic journals, financial accounting standards, and regulations related to clearing systems and financial instruments. The results indicate that improper accounting treatment of rejected clearing instruments may lead to misstatements in receivable accounts, revenue recognition, and allowance for impairment losses, which ultimately affect the fairness of financial statements. Therefore, banks are required to implement consistent accounting policies in accordance with prevailing standards to enhance transparency, accuracy, and the reliability of financial information presented to stakeholders.
Pengaruh Permodalan Bank terhadap Efisiensi Operasi dan Performa Intermediasi Perbankan Jaysica Balen; Nesya Septry Tarigan; Anugrah Indah Siregar; Hamonangan Siallagan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6747

Abstract

Banking plays an important role in the economy through its intermediary function, so capital adequacy and operational efficiency are key to maintaining stability and credit distribution. However, previous research findings on the relationship between capital adequacy and operational efficiency and intermediary performance are still diverse and require a more structured synthesis. This study aims to analyse the effect of bank capital on operational efficiency and banking intermediation performance. The method used is a literature study with a systematic literature review design. The research population consists of peer-reviewed scientific journal articles that discuss bank capital and its relationship with operational efficiency and/or banking intermediation. The sampling technique uses purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria, resulting in a sample of 15 selected articles with active DOIs. The study location is focused on the Indonesian banking context with the support of international study findings as a comparison. The synthesis results show that capital adequacy is generally related to increased operational efficiency through strengthened risk management, governance, and cost control capacity, as well as strengthened intermediation capabilities through credit distribution resilience. However, the impact of capital is not always linear because unproductively managed capital has the potential to cause inefficiencies and an overly conservative attitude towards credit. The implication is that banks need to optimise capital utilisation for efficiency and productive credit distribution, while regulators need to ensure that capital policies promote stability and healthy intermediation.
Analisis Penatausahaan Aset Tetap Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Laporan Keuangan Daerah Cikuita Vidi Sastia Daeli; Nadia Marintan Sirait; Keren Eoudia Sitompul; Hamonangan Siallagan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6748

Abstract

Fixed asset management is important in realising the accountability of local government financial reports because fixed assets are of material value and are presented in local government balance sheets. Improper management can lead to discrepancies between administrative data and the physical condition of assets, weaken document traceability, and reduce the reliability of fixed asset information in financial reports. This study aims to analyse fixed asset management in improving the accountability of local government financial reports, focusing on bookkeeping, inventory, and reporting. The study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analysed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and tested for validity through triangulation. The results show that fixed asset management has been carried out in accordance with regulations, but is not yet optimal. The main problems include delays in recording, incomplete supporting documents, incomplete and unsustainable inventory, and discrepancies between administrative data and the physical condition of assets in the field. Fixed asset reporting is in accordance with the format, but the quality of information is highly dependent on the orderliness of bookkeeping and inventory. Improvements are needed through strengthening the competence of officials, optimising the asset information system, improving coordination, and continuous internal supervision.
Analisis Efisiensi Biaya Operasional (BOPO) Antara Bank Digital Dan Bank Konvensional Di Indonesia Gilbert Pebrianto Hutabarat; Hamonangan Siallagan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap perbankan di Indonesia melalui kemunculan bank digital yang menantang dominasi bank konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi biaya operasional antara bank digital dan bank konvensional dengan menggunakan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif sederhana melalui analisis dokumen laporan keuangan tahunan periode 2023-2024. Sampel dipilih secara purposive sampling, yang mencakup bank konvensional "Big Four" (BCA, BRI, Mandiri) dan bank digital utama (Allo Bank, Bank Jago, Bank Raya). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam struktur biaya dan tingkat efisiensi antara kedua kategori tersebut. Bank konvensional "Big Four" masih memimpin efisiensi secara absolut dengan rasio BOPO terendah (rata-rata di bawah 60%), yang didorong oleh skala ekonomi dan penguasaan dana murah. Sebaliknya, bank digital mencatatkan rasio BOPO yang lebih tinggi akibat besarnya investasi pada infrastruktur teknologi dan biaya akuisisi nasabah yang agresif. Meskipun demikian, bank digital menunjukkan akselerasi perbaikan efisiensi yang lebih progresif dibandingkan bank konvensional melalui otomatisasi proses bisnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan teknologi digital belum sepenuhnya mengungguli efisiensi bank konvensional besar yang telah berhasil mengintegrasikan layanan digital ke dalam model bisnis hibrida mereka.
PENGELOLAAN KAS PADA BANK UMUM Winda Hutabarat; Cindy Grace Mendrofa; Simon Siburian; Samuel Hutabarat; Hamonangan Siallagan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan kas merupakan salah satu fungsi strategis dalam operasional bank umum karena berkaitan langsung dengan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, menjaga kelancaran transaksi, serta mempertahankan kepercayaan publik. Kas sebagai aset paling likuid memiliki peran penting tidak hanya dalam aktivitas operasional harian, tetapi juga sebagai instrumen utama dalam manajemen risiko likuiditas dan pemenuhan ketentuan regulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, mekanisme, serta tantangan pengelolaan kas pada bank umum dalam perspektif akuntansi perbankan dan teori manajemen likuiditas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan buku Akuntansi Perbankan, standar akuntansi keuangan, serta regulasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kas yang efektif memerlukan sistem pencatatan real-time, klasifikasi kas yang tepat, serta rekonsiliasi harian sebagai bagian dari pengendalian internal. Selain itu, penerapan teori likuiditas seperti primary reserve theory, shiftability theory, dan anticipated income theory memberikan kerangka dalam menentukan jumlah kas yang optimal. Transformasi digital perbankan turut menambah kompleksitas pengelolaan kas melalui peningkatan transaksi real-time dan risiko operasional baru. Secara keseluruhan, pengelolaan kas yang efektif harus mengintegrasikan akurasi akuntansi, ketahanan likuiditas, serta pengendalian operasional untuk menjaga stabilitas dan kinerja bank umum.
Pengaruh Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Terhadap Kinerja Profitabilitas Bank Umum Enjel Siregar; Lusi Feronika Situmeang; Rika Wenda Barutu; Cindy Rulina Simanjuntak; Hamonangan Siallagan
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i1.9897

