Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Keragaman Morfologi Tanaman Cabai Katokkon Capsicum chinense Jacq. Terhadap Iradiasi Sinar Gamma Papalangi, Evita Tasik; Abri, Abri; Boling, Jeferson
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.3009

Abstract

Chili plants are vegetable commodities that are very useful, have high economic value, and have become a daily necessity for the community. The demand for chili in the market is increasing every year. Gamma ray irradiation is a method in plant breeding aimed at increasing genetic diversity. Gamma rays have a strong penetration ability in tissues. This study aims to determine the morphological diversity of katokkon chili (Capsicum chinense Jaqc.) against gamma irradiation. The usefulness of this research is as information material for those who need it and as a comparison material for further research. This research was carried out at BTP Tamalanrea, Biringkanaya sub-district, Makassar city, South Sulawesi and at the integrated farming system education garden green house, located at Jl. Raya Pest Sappaya, Bontoramba Village, Pallangga Subdistrict, Gowa Regency from March to July 2023. This study used a descriptive method with direct observation techniques through characterization and morphological documentation with descriptors for capsicum. chinense which was renewed and slightly modified by Opeh Chew's David C.S Tay. published by the international board for plant genetic resources (IBPGR 1983) which consists of qualitative and quantitative data. Tanaman cabai adalah komoditas sayuran yang sangat bermanfaat, bernilai ekonomis tinggi, dan sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat Indonesia dalam lingkup rumah tangga maupun industry rumah makan. Permintaan cabai di pasaran semakin meningkat setiap tahun. Iradiasi sinar gamma merupakan salah satu metode dalam pemuliaan tanaman yang ditujukan oleh peningkatan keragaman genetik, sinar gamma mempunyai kemampuan penetrasi yang cukup kuat dalam jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman morfologi tanaman cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) terhadap iradiasi sinar gamma. Kegunaan dari penelitian ini yaitu sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan serta sebagai bahan pembanding pada penelitian – penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilaksanakan di BTP. Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan di Green House Kebun Pendidikan Intergrateed Farming System, bertempat di Jl. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga Kabupaten  Gowa, pada bulan Maret hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengamatan langsung, melalui karakterisasi dan dokumentasi morfologi dengan Descriptors for Capsicium  chinense yang diperbarui dan sedikit dimodifikasi Oleh Chew-Ann dan DavidC C.S Tay. Diterbitkan oleh International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR, 1983) yang terdiri atas data kualitatif dan kuntitatif.
Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau Brassica juncea L. Pada Budidaya Ikan Nila Oreochromis niloticus Dengan Aplikasi Eko-Enzim Teknologi Akuaponik Sederhana Trisno, Egidius; Abri, Abri; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.3042

Abstract

Mustard plants can grow well and adapt well in almost all soil types, both lightly structured mineral soils and heavily structured loamy soils and organic soils such as peat soils. Aquaponics is a technique that integrates closed-loop aquaculture (recirculation aquaculture) in combination with plants. The function of eco-enzymes is to eliminate pollutants and prevent overgrowth of microorganisms in food, pesticides and insecticides, and natural organic fertilizers. The aim of the study was to determine the best ecoenzyme dose for the growth of mustard greens (Brassica juncea L.) in an aquaponic system. This research method used a fully Randomized Block Design (RBD) consisting of 4 treatments and 3 replicates. The treatments were treatment A: eco-enzyme 5 ml/L, treatment B: eco-enzyme 10 ml/L, treatment C: eco-enzyme 15 ml/L, treatment D: control (0). As a result, the administration of a dose of 15 ml/L ecoenzyme could achieve the best results in terms of plant height, number of leaves and crop weight of mustard greens (Brassica juncea L.). Tanaman sawi dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di semua jenis tanah baik pada tanah-tanah mineral yang bertekstur ringan sampai tanah liat yang bertekstur berat maupun tanah organik seperti tanah gambut. Akuaponik merupakan teknik yang mengintegrasikan budidaya ikan secara tertutup (resirculating aquaculture) yang dipadukan dengan tanaman. Fungsi eco-enzyme adalah membersihkan polutan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang berlebih pada makanan, pestisida, dan insektisida serta sebagai pupuk organik alami. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis pemberian eco-enzyme yang terbaik terhadap  pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) pada sistem akuaponik. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah perlakuan A : Eco-enzyme 5 ml/L, perlakuan B : Eco-enzyme 10 ml/L, perlakuan C : Eco-enzyme 15 ml/L, perlakuan D : Kontrol (0). Hasilnya, pemberian dosis 15 ml/L eco-enzyme mampu memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat panen tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.)..
PEMANFAATAN SISTEM PENAMPUNGAN DAN PERPIPAAN AIR BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK MENGATASI KEKERINGAN DAN MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN KELOMPOK TANI MEKAR JAYA Rizal, A.; Abri, Abri; Taking, Muh. Idris; Swandi, Ahmad; Putri, Fina Melani; Rahim, Abdurrachman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36725

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Kelompok Tani Mekar Jaya dalam mengatasi permasalahan kekeringan yang sering terjadi, terutama pada musim kemarau, yang berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian. Melalui sistem penampungan air dan perpipaan berbasis tenaga surya, para petani dapat memperoleh akses air yang lebih stabil dan berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada energi konvensional. PKM ini meliputi beberapa tahapan utama, sosialisasi, pelatihan yang mulai dari perencanaan desain sistem, pemasangan panel surya, pipa air, hingga pelatihan penggunaan dan perawatan teknologi kepada anggota kelompok tani, pendampingan instalasi secara langsung, evaluasi dan keberlanjuutan. Dengan memanfaatkan energi surya yang melimpah di daerah tersebut, sistem ini menyediakan solusi ramah lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan air untuk irigasi lahan pertanian secara efisien. Hasil dari implementasi sistem ini menunjukkan adanya peningkatan produksi pertanian yang signifikan serta berkurangnya ketergantungan petani terhadap pasokan air dari sumber lain atau yang menggunakan pompa diesel yang tentu saja berdampak pada kurangnya biaya produksi/ pertanian. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan keterampilan teknis para petani dalam memelihara dan mengoperasikan teknologi pompanisasi berbasis energi terbarukan dengan nilai hasil observasi >80 (kategori sangat baik). selain itu dihasilkan sistem penampungan air dengan perpipaan tetes (kapasitas >17.000 liter). Melalui PKM ini, diharapkan keberlanjutan pertanian dapat lebih terjamin serta menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah Allium Cepa L. Pada Aplikasi Berbagai Dosis Cendawan Mikoriza Arbuskula Reski, Musdalifa; Abri, Abri; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4820

Abstract

Shallots (Allium cepa L.) is one of the world's main cooking spices originating from Iran, Pakistan and the mountains and then spreading to various corners of the world. This research began from April to June 2024 at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University in Bontoramba Village, Palangga, Gowa Regency, South Sulawesi. The aim of this research was to determine the best response to the application of various doses of arbuscular mycorrhizal fungi. This research used a Randomized Group Design (RAK) with five treatments and three replications. The treatment tried was the application of arbuscular mycorrhizal fungi consisting of (3 g/plant), (6 g/plant), (9 g/plant), (12 g/plant), and (15 g/plant). Each treatment was repeated three times so that 15 trials were obtained. Each experiment used 6 plants, so there were a total of 90 plants in the experiment. The results of this study showed that the best response to arbuscular mycorrhizal fungi was at a dose of M5 (15 g/plant) which gave better results in the growth and production of shallot plants. Bawang merah (Allium cepa L.) Merupakan salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Penelitian ini dimulai pada bulan April sampai Juni 2024 di Kebun Pendidikan Integrateed Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa di Desa Bontoramba, Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon terbaik pada aplikasi berbagai dosis cendawan mikoriza arbuskula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah aplikasi cendawan mikoriza arbuskula yang terdiri dari (3 g/tanaman), (6 g/tanaman), (9 g/tanaman), (12 g/tanaman), dan (15 g/tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga di peroleh 15 percobaan. Tiap percobaan menggunakan 6 tanaman, sehingga total percobaan terdapat 90 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon terbaik cendawan mikoriza arbuskula yaitu pada dosis M5 (15 g/tanaman) yang memberikan hasil yang lebih baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Paprika (Capsicumannum Var.Grossum) Pada Berbagai Perlakuan Dosis Pupuk Serbuk Cangkang Telur Ayam Sophia, Listya Arche; Abri, Abri; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4854

Abstract

Paprika plants (Capsicum Annuum var. Grossum L.) are woody plants from the eggplant family which have the Latin name Capsicum Annuum var. Grossum L. The purpose of this study was to determine the best response to the growth and production of paprika plants with the application of various doses of chicken eggshell powder fertilizer. This research was conducted at the Green House of the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University. This research began in March to July 2024. This research was carried out in the form of an experiment arranged according to a Randomized Block Design (RAK) with five treatments and three replications V1 = 15 g / Plant V2 = 30 g / Plant V3 = 45 g / Plant V4 = 60 g / Plant V5 = 75 g / Plant. The results of this study indicate that the administration of eggshell powder fertilizer with a dose of 75 gr / plant gave the best results for paprika plant yields in the growth phase and a dose of 60g / plant gave the best results in terms of production weight and fruit diameter. Tanaman paprika (Capsicum Annuum var. grossum L.) merupakan tanaman berkayu dari suku terong-terongan yang mempunyai nama latin Capsicum Annuum var. grossum L. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui respon terbaik pertumbuhan dan produksi tanaman paprika dengan pengaplikasian berbagai dosis pupuk serbuk cangkang telur ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Kebun Pendidikan Integrateed Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2024. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun menurut Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan V1 = 15 g/Tanaman V2 = 30 g/Tanaman V3 = 45 g/ Tanaman V4 = 60 g/Tanaman V5 = 75 g/Tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk serbuk cangkang telur dengan dosis 75 gr/tanaman memberikan hasil terbaik terhadap hasil tanaman paprika pada fase pertumbahan dan dosis 60g/tanaman memberikan hasil terbaik di di hasil produksi berat dan diameter buah.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica chinensis L.) Dengan Aplikasi Eco-enzyme Dan Asam Amino Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Awalia, Juwita; Amirudin, Amirudin; Abri, Abri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5049

Abstract

This study aims to find and analyze the effect of the application of various doses of eco- enzyme and amino acids on the growth and production of mustard plants. The purpose of this study is to determine the benefits of managing organic waste produced in household kitchens that can be used as Liquid Organic Fertilizer (POC) to replace chemical fertilizers. The study was conducted at the Bosowa Agro Education Garden, Bontoramba Village, Pallangga District, Gowa Regency, South Sulawesi Province, and took place from April to June 2024. This study was conducted in the form of an experiment using a Randomized Block Design (RAK) 2 dose factors P (eco-enzyme) with 4 treatment levels and dose factors N (amino acids) with 4 treatment levels so that 16 treatment combinations were obtained. The treatments used were the administration of Liquid Organic Fertilizer (POC) eco-enzyme (P) at concentration levels of 0 ml/ L, 20ml/ L, 30 ml/ L, 40 ml/ L and amino acids (N) at concentration levels of 0 ml/ L, 20ml/ L, 30 ml/ L, 40 ml/ L. The results showed that the treatment of Liquid Organic Fertilizer (POC) eco-enzyme at a dose of 20 ml (P1) and amino acids at a dose of 30 ml (N2) had a better effect on the growth and production of mustard greens. However, there was no significant effect of the application of eco-enzyme and amino acids on the growth and production of mustard greens. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh aplikasi berbagai dosis eco-enzyme dan asam amino terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pengelolaan limbah organik yang dihasilkan pada dapur rumah tangga dapat digunakan sebagai Pupuk Organik Cair (POC) pengganti pupuk kimia. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Bosowa Agro, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, dan berlangsung dari April sampai Juni 2024. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dosis P (eco-enzyme) dengan 4 taraf perlakuan dan faktor dosis N (asam amino) dengan 4 taraf perlakuan sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah pemberian Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme (P) pada taraf konsentrasi 0 ml/L, 20ml/L, 30 ml/L, 40 ml/L dan asam amino (N) pada taraf konsentrasi 0 ml/L, 20ml/L, 30 ml/L, 40 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme pada dosis 20 ml (P1) dan asam amino pada dosis 30 ml (N2) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Namun, tidak terdapat pengaruh yang nyata dari aplikasi eco-enzyme dan asam amino terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi.