Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Sistem Kanban Untuk Mengurangi Penumpukan Work In Process Dan Lead Time Produksi Pada Lantai Produksi Bagian Medium Prismatic Machines Pt Dirgantara Indonesia Wita Anggraita Puspita; Widia Juliani; Pratya Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam bidang manufaktur pembuatan pesawat, pengembangan desain, dan pembuatan pesawat komuter sipil dan militer daerah. PT. Dirgantara Indonesia mempunyai beberapa bagian produksi. Salah satu bagian produksi dari perusahaan ini adalah departemen machining. Berdasarkan mesin, divisi produksi PT. Dirgantara Indonesia dibagi menjadi tiga bagian. Salah satunya adalah Medium Prismatic Machines. Pada bagian produksi ini terdapat permasalahan yaitu terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian part. Keterlambatan tersebut terjadi karena adanya lead time yang panjang dan terdapat penumpukan WIP di beberapa work center. Part yang diproduksi pada bagian machining terkadang bukanlah part yang dibutuhkan oleh bagian perakitan. Penyebab dari adanya masalah tersebut adalah tidak adanya kontrol pada lantai produksi. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menggunakan sistem kanban. Sistem kanban merupakan sistem informasi yang menyelaraskan pengendalian produksi suatu produk yang diperlukan, dalam jumlah yang diinginkan, dan dalam waktu yang dibutuhkan pada setiap proses produksi, di dalam pabrik maupun diantara perusahaan yang terkait. Dalam penelitian ini, didapatkan suatu usulan rancangan perbaikan sistem kanban yaitu dengan menggunakan dual card kanban. Hasil analisis dari penelitian ini adalah terjadinya penurunan jumlah work in process (WIP) dan penurunan lead time produksi. Penurunan WIP pada mesin HAAS sebesar 50% dan penurunan pada mesin Deckel Maho sebesar 67%. Jumlah kartu kanban yang berlaku di lantai produksi berbeda-beda tergantung dari work center. Sistem kanban usulan memiliki aliran informasi yang berjalan dari gudang part jadi, work center mesin Deckel Maho dan gudang raw material menggunakan kartu kanban pengambilan. Sedangkan proses produksi pada work center akan diatur dengan kartu kanban perintah produksi. Kata Kunci—Kanban, lead time, work in process,
Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Inventory Di Pt. Pronesia Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Dwi Intan Aprimuna; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pr ogress io Indones ia (Prones ia) mer upakans e buah perus ahaan yang bergerak di bi dang konveks i. Sis tem pr oduks i yang digunakan pada P T. Prones ia adal ah make to orderyaitupr oduks i ber das arkan pes anan yang di terima. P T. Pr ones ia me mproduks i be berapa je nis produk pakai an di antar anya t -shirt, jaket, celana training, dan keme ja kantor. Akan tetapi, pada bul an Septe mber 2015 pr oduks i yang s edang di jal ankan oleh P T. Pr ones ia adalah pr oduk je nis kemeja, s ehingga peneliti me mfokus kan objek pe nelitian hanya pada pr oduk keme ja. Per mintaan ke meja pada bulan Septe mber 2015 s ebanyak 2550 pcs deng an target produks i s ebanyak 2318 pcs yang telah di tambahkan deng an allowance 1% dari per us ahaan, s ehinggatarget produks i kemeja s etiap bulannya terc apai, namun allowance s ebes ar 1% meng akibatk an penumpukan work in process dan penumpukan finished good di gudang yang menye babk an mas alah pada delivery quality.Setelah dil akukan i dentifikas i waste, ter dapat tiga waste dengan pers entas e tertinggi, s alah s atunya adalah waste inventory s ebes ar 16% . Dal am upaya me mini mas i waste inventory, digunakan me tode lean manufacturing. Tahap pe nilitian di awali de ngan pengumpul an data pri mer, s elanjutnya dilakukan pe ngolahan data. Tahap awal pe ngolahan data yaitu deng an me metakan value stream mapping. Tahap berikutnya, dil akukan identifikas i waste dan dil anjutkan dengan me ngi denti fikas i pe nye bab domi nan dari waste inve ntory de ngan menggunakan fishbone diagram. Tahap pe nyeles aian mas al ah untuk s etiap akar penye bab terjadinya waste inventory berupa line balancing, pull system production dengan kanban, dan job rotation. Berdas arkan pe nggunaan tools lean manufacturing, di dapatkan r anc ang an us ulan per baikan berupa pe ngelompokkan be ber apa akti vitas , pe ngendalian jumlah produks i agar s es uai de ngan ke butuhan, d an melakukan job rotation agar kemampuan kerja operator dapat s eimbang. Kata kunci : Waste Inventory, Lean Manufacturing,Value Stream Mapping, Line Balancing, Pull System, Kanban ,Job Rotation.
Perancangan Usulan Perbaikan Pada Proses Produksi Buku Soft Cover Pt Mizan Grafika Sarana Dengan Metode Six Sigma Puspa Oktaviani; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Mizan Grafika Sarana adalah salah satu unit anak perusahaan pada lini percetakan dari Mizan Group yang menangani proses produksi buku. Terdapat 5 jenis buku yang diproduksi, salah satunya adalah buku soft cover. Berdasarkan data historis produksi buku soft cover tahun 2017 pada periode Januari s.d Desember menunjukan adanya permasalahan keterlambatan pengiriman pesanan buku soft cover kepada pelanggan dikarenakan realisasi produksi berfluktuasi dengan rata-rata persentase ketidaktercapaian sebesar 6% (24.115 buku). Adanya ketidaktercapaian ini salah satunya diindikasikan karena cacat sebagaimana pada tahun 2017 periode Januari s.d. Desember terjadi defective sebesar 1,94% (7227) setiap bulannya, sehingga melebihi batas toleransi defective perusahaan (1,5%). Proses binding adalah yang paling banyak menghasilkan defective yang terdiri dari jenis cacat Lem Gembung dan cacat Cover Miring dengan 5 CTQ berdasarkan kuesioner Delphi. Selanjutnya, digunakan metodologi Six Sigma (DMAIC) sehingga didapatkan nilai DPMO sebesar 1001,37 dan nilai sigma sebesar 4,6 sehingga kapabilitas proses masih berada dibawah 6-sigma. Dengan analisis akar penyebab terjadinya cacat diketahui tiga faktor yaitu manusia, metode, dan mesin. Melalui pendekatan FMEA, prioritas perbaikan pada RPN diatas 180. Usulan perbaikan adalah desain parameter kondisi optimum proses binding menggunakan metode Taguchi(DoE) yang diterjemahkan menjadi Poka-yoke serta checksheet. Kata Kunci: Buku Soft Cover, Binding, Six Sigma(DMAIC), Taguchi(DoE), Pokayoke
Usulan Rancangan Perbaikan Proses Produksi Door Fs Root A320 Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Workstation Cmm Inspection Pt.dirgantara Indonesia Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Asyifa Fadhila Rizki; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace Inc) adalah industri pesawat terbang yang pertama di Indonesia. PT Dirgantara Indonesia memiliki salah satu divisi yang berfokus pada delivery pesawat Airbus bekerja sama dengan Airbus Company yaitu Program Spirit dibawah Division of Program Management & Planning. Jenis produk yang diteliti dalam penelitian ini berfokus pada produk Door FS Root A320. Dalam proses produksi Door FS Root A320, ditemukan waste waiting yang mempengaruhi pencapaian target produksi. Berdasarkan data yang telah diolah, didapatkan 23% waste waiting.. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi Door FS Root A320 dalam upaya meminimasi waste waiting. Dalam upaya meminimasi waste waiting, digunakan metode pendekatan Lean Manfacturing. Tahap pertama dimulai dengan pengumpulan data baik data primer maupun sekunder yang kemudian diolah sehingga menghasilkan gambaran aliran proses produksi dilengkapi dengan waktu proses produksinya yang digambarkan dengan Value Steam Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) current state. Tahap berikutnya, mengidentifikasi jenis waste waiting dengan fishbone diagram yang kemudian diidentifikasi kembali dengan 5why agar ditemukan akar penyebab waste waiting. Tahap penyelesaian masalah diselesaikan berdasarkan penggunaan tools lean manufacturing. Didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pelatihan mengenai maintenance untuk operator maintenance, dan penjadwalan preventive maintenance. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream mapping, Process Activity Mapping
Perancangan Perbaikan Area Permesinan Komponenisolating Cock Di Pt Pindad (persero) Untuk Meminimasiwaste Menggunakan Metode 5s Dengan Pendekatan Leanmanufacturing Angela Merici Dinda; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pindad (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan produk komersial seperti sistem pengereman kereta api (Air Brake System). Salah satu part dari Air Brake Sytem adalah Isolating Cock. Komponen Isolating Cock sendiri terdiri atas beberapa part yaitu Baut Ventilasi, Penutup, Rumah Isolating Cock dan Flens. Dalam proses produksinya, masih terjadi aktivitas-aktivitas pemborosan di area produksi yaitu waste motion, waste inventory dan waste transportation. Hal tersebut menyebabkan permasalahan dalam penyeleseaian order sehingga order mengalami keterlambatan. Untuk menghilangkan waste tersebut, digunakan pendekatan lean manufacture. Tahap penelitian diawali dengan mengumpulkan dan menganalisis data waktu primer. Tahap selanjutnya yaitu mencari akar penyebab waste menggunakan tools berupa Checklist, fishbone diagram dan 5Why. Berdasarkan analisis dengan tools tersebut, diketahui waste yang terjadi dapat dihilangkan dengan adanya perbaikan area kerja. Oleh karena itu, dilakukan tahap perancangan usulan perbaikan dengan menggunakan tools lean manufacture yaitu 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) untuk mengeliminasi waste motion, waste inventory, waste transportation sehingga dapat menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Waste, 5S
Pengurangan Waste Of Motion Pada Proses Layanan Material Sheet Di Gudang Metal Pt Dirgantara Indonesia Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Warehousing Dhiah Arini; Luciana Andrawina; