Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Konsep Diri Terhadap Penguasaan Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Pada Mahasiswa Keperawatan di Indonesia Yektiningsih, Erwin; Zulvana; Risnasari, Norma; Suryaningsih , Yeni; Rahayu, Dwi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.256

Abstract

During education, nursing students need a positive self-concept as a psychological condition as an internal motivation to encourage the formation performance professionals in emergency nursing competencies. The development of self-concept in role component includes individual perceptions ability, and self-confidence has an impact commencement of self-awareness to a professional role in nursing care in emergency work environment adequately. This study aimed analyze correlation between the role of self-concept and emergency nursing competencies to nursing students in Indonesia. Research method used a quantitative approach cross-sectional design with samples of 576 people. Data collection was a questionnaire covering the role of the professional concept self nursing and emergency nursing competencies assessment based on Association of Nursing Vocational Education Institutions Indonesian and  Association of Indonesian Nursing Education Institutions. This study results showed a significant correlation with p value 0.000 (r = 0.534**). This study will provide implications development nursing curricula in Indonesia and emphasize more aspect developing mental readiness of self-concept as an integral part of nursing education, counselling, intensive training, and providing constructive feedback with professional guidance can contribute to increasing student readiness in facing challenges emergency nursing clinical practice.
Efektivitas Metode Health Education Terhadap Perilaku Ibu Tentang Pencegahan Stunting di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Erni Rahmawati; Wulandari, Ratna Feti; Yektiningsih, Erwin; Atmojo, Didik Susetiyanto
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.436

Abstract

Kerdil (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Pemberian edukasi penting dalam pencegahan perilaku stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas metode health education dengan perilaku ibu tentang pencegahan stunting. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan pre post test group intervention. Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 bulan yaitu pada Maret 2023 di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu variabel dependen adalah perilaku pencegahan stunting dan variabel independen adalah metode health education. Sampel dipilih secara total sampling, berjumlah 30 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku ibu dan media health education. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired t test. Pengolahan data menunjukkan terdapat efektivitas metode health education dengan perilaku ibu tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p value = 0,000). Pentingnya metode health education sebagai media edukasi peningkatan perilaku ibu untuk pencegahan stunting. Selain itu pentingnya pemantauan kepada ibu hamil selama masa gestasi terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan yang dapat diidentifikasi melalui pengukuran LILA yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selama masa gestasi dan selama 1000 hari kehidupan. Kata kunci: health education, perilaku ibu, stunting
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL FASE INISIATIVE DENGAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK ANAK PRESCHOOL Yektiningsih, Erwin; Nirmala K.S; M.Ikhwan Kosasih
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.127

Abstract

Perkembangan psikososial usia anak preschool merupakan bentuk perkembangan bersifat kumulatif. Sehingga stimulus perkembangan fisik dan mental diperlukan untuk memenuhi tugas di fase perkembangan inisiative. Oleh karena itu, apabila terjadi hambatan psikososial di tahap awal dapat mempengaruhi perkembangan di tahap selanjutnya. Sehingga Anak rentan mengalami gangguan perkembangan jiwa psikososial. Sekarang berdasarkan hasil observasi ibu yang mempunyai peran yang lebih banyak mengasuh anaknya di komunitas Taman kanak-kanak Dharma Wanita II Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri masih banyak yang kurang memahami mengenai cara yang tepat untuk menstimulasi perkembangan psikososial pada anak usia preschool seperti motorik kasar, motorik halus, kognitif, bahasa, emosi, kepribadian, moral, spiritual serta psikososial. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai menstimulasi dengan maksimal perkembangan inisiative pada anak usia preschool, melalui pendekatan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia anak preschool. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu tahapan persiapan, implementasi tindakan TKT yang terdiri dari enam sesi serta evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan pengetahuan orang tua tentang cara menstimulasi perkembangan anak usia preschool setelah dilakukan TKT mengalami peningkatan di tingkat baik. Maka terapi kelompok terapeutik ini direkomendasikan sebagai promosi kesehatan anak untuk menstimulasi perkembangan psikososial kesehatan jiwa anak usia preschool di tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN NEONATAL PADA PETUGAS MOBIL SIAGA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEDIRI: ENHANCING EFFORTS KNOWLEDGE OF NEONATAL EMERGENCY INTERVENTION TO EMERGENCY CAR OFFICERS THROUGH HEALTH EDUCATION IN WORKING AREA OF KEDIRI REGENCY HEALTH OFFICE Yektiningsih, Erwin; Ratna Feti Wulandari; Dwi Rahayu
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.151

Abstract

Abstrak Neonatus merupakan bayi baru lahir dengan imunitas yang belum stabil disebabkan masih dalam proses menyesesuaikan diri dengan dunia luar, sehingga rentan menghadapi permasalahan kegawatdaruratan. Jika tidak segera ditangani akan meningkatkan angka kematian bayi. Sekarang masih banyak petugas mobil siaga di komunitas masih bingung penanganan intrahospital  yang tepat mengenai pemahaman penatalaksanaan kegawatdaruratan  pada neonatus ketika  mengantar menuju penanganan yang  lebih intensif ke fasilitas kesehatan terdekat supaya neonatus dapat segara di tangani dengan cepat dan tepat. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan pengetahuan petugas mobil siaga dengan memberikan pendidikan kesehatan Metode kegiatan PKM terdiri dari beberapa tahapan seperti persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Maka hasil kegiatan ini sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 3%. Dan peserta merasakan puas selama mengikuti pendidikan kesehatan. Maka, kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat direkomendasikan sebagai promosi kesehatan untuk penanganan kegawatdaruratan pada neonatus bagi petugas mobil siaga sebagai petugas non kesehatan yang berperan aktif di masyarakat untuk  penanganan prehospital kegawatdaruratan yang dapat berefek mengoptimalkan upaya menurunkan angka kematian bayi,  yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pembanguanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci:  Pengetahuan, Kegawatdarutanneonatal, Petugas, Mobil siaga    Abstract   Neonates are newborns with unstable immunity because they are still in the process of adjusting to the outside world, so they are vulnerable to facing emergency problems. If not treated immediately will increase the infant mortality rate. Now there are still many emergency car officers  in the community who are still confused about proper intrahospital handling regarding the understanding of emergency management in neonates when they lead to more intensive treatment to the nearest health facility so that neonates can be treated quickly and precisely. The purpose of this community service (pkm) increased the knowledge of emergency car officers  by providing health education. The pkm activited method consists of several stages such as preparation, implementation and evaluation. So the results this activity to most  participants experienced an increase in knowledge of 3%. And the participants felted to satisf while participating in health education. Thus, this health education activity will be recomment as a health promotion for emergency intervention of neonates for emergency car officers as non-health  offical who play an active role in the community for emergency prehospital management which will have effect of optimizing efforts to reduce infant mortality, which is one indicator of successful development health in Indonesia. Keywords : Knowledge, Emergencies, Neonates, Officers, emergency cars  
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA MENGENAI PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK : HEALTH EDUCATION FOR FAMILY OF KNOWLEDGE INCREASE ABOUT EMERGENCY MANAGEMENT TO CHILDREN WITH FEBRILE SEIZURE Yektiningsih, Erwin; Quyumi Rahmawati, Elfi; M. Ikhwan Kosasih; Anawidhiyanti, Resa
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.182

Abstract

Abstrak   Anak mengalami demam tinggi merupakan tanda dan gejala  terkena infeksi. Hal tersebut  dapat mempengaruhi gangguan neurologik bangkitan kejang yang mempengaruhi kondisi sasak nafas, sehingga berakibat kadar oksigen di jaringan menurun berefek pada kerusakan sel neuron otak. Kondisi anak tersebut dapat berada pada kondisi kegawatdarutan, jika tidak segera ditangani berakibat pada kematian. Sekarang ini masih terdapat banyak pada keluarga di komunitas yang belum memahami mengenai penatalaksanaan pre hospital   kegawatdarutan  kejang demam pada anak. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dengan cara pendidikan kesehatan. Tim pengabdian kepada masyarakat  melakukan kegiatan ini  menggunakan metode yang terdiri dari tiga tahapan  adalah  persiapan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas keluarga mengalami peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan tindakan pendidikan kesehatan dengan sebanyak 60% . Oleh karena itu pendidikan kesehatan  direkomendasikan sebagai promosi kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: anak, kejang demam, kegawatdarutan, pengetahuan, pendidikan kesehatan   Abstract   A child having a high fever is a sign and symptom of infection. This can affect neurological disorders, and seizures, which affect the condition of shortness of breath, resulting in decreased oxygen levels in the tissue, which has an effect on damage to brain neuron cells. The child's condition could be in an emergency condition, if not treated immediately it could result in death. Currently, there are still many families in the community who do not understand the pre-hospital management of emergency febrile seizures in children. The aim of this community service was to increase family knowledge by means of health education. The community service team carried out this activity using a method consisting of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity will show that the majority of families experienced an increase in their level of knowledge after being given good health education measures by 60%. Therefore, this health education will be recommended as health promotion for handling emergencies experienced by childrent.  Keywords: children, febrile seizures, emergencies, knowledge, health education
UPAYA PENATALAKSANAAN DEPRESI DENGAN SCREENING DAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA: DEPRESSION MANAGEMENT EFFORTS WITH SCREENING AND COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TO ELDERLY IN TRESNA WERDHA SOCIAL ASSOCIATES Yektiningsih, Erwin; Khosasih , M.Ikhwan; Africia, Fresty; Hani Rahmawati, Iva Milia; Satriya, Moch.Gandung
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.411

Abstract

Abstrak   Kelompok usia lanjut yang tinggal terpisah dari keluarga yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha kecenderunagan rentan mengalami gangguan mental depresi dengan perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis, sehingga mengurangi kualitas hidup lansia. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat terjadi masalah kegawatdarutan mental resiko bunuh diri yang rentan mengalami kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mencegah serta penatalaksanaan depresi pada lansia, supaya tercapainya kesejahteraan mental selama tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Kegiatan PKM ini digunakan tiga tahapan metode yaitu pertama perencanaan meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media screening Beck Deppression Inventory (BDI). Kedua  implementasi dilakukan screening BDI kepada semua lansia, kemudian tindakan cognitive behavior therapy (CBT) kepada lansia yang mengalami depresi. Ketiga tahap evaluasi pada keseluruhan proses kegiatan sekaligus pemberian intervensi  CBT pada lansia depresi dengan  menganalisa perubahan score BDI pada pre dan post intervensi CBT. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil screening BDI pada lansia depresi  menjadi menurun menjadi normal sebanyak 62.5%. Maka tindakan screening BDI dan CBT pada lansia direkomendasikan sebagai upaya screening depresi sekaligus CBT kuratif untuk membantu mengurangi masalah depresi pada lansia yang tinggal di lingkungan khusus di panti sosial dengan kolaborasi sinergis antara pihak Panti Sosial Tresna Werdha, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan aman yang mendukung peningkatan  kesehatan mental lansia supaya tetap aktif serta  produktif secara fisik dan sosial. Abstract   Elderly living separately from their families in the social care facility are prone to experiencing mental disorders such as depression, feelings of sadness, helplessness, and pessimism, which can reduce their quality of life. If condition is not addressed immediately, it can lead to mental emergencies suicide risk, which can lead to death. The purpose this community service was  prevented  and manage depression to elderly, in order to achieve mental well-being while living in the Tresna Werdha social care facility. This PKM activity used three methods stages: first, planning, including location surveys, proposals, permits, and compiling Beck Depression Inventory (BDI) screening media. Second, implementation involves BDI screening for all elderly, followed by specific cognitive behavioral therapy (CBT) measures for elderly with depression. Third, evaluation was carried out on  entire activity process, as well as providing CBT interventions for depressed elderly by analyzing changes in BDI scores pre- and post-CBT intervention. The results this activity indicate that the BDI screening results for depressed elderly people have decreased to normal by 62.5%. Therefore, BDI screening and CBT for the elderly  will recommend as a preventive BDI and curative CBT approach to help reduce depression to elderly residents living in special social care settings. This synergistic collaboration between the Tresna Werdha Social Care Center, families, and healthcare professionals creates a safe environment that supports mental health to elderly, allowing them to remain physically and socially active and productive.
Manajemen Pencegahan Infeksi Akibat Luka Bakar di Lingkungan Rumah sebagai Upaya Realisasi Home Safety Yuliansari, Pratiwi; Sumirat, Widhi; Africia, Fresty; Zulvana; Yektiningsih, Erwin
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21146

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar adalah kecelakaan rumah tangga yang paling umum. Luka bakar dapat terjadi akibat memasak, menyalakan listrik, kebocoran gas, dan bahkan karena kelalaian dalam mencegah dan mengawasi anak-anak yang suka menjelajahi peralatan listrik berbahaya di rumah. Infeksi luka bakar adalah komplikasi serius yang berpotensi terjadi akibat penanganan yang tidak tepat pada periode pasca-cedera akut. Sekitar 73% dari semua kematian dalam lima hari pertama setelah cedera luka bakar terbukti disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh proses infeksi. Metode: Kegiatan penyuluhan tentang manajemen pencegahan infeksi luka bakar ini dilakukan di Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang melibatkan 40 ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah infeksi luka bakar melalui pertolongan pertama yang tepat. Metode yang digunakan meliputi penyajian materi, demonstrasi, dan simulasi kasus manajemen luka bakar yang tepat, menggunakan media pembelajaran seperti video, brosur, dan permainan. Keberhasilan pendidikan kesehatan kemudian dievaluasi melalui tes pra dan pasca-pelatihan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata peserta dari 62,5 (tes pra-pelatihan) menjadi 85 (tes pasca-pelatihan). Lebih lanjut, 85% peserta melakukan prosedur pertolongan pertama yang benar selama simulasi. Kesimpulan: Program ini secara efektif meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan memberdayakan keluarga untuk mencegah infeksi luka bakar di rumah.
Effect of Rational Emotive Behavioral Therapy on Preventive Measures of Transmission In The Family of Pulmonary Tb Patients Firdausi, Nugrahaeni; Yuliansari, Pratiwi; Yektiningsih, Erwin
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.93

Abstract

Background: Pulmonary TB is an infectious disease caused by mycobacterium tuborkulosis and is contagious. The family of pulmonary TB patients plays a very important role in the transmission of pulmonary TB disease. Preliminary data collection shows that four out of five (80%) families of pulmonary TB sufferers so far have gained knowledge about the transmission of pulmonary TB, but in their daily use personal protective equipment is rarely used. The family said they rarely wear masks because they feel fine without the masks, the family also feels wearing masks will hurt the feelings of people with pulmonary TB.Purpose: This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy on preventive measures for transmission of patients with pulmonary TB.Methods: This study used a quasy experiment research design with a non-randomized control group design pretest-posttest approach. The sample in this study was the family of pulmonary TB patients at UPTD Puskesmas Puhjarak Kediri who met the inclusion and exclusion criteria, with a sampling technique using purposive sampling. The independent variable of this study was Rational Emotive Behavioral Therapy and the dependent variable was family preventive measures. The instrument used to measure preventive measures for pulmonary TB transmission is a questionnaire which contains 12 questions, and for the independent variable of memory therapy is SAK research. The research data were processed using the Wilcoxon signed ranks test and Mann-Whitney. Alternative hypotheses are accepted if p <0.05.Results: The results showed that the Mann Whitney test results in the treatment and control groups at the time of the pretest showed a value of p = 0.690 and at the posttest was p = 0.000. Wilcoxon signed rank test results show in the treatment group after treatment p = 0.005, while in the control group when posttest was p = 0.317.Conclusion: The results of the assessment of preventive measures for pulmonary TB transmission between the treatment group and the control group after the implementation of Rational Emotive Behavioral Therapy showed that there were differences in the value of preventive measures for pulmonary TB transmission between the treatment group and the control group after receiving Rational Emotive Behavioral Therapy
Association Between Personality Traits Toward Culture Shock Among Indonesian Caregiver in Japan Under Economic Partnership Agreement Yektiningsih, Erwin; Risnasari, Norma; Tri Wijayanti, Endah
Journal Of Nursing Practice Vol. 5 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v5i1.165

Abstract

Background: Among Indonesian nurses who worked in Japan under Economic Partnership Agreement (EPA). They were placed in hospitals as nurses and nursing homes as caregivers. They experience cross-cultural tend to culture shock because of the personality traits needed socio-cultural to adaptations skills to live new environment.Purpose: This study aimed to increase professionally among Indonesian nurses placement job in Japan with enhancing adequate personality traits for adaptation cross-cultural live and health facility job in Japan that can preventive culture shock.Methods: This study used a cross-sectional approach with a non-probability sampling method. The population study was 307 among health professionals migration Indonesian in Japan, and obtained a sample of 180 respondents of Indonesian caregiver in nursing home Japan, that passing the National Board Examination (NBE) and have not. Selected using a random sampling technique. The data were collected using questioner. Data analysis used a contingency coefficient.Results: The results of research culture shock participants were 17% and normal 83%. This showed study extraversion have a significant association with culture shock (? value = 0. 042) and openness (? value = 0.109), conscientiousness (? value = 0.518), agreeableness (? value = 0.213), neuroticism (? value = 0.592) were not a significant association with culture shock.Conclusion: The nursing institutions plants to curriculum containing material for increasing nursing resources study cross-cultural skills in an abroad workplace to avoid culture shock who need very good mentally with increase competence of reinforcing positive personality traits