Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Model Bisnis UMKM VIA laundry and Shop dengan Pendekatan Design Thinking pada Masa Pandemi Covid-19 Irvan Setyawan; Dadan Umar Daihani; Imam Kisowo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2022): VOLUME 12 NO 3 NOVEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i3.15656

Abstract

Intisari— UMKM VIA laundry and Shop merupakan usaha yang dikelola oleh pekerja yang handal dan berpengalaman dalam memberikan kemampuan dalam bidang laundry, keterampilan yang sudah termasuk cuci kiloan dan jasa setrika. Permasalahan pada VIA laundry and Shop kurangnya pada perhatian pada pengambangan bisnis yang perlu dievaluasi dan dilakukan perubahan untuk bertahan pada masa pandemi Covid-19. Manfaat dari pengembangan bisnis dapat meningkatkan pada pengguna jasa laundry dan dapat bersaing dengan Kompetitor di sekitar wilayah VIA laundry and Shop. Metode yang akan digunakan pada pengambangan bisnis ini adalah Design Thinking, Lean Canvas, Value Proposition Canvas, dan Blue Ocean Strategy. Emphaty Map UMKM VIA laundry and Shop yaitu Customer mengalami pihak laundry yang sulit dihubungi,hasil cuci yang kurang memuaskan, packing yang tidak rapih. Hasil Value Proposition Canvas adalah UMKM VIA laundry and Shop memberikan sarana sosial media dan website, memberikan promosi paket cuci, dan memberikan layanan tambahan dengan sesuai request customer. Hasil Lean Canvas usulan UMKM VIA laundry and Shop. Memberikan paket cuci, garansi cuci, dan website/sosial media.Dari perumusan Blue Ocean Strategy UMKM VIA laundry and Shop menawarkan memberikan suatu platform seperti sosial media dan website, mengengbangkan cara mencuci dengan memperhatikan lebih detail tentang sabun dan pewangi yang akan digunakan untuk mencuci dengan menawarkan customer jika ungin menggunakan pewangi atau tidak, menyediakan plastik packing yang sesuai dengan ukuran berat cuci kiloan. Pada perhitungan gross margin Rp.78.523.478. Perhitungan Break Even Point unit adalah 24.685 unit. Break Even Point didapatkan sebanyak Rp. 447.327.322. Abstract— UMKM VIA laundry and Shop is a business managed by workers who are reliable and experienced in providing skills in the field of laundry, skills that include laundry kiloan and ironing services. The problem with VIA laundry and Shop is the lack of attention to business development that needs to be evaluated and changed to survive the Covid-19 pandemic. The benefits of business development can improve in laundry service users and can compete with competitors around the VIA laundry and Shop area. The methods that will be used in this business development are Design Thinking, Lean Canvas, Value Proposition Canvas, and Blue Ocean Strategy. Emphaty Map UMKM VIA laundry and Shop that is Customer experiencing laundry parties that are difficult to contact, unsatisfaktory washing results, untidy packing. The result of Value Proposition Canvas is THAT UMKM VIA laundry and Shop provide social media and website facilities, provide laundry package promotion, and provide additional services in accordance with customer requests. Lean Canvas results proposed by UMKM VIA laundry and Shop. Provide washing packages, washing guarantees, and website / social media. From the formulation of Blue Ocean Strategy UMKM VIA laundry and Shop offers to provide a platform such as social media and websites, raise how to wash by paying attention to more details about soap and fragrance that will be used for washing by offering customers if they want to use fragrance or not, providing plastic packing that suits the size of the weight of the laundry kiloan. On the gross margin calculation of Rp.78,523,478. Calculation of Break Even Point unit is 24,685 units. Break Even Point was obtained as much as Rp. 447,327,322.
PENDAMPINGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’s) UNTUK LINGKUNGAN KELUARGA PESANTREN Annisa Dewi Akbari; Dadang Surjasa; Dadan Umar Daihani; Dedy Sugiarto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14188

