Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penerapan Konsep Lean Manufacturing Untuk Rancangan Usulan Perbaikan Meminimasi Waste Waiting Time Pada Isi Buku Proyek Grafindo Media Pratama Di Pt Karya Kita Mohamad Ilyas Faturrakhman; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Karya Kita merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Perusahaan menggunakan sistem make to order untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Penelitian dilakukan pada permintaan tertinggi yaitu proyek GMP. Dalam proses produksi ditemukan waste waiting time yang mengganggu jalannya produksi yang menyebabkan ketidaktercapaian produksi. Berdasarkan permasalahan yang terjadi perlu dirancang perbaikan terhadap proses produksi untuk meminimasi waste waiting time. Langkah meminimasi waste waiting time menggunakan metode lean manufacturing, pertama diawali dengan membuat value stream mapping dan process activity mapping current state. Berdasarkan VSM current state diketahui cycle time sebesar 9329.8 detik. Kedua melakukan identifikasi penyebab dominan waste pada proyek GMP. Terdapat 2 penyebab dominan terjadinya waste, yaitu : setup pergantian plate dan pembersihan kembali pada plate saat produksi. Setelah mendapatkan penyebab dominan, kemudian dijabarkan akar penyebab menggunakan tools lean manufacturing, seperti fishbone diagram dan 5 why. Penyelesaian permasalahan menggunakan metode lean manufacturing seperti SMED. Sesuai usulan perbaikan, kemudian dilakukan penggambaran VSM future state, didapatkan cycle time yang telah berkurang menjadi 8257.69 detik. Usulan yang diberikan kepada perusahaan adalah penambahan operator changeover, penggantian part pada interval waktu tertentu, dan pembuatan visual control berupa poster dan pemberian lembar maintenance. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Fishbone Disgram, SMED, Process Activity Mapping, Waste Waiting Time
Perancangan User Requirements Specification (Urs) Sistem Otomatisasi Proses Pengepakan Teh Di Pt. Pn Viii Unit Sinumbra Riyan Adi Jaya; Haris Rachmat; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan    otomatisasi    membutuhkan    biaya investasi  yang  cukup  besar.  Sebagai  pembuat  sistem  harus cermat   menentukan kebutuhan teknologi otomatisasi. Sebelum menerapkan teknologi otomatisasi ke dalam industri manufaktur diperlukan  suatu  perancangan  sistem  otomatisasi  yang  stabil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kegagalan pada sistem yang bisa merugikan end user. Dalam melakukan perancangan sistem otomatisasi dibutuhkan User Requirements Specification   (URS).   User   Requirements   Specification   (URS) dibuat untuk mengartikulasi fungsionalitas yang diperlukan dari perancangan sistem kontrol oleh pembuat sistem agar mudah dimengerti oleh end user. URS memiliki 3 bagian yaitu Process Description, Piping and Instrument   Diagram   (P&ID)   dan   Control   Philosophy.   Pada Process   Description   dilakukan  perancangan  skenario   proses kerja sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh end user. Pada  Piping  and  Instrument  Diagram  dilakukan  perancangan alur proses yang lebih memperjelas sistem kontrol otomatisasi. Pada   Control   Philosophy   dideskripsikan   fungsionalitas   dari sistem perangkat keras (hardware) yang digunakan secara lengkap dan jelas, sehingga dapat berfungsi sebagai acuan dalam sistem kontrol otomatisasi. Kata  kunci : Otomatisasi, URS,  Process  Description, P&ID, Control Philosophy.
Perancangan Usulan Perbaikan Kualitas Untuk Mengurangi Cacat Produk Ballast Ekspor Di Pt Nikkatsu Electric Works Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Ari Bonardo Pangihutan Purba; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Nikkatsu Electric Works merupakan perusahaan industri yang bergerak dalam bidang pembuatan alat elektrik seperti transformer, lampu hemat energi, dan trafo ballast ekspor maupun domestik. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT Nikkatsu Electric Works saat ini adalah ketidaktercapaian target produksi karena tingginya jumlah produk cacat pada proses produksi ballast ekspor. PT Nikkatsu Electric Works mencatat jumlah produk cacat ballast ekspor selama periode tahun 2012 adalah sebesar 32.447 atau rata-rata 1,5% dan selama tahun 2013 adalah 25.816 atau rata – rata 1,23%. Kondisi cacat saat ini sangat jauh dari toleransi cacat perusahaan yaitu 0,2%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode Six Sigma. Dalam Six Sigma terdiri dari tahap Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Dalam tahap Define, dilakukan pendefinisian proses produksi ballast ekspor dan penentuan Critical to Quality (CTQ). Dari identifikasi CTQ, terdapat enam jenis cacat pada produk, antara lain adalah cacat putus, kontak, tinggi, rendah, case terkena chemical, dan case rusak . Pada tahap Measure dilakukan perhitungan kapabilitas proses dan stabilitas proses produksi ballast ekspor. Pada tahap Analyze dilakukan analisis pemilihan cacat dengan metode FMEA, dan didapat cacat putus sebagai fokus dalam penelitian ini, dan melakukan analisis terhadap akar penyebab masalah yang ada pada cacat putus menggunakan 5 why’s dan fishbone diagram. Dalam tahap Improve, diberikan usulan yang didasarkan pada analisis dan metode 5W1H dengan tujuan mengurangi cacat putus. Usulan perbaikan yang didapatkan adalah membuat rak penyimpanan yang tertutup, membuat pengaturan sirkulasi udara menggunakan fan dan exhaust, memberikan reward dan display peringatan terhadap setting tention pada mesin, dan membuat alat visual kontrol yaitu stopper pada jig mesin. Kata kunci : Six Sigma, CTQ, Pengendalian Kualitas, Cacat Putus.
Rancangan Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Waiting Time Pada Proses Produksi Gitar Tipe Bolt-on Di Pt Genta Trikarya Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Argari Alpharianto; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Genta Trikarya merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi gitar. Dalam penelitian ini, jenis gitar berfokus pada gitar bolt-on tipe FKV. Dalam proses produksinya, terdapat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Salah satunya adalah aktivitas menunggu dari operator atau mesin untuk mengerjakan material atau disebut waste waiting. Dalam meminimasi waste waiting, digunakan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer untuk diolah dalam current state mapping melalui value stream mapping dan process activity mapping dan didapatkan lead time sebesar 109590.27 detik dengan aktivitas value added sebesar 96892.91 detik atau 88.41 % dari lead time. Tahap selanjutnya adalah mencari penyebab masalah waste waiting menggunakan fishbone diagram lalu melakukan pembobotan menggunakan diagram pareto terhadap penyebab masalah untuk mencari penyebab dominan. Tahap selanjutnya adalah pencarian akar masalah menggunakan 5 Why terhadap faktor dominan. Tahap selanjutnya adalah analisis 5W1H untuk menjabarkan masalah secara detail serta menentukan rancangan usulan perbaikan. Didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pemasangan timer pada rak dan meja pengeringan, penyediaan genset, dan penyeimbangan lini dalam meminimasi waste waiting pada produksi gitar bolt-on tipe FKV. Berdasarkan rancangan usulan yang dilakukan didapatkan lead time sebesar 102331.78 detik dengan aktivitas value added sebesar 96892.94 detik atau 94.68 % dari lead time. Kata kunci : Lean Manufacture, Waste Waiting, VSM, PAM, Penyembangan lini
Perbaikan Penjadwalan Aktivasi Starter Pack Untuk Meminimasi Keterlambatan Aktivasi Dengan Menggunakan Metode Earliest Due Date Pada Pt Xyz Riska Retno Widyaningsih; Budi Sulistyo; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, produk starter pack, dan voucher pulsa. Permasalahan yang terjadi pada PT XYZ yaitu keterlambatan aktivasi starter pack di gudang regional yang menyebabkan terjadinya waktu tunggu pengambilan starter pack oleh retailer. Permasalahan keterlambatan terjadi karena belum adanya kebijakan penjadwalan yang pasti, sehingga belum adanya penentuan prioritas job. Pada penelitian ini, akan dikembangkan kebijakan penjadwalan termasuk pembagian job setiap mesin per hari dan pengurutan pengerjaan job. Metode yang digunakan adalah earliest due date. Pada metode ini akan ditentukan urutan pengerjaan job berdasarkan due date terkecil yang berpengaruh terhadap waktu penyelesaian suatu job. Penjadwalan dilakukan terhadap satu mesin yang mengerjakan enam job dalam satu minggu. Data yang digunakan adalah data aktivasi starter pack periode Oktober 2014. Berdasarkan perhitungan kondisi eksisting, terdapat keterlambatan 7.8 jam pada job site Jakarta dan 15.3 jam pada job site Surabaya. Waktu proses dan due date setiap job akan menjadi inputan dalam metode yang digunakan. Hasil dari perhitungan kondisi usulan di PT XYZ dengan menggunakan metode earliest due date mampu menurunkan keterlambatan aktivasi starter pack hingga 38% dibanding kondisi eksisting. Waktu penyelesaian 6 job dalam satu minggu pada kondisi eksisting 30.3 jam menjadi 18.3 jam pada kondisi usulan. Kata Kunci : aktivasi, penjadwalan, starter pack, earliest due date
Usulan Perbaikan Proses Produksi Guide Comp Level Kzl Di Pt Sinar Terang Logam Jaya (stallion) Menggunakan Metode Six Sigma Yandi Goklas Adventino Hutabarat; Marina Yustiana Irawan; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Sinar Terang Logamjaya (PT STALLION) adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif. Komponen dengan defect terbanyak selama 2 tahun terakhir adalah Guide Comp Level KZl. Adapun defect yang terjadi terdiri dari 4 jenis, yaitu pecah, cacat pada badan, ukuran out standart, dan welding lepas. Defect ini diidentifikasi dari CTQ yang ditetapkan oleh perusahaan. Untuk meminimasi produk defect yang terjadi diperlukan upaya perbaikan proses menggunakan metode Six Sigma Metode Six Sigma yang dilakukan terdiri dari 4 tahapan, yaitu Define, Measure, Analyze, dan Improvement. Define adalah tahap identifikasi dan pemetaan proses inti dengan menggunakan diagram SIPOC. Selain itu, dilakukan identifikasi CTQ kunci dan jenis defect yang terjadi. Pada tahap Measure, diperoleh kapabilitas proses sebesar 4,7095 Sigma. Hal ini dilakukan dengan mengkonversi nilai DPMO menjadi Level Sigma. Pada tahap Anlyze, didapatkan akar penyebab defect yang didentifikasi dengan diagram fishbone dan 5 Why’s. Terpilih 9 penyebab defect yang ditentukan berdasarkan perhitungan nilai RPN pada FMEA Pada tahap Improve, didapatkan usulan perbaikan berupa pemberian pelumas, pemberian lapisan intermetallik (Cu3Sn) pada tembaga, pembuatan box penyimpanan, Jig pengukur tembaga, checksheet pemeriksaan, desain ulang instruksi kerja, penggunaan serbet pembersih bahan kain majun, pengawasan secara berkala dan menggunakan PVC Strip Curtain sebagai pelindung ruang material. Kata kunci : Six Sigma, Critical to Quality(CTQ), Defect, DMAIC, PT Sinar Terang Logamjaya
Penentuan Kebijakan Persediaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Xyz Dengan Metode Probabilistik Continuous Review (s,s) Dan Continuous Review (s,q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Desy Aisyah Wulandari; Ari Yanuar Ridwan; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit XYZ merupakan salah satu rumah sakit negeri yang ada di Kabupaten Bandung. Rumah Sakit XYZ sering mengalami over stock persediaan obat yang menyebabkan biaya persediaan obat sangat tinggi. Hal ini dikarenakan Rumah Sakit XYZ belum memiliki kebijakan persediaan obat yang tepat serta belum mengklasifikasikan obat berdasarkan nilai penyerapan dana serta tingkat kekritisan obat.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengklasifikasian obat menggunakan analisis ABC dan VED. Prioritas I merupakan obat kelas I, yang perhitungan kebijakan persediaannya menggunakan metode Continuous review (s,S), dan prioritas II merupakan obat kelas II dan kelas III yang perhitungan kebijakan persediaannya menggunakan metode Continuous review (s,Q).Berdasarkan hasil perhitungan kebijakan persediaan yang dilakukan, total biaya persediaan untuk obat prioritas I mengalami penurunan dari biaya persediaan kondisi eksisting sebesar 61%. Sedangkan untuk obat prioritas II, total biaya persediaan mengalami penurunan sebesar 85% dari total biaya persediaan kondisi eksisting. Kata Kunci : Inventori, Overstock, analisis ABC-VED, Continuous Review (s,S), Continuous Review (s,Q).
Perencanaan Kebijakan Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Continuous Review (s,s) Dan Metode Continuous Review (s,q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Pada Pt. Xyz Selvia Dayanti; Ari Yanuar Ridwan; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi obat yang ada di wilayah Kota Bandung. Dalam memproduksi obat, maka PT. XYZ tidak lepas dengan yang namanya bahan baku. Saat ini pengendalian bahan baku yang ada di gudang PT. XYZ terbilang belum baik. PT. XYZ belum mengklasifikasikan bahan baku sesuai dengan kepentingan pemakaiannya, sehingga PT. XYZ belum dapat menentukan kebijakan persediaan bahan baku yang dikelola oleh PT. XYZ. Hal tersebut mengakibatkan PT. XYZ mengalami over stock karena bahan baku yang di pesan dari supplier tidak mempunyai ukuran yang tepat, serta tidak ada maksimum persediaan bahan baku yang pasti. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengklasifikasian bahan baku menggunakan analisis ABC. Hasil dari analisis ABC yaitu bahan baku dengan kategori A akan dihitung dengan metode Continuous Review (s,S), sedangkan kategori B, dan kategori C akan dihitung dengan metode Continuous Review (s,Q). Berdasarkan perhitungan kebijakan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Continuous Review (s,S) memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 49%, dan untuk bahan baku dengan menggunakan metode Continuous Review (s,Q) memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 65%. Kata Kunci : Bahan baku, persediaan, over stock, analisis ABC, Continuous Review (s,S), Continuous Review (s,Q)
Perancangan Kebijakan Persediaan Produk Kategori Chemical Dengan Menggunakan Metode Probabilistik Continous Review (s,s) Dan Continous Review (s,q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Di Pt Xyz Dimas Nugroho; Ari Yanuar Ridwan; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan resmi sebagai penyedia suku cadang dari perusahaan otomotif terbesar di dunia. PT XYZ medistribusikan suku cadang untuk regional daerah Jawa Barat Persediaan produk pada PT XYZ belum dikelola dengan baik dengan jumlah persediaan produk yang ada di gudang melebihi kebijakannya. Hal ini menyebabkan overstock dan total biaya persediaan yang besar Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka dilakukan klasifikasi menggunakan analisis ABC. Kebijakan persediaan usulan untuk produk klasifikasi A menggunakan metode Continous Review (s,S) dan klasifikasi B dan C menggunakan metode Continous Review (s,Q) dengan hasil mendapatkan ukuran lot pemesanan, titik pemesanan kembali, dan cadangan pengaman yang optimal dengan tujuan mengatasi permasalahan overstock dan dapat meminimasi total biaya persediaan. Hasil perhitungan kebijakan usulan bagi klasifikasi produk A menggunakan metode Continous Review (s,S) memberikan penghematan total biaya persediaan terhadap keadaan saat ini sebesar 88% dan untuk klasifikasi produk B dan C dengan menggunakan metode Continous Review (s,Q) didapatkan penghematan total biaya persediaan sebesar 93% terhadap keadaan eksisting Kata Kunci: Persediaan, Analisis ABC, Overstock, Continous Review (s,S) , Continous Review (s,Q)
Penyelesaian Masalah Keterlambatan Pada Permasalahan Vehicle Routing Problem With Time Window Distribusi Obat Di Pt Xyz Bandung Dengan Algoritma Branch And Bound Ghofar Arrosid; Luciana Andrawina; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Supply chain management adalah segala sesuatu yang mempunyai hubungan dari berbagai sumber bisnis yang ada, baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan untuk mendapatkan suatu sistem yang berani bersaing serta menciptakan aliran produk dan informasi. Transportasi produk adalah kegiatan perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat yang berbeda, pengangkutan barang memutuhkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhnan agar menunjang kelangsungan operasional serta tepat waktu. Transportasi dalam SCM menyumbang sampai 60% dari total biaya logistik. Maka dari itu, perlunya perusahaan mempunyai sistem transportasi yang baik dan benar. PT XYZ adalah sebuah Distribution Center khusus apotek Kimia Farma yang ada di wilayah Bandung. PT XYZ mempunyai masalah dalam proses distribusi yaitu masih ada keterlambatan pengiriman ke pelanggan karena belum ada konfigurasi rute yang tepat. Keterlambatan ini berakibat meningkatnya biaya transportasi yang ditanggung oleh PT XYZ. Permasalahan seperti ini disebut Vehicle routing problem (VRP) yaitu penentuan rute kendaraan untuk distribusi dengan berbagai batasan. Pada penelitian ini, batasan yang digunakan adalah mempunyai armada dengan kapasitas berbeda (heterogeneous fleet) dan mempunyai jam batas pelayanan (time windows). Dalam penyelesaian masalah VRP ini, digunakanlah algoritma branch and bound untuk menghasilkan solusi. Hasil dari peneraapan algoritma ini mendapatkan konfigurasi rute yang optimal sehingga permasalahan keterlambatan dapat diatasi dan menurunkan biaya transpotasi sebesar 2%. Kata Kunci : VRP, Time Windows, Heterogeneous fleet, Algoritma Branch and Bound ABSTRACT: Supply chain management is anything that has a connection from various existing business sources, both within the company and outside the company to get a system that dares to compete and create a flow of products and information. Transportation of products is the activity of moving goods from one place to another, the transportation of goods requires a tool that is in accordance with the needs to support the continuity of operations and timely. Transportation within SCM accounts for up to 60% of total logistics costs. Therefore, the need for the company has a good and correct transportation system. PT XYZ is a Distribution Center special chemist pharmacy Kimia Farma in Bandung area. PT XYZ has problems in the distribution process that there is still delay in delivery to the customer because there is no proper route configuration. This delay resulted in increased transportation costs borne by PT XYZ. Such problems are called Vehicle routing problem (VRP) which is the determination of the vehicle route for distribution with various limitations. In this study, the limitations used are having a fleet of different capacities (heterogeneous fleet) and have a clock service (time windows). In solving this VRP problem, a branch and bound algorithm is used to generate a solution. The result of this algorithm determination gets the optimal route configuration so that the delay problem can be overcome and decrease the transportation cost by 2%. Keywords: VRP, Windows Time, Heterogeneous fleet, Branch and Bound Algorithm.