Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara Tahun 2017-2021 HM, Irawati; Rusdy Setiawan
JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2022): Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan suatu ekonomi di provinsi Kalimantan Utara. Variabel yang dikaji yaitu ada variabel bebas yaitu IPM dan variabel terikat yaitu pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan indkator PDRB Harga Konstan di Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif berdasarkan data statistk dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, serta sebagian tinjauan literatur yang dilakukan dari berbagai sumber referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dimana apabila terjadi peningkatan angka indeks pembangunan manusia juga akan berpengaruh terhadap peningkatan angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Jika IPM tinggi maka pertumbuhan ekonomi akan tinggi
ANALISIS PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK DI KOTA TARAKAN Oktaviani; Setiawan, Rusdy; Irawati HM; Hatta, Djuanda; Suryaningsih; Masniah, Andi
JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the income of the household scale chips industry in Tarakan City. The data analysis technique uses business income analysis using a quantitative approach. The results of the business income analysis calculation show that the calculated income for Qobidh chips is IDR 44,183,200, Narlam chips IDR 31,881,000 Indri chips IDR 56,333,167 and 3 Dara chips IDR 61,401,500. Using business analysis calculations, namely B/C, the ratio of Qobidh chips is 1.58, Narlam chips 1.27, Indri chips 1.66, and 3 Dara chips 2.33. For the Break Event Point calculation, Qobidh chips are BEP unit 1,112.67/pouch and BEP price Rp9.658,61, Narlam chips are BEP unit 1.250,59/pouch and BEP price Rp.8.794,02, Indri chips are BEP unit I .356,67 /pouch and BEP price Rp9.395,24, and chips 3 Dara BEP unit 1,063.94/pouch and BEP price Rp7.556,39. The payback period calculation results for Qobidh chips are 3.83 years, Narlam chips 1.24 years, Indri chips 1.07 years, and 3 Dara chips 1.68 years
Pembuatan Hotel Lebah Kelulut (Trigona sp.), Komoditas Unggulan Green Economy: Kelulut Hotel (Trigona sp.), Green Economy Leading Commodity Adiwena, Muh.; Nurjannah, Nurjannah; HM, Irawati; Pandiangan, Gabriel Valentino; Andi, Andi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i5.6594

Abstract

The honey green economy commodities focus on sustainable development that integrates economic, social, and environmental aspects that improve people's welfare while maintaining environmental sustainability. Not only produce honey, Trigona also plays a role in fertilizing plants as a pollinator that affects the quality of fruit and seed. Raising a green economy based on Kelulut bee honey is faced with various challenges, and the need for more information on nonoptimal cultivation and management. Therefore, this activity aims to solve this problem. This activity has several stages: surveys, focus group discussions, socialization, technical guidance, bee's hotel installation, and evaluation. Binalatung Mandiri Farmers Group has 27 members and lives in Kampung I/SKIP Village, Tarakan City. Since 2018, they have been cultivating kelulut bees. The current problem in cultivating kelulut bees is inappropriate storage locations for artificial and maintenance of the hives. The resolution starts with socialization and technical guidance about the bioecology of kelulut bees, calculating breakeven points in rupiah, and calculating the minimum sales that must be achieved based on profit targets. Artificial nests are named hotels because they carry the philosophy of being more profitable, long-lasting, and easy to move. The evaluation results concluded that bee hotels can increase honey production and have better durability than hives.
OPTIMALISASI MARKET ORIENTATION TERHADAP DAYA SAING YANG BERKELANJUTAN PADA UMKM TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN MELALUI ORIENTASI TEKNOLOGI HM, Irawati; Litaratsari, Litaratsari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 30, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/eb.2025.v30i2.13337

Abstract

Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara merespon era pasar bebas dan ekonomi digital melalui Kampung UKM Digital Tanjung Selor, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi tantangan teknologi dan persaingan global. Penelitian ini fokus mengenai pengaruh market orientation terhadap daya saing berkelanjutan UMKM Tanjung Selor, dengan menyoroti dampak positif langsung orientasi pasar dan orientasi teknologi. Temuan tersebut menguatkan konsep bahwa peningkatan orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan adopsi teknologi dapat signifikan meningkatkan keunggulan bersaing UMKM, termasuk pengaruh positif dan dominan orientasi pasar terhadap daya saing. Orientasi pelanggan dalam variabel orientasi pasar juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, menegaskan pentingnya memuaskan kebutuhan pelanggan. Selain itu, orientasi pasar juga memiliki dampak positif tidak langsung terhadap daya saing melalui orientasi teknologi, memperkuat peran inovasi teknologi dalam meningkatkan daya saing UMKM. Oleh karena itu, disarankan untuk terus meningkatkan orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan adopsi teknologi guna memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di masa depan. 
Analisis Tingkat Pemahaman Siswa terhadap Lembaga Keuangan Syariah : Studi Kasus di SMA Negeri 1 Tarakan Alamsa Alamsa; Irawati HM; Nur ‘Aini
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimak.v4i2.4615

Abstract

In the complex era of globalization, understanding Islamic Financial Institutions (LKS) is crucial for the younger generation as the future leaders of the nation. This study aims to analyze the level of understanding among students at SMA Negeri 1 Tarakan regarding LKS, which serves as a fundamental pillar for sustainable Islamic economic growth. This research employs a quantitative approach with a descriptive survey design. Primary data was collected through an online questionnaire filled out by 94 students using random sampling techniques. The instrument consisted of 20 multiple-choice questions measuring four key competencies: Basic Principles of LKS, Islamic Banking Institutions (LKB), Non-Bank Islamic Financial Institutions (LKBB), and LKS Regulations. Scores were analyzed using the Borda method to determine the relative level of understanding based on competency categories. The results indicate that the competency most understood by students was the Basic Principles of LKS, followed by Regulations, LKB, and LKBB. These findings reinforce that a conceptual and normative learning approach to Islamic finance is more effective for students, particularly in the competencies of LKS and Regulations, while operational and applicative aspects—especially those related to LKB and LKBB—remain areas requiring improvement. Practical implications emphasize the need for strategies to strengthen teaching materials in LKBB competencies through project-based approaches or simulations of non-bank Islamic financial institutions. This would provide a more contextual learning experience and enhance students' understanding of the role of LKBB in the financial system, as well as practical skills relevant to the industry.
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PENGENALAN SI APIK SEBAGAI ALAT PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL BAGI UMKM KABUPATEN NUNUKAN HM, Irawati; Wahyuni, Etty; Setiawan, Rusdy; Malik, Aan Digita; Junaid, Muh.Tharmizi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5900

Abstract

Kabupaten Nunukan, yang terletak di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama dalam sektor UMKM. Meskipun era digital telah menghadirkan peluang baru, UMKM di Kabupaten Nunukan masih menghadapi tantangan serius terkait literasi keuangan, yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang sistematis dan akurat. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Pelatihan Literasi Keuangan Angkatan 1. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan digital UMKM di Kabupaten Nunukan melalui pengenalan dan penerapan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK). Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode pengajaran (ceramah), tutorial (praktik), dan pendampingan langsung, yang berlangsung selama tiga hari, dari 28 hingga 30 Mei 2024, di Sayn Cafe, Kabupaten Nunukan, dan diikuti oleh 50 pelaku UMKM. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang literasi keuangan dan kemampuan dalam menggunakan SI APIK untuk pencatatan dan analisis keuangan. Sebanyak 90% peserta berhasil menggunakan aplikasi tersebut dengan baik, dan ada peningkatan pengetahuan pada 80% peserta setelah sesi pengajaran. Namun, beberapa peserta mengalami kesulitan teknis awal dalam mengunduh aplikasi, yang berhasil diatasi melalui bimbingan langsung selama pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan digital UMKM di Kabupaten Nunukan, yang pada gilirannya diharapkan mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha serta meningkatkan daya saing di pasar.
OPTIMALISASI MARKET ORIENTATION TERHADAP DAYA SAING YANG BERKELANJUTAN PADA UMKM TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN MELALUI ORIENTASI TEKNOLOGI HM, Irawati; Litaratsari, Litaratsari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara merespon era pasar bebas dan ekonomi digital melalui Kampung UKM Digital Tanjung Selor, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi tantangan teknologi dan persaingan global. Penelitian ini fokus mengenai pengaruh market orientation terhadap daya saing berkelanjutan UMKM Tanjung Selor, dengan menyoroti dampak positif langsung orientasi pasar dan orientasi teknologi. Temuan tersebut menguatkan konsep bahwa peningkatan orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan adopsi teknologi dapat signifikan meningkatkan keunggulan bersaing UMKM, termasuk pengaruh positif dan dominan orientasi pasar terhadap daya saing. Orientasi pelanggan dalam variabel orientasi pasar juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, menegaskan pentingnya memuaskan kebutuhan pelanggan. Selain itu, orientasi pasar juga memiliki dampak positif tidak langsung terhadap daya saing melalui orientasi teknologi, memperkuat peran inovasi teknologi dalam meningkatkan daya saing UMKM. Oleh karena itu, disarankan untuk terus meningkatkan orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan adopsi teknologi guna memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di masa depan.Â