Abstract

Saat ini Sustainable Development Goals (SDG’s) telah disepakati untuk menjadi tujuan bersama di seluruh dunia. SDG’s ini dapat dicapai setelah seluruh bagian masyarakat dapat memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah menuju SDG’s. Yayasan Bunga Melati Indonesia (YBMI) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dengan beberapa mitra pesantren yang salah satunya adalah Pesantren Tahfidz Hummalul Qur’an di daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dalam pesantren tersebut banyak potensi berharga yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup baik untuk para santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitarnya. Namun di tengah potensi ini, sayangnya para santri belum mempunyai bekal yang cukup khususnya dalam pengenalan konsep sustainable development goals, membuat usaha yang sustainable, pendidikan yang holistik, kesehatan, maupun dalam kaitannya menjaga lingkungan. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian kKepada Masyarakat (PkM) ini memberikan penyuluhan mengenai konsep SDG’s terutama tentang pemanfaatan teknologi masa kini, pendidikan yang holistik, konsep sustainable business, pelatihan bank sampah, serta konsep triangle health. Penyuluhan SDG’s ini dilakukan dengan pemberian materi dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pesantren terkait SDG’s. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PkM, para peserta sangat antusias terhadap materi yang diberikan, pemberian materi dan pelatihan sangat cocok dengan kondisi pesantren, para santri menjadi lebih memahami tentang SDG’s, dan akan mengimplementasikan langkah-langkah untuk dapat mencapai kesejahteraan bersama.
PENGEMBANGAN KUALITAS SDM UNTUK MEMPERKUAT KEWASPADAAN NASIONAL Arundati Shinta; Dadan Umar Daihani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian literatur ini membahas tentang pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang tangguh dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional pada era Revolusi Industri 4.0. Hal ini penting karena Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi strategis di antara dua benua dan dua samudra akan menghadapibanyak ancaman. Jenis dan bentuk ancaman dari jaman ke jaman terus berubah. Pada era Revolusi Industri 4.0 ancaman yang muncul ke permukaan adalah budaya digital yang mana hal itu bisa berpengaruh positif namun juga negatif. Bila NKRI ingin dibangun menjadi Indonesia Incoporated yang tangguh, maka situasi sekarangyang sebenarnya sudah dalam kondisi baik-baik saja (good), pada masa depan sudah tidak cukup lagi. Indonesia Incorporated harus berada dalam situasi yang luar biasa hebat (excellence). Untuk mencapai hal itu salah satu langkah strategisnya adalah membangun kualitas Sumber Daya Manusianya. Sesuai dengan tantangan masadepan yaitu memasuki era dunia maya, maka pembangunan manusia harus diarahkan untuk memiliki digital literasi yang tinggi. Pada masa depan Indonesia tidak akan terlepas dari terbentuknya masyarakat dunia maya global (global cyber communities). Untuk itulah penguasaan digital literasi menjadi penting untuk dibahas.
Peran UMKM dalam Penerapan SDGs (Sustainable Development Goals) di Yayasan Bina Umat Kelapa Dua Ratna Mira Yojana; Dadang Surjasa; Yuli Kurnia Ningsih; Dedy Sugiarto; Dadan Umar Daihani
Abdimas Universal Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i2.309

Abstract

The Sustainable Development Goals (SDGs) are targets agreed upon by members of the United Nations in 2015. Indonesia is a member of the United Nations committed to making SDGs a priority in National Development. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia are one of the economic heroes which are the government's priority in national economic development. The government is making various efforts to develop MSMEs because technology and capital support are one of the keys to the success of MSMEs. The Bina Umat Kelapa Dua Foundation (YBUK) Association is a collection of several MSMEs in the Kelapa Dua area who want to continue developing MSMEs in their area. However, they experienced several obstacles, including the problem of limited knowledge of technology and business capital. The Master of Industrial Engineering at Trisakati University and the management of the YBUK Association jointly held SDGs socialization activities in Community Service (PKM) activities as the first step in helping MSMEs develop their businesses. The theme taken is socio-economic, business and energy in MSME scale sdgs. The enthusiasm of the PKM participants was quite high, and they hoped that similar activities would be held with wider participants.
Pengembangan Model Bisnis pada Rumah Makan K2B Menggunakan Metode Design Thinking Christania Paulina Bolung; Dadan Umar Daihani; Imam Kisowo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i3.19147

Abstract

Abstrak— Pada perkembangan industri di Indonesia salah satunya industri yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Rumah Makan K2B merupakan usaha bisnis kuliner yang menjual berbagai macam menu makanan khas Manado. Suatu permasalahan yang dihadapi Rumah Makan K2B yaitu pendapatan penjualan yang masih belum stabil dan belum mencapai target sehingga memerlukan model bisnis untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model bisnis yang sesuai dengan memberi inovasi pengembangan bisnis serta melakukan uji kelayakan untuk Rumah Makan K2B. Tahapan yang dilakukan dalam Design Thinking yaitu tahap Empathize pada Empathy Map didapatkan dari Pain adalah rasa makanan yang tidak sesuai, kurangnya promosi makanan dan layanan pemesanan untuk customer kurang baik dan untuk Gain adalah rasa makanan yang enak, layanan yang praktis dan fasilitas layanan customer yang baik, tahap Define yang didapatkan dari Jobs To Be Done adalah menawarkan layanan pemesanan yang praktis dan menu makanan pedas dan makanan sehat dan berkualitas agar dapat meningkatkan tampilan menu yang menarik dan juga terlihat berbeda dengan rumah makan lainnya, tahap Ideate menggunakan Value Proposition Canvas yang didapatkan adalah menawarkan layanan pemesanan yang praktis dan menu makanan pedas dan makanan sehat dan berkualitas agar dapat meningkatkan tampilan menu yang menarik dan juga terlihat berbeda dengan rumah makan lainny, tahap Prototype menggunakan Lean Canvas yang didapatkan untuk Revenue Stream adalah penjualan produk langsung dan online, dan tahap Test dengan melakukan pengujian produk kepada beberapa customer. Pada Blue Ocean Strategy yang didapatkan adalah menciptakan suatu inovasi baru dengan jasa catering, paid promote, dan website penjualan. Serta hasil uji kelayakan dengan perhitungan hasil yang telah diperoleh dari Break Event Point 33217 unit, Net Present Value yang diperoleh bernilai positif sebesar Rp. 340.804.848, Internal Rate of Return yang didapatkan dengan persentase keuntungan tingkat bunga yang diperoleh tiap tahunnya sebesar 75% dan Payback Period yang didapatkan 0 tahun yang artinya tidak ada batas pengembalian investasi yang dikeluarkan . Berdasarkan hasil uji kelayakan yang telah didapatkan maka pengembangan model bisnis pada Rumah Makan K2B dinyatakan layak. Abstract— In the development of industry in Indonesia, one of them is an industry that is engaged in food and beverages which are the daily basic needs of the community. K2B Restaurant is a culinary business that sells a variety of Manado specialties. A problem faced by K2B Restaurant is that sales income is still not stable and has not reached the target so that it requires a business model to benefit from the business being run. The purpose of this research is to obtain a suitable business model by providing business development innovations and conducting feasibility tests for K2B Restaurants. The stages carried out in Design Thinking are the Empathize stage on the Empathy Map obtained from Pain, namely the taste of food that does not match, the lack of food promotion and ordering service for customers is not good and for Gain is the taste of good food, practical service and good customer service facilities , the Define stage obtained from Jobs To Be Done is to offer a practical ordering service and a menu of spicy food and healthy and quality food in order to increase the appearance of an attractive menu and also look different from other restaurants, the Ideate stage using the Value Proposition Canvas obtained is offers a practical ordering service and a menu of spicy food and healthy and quality food in order to improve the appearance of an attractive menu and also look different from other restaurants, the Prototype stage using Lean Canvas obtained for Revenue Stream is direct and online product sales, and the Test stage by doing product testing to several customers. The Blue Ocean Strategy obtained is to create a new innovation with catering services, paid promote, and website sales. And the results of the feasibility test by calculating the results that have been obtained from the Break Event Point of 33217 units, the Net Present Value obtained has a positive value of Rp. 340,804,848, Internal Rate of Return obtained with the percentage of profit the interest rate earned annually is 75% and the Payback Period obtained is 0 years, which means that there is no limit on the return on investment issued. Based on the results of the feasibility test that has been obtained, the business model development at K2B Restaurant is declared feasible.
PELATIHAN SUSTAINABLE SUPPLY CHAIN DALAM LINGKUNGAN KELUARGA UNTUK MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Surjasa, Dadang; G. Amran, Tiena; Prayitno, Dody; Umar Daihani , Dadan; B. Susetiyo, Bambang
Kocenin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat), merupakan program kolaborasi antara Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Trisakti dengan YBMI (Yayasan Bunga Melati Indonesia) Pamulang – Tangerang Selatan. Salah satu bidang yang ditangani YBMI adalah pembuatan produk daur ulang serta pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah. Pada PKM ini, target peserta yang diundang adalah dari para pimpinan pengurus bank sampah di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan permasalahan yang berhubungan dengan SSC (sustainable supply chain) serta SDGs (sustainable development goals) diperoleh maka tujuan dari program PKM ini adalah untuk menyosialisasikan konsep SSC dan SDGs beserta penerapannya di lingkungan keluarga seperti cara menangani perlatan rumah tangga yang terkena karat/ korosi, cara menata lingkungan rumah tangga supaya aman, nyaman dan asri serta sosialisasi terkait dengan cara dan prosedur pengelolaan dan pembuangan sampah (cara memilah dan memilih sampah rumah tangga sebelum dibuang ke TPA (tempat pembuangan sampah). Dari hasil kuesioner PKM ini, diperoleh hasil bahwa pelatihan ini telah memberikan tambahan informasi serta penyegaran kembali dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan bank sampah, lebih memahami cara mencegah peralatan rumah tangga dari karat/ korosi, serta mendapatkan informasi cara menjaga keamanan, kenyamanan lingkungan rumah tangga juga cara meningkatkan pendidikan dan kesehatan keluarga.
Mapping Regional Characteristics of National Resilience Through Data Mining Approaches Daihani, Dadan Umar
Jurnal Lemhannas RI Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v12i1.564

Abstract

Purpose: This study aims to assess Indonesia's national resilience in the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era by evaluating the characteristics of regional resilience and their interrelationships. The research focuses on the use of computational methods, including artificial intelligence, to classify regions based on national security conditions and identify effective measures to enhance national resilience. Study Design/Methodology/Approach: The study utilizes public policy simulations and a national resilience index developed by Lemhannas. This system assesses national resilience through regional evaluations, considering both natural and social determinants. Computational methods such as K-means clustering and the Davies-Bouldin index were applied to classify regional resilience. The interactions between variables were analyzed, emphasizing the importance of regional characteristics in policy formulation. Findings: The research identified seven regional clusters through the K-means clustering method and the Davies-Bouldin index test, which effectively enhance national resilience. These clusters provide detailed insights into regional similarities, which are critical for designing targeted policies aimed at improving national resilience. The findings highlight the role of computational methods in processing extensive data and guiding policy decisions to strengthen regional and national resilience. Originality/Value: This study presents an innovative approach to assessing and enhancing national resilience in Indonesia by employing artificial intelligence and computational methods. By identifying and analyzing regional clusters and characteristics, the research offers valuable insights for policymakers to develop strategic, data-driven policies for strengthening national resilience. The integration of both natural and social determinants into the resilience assessment contributes to a more comprehensive understanding of the resilience dynamics at both regional and national levels
PENGEMBANGAN KAPASITAS WBS MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN KOMPOS DI PSAA PU 3 CEGER JAKARTA Sari, Emelia; Ruhiyat, Ratnaningsih; Daihani, Dadan Umar; Suhardini, Didien; Suryana, Yunita Friscilia; Krismantan, Thalia Putri
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.17417

Abstract

Panti sosial perlu meningkatkan kemandirian, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan dari pemerintah. Capacity building yang berkelanjutan merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pemberdayaan panti-panti sosial yang selama ini merupakan cost center. Berdasarkan hasil diskusi dan survey yang dilakukan secara langsung, maka diperoleh informasi bahwa sebagian besar panti sosial sudah berupaya membangun kemandirian melalui beberapa kegiatan, diantaranya adalah pengelolaan bank sampah, minyak jelantah, keterampilan bengkel, dan lain sebagainya. Dan yang sudah selesai dilakukan adalah kegiatan hibah Matching Fund Kedaireka yang berjudul Green-Techno Sosiopreneur Ternak Magot Bangkitkan Ekonomi Mandiri Panti-Panti Sosial. Salah satu luaran dari kegiatan ini adalah produk inovasi mesin pencacah. Dalam rangka meningkatkan utilitas penggunaan mesin pencacah, khususnya pada PSAA PU 3 Ceger, maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini difokuskan kepada pengolahan kompos. Kegiatan ini diharapkan mendatangkan keuntungan ekonomis berwawasan lingkungan terhadap panti. PkM ini diikuti oleh 47 orang peserta. Peserta memberikan nilai baik untuk pelaksanaan kegiatan ini. Pada PkM berikutnya peserta mengharapkan materi lanjutan tentang pengolahan sampah (waste to value) dan bagaimana cara memasarkan produk hasil pengolahannya.
Rancangan Strategi Kupa Ngupi dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy Fadjri, Safwan; Daihani, Dadan Umar; Kisowo, Imam
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v11i3.13056

Abstract

Intisari: Kupa Ngupi adalah salah satu kedai kopi yang berada di Bekasi. Pada saat ini, kondisi penjualan Kupa Ngupi sedang mengalami penurunan. Salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah perubahan strategi yang mendasar. Pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi strategi dan merumuskan strategi baru adalah dengan Blue Ocean Strategy. Langkah pertama dipetakan posisi perusahaan di pasar melalui pembuatan matriks IFAS dan EFAS. Melalui matriks ini dapat diketahui kondisi internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal adalah seluruh faktor yang dapat dikendalikan sedangkan faktor eksternal merupakan pengaruh yang datang dari luar dan tidak bisa dikendalikan secara langsung. Strength dan weakness merupakan faktor internal perusahaan, opportunity dan threat merupakan faktor eksternal perusahaan. Berdasarkan matriks IFAS dan EFAS, total skor kekuatan adalah 1,08 dan kelamahan 1,32, selisihnya -0,24 (dipetakan pada sumbu x). Sedangkan total skor peluang 1,833 dan skor ancaman 0,875, selisihnya adalah 0,958 (dipetakan pada sumbu y). Dari hasilperhitunga inu terlihat bahwa perusahaan berada pada Kuadran III. Pada kuadran ini, perusahaan menghadapi peluang besar, namun ada kendala kelemahan internal sehingga perlu dilakukan perubahan strategi untuk keluar dari ruang pasar yang sudah ada. Melalui Kanvas Strategi awal terpetakan bahwa Kupa Ngupi terlihat masih berada di bawah pesaing. Untuk itu perlu dilakukan perubahan dengan mempergunakan Kerangka Kerja Empat Langkah sehingga dpat digambarkan kanvas strategi kearah penciptaan Kupa Ngupi yang unggul. Setelah dilakukan analisis ditemukan bahwa faktor yang harus dihapuskan berkaitan dengan pola penataan ruangan yang tidak berkonsep. Faktor yang perlu dikurangi adalah tingkat ketidak teraturan penataan peralatan dan perlengkapan pembuat kopi. Hal yang perlu ditingkatkan adalah varian dan inovasi produk dan menambah menu ‘bundling package’. Terkahir hal yang perlu dicitptakan adalah berkaitan dengan penciptaan situasi kenyamanan yang direpresentasikan dalam bentuk interior minimalis namun modern. Hal ini sesuai dengan nilai yang dihasilkan yaitu 3,65, kopi ready to go bernilai 3,64, dan speciality kopi bernilai 3,75. Nilai rata-rata usulan faktor diciptakan tersebut di atas 2,9 yang berarti faktor tersebut penting untuk diciptakan. Kanvas strategi akhir menunjukkan adanya kenaikan faktor internal perusahaan dibanding pesaing, ditambah dengan adanya faktor baru yang diciptakan. Usulan lain yang diberikan adalah motto baru “Kopi nikmat, harga gak bikin penat”. Abstract: Kupa Ngupi is one of Bekasi's coffee cafes. At the meantime, Kupa Ngupi sales conditions are decreasing. A fundamental shift in strategy is one effort that must be made. The Blue Ocean Strategy is a method for evaluating existing strategies and developing new ones. The first step is creating IFAS and EFAS matrices to map the company's market position. The internal and external characteristics of the firm may be examined using this matrix. Internal factors are those that can be managed, whereas external factors are those that originate from outside and cannot be directly controlled. The company's internal factors are its strengths and weaknesses, while its external elements are its opportunities and threats. According to the IFAS and EFAS matrices, the total strength score is 1.08 and the weakness score is 1.32, with a -0.24 difference (mapped on the x-axis). While the overall opportunity score is 1.833 and the threat score is 0.875, the difference is 0.958. (mapped on the y-axis).The results of this analysis show that the firm is in Quadrant III. The firm confronts enormous potential in this quadrant, but there are internal weaknesses restrictions, therefore the strategy must be changed to exit the present market area. The first Strategy Canvas revealed that Kupa Ngupi was still lagging behind competitors. As a result, modifications must be made utilizing the Four-Step Framework so that a strategy canvas may be created toward the development of improved Kupa Ngupi. Following the research, it was discovered that the elements that had to be deleted were connected to a pattern of room layout for which there was no conceptualization. The amount of inconsistency in the placement of coffee manufacturing equipment and supplies should be minimized. Product variations and innovations, as well as the addition of a 'bundling package' menu, need to be enhanced. The final element that has to be developed is a relaxed atmosphere, which is represented by a minimalist yet modern interior design. This is aligned with the resultant value of 3.65, ready-to-drink coffee is worth 3.64, and speciality coffee is worth 3.75. The average value of the proposed factor generated is more than 2.9, indicating that the factor is relevant enough to be established. The final strategy canvas indicates an increase in the company's internal factors as compared to competitors, as well as the creation of new features. Another suggestion was for a new motto “Kopi nikmat, harga gak bikin penat".
Perancangan Model Pengukuran Kinerja Menggunakan Metode Balanced Scorecard (BSC) pada PT. Vendor Anak Indonesia Muhammad Irfan Naufal; Dadan Umar Daihani; Tina G Amran
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13963

Abstract

Intisari—PT. Vendor Anak Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 2018, dan bergerak pada bidang jasa on demand procurement seperti konveksi, disain interior, kontraktor, dan sebagainya. Saat ini PT. Vendor Anak Indonesia hanya melihat kinerja nya berdasarkan aspek keuangan Perusahaan juga belurm pernah melakukan pengukuran kinerja secara menyeluruh. Pengukuran hanya dilakukan pada bagian – bagian yang dianggap perlu oleh perusahaan, sehingga tidak menginformasikan upaya – upaya yang harus diambil saat ini dan dimasa yang akan datang untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengukur kinerja perusahaan pada PT. Vendor Anak Indonesia membutuhkan suatu sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan metode Balanced Scorecard (BSC), yang mampu mendapatkan hasil pengukuran kinerja secara keseluruhan berdasarkan aspek keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pada tahap awal perancangan BSC, dilakukan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi yang dilakukan analisa terhadap faktor internal dan eksternal menggunakan analisa SWOT untuk memperoleh strategi - strategi yang akan menghasilkan tujuan strategis, dan diperoleh 8 tujuan strategis yang akan dimasukkan kedalam 4 perspektif BSC. Setelah itu, menentukan tolok ukur, target dan inisiatif strategi untuk tiap tujuan strategis, lalu pembuatan Peta Strategi untuk menggambarkan keterkaitan antar tujuan strategis. Sebelum melakukan pengukuran kinerja, dilakukan penentuan Skala Penilaian Pembobotan terhadap tujuan strategis yang saling terkait menggunakan metode Pairwise Comparison. Tahap akhir adalah pengukuran kinerja dengan menghitung skor tiap perspektif dan perusahaan secara menyeluruh, dan diperoleh hasil pengukuran kinerja perusahaan pada perspektif finansial dengan bobot 0.25 dan score 5.00 dengan skala penilaian ,pada perspektif pelanggan memiliki bobot 0.25 dengan score 4.73, pada proses bisnis internal memiliki bobot 0.25 dengan score 4.19 dan perspektif pembelajaran pertumbuhan dengan bobot 0.25 dengan score 4.56 dan rata-rata keseluruhan sebesar 4.62 yang tergolong dalam kategori “Sangat Baik” dari skala 4.21 – 5.00 pada penilaian skala Likert. Abstract—PT. Vendor Anak Indonesia is a company that was founded in 2018, and is engaged in on demand procurement services such as convection, interior design, contactors, and so on. Currently PT. Indonesian Subsidiary Vendors only see their performance based on the Company's financial aspects and have never conducted a comprehensive performance measurement. Measurements are only carried out on parts that are considered necessary by the company, so it does not inform the efforts that must be taken now and in the future to improve company performance. The purpose of this research is to design and measure the company's performance at PT. Indonesian subsidiary vendors need a company performance measurement system with the Balanced Scorecard (BSC) method, which is able to obtain overall performance measurement results based on financial aspects, customers, internal business processes, as well as learning and growth. In the early stages of designing the BSC, the vision, mission, goals and strategies are explained by analyzing internal and external factors using SWOT analysis to obtain strategies that will produce strategic objectives, and 8 strategic objectives are obtained which will be included in 4 BSC perspectives. After that, determine the benchmarks, targets and strategic initiatives for each strategic goal, then create a Strategy Map to describe the interrelationships between strategic goals. Prior to measuring performance, a Weighting Rating Scale is determined for interrelated strategic objectives using the Pairwise Comparison method. The final stage is the measurement of performance by calculating the score of each perspective and the company as a whole, and the results of the measurement of the company's performance on the financial perspective with a weight of 0.25 and a score of 5.00 with a rating scale, on the customer perspective it has a weight of 0.25 with a score of 4.73, on the internal business process it has a weight 0.25 with a score of 4.19 and a growth learning perspective with a weight of 0.25 with a score of 4.56 and an overall average of 4.62 belonging to the "Very Good" category from a scale of 4.21 - 5.00 on a Likert scale assessment.