Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Determinan Kepuasan Pasien dengan Metode SEM-PLS: Pengaruh Waktu Tunggu dan Nilai Pelanggan melalui Pelayanan Prima dan Kewajaran Harga pada Rumah Sakit Swasta “X” di Kota Pekanbaru Dina Mutia Sari1; Dadan Umar Daihani; Pudji Astuti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i1.14030

Abstract

Intisari— Kepuasan pasien yang rendah dapat berdampak pada keberlangsungan dan kesuksesan industri rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh waktu tunggu, nilai pelanggan, pelayanan prima, dan kewajaran harga terhadap kepuasan pasien, (2) menganalisis efek mediasi pelayanan prima dalam pengaruh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien, (3) menganalisis efek moderasi kewajaran harga dalam pengaruh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif berbasis survei kepada pasien di salah satu rumah sakit swasta di Kota Pekanbaru. Teknik sampling yang menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh 96 orang responden. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dengan menggunakan alat analisis WarpPLS. Hasil penelitian memperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara waktu tunggu, nilai pelanggan, dan pelayanan prima terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit “X” di Kota Pekanbaru. Pengujian efek mediasi diperoleh bahwa pelayanan prima mampu memediasi secara parsial pengaruh yang diberikan oleh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien. Sedangkan dalam pengujian moderasi diperoleh bahwa kewajaran harga harga mampu memoderasi pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pasien, meskipun secara statistik hampir tidak dapat memoderasi Abstract— The lower customer satisfaction might impact the sustainability and success of the healthcare industry. This study aimed to determine; (1) analyze the effect of waiting time, customer perceived value, excellent services, and price on satisfaction, (2) analyze the mediation effect of excellent services in terms of waiting time and perceived value on satisfaction, (3) analyzed moderated effect of price in terms of waiting time and perceived value on satisfaction. Quantitative analysis was adopted as an approach to this study based on a survey analysis of several patients in a private hospital in Pekanbaru. Accidental sampling was applied as a technique sampling to determine 96 respondents—the data analysis technique used SEM-PLS; warpPLS tool. This study's result revealed a significant effect of waiting time, perceived value, excellent services, and price on satisfaction. Moreover, the mediation effect testing showed that excellent services could be a partial mediation on satisfaction. Nonetheless, moderated effect showed that price could be a moderator in the relationship between excellent services and satisfaction, yet statistically, it was almost not moderated.
PENDAMPINGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’s) UNTUK LINGKUNGAN KELUARGA PESANTREN Akbari, Annisa Dewi; Surjasa, Dadang; Daihani, Dadan Umar; Sugiarto, Dedy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14188

Abstract

Saat ini Sustainable Development Goals (SDG’s) telah disepakati untuk menjadi tujuan bersama di seluruh dunia. SDG’s ini dapat dicapai setelah seluruh bagian masyarakat dapat memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah menuju SDG’s. Yayasan Bunga Melati Indonesia (YBMI) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dengan beberapa mitra pesantren yang salah satunya adalah Pesantren Tahfidz Hummalul Qur’an di daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dalam pesantren tersebut banyak potensi berharga yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup baik untuk para santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitarnya. Namun di tengah potensi ini, sayangnya para santri belum mempunyai bekal yang cukup khususnya dalam pengenalan konsep sustainable development goals, membuat usaha yang sustainable, pendidikan yang holistik, kesehatan, maupun dalam kaitannya menjaga lingkungan. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian kKepada Masyarakat (PkM) ini memberikan penyuluhan mengenai konsep SDG’s terutama tentang pemanfaatan teknologi masa kini, pendidikan yang holistik, konsep sustainable business, pelatihan bank sampah, serta konsep triangle health. Penyuluhan SDG’s ini dilakukan dengan pemberian materi dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pesantren terkait SDG’s. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PkM, para peserta sangat antusias terhadap materi yang diberikan, pemberian materi dan pelatihan sangat cocok dengan kondisi pesantren, para santri menjadi lebih memahami tentang SDG’s, dan akan mengimplementasikan langkah-langkah untuk dapat mencapai kesejahteraan bersama.
Open Field Layout Problem Using Hybrid Approaches: A Systematic Review Montreano, Donny; Daihani, Dadan Umar; Septiani, Winnie; Suhardini, Didien
Spektrum Industri Vol. 23 No. 2 (2025): Spektrum Industri - October 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v23i2.439

Abstract

The Open Field Layout Problem (OFLP) is a free-configuration layout problem characterized by the absence of floor constraints and an unlimited number of potential solutions. This systematic literature review analyzed over 3,000 Scopus-indexed articles using the keyword "facility layout problem" and related terms, identifying 154 studies that applied hybrid approaches. Terms such as two-stage, multi-stage, or similar variations were classified accordingly. The review revealed that OFLP is not a monolithic concept but comprises five principal types: (1) layouts without aisles or floor boundaries, (2) tightly packed layouts with minimal spacing, (3) layouts with aisles and large residual space, (4) layouts with aisles and floor boundaries, and (5) layouts with aisles but no floor boundaries. The first type is most commonly addressed, while the fifth remains underexplored. This classification highlights a critical research gap and points to opportunities for advancing from low- to high-level hybrid strategies