Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN BIOPROSES JAGUNG PULUT MENJADI PRODUK OLAHAN BREM CAIR Sri Udayana Tartar; Sriwati Malle
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.937 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v5i2.169

Abstract

Produk Makanan Berenergi “Betteleppang” dengan Subtitusi Nanokalsium Tulang Ikan Bandeng (Chanos - Chanos) Muhammad Fitri; Syamsuar Syamsuar; Sri Udayana Tartar
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1678

Abstract

Produksi ikan bandeng Sulawesi Selatan tahun 2016 sebesar 127.434,1 ton, tulang ikan merupakan salah satu industri pengolahan limbah yang memiliki kandungan kalsium paling banyak diantara bagian ikan, komponen utama tulang ikan adalah kalsium , fosfor dan karbonat. produksi pangan energi “Betteleppang” dengan substitusi tulang bandeng nanokalsium (chanos chanos Forks ). Desain adalah rencana acak kompleks dengan dua faktor; A = penambahan tulang bandeng nanokalsium adalah ; A1 = 10% ; A2 = 15%; A3 = 20% , dan B = penambahan “Betteleppang” ; B1 = 10%; B2 = 15%; B3 = 20%. Setiap perawatan kembali tiga kali. Data dianalisis dengan analisis ragam menggunakan software SPSSV 19. Kesimpulan penelitian siapa yang paling baik penambahan tulang bandeng nanokalsium = 20 % dan penambahan “Betteleppang” = 20 % kadar air 21,43 persen, kadar kalsium 7,06 persen, kadar protein 22,26 persen
Pelatihan pengolahan ikan bandeng tanpa duri pada masyarakat pesisir di Desa Bulucindea Kabupaten Pangkep Sri Udayana Tartar; Zaimar Zaimar; Sitti Nurmiah; Reta Reta
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v4i2.808

Abstract

Ikan bandeng merupakan komoditas perikanan yang mempunyai cita rasa yang spesifik sehingga digemari banyak orang. Namun memiliki kekurangan yaitu mempunyai tulang dan duri yang banyak. Salah satu cara sederhana untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan diversifikasi olahan dalam bentuk ikan bandeng tanpa duri. Olehnya itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok masyarakat melalui pelatihan pengolahan bandeng tanpa duri. Adapun kelompok masyarakat tersebut berlokasi di kawasan pesisir di Desa Bulu Cindea Pangkep. Metode yang diterapkan adalah (i) penyuluhan, (ii) demonstrasi berupa praktek langsung. Sedangkan evaluasi prospek pengembangan usaha menggunakan analisis SWOT. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan demonstrasi dapat menerapkan teknologi sederhana kepada masyarakat. Hasil praktik pencabutan duri diperoleh bahwa rata-rata masih membutuhkan waktu lebih dari 15 menit per ekor berarti masih dibawah standar yang terampil. Hasil analisis SWOT untuk prospek pengembangan usaha lebih lanjut diperlukan strategi peningkatan keterampilan teknis pelaku usaha, perangkat teknologi peralatan dan sarana yang memadai, pemasaran melalui promosi dan kerjasama dengan mitra usaha atau industri.
Fortifikasi jintan hitam pada minuman sarabba instan Asrin Asrin; Sri Udayana Tartar; Ilham Ahmad; Muhammad Fitri
Agrokompleks Vol 23 No 1 (2023): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v23i1.512

Abstract

Minuman sarabba merupakan salah satu minuman khas daerah Sulawesi Selatan. Minuman ini sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pelegah tenggorokan. Untuk meningkatkan manfaat minuman sarabba bagi kesehatan maka perlu dilakukan penambahan bahan alami dalam proses pembuatannya. Salah satu bahan alami yang banyak digunakan sebagai bahan baku atau bahan tambahan pada minuman kesehatan adalah jintan hitam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu perlakuan jintan hitam dan jehe pada minuman sarabba instan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 Faktor pertama yaitu Penambahan jintan hitam (A) terdiri dari 3 taraf A1= 2 persen A2 = 15 persen dan A3 = 1 persen. Faktor kedua yaitu penambahan jahe (B) terdiri 3 taraf B1 = 60 persen, B2 = 40 persen dan B3= 20 persen, etiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data hasil pengamatan dilanjutkan dengan analisis sidik ragam (analysis of variance) menggunakan software SPSS V. 23 Bila hasil dari analisis ragam memperlihatkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilakukan uji nilai tengah dengan menggunakan Uji Beda Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik pada penelitian ini adalah penggunaan jahe 60% dan jintan hitam sebanyak 2%. Minuman sarabba instan yang dihasilkan dengan formulasi penggunaan jahe dan jintan hitam tersebut mengandung kadar air 2,3% dan antioksidan 6,6 μg/mL dengan tingkat kesukaan panelis rata-rata 7 atau berada pada taraf sangat suka.
Pengaruh Penambahan Kelapa Sangrai Pada Tumpi-Tumpi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Nisa, Mildhatul; Tartar, Sri Udayana; Nurmiah, Sitti; Fitri, Muhammad
Lutjanus Vol 29 No 1 (2024): Lutjanus Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v29i1.809

Abstract

Potensi perikanan Sulawesi Selatan mencapai 945,48 ribu ton (BPS, 2022). Jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan Sulawesi Selatan dalam perikanan budidaya salah satunya adalah ikan nila. Ikan nila mengandung protein 15 – 24%, glikogen 1-3%, lemak 1- 22%, air 66-68%. Tumpi-tumpi merupakan makanan tradisional khas Sulawesi Selatan berbahan baku daging ikan yang sudah dimasak kemudian dihaluskan di tambahkan kelapa sangrai dan bumbu kemudian dicetak berbentuk segitiga serta disajikan setelah di goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi penambahan kelapa sangrai terbaik pada pembuatan tumpi-tumpi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diterapkan pada proses pembuatan tumpi- tumpi. Faktor A persentase kelapa sangrai 20%, 15% dan 10% . Faktor B persentase ikan nila 90%, 85% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian tumpi-tumpi ikan nila disimpulkan perlakuan yang terbaik pada produk tumpi-tumpi ikan nila yaitu penambahan kelapa sangrai 20% dan ikan nila 90% dimana dari hasil analisa di peroleh kadar air 15,1%, kadar protein 16,5%, kadar lemak15,74% dan serta nilai kesukaan warna, tekstur, aroma dan rasa 4 (sangat suka).
Pemberdayaan wirausaha muda di Kabupaten Pangkep dengan pelatihan teknologi pengolahan Dimsum pelangi ikan bandeng Tartar, Sri Udayana; Fitri, Muhammad
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 1 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v1i2.481

Abstract

Diversifikasi olahan produk bandeng merupakan upaya untuk mencukupi selera masyarakat dalam mengonsumsi ikan sebagai sumber protein. Salah satu olahan ikan bandeng adalah bandeng tanpa duri dan aplikasi olahannya adalah Dimsum. Produk ini mempunyai cita rasa yang spesifik, digemari banyak orang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok masyarakat melalui pelatihan pengolahan dimsum ikan bandeng. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 di Inkubator Bisnis Wirausaha Hebat Kota Pangkajene Kabupaten Pangkep. Sasaran utama pengabdian kepada masyarakat ini adalah Wirausaha Muda Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan pembuatan produk Dimsum pelangi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui tahapan-tahapan yaitu; survey lokasi kegiatan dan mitra, sosialisasi pelaksanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dalam pengolahan hasil perikanan khususnya dimsum pelangi ikan bandeng bertambah dengan mengikuti kegiatan ini. Pembuatan dimsum ini dengan bahan baku komoditas unggulan Kabupaten Pangkep yaitu ikan bandeng dan memberikan variasi warna dimsum pada kulit yang digunakan dengan penambahan pewarna alami dari tanaman lokal yang ada di Kabupaten Pangkep sebagai inovasi dan keterbaharuan produk yang dihasilkan yaitu dimsum pelangi.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT KELOMPOK NELAYAN IKAN AIR TAWAR DI DANAU MAWANG KABUPATEN GOWA Tartar, Sri Udayana; Santi, Andi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i1.1481

Abstract

Tujuan umum kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) di sekitar Danau Mawang adalah untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pengolahan ikan air tawar pada berbagai aspek yakni aspek penanganan dengan rantai dingin, aspek sanitasi dan higienis dan diversifikasi produk. Tujuan khusus kegiatan ini adalah agar kelompok sasaran (mitra) membekali diri dengan berbagai pengetahuan praktis mengenai pengolahan hasil perikanan menjadi makanan siap saji (kaki naga, nugget, bakso, fishcake). Luaran yang diharapkan pada Program IbM pada kelompok nelayan “Damai” Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu dan kelompok nelayan “Mawang Lestari” Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, yaitu: (1) bertambahnya pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam penanganan ikan mulai dari saat ikan ditangkap, penyimpanan di dalam stryrofoam, penanganan serta penyimpanan di daratan sampai saat dijual ke konsumen; (2) meningkatkan kesadaran kelompok petani/nelayan terhadap aspek sanitasi lingkungan dan higienis para pekerja sehingga mempertahankan ikan dari kemunduran mutu; (3) bertambahnya pengetahuan dan kemampuan kelompok dalam mengolah ikan menjadi produk pangan yang mempunyai nilai tambah; dan (4) meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi dan status gizi masyarakat. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil serta UKM yang mengolah ikan. Kata kunci: ikan lele, ikan nila, ikan mas, kakinaga, nugget, bakso 
PENGEMBANGAN USAHA FISH JELLY (BAKSO, NUGGET, KAKI NAGA, OTAK-OTAK) IKAN BANDENG Chanos - chanos Forks Fitri, Muhammad; Santi, Andi; Arfini, Fifi; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.2159

Abstract

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari), dengan tujuan untuk membuat manusia Indonesia seutuhnya, seharusnya mempunyai jasmani dan rohani yang prima.  Pencanangan Gemar Makan Ikan diharapkan juga dalam rangka pembangunan karakter bangsa yaitu mencerdaskan masyarakat secara fisik dan mental dengan mengkonsumsi ikan (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2014) Tujuan  pengembangan Usaha Fish Jelly   diharapkan  mengembangkan jiwa  kewirausahaan  di  Politeknik Pertanian Negeri Pangkep khususnya  jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.  Metode yang dipakai untuk pencapaian tujuan  adalah:  (a) Mengembangkan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dan memberikan pengalaman kerja kepada alumni  dan mahasiswa, (b) Menerapkan  metode pengolahan surimi ikan bandeng sehingga mempermudah dalam penyiapan pengolahan produk  fish jelly. Program IbIKK, diharapkan mampu menghasilkan produk pengolahan fish jelly (Bakso,Nugget,Kaki Naga dan Otak-otak)  sebagai makanan siap saji yang mempunyai kelebihan yaitu tidak mengandung lemak jenuh, karena dilakukan proses leaching sehingga aman dikonsumsi oleh pengguna yang mempunyai penyakit kolesterol. Kata Kunci : Ikan Bandeng,Fish jelly, Proses Leaching, Usaha Pangkep
PENERAPAN PENGOLAHAN FISH JELLY IKAN AIR TAWAR DI DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO Arsyad, Muh. Ali; Malle, Sriwati; Tartar, Sri Udayana; Fitri, Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2963

Abstract

Tujuan umum penerapan pengolahan fish jelly ikan air tawar yang diterapkan adalah untuk meningkatkan peran kelompok nelayan mengetahui penganekaragaman pengolahan hasil perikanan menjadi makanan siap saji. Metode Pendekatan yang dilakukan adalah  Penyuluhan, Pelatihan dan Praktek serta Pendampingan, sedangkan luaran dalam penerapan pengolahan fish jelly ikan air tawar adalah: 1)Bertambahnya pengetahuan dalam penanganan ikan segar mulai penangkapan sampai ditangan konsumen; 2) Meningkatkan kesadaran kelompok nelayan  terhadap aspek sanitasi; 3)Bertambahnya pengetahuan dan kemampuan kelompok nelayan dalam mengolah ikan menjadi produk pangan yang mempunyai nilai tambah “value added”; dan 4) Meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi dan status gizi masyarakat kelompok nelayan di kelurahan Mattirotappareng kecamatan Tempe. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah kelompok nelayan dapat mengolah bahan lokal sehingga menanggulangi kebutuhan gizi dan jika dilakukan secara intensif dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecamatan Tempe kabupaten Wajo. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil serta UKM yang mengolah ikan.Kata kunci: ikan air tawar, fish jelly, pengolahan.
PENERAPAN PENGOLAHAN LABU KUNING (Cucurbitae moschata) DI KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Arfini, Fifi; Fitri, Muhammad; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2968

Abstract

Labu Kuning (Cucurbitae moschata) merupakan bahan pangan yang mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, mineral (kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, tembaga dan seng), ß-karoten, tiamin, niacin, serat, dan vitamin C. Kandungan gizi yang sering diunggulkan dari labu kuning adalah kandungan ß-karoten yang merupakan sumber vitamin A yang berfungsi: melindungi mata (dari serangan penyakit katarak) dan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh dan reproduksi. Tujuan dan target yang ingin dicapai pada program IbM yaitu : (1) Bertambahnya pengetahuan kelompok tani ”Lompoe” dan kelompok Tani ”Masagenae” dalam peningkatan kemampuan teknologi diversifikasi pengolahan labu kuning menjadi produk pangan yang mempunyai nilai tambah “value added”; (2) Meningkatkan kesadaran kelompok petani  terhadap aspek sanitasi dan higienis dalam pengolahan produk labu kuning; (3) Meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi dan status gizi masyarakat kelurahan Lalabata kecamatan  Tanete Rilau  kabupaten Barru. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil/home industri serta UKM yang mengolah labu kuning. Metode pendekatan dilakukan dengan langkah: (1) Penyuluhan partisipatif: yaitu melakukan kegiatan pembelajaran tentang teknologi pengolahan labu kuning.  Metode yang dipakai pada penyuluhan partisipatif ini adalah pertemuan dengan kombinasi ceramah dan diskusi di tingkat kelompok tani yang ada. (2) Focussed Group Discussion (FGD): yaitu melakukan dialog aktif dalam kelompok-kelompok kecil antara masyarakat dengan fasilitator untuk menginvestigasi permasalahan lokal kondisi usahatani, serta keterkaitannya dengan pengembangan manajemen usaha pengolahan labu kuning (3) Pelatihan: Kegiatan pelatihan meliputi kegiatan demonstrasi dan kegiatan praktek anggota kelompok tani. Pada kegiatan demonstrasi, tim pelaksana akan memberikan contoh teknik diversifikasi mengolah labu kuning menjadi tepung, roti dan donat dengan menerapkan sistem sanitasi dalam setiap pekerjaan. Dalam kegiatan praktik ini, petani awalnya diberikan contoh, kemudian mereka mengulangi kembali melakukan sesuai dengan apa yang telah dicontohkan. (4) Pendampingan dilakukan dengan Pendekatan kelembagaan, yaitu proses pendampingan yang terus menerus selama kegiatan berlangsung.  Kata kunci: Labu kuning, diversifikasi olahan.