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) terhadap profitabilitas bank umum. PPAP merupakan cadangan kerugian yang dibentuk bank untuk mengantisipasi risiko kredit akibat penurunan kualitas aktiva produktif. Peningkatan PPAP menunjukkan meningkatnya risiko kredit yang harus ditanggung bank sehingga dapat menekan laba. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data laporan keuangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa PPAP berpengaruh signifikan dan negatif terhadap profitabilitas bank. Semakin tinggi PPAP, semakin besar penurunan profitabilitas. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan risiko kredit yang efektif sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kinerja keuangan bank.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA TBK BERDASARKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS Elda Sianturi; Fanti Mariana Siburian; Monica Manurung; Hamonangan Siallagan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas sebagai indikator utama penilaian kesehatan keuangan perusahaan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kinerja keuangan sebagai alat evaluasi keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya ekonomi, sebagaimana dinyatakan oleh Harahap (2019), serta peran strategis sektor telekomunikasi dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh perusahaan dan Bursa Efek Indonesia, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara sistematis dan faktual melalui analisis rasio keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek likuiditas perusahaan masih berada di bawah standar ideal industri, sehingga mencerminkan perlunya peningkatan pengelolaan aset lancar. Pada aspek solvabilitas, PT Telkom Indonesia Tbk menunjukkan struktur modal yang sehat dengan tingkat ketergantungan yang rendah terhadap utang. Sementara itu, analisis profitabilitas mengindikasikan kinerja yang baik, ditandai dengan stabilnya rasio ROA, ROE, dan margin laba bersih. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Telkom Indonesia Tbk berada dalam kondisi keuangan yang cukup sehat, terutama pada aspek solvabilitas dan profitabilitas, meskipun masih memerlukan perbaikan pada aspek likuiditas untuk memperkuat posisi keuangan jangka pendeknya.
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN: STUDI PADA PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK (INDF) / ICBP Diana Enjelika Nainggolan; Ester Adelia Manalu; Yosua Sihaloho; Hamonangan Siallagan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10224

Abstract

This study aims to analyze the financial performance of PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) and/or PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) using a financial ratio analysis approach. Financial performance is an important aspect in assessing a company’s ability to manage resources, fulfill obligations, and create value for stakeholders. This research employs a quantitative approach with a descriptive analytical method. The data used are secondary data obtained from audited and officially published annual and consolidated financial statements for the period 2021–2024. The data analysis technique applied is financial ratio analysis, which includes liquidity, solvency, activity, and profitability ratios. The results indicate that the financial performance of PT Indofood Sukses Makmur Tbk during the research period is relatively good and stable. Liquidity ratios show the company’s ability to meet short-term obligations, solvency ratios reflect a sound capital structure with controlled financial risk, activity ratios indicate efficiency in asset utilization and inventory management, and profitability ratios demonstrate the company’s consistent ability to generate profits. Therefore, financial ratio analysis proves to be an effective tool for evaluating corporate financial performance and can serve as a basis for managerial and investment decision-making.
STUDI LITERATUR MENILAI KINERJA KEUANGAN DENGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI Juha Rahayu Kristina Siallagan; Magdalena Margaretha Ingrid Sihombing; Maranatha Ritonga; Yolanda Artha Pasaribu; Hamonangan Siallagan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10528

Abstract

Industri makanan dan minuman merupakan pilar utama ekonomi Indonesia yang memiliki daya tahan tinggi terhadap gejolak ekonomi, namun tetap menghadapi tantangan besar dalam menjaga efisiensi dan profitabilitas di tengah persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur komprehensif mengenai penilaian kinerja keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (Library Research) terhadap sepuluh artikel ilmiah terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum perusahaan di sektor ini memiliki kondisi likuiditas yang baik, namun sering kali menghadapi tantangan pada rasio profitabilitas dan solvabilitas yang berada di bawah standar industri. Temuan ini juga mengungkapkan adanya variasi kinerja antar perusahaan, di mana faktor eksternal seperti pandemi COVID-19 memberikan pengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat dan labaperusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi penggunaan aset danpengelolaan struktur modal yang tepat merupakan kunci utama dalam meningkatkankinerja keuangan dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.