Sri Udayana Tartar, Sri Udayana
Program Studi Agroindustri Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PRODUKSI BANDENG (Chanos-chanos Forsskal) TANPA DURI BEKU RASA PARAPE Fitri, Muhammad; Syamsuar, .; Sumarni, .; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13493

Abstract

ABSTRAK Diversifikasi olahan produk bandeng merupakan salah satu upaya untuk mencukupi selera masyarakat dalam mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein. Dengan demikian, pengembangan produk bandeng menjadi produk bandeng tanpa duri rasa parape akan mendorong minat petambak untuk melakukan produksi lebih baik lagi. Dalam usaha pemanfaatan ikan bandeng, UKM Mentari Citra Lestari telah mengembangkan bandeng segar tanpa duri rasa parape, di Kabupaten Pangkep sebagai potensi penghasil ikan bandeng di Sulawesi Selatan. Pengembangan produk  bandeng tanpa duri dikembangkan  di UKM Mentari Citra Lestari dengan pembuatan bandeng tanpa duri rasa parape di tahun 2020. Produksi sejak Januari sampai dengan Juni 2020, rata-rata 29 kg/bulan bandeng tanpa duri rasa parape, harga ikan segar Rp20.000,-/kg setelah dibuat bandeng tanpa duri rasa parape per bulan dijual  Rp120.000,-/kg, jadi Rp120.000,- x 29 kg = Rp3.480.000,-. Pembelian ikan bandeng Rp20.000,- x 29 kg = Rp580.000,- sehingga total keuntungan bersih per bulan Rp3.480.000.- – Rp2.820.000,- = Rp660.000,-. Keuntungan bersih = Keuntungan kotor - (bahan baku + bahan tambahan + es curah + air PDAM + gaji karyawan + pengemasan + listrik), jadi total selama 6 (enam) bulan = Rp3.960.000,-. Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) diharapkan  membantu pengembangan bahan baku ikan bandeng  sebagai potensi  unggulan Kabupaten Pangkep, program ini  memberikan nilai tambah dengan merubah produk primer menjadi produk sekunder atau produk akhir siap saji.  Pengembangan  produk  bandeng tanpa duri rasa parape dijadikan wirausaha. Kata kunci: Ikan bandeng, produk akhir, siap saji, rasa parape, wirausaha.   ABSTRACT Diversification of the processed milkfish products is one of the efforts to meet people's appetite for consuming fish as a source of protein. Thus, the development of a milkfish product to become a thornsless parape flavored milkfish product will encourage the interest of farmers to produce better. In an effort to utilize milkfish, SME Mentari Citra Lestari has developed fresh, thornless, parape-flavored milkfish in Pangkep Regency as a potential producer of milkfish in South Sulawesi. The development of thornless milkfish products was developed at the SME Mentari Citra Lestari by making parape-flavored thornless milkfish in 2020. Production from January to June 2020, averaged 29 kg / month of parape-flavored thornless milkfish, the price of fresh fish was IDR20,000/kg after making thornsless milkfish with parape flavored, the product was sold for IDR120,000/kg, therefore IDR120,000 x 29 kg = IDR3,480,000. Purchase of milkfish of IDR20,000 x 29 kg = IDR580,000 resulted in a the total net profit per month of IDR3,480,000 - IDR2,820,000 = IDR660,000. Net profit is calculated by reduce the gross profit with the cost (raw materials + additional materials + bulk ice + PDAM water + employee salaries + packaging + electricity). Hence, in 6 (six) months of IDR3,960,000. The Regional Leading Product Development Program (PPPUD) is expected to assist the development of raw material for milkfish as the superior potential of Pangkep Regency. This program provides added value by converting primary products into secondary products or ready-to-eat final products. The development of thornless milkfish products with parape-flavored was made entrepreneurial. Keywords: Milkfish, end product, ready-to-serve, parape taste, entrepreneurship.
Secja: Fortifikasi kayu secang (Caesalpinia Sappan L) pada minuman instan jahe Azzahrah, Lulu; Tartar, Sri Udayana; Reta, Reta; Fitri, Muhammad
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.956

Abstract

Herbal drinks are beverages made by infusing herbs in water, resulting in a drink with dregs. Innovation in food product fortification technology for the processing of ready-to-drink instant herbal beverages can be achieved by converting herbal drinks into instant products. This study aims to analyze the quality of instant herbal drinks, “secja”, enriched with the addition of sappanwood and Emprit Ginger. This study employed a combination of qualitative and quantitative approaches, utilizing a completely randomized factorial design. Data analysis was carried out using the Analysis of Variance (ANOVA) test. The results showed that the quality of instant herbal drinks with the addition of 30 percent sappanwood extract concentration and 10 percent emprit ginger extract obtained a water content of 1.5 percent and a total sugar of 81 OBrix (SNI 011-4320-1996), polyphenols 38.21 mg GAE / 100 g, solubility 25.2 seconds, and hedonic tests of color, aroma, taste got criteria 4 (like).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Allesipittoe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep dengan Penerapan Pengolahan Sirup Jeruk Pamelo Tartar, Sri Udayana; Fitri, Muhammad; Munir, Nur Faidah
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 4 No 1 (2025): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v4i1.961

Abstract

Jeruk Pamelo memiliki cita rasa manis, asam, dan segar karena banyak mengandung air dan mengandung vitamin B, provitamin A, vitamin B1, B2,dan asam folat. Setiap 100 gram jeruk bali mengandung 53 Kkal energi protein 0,6 g,lemak 0,2 g, karbohidrat 12,2 g, retinol 125 mcg, kalsium 23 mg, dan fosfor 27 mg. Kandungan lain seperti flavonoid, pektin, dan lycopene. Desa Allesipitoe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan merupakan salah sentra budidaya jeruk pamelo dengan potensi areal 350 ha dengan jumlah 70.000 pohon. Sebagai komoditas pertanian unggulan kabupaten Pangkep jeruk pamelo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk olahan bernilai tambah. Produk olahan dari jeruk pamelo yang dimaksud salah satunya adalah sirup. Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat desa Allesipitoe, untuk membuat minuman sirup buah dari jeruk pamelo. Metode yang diterapkan dalam pelaksanan kegiatan pengabdian adalah FGD dan pelatihan bahan baku potensi kabupaten Pangkep jeruk pamelo berfokus pelatihan bagaimana mengolah buah jeruk pamelo menjadi sirup dan selei untuk memberikan nilai tambah dari buah jeruk pamelo. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Peserta kegiatan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini karena peserta mendapatkan tambahan pengetahuan yang berkaitan dengan pengolahan jeruk pamelo mejadi sirup dan selei