Claim Missing Document
Check
Articles

Found 62 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Designing Distribution Routes Of Fmcg Product In Pt Abc With Multi-trip Vehicle Routing Problem And Time Window Using Branch And Bound Method To Minimize Travel Distance Arini Nourma; Ari Yanuar Ridwan; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Proses distribusi merupakan sebuah rangkaian penting di dalam logistik yang memiliki peran penting untuk menunjang faktor kepuasan pelanggan. Dalam proses ditribusinya, PT ABC memilki 29 customer lokal yang tersebar di daerah Jawa Barat. Dimana proses konfirmasi pengiriman dilakukan sehari sebelum pengiriman barang dilakukan ke customer. Dalam proses distribusi, PT ABC mengalami keterlambatan sebesar 21% dalam kurun waktu 6 bulan. Kondisi ini membuat PT.ABC harus membayar bea penalty sehingga ongkos transportasi menjadi naik. Dimana keterlambatan keberangkatan armada memiliki prosentase terbanyak, yaitu sebesar 61%.. Keterlambatan keberangkatan armada disebabkan tidak adanya penjadwalan keberangkatan armada dan tidak adanya pemilihan rute yang tepat untuk setiap customer sehingga jarak tempuh customer menjadi lebih besar. Pada penelitian kali ini, akan dilakukan penjadwalan keberangkatan armada dan penentuan rute setiap customer dengan tipe VRP yaitu Multi-Trip Vehicle Routing Problem (VRPMT) dan Vehicle Routing Problem with Time Window (VRPTW) menggunakan salah satu metode eksak yaitu algoritma Branch and Bound dengan fungsi tujuan meminimasi jarak tempuh kendaraan. Hasil akhir dari algoritma Branch and Bound dapat meminimasi jarak tempuh sebesar 17,1%. Kata kunci: Vehicle Routing Problem (VRP), VRP Multi-Trip (VRPMT), VRP Time Window (VRPTW), Scheduling, Branch and Bound Algorithm. Abstract— PT.ABC is a food industry that produces chocolate and cocoa products that have been established for 175 years and located in Bandung. In a distribution process PT ABC have 29 local customer around West Java, with delivery confirmation done one day before loading date to customer. Delay in delivery to customer is the main problem of PT ABC that need to solve, they reach 21% delay in distribution customer order for 6 month. It will affect increase in transportation cost because PT ABC should pay penalty cost. There are 4 factors impact delay of distribution process, but delay in departure of fleet has the biggest rate , about 61%. It caused by there is no schedule in fleet departure and there is no right designing route for each customer. In this research, this case will be done by create scheduling and vehicle routing problem with characteristic contained Multi-Trip Vehicle Routing Problem and Vehicle Routing Problem with Time Window using Branch and Bound Algorithm to minimize travel distance. In the end, the travel distance can be minimized 17,1%. Keywords: Vehicle Routing Problem (VRP), VRP Multi-Trip (VRPMT), VRP Time Window (VRPTW), Scheduling, Branch and Bound Algorithm
Analisis Kandungan Teknologi 3g Pada Layanan Telkomsel Flash Dengan Metode Teknometrik Di Pt. Telkomsel Jakarta Selatan Andi Sultan Warafakih; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan jumlah pelanggan broadband Telkomsel dan jumlah penggunaan data broadband Telkomsel meningkat signifikan tiap tahunnya. Karena peningkatan tersebut kecepatan access data layanan Telkomsel Flash semakin lambat. Untuk mempertahankan kualitas layanan, maka perlu untuk mengevaluasi teknologi yang digunakan (3G). Untuk mengukur, mengevaluasi dan meningkatkan kinerja teknologi 3G, maka dibutuhkan sebuah kajian yang dapat menilai tingkat kecanggihan suatu teknologi. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi teknologi 3G adalah Teknometrik. Metode ini menekankan pada kajian kuantitatif atas empat komponen teknologi, yaitu Technoware, Humanware, Infoware, dan Orgaware. Langkah yang harus dilakukan pada metode ini adalah dengan menghitung nilai state of the art, tingkat kontribusi, dan intensitas kontribusi dari tiap komponen teknologi 3G. Setelah mendapatkan nilai-nilai tersebut selanjutnya dilakukan perhitungan nilai koefisien kontribusi teknologi (TCC) yaitu 0,777, nilai tersebut masuk dalam klasifikasi baik. Rekomendasi perbaikan diberikan untuk semua komponen teknologi dan diberikan berdasarkan kelemahan kinerja yang terdapat pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menjaga keberlanjutan penggunaan teknologi 3G, diusulkan strategi yaitu melakukan modernisasi secara berkelanjutan untuk perangkat-perangkat 3G, sehingga teknologi 3G terbaru yang dikeluarkan oleh 3GPP dapat terus digunakan. Dengan terus melakukan modernisasi perangkat 3G, maka Telkomsel sekaligus juga bersiap untuk menggunakan teknologi baru (4G). Kata Kunci : Teknologi 3G, Teknometrik, State Of The Art, Kontribusi Komponen, Intensitas Kontribusi, TCC
Analisis Kebutuhan Pelanggan Untuk Pembelajaran Jarak Jauh Magister Teknik Informatika Universitas Telkom Dengan Menggunakan Integrasi E-servqual For Higher Education Dan Model Kano Nur Dining Pawesti; Yati Rohayati; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem PJJ merupakan sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas serta membuka akses terhadap pendidikan dimana saja dan kapan saja. Universitas Telkom merupakan salah satu Universitas penyedia pendidikan pascasarjana dengan sistem penyelenggara PJJ. Program PJJ yang berlaku di Magister Tel-U menggabungkan pembelajaran di kelas dengan pembelajaran jarak jauh menggunakan video conference. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pelanggan PJJ Magister Teknik Informatika menggunakan integrasi E-SERVQUAL for Higher Education dan Kano. Terdapat 18 atribut kebutuhan pelanggan yang digunakan untuk mengukur tingkat harapan dan kepentingan layanan, mengklasifikasikan atribut kebutuhan, dan menentukan atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan sebagai True Customer Needs. Berdasarkan hasil pengukuran E-SERVQUAL for Higher Education didapatkan sembilan atribut kuat dan sembilan atribut lemah. Berdasarkan pengklasifikasian Kano diperoleh tujuh atribut yang perlu untuk diprioritaskan dan dua atribut yang perlu untuk dikembangkan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data yang berisi atribut kebutuhan yang diprioritaskan dan dikembangkan sebagai true customer needs. True customer needs yang diperoleh adalah kecepatan internet jaringan yang stabil, kemudahan untuk mengakses materi perkuliahan, kemudahan untuk mengakses E-Library, pengumuman penting terkait perkuliahan diinformasikan dengan cepat, respon administrative yang dilakukan secara cepat terhadap keperluan mahasiswa, kemudahan menghubungi dosen atau admin, menyediakan sistem sharing file materi perkuliahan, Software video conferene perkuliahan yang digunakan terbaru, dan kurikulum relevan dengan dunia kerja. Kata kunci :PJJ, Analisis Kebutuhan, integrasi E-SERVQUAL for Higher Education, Kano, Integrasi E- SERVQUAL dan Kano
Usulan Perbaikan Kualitas Program Studi Creative Multimedia Professional Pada Program Certified Competency Development And Professional Program Dengan Menggunakan Metode Qfd Suci Ramadhani; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Menteri Tenaga Kerja menekankan masyarakat Indonesia untuk memiliki keahlian khusus dan melengkapi diri dengan sertifikasi. Di samping itu, menurut Moelyono, selaku pemilik Sanggar Seni GMC Animation, mengatakan bahwa animator Indonesia banyak dicari oleh dunia animasi karena memilki kreativitas tinggi. Creative Multimedia Professional merupakan salah satu program studi yang dimiliki oleh TPCC yang berhubungan dengan animasi. Program studi CMP saat ini belum mampu mencapai jumlah target peserta didik yang telah ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu, Telkom PCC melakukan peningkatan kualitas produk untuk menjadikan program studi CMP menjadi keunggulan bagi lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi peningkatan kualitas program studi CMP berdasarkan 9 true customer needs. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik teknis produk dengan mempertimbangkan kemampuan lembaga untuk mewujudkannya. Metode QFD terdiri atas empat tahap, namun pada penelitian ini dilakukan ha nya dua tahap. Tahap pertama yaitu House of Quality untuk menentukan prioritas karakteristik teknis. Tahap kedua yaitu Part Deployment untuk menentukan prioritas critical part. Rekomendasi yang dibuat berdasakan hasil penetlitian ini adalah pembuatan media feedback alumni/lulusan, waktu maksimal pembelajaran, jenis seminar, konten materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia multimedia, jenis kegiatan mahasiswa di luar kurikulum, konten materi kegiatan mahasiswa, jenis struktur organisasi mahasiswa, dan frekuensi pengelolaan struktur organisasi mahasiswa. Kata Kunci: Quality Function Deployment, true customer needs, House of Quality, Part Deployment, CMP
Peningkatan Kualitas Program Pascasarjana Magister Manajemen Reguler Di Universitas Telkom Menggunakan Metode Quality Function Deployment Ari Prayogo; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia cukup pesat begitu juga angka partisipasi sekolah (APS) untuk umur 19-24 tahun meningkat sebanyak 38% di tahun 2013. Hal ini mengakibatkan perlunya pengelolaan lembaga pendidikan yang baik agar dapat meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang sesuai dengan kompetensi nya masing-masing. Pengelolaan lembaga pendidikan yang dimaksud adalah layanan pendidikan yang sedang dikelola oleh salah satu perguruan tinggi Di Kabupaten Bandung yaitu Pascasarjana Magister Manajemen Telkom University yang termasuk kedalam Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Pascasarjana Telkom melayani Graduate School dan berfokus pada kualitas dan pengembangan program Pascasarjana. Dengan Meningkatnya APS setiap tahunnya dan ketatnya persaingan dalam menyediakan lembaga pendidikan, Pascasarjana Magister Manajemen Telkom University perlu memerlukan perancangan kualitas layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi perancangan kualitas layanan pendidikan Pascasarjana Magister Manajemen sesuai dengan true customer needs untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa dalam menimba ilmu. Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menerjemahkan kemampuan lembaga pendidikan dalam mewujudkan kebutuhan tersebut. Untuk melakukan peracangan kualitas layanan pendidikan Pascasarjana Magister manajemen, diperlukan true customer needs yang didapat dari hasil penelitian sebelumnya. Terdapat 15 true customer needs yang dijadikan masukan ke dalam QFD iterasi 1, yang selanjutnya terindentifikasi 22 karakteristik teknis. Berdasarkan nilai rank dan pemenuhan target karakteristik teknis, terdapat 9 karakteristik teknis yang menjadi prioritas pengembangan dan menjadi masukan ke dalam QFD iterasi 2, teridentifikasi 18 critical part yang menjadi dasar perumusan rekomendasi. Perumusan rekomendasi dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data, analisis, brainstorming dengan penyelenggara pendidikan yaitu Pascasarjana Magister Manajemen Telkom University serta melakukan benchmark dengan lembaga pendidikan pesaing yaitu Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Padjajaran. Rekomendasi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah Menyediakan layanan untuk mahasiswa yang membutuhkan jurnal hardcopy, menyediakan media tambahan sebagai alat publikasi hasil penelitian mahasiswa, menyediakan akses channel Tambahan jurnal internasional gratis, menyediakan channel publikasi tambahan untuk jurnal internasional, menyediakan waktu untuk responsi dan membahas materi secara dalam, penambahan jumlah waktu pertemuan dosen dan menyediakan training kepada tenaga pengajar atau dosen yang sesuai dengan bidang yang diajarkan. Kata Kunci: QFD, Quality Function Deployment, Kualitas pelayanan Pendidikan.
Perbaikan Standard Operating Procedure (sop) Prosedur Tindakan Perbaikan Dan Pencegahan Di Pt.dmc Berdasarkan Requirement Klausul 8.5.2 Dan 8.5.3 Iso 9001:2008 Menggunakan Metode Business Process Improvement Tito Try Arto; Marina Yustiana Lubis; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. DMC adalah perusahaan yang bergerak didalam bidang industri tekstil yang berfokus pada produksi benang.. DMC bertekad untuk menjadi perusahaan tekstil terbaik, hal ini tertuang didalam kebijakan mutu perusahaan, salah satu upaya yang dilakukan oleh PT.DMC dalam mewujudkan tujuan perusahaan tersebut adalah dengan menyatakan komitmennya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2008, diperlukan adanya suatu prosedur standar yang ditujukan untuk melakukan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan untuk dapat menghilangkan permasalahan yang terjadi dan mungkin terjadi pada perusahaan. Saat ini PT.DMC telah memiliki dan menjalankan SOP untuk tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan, namun prosedur-prosedur tersebut masih belum sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam penelitian ini penulis melakukan perancangan SOP tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan berdasarkan Klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008 untuk memperbaiki SOP aktual perusahaan. Data yang digunakan adalah SOP aktual perusahaan dan persyaratan yang tercantum pada klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008. Data tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan data dengan mengidentifikasi gap antara persyaratan klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008 dengan kondisi prosedur aktual perusahaan. Setelah itu dilakukan analisis aktivitas dan streamlining menggunakan metode BPI. Kemudian dilakukan analisis, desain dan verifikasi hingga didapatkan SOP usulan yang sesuai dengan persyaratan klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008. Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah SOP tindakan perbaikan dan SOP tindakan pencegahan yang sudah sesuai dengan requirement ISO 9001:2008. Kata Kunci : SOP (Standard Operating Procedure), ISO 9001:2008, BPI (Business Process Improvement), Tindakan Perbaikan, Tindakan Pencegahan.
Penyelesaian Vehicle Routing Problem (vrp) Untuk Minimasi Total Biaya Transportasi Pada Pt Xyz Dengan Metode Algoritma Genetika Astri Desiana; Ari Yanuar Ridwan; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan bagian dalam rantai pasok yang menjamin barang yang telah diproduksi dapat sampai ke konsumen. Selain itu, transportasi dapat menyumbang hingga 40% dari total biaya logistik. Oleh sebab itu, suatu perusahaan perlu memiliki sistem transportasi yang baik. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan farmasi yang mendistribusikan produknya ke berbagai wilayah seperti Bandung dan Jabodetabek. PT XYZ memiliki permasalahan di bagian transportasinya yaitu masih adanya keterlambatan pengiriman produk ke pelanggan karena belum adanya konfigurasi rute yang tepat. Keterlambatan ini mengakibatkan tidak terkirimnya barang tepat waktu dan penambahan biaya transportasi yang harus ditanggung oleh PT XYZ. Permasalahan yang ada di PT XYZ ini sering disebut dengan Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu permasalahan penentuan rute kendaraan dengan berbagai batasan yang ada. Batasan-batasan VRP dalam penelitian ini yaitu adanya jam buka tutup di setiap pelanggan (time window), kendaraan yang digunakan terdiri atas berbagai jenis dan kapasitas (heterogeneous fleet), dan barang yang dikirim terdiri atas berbagai jenis produk (multiple products). Dalam penyelesaian permasalahan VRP ini maka digunakan algoritma nearest neighbor sebagai pembentuk solusi awal untuk kemudian diperbaiki dengan menggunakan algoritma genetika. Hasil dari penerapan algoritma tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan keterlambatan dan dapat menurunkan total biaya transportasi di PT XYZ hingga mencapai 5.83%. Kata Kunci: VRP, Time Window, Heterogeneous Fleet, Multiple Products, Algoritma Nearest Neighbor, Algoritma Genetika
Analisis Perbaikan Proses Bisnis Dan Perancangan Sop Pelaksanaan Pelatihan Untuk Memenuhi Requirement Iso 9001:2008 Klausul 6.2 Serly Dwi Ariyanti; Wiyono Sutari; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi XYZ merupakan gabungan dari dua organisasi yang semua struktur organisasi dan proses bisnisnya telah berganti menjadi yang baru, sehingga banyak proses bisnis yang tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan standar yang ada. Salah satunya adalah proses bisnis pengembangan pegawai melalui pelatihan. Permasalahan seperti ini harus diindentifikasi dari segi manajemen level berdasarkan SOTK sebelum dijadikan dokumentasi berupa Standard Operating Prosedure (SOP) seperti yang diatur dalam ISO 9001:2008. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data proses bisnis existing pengembangan pegawai melalui pelatihan, SOTK dan peraturan kepegawaian. Setelah didapat data tersebut, dilakukan evaluasi perbandingan antara proses bisnis existing dengan framework APQC dan ISO 9001:2008 klausul 6.2 yang menghasilkan GAP. Kemudian dari hasil GAP tersebut digunakan untuk mengidentifikasi setiap prosesnya berdasarkan manajemen level sehingga terdapat tiga level yang terdiri dari strategic, taktis, dan operasional Selanjutnya merancangan SOP pada level operasional. Tahap ini menunjukkan perbaikan perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan kondisi actual direktorat di Telkom Foundation. Hasil pada penelitian ini adalah (1) proses bisnis pada level strategi, taktis, dan operasional. Pembuatan SOP usulan pada level operasional saja yang terdiri dari (2) prosedur pelatihan internal, (3) prosedur pelatihan eksternal, dan (4) KPI proses pelatihan internal eksternal dan KPI outputnya. Kata kunci: Standard Operating Procedure, APQC, ISO 9001:2008 klausul 6.2., Proses Bisnis, Manajemen level
Pengembangan Model Business Sandiwara Store Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Dimas Anggoro; Budi Praptono; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sandiwara Store adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri fashion yang menyediakan pakaian yang bertemakan musik atau film. Namun terdapat permasalahan baik internal maupun eksternal pada masa produksi hingga penjualan, sehingga menyebabkan tidak maksimalnya pendapatan yang bisa di dapat oleh Sandiwara Store. Maka dari itu dibutuhkan adanya sebuah model bisnis dari Sandiwara Store untuk membantu memperjelas elemen apa saja yang dapat membantu Sandiwara Store dalam kelangsungan produksi dan penjualannya. Business Model Canvas adalah alat bantu yang digunakan dalam memetakan sembilan blok elemen yang terhubung dengan Sandiwara Store baik pada masa produksi maupun masa penjualan. Sembilan blok elemen yang ada pada Business Model Canvas ialah Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Partnerships, dan Key Resources. Sembilan blok elemen tersebut didapat setelah mengolah data yang diambil dari perusahaan kompetitor dan perusahaan pemimpin pasar. Analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada sembilan blok elemen Sandiwara Store. Kata Kunci: BMC, Bussiness Model Canvas, Model Bisnis, SWOT.
Evaluasi Kinerja Pemasok Gasket Dengan Menggunakan Metode Fahp Dan Topsis Di Ptjm Tri Yatmoko Yuliandono; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pertamina Talisman Jambi-Merang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang migas. PTJM saat ini telah mencapai produksi per hari yang terus meningkat. Dengan peningkatan jumlah tersebut, fasilitas produksi di PTJM harus didukung dengan ketersediaan dari supporting component untuk mendukung kinerja fasilitas produksi. Gasket merupakan komponen yang paling banyak memberikan kontribusi konsumsi dalam perbaikan berkala dari fasilitas produksi. Keterlambatan pengiriman yang tejadi pada komponen gasket dapat mengganggu ketersediaan komponen dan jadwal perbaikan berkala di PTJM. Keterlambatan tersebut mengindikasikan bahwa Purchase Order tidak dilaksanakan dengan baik oleh supplier, penting bagi procurement untuk melakukan evaluasi kinerja dari setiap supplier gasket dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dari supplier. Untuk mendapatkan hasil yang lebih komperhensif, penilaian kinerja didasarkan dari berbagai kriteria evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode FAHP (Fuzzy Analytical Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Metode FAHP digunakan untuk mendapatkan bobot setiap kriteria dengan bobot kriteria tertinggi yaitu, kriteria spesisifikasi produk sebesar 0.146. Dengan metode TOPSIS didapatkan penilaian untuk setiap supplier. Nilai kinerja supplier dari yang terbesar sampai yang terkecil secara berurutan sebagai berikut, PTMP dengan nilai kinerja sebesar 81,3%, PTTM 81,09%, PTC 76,01%, PTBMB 73,75%, PTI 47,26%, PTA 41,13% dan PTFMM 13,56%. Kata Kunci : FAHP, Gasket, Procurement, Supplier, TOPSIS
Co-Authors -, Ratnawia Aditya Sulistiyo Suwarno Advanni, Muhammad Alifar Agnar Mokhammad Agus Achmad Suhendra Agus Suhendra Akbar Bima Nugrahanto Amelia Fahmawati Subiyanto Andi Sultan Warafakih Anggia Ghassani Arbidinata Setiawan Ardi Kelana Putra Ari Prayogo Ari Ridwan Ari Yanuar Ridwan Arini Nourma Aryaningrum, Ajeng Sarwendah Asrie Permata Dini Asrie Permata Dini Astri Desiana Athfal, Muhammad Aulia, Muhammad Jacka Bagja Bintang Pamungkas Brilliane, Citra Septi Brilliane, Citra Septi Budhi Yogaswara Budi Praptono Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa Christanto Triwibisono Citra Septi Brilliane Citra Septi Brilliane Deden Guna Sasmitha Desi Sembiring Devi Pratami Dimas Anggoro Dini, Asrie Permata Dipta Raga Pratama Dyah, Saskia Elisa Intan Puspita Sari Endang Chumaidiyah Eva Andiana Farda Hasun Fauzan Haeqal Arifin Fauzi, Luthfi Imam Fiorentina, Isqina Rizky Fitriyatul Jannah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Haryono, Imam Husni Aman Husni Amani Ibnu Junaresi Falah Ilham Hadyan Irham Fakhriy Irvan Nurgiatmo Juwita Darmayanti Kenaka, Saskia Puspa Kinanthi Parasdya Sista Latif, Ummi Khaira Luciana Andrawina M. Yazid Dhiyaulhaq Maria Dellarosawati Idawicaksakti Marina Yustiana Lubis Mohammad Deni Akbar Muhamad Permana Muhammad Arya Furqon Muhammad Athfal Muhammad Bolkiah Muttaqin Muhammad Bolkiah Muttaqin, Muhammad Bolkiah Muhammad Dary Fauzan Muhammad Farid Anas Muhammad Habiburrohman Muhammad Hermawan Muhammad Naqi Syirazi Muhammad Rafi Rupiantoro Muhammad Rafid Amrullah Muhammad Stivandry Wilandria Syofrinaldy Muhammad Tezar Nisa Noviani Sudarman Nopendri Nopendri Nopendri Novreyna Ludmilla Alda Nur Atikah Nur Dining Pawesti Nur Ichsan Utama Nurul Hikmah Sabila Parinding, Elvira Pretty Prima Roza Prima Annisa Karunia Punto Aji Wardhana Puspitasari, Nurfitri Ayu Putra, Ardi Kelana Putu Giri Artha Kusuma R. Fauzi Novianda Rahmat, Dana Azizah Ratnawia - Reizva Ridhallah Rizkan Iskandar Wigena Rosad Hadi Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Sari Wulandari Sari Wulandari Sari, Tika Purnama Saskia Dyah Saskia Puspa Kenaka Satria Guntara Serly Dwi Ariyanti Sinta Aryani Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Susi Anantami S Syaeful Mujab Syafira, Jihan Herdiyanti Tien Fabrianti Kusumasari tika purnama sari Tito Try Arto Tri Yatmoko Yuliandono Tungadi, Adri Riawan Wahyu Bagus Rilo Wawan Tripiawan Wia, Ratna Winda Zairina Wiyono Yati Rohayati Yuki Hana Putri Tejima