Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MEDIA ONLINE DETIK.COM DAN KOMPAS.COM PADA PROYEK PEMBANGUNAN IKN PERIODE 1-7 NOVEMBER anshori, syukron; Apriandani, Hendri; Suprapto, Deddy
ROLLING Vol. 7 No. 2 (2024): ROLLING Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/rolling.v7i2.49028

Abstract

This study aims to analyze the framing of online media Detik.com and Kompas.com related to the development of the Nusantara Capital Project (IKN) in the period 1-7 November 2023. The method used is framing analysis using Zhongdang Pan and Gerald M models. Kosicki, which consists of four main structures: syntactic, script, thematic, and rhetorical. This study identifies how the two media frame news about IKN development, including news focus, word choice, and information presentation. The results of the analysis show that there are differences in the way the two media deliver news, which is influenced by the editorial policies and objectives of each media. Detik.com tends to place more emphasis on the technical aspects and physical achievements of development, while Kompas.com more on the political and social issues related to the project. The research provides insight into how media shape public perception through their framing strategies.
POTRET LAKI-LAKI DALAM FILM MISSION: IMPOSSIBLE DEAD RECKONING PART ONE Suprapto, Deddy; Romdhi Fatkhur Rozi; Muhammad Bintang Alfan Nur Fauzi; Muhammad Richard Firdan Akbar
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2024): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v2i2.132

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi penggambaran maskulinitas dalam film Mission: Impossible - Dead Reckoning Part One. Dengan menggunakan teori maskulinitas dari Connell dan analisis genre Bordwell, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana karakter utama, Ethan Hunt, merepresentasikan maskulinitas hegemonik melalui kekuatan fisik, keberanian, dominasi, dan pengendalian emosi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap transkrip dialog dan tangkapan layar adegan film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi dan visual dalam film ini memperkuat stereotip gender tradisional, menggambarkan laki-laki sebagai pelindung dan pemecah masalah, sedangkan perempuan sering kali diposisikan sebagai pihak yang membutuhkan bantuan. Analisis ini menyoroti peran genre aksi dalam membentuk persepsi publik tentang gender dalam budaya populer.
Representasi Maskulinitas Hegemonik dalam Iklan Suprapto, Deddy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.727 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i1.14004

Abstract

This research aims at observing how advertisement define hegemonic masculinity and identifying the models of hegemonic masculinity in Indonesia. This research takes and focuses on Gudang Garam’s 2006–2010-released advertisements for the data. This research applies the analytical method of Fairclough's three-dimension of critical discourse analysis. First, the analysis is conducted by describing the advertisements. Then, the interpretation of the contexts of both the primary and secondary data. Finally, the explanation of the socio-cultural dimension. The results of this research shows that there are transformations on the representation of hegemonic masculinity from macho  to metrosexual, which is influenced by capitalism and consumerism. The transformation is only on the physical appearance, not in its essence.
Memahami Arti Laba melalui “Semak” Martadinata, Sudrajat; Suprapto, Deddy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.592 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15975

Abstract

Memahami Arti Laba Melalui “Semak” dipilih sebagai judul karena; Pertama, kata “semak” adalah akronim dari Semiotika Akuntansi. Kita akan melihat bagaimana wajah akuntansi (arti laba) jika ditinjau dari sudut pandang semiotika. Kedua, “semak” memiliki makna literal yang berhubungan dengan objek penelitian ini yaitu Perusahaan Kehutanan sehingga akronim dan objek penelitian memiliki relasi makna. Objek penelitian adalah PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini untuk memahami arti laba yang disajikan dalam laporan tahunan mereka. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, Dokumentasi dilakukan dengan mengunduh annual report PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. Fokusnya menganalisis narrative text tentang keseluruhan kondisi perusahaan pada akhir periode akuntansi. Narrative text dianalisa dengan pendekatan semiotika. Hasil penelitian ini menemukan arti laba adalah kesungguhan, prestasi, dan eksistensi diri sebuah perusahaan. Melalui semiotika akuntansi dengan makna kesungguhan, prestasi, dan eksistensi diri sebuah perusahaan diharapkan dapat memperkuat komunikasi bisnis secara intensif.
Simbol Maskulinitas Tokoh Jenderal Nanisca dalam Mise en Scene Film The Woman King ADELIA REJANTA, MOHAMAD IQBAL; Astuti, Soekma Yeni; Suprapto, Deddy
MEDIAKOM Vol. 9 No. 01 (2025): Mediakom, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v9i01.4439

Abstract

Penelitian ini menganalisis simbol maskulinitas pada tokoh Jendral Nanisca dalam film The Woman King melalui pendekatan semiotika Fiske. Film The Woman King mengangkat isu maskulinitas perempuan yang berfokus pada Jendral Nanisca sebagai pemimpin pasukan elit dari Agojie dari Kerajaan Dahomey.Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagiamana simbol maskulinitas ditampilkan dalam mise en scene film, menggunakan tiga level analisis Fiske yakni realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek mise en scene seperti setting, tata cahaya, tata suara, pergerakan pemain, serta make up dan wardrobe, berhasil menampilkan maskulinitas dari tokoh Jenderal Nanisca melalui analisis semiotika Fiske. Pada level realitas, maskulinitas ditampilkan melalui postur, ekspresi, gestur, dan sikap Jendral Nanisca. Pada level representasi, kepemimpinan, kewibawaan, ketegasan, keberanian, tekad. Kecerdasan dan kemampuan bertarung Jendral Nanisca menjadi tanda maskulinitas. Ideologi yang ditemukan dalam analisis meliputi maskulinisme, humanism, perlawanan terhadap patriarki, dan feminism, yang selaras dengan pandangan masyarakat. Analisis semiotika Fiske efektif dalam megungkap simbol maskulinitas tokoh Jenderal Nanisca. Kata Kunci : (maskulinitas perempuan, mise en scene, semiotika Fiske, The Woman King, Jenderal Nanisca)
Film narratives as public relations in Hollywood-China soft power rivalry Suprapto, Deddy; Sjoraida, Diah Fatma; Salam, Syahrul
ProTVF Vol 10, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v10i1.61924

Abstract

Background: Film has been playing more of the role as a symbolic tool for public relations to externalize countries’ soft power and nationalism in such geo-political competition among major countries in world communication. Purpose: This study aims to analyse how these filmic narratives function as public relations texts within the sphere of soft power competition between Hollywood and Chinese cinema through an analysis of both the ideological meaning and cultural significance constructed around these personalities, figures, and ideas on a global scale. Methods: Drawing on the qualitative comparative case study methodology and a media political economy model, this study examines theme narratives of certain Hollywood and Chinese films that depict representations of national identity and geopolitical interests along three dimensions; (a) literary narrative, (b) censorship laws, and (c) capitalist structure of media. Results: I find that Hollywood films promote a narrative of global leadership, technological advancement and liberal values in the context of what I call “entertainment capitalism”, while Chinese movies emphasize nationalism, state ideology and reinterpreting history under conditions of “state capitalism” with severe media regulation. Conclusion: In both cases, film narratives work as symbolic public relations rather than institutional ones that frame these forms of soft-power competition between Hollywood and China Implications: The study emphasizes the value of storytelling in film that changes as the experiential space is utilized for public diplomacy; here, it promises contributions to theorization in film studies, cultural diplomacy and international communication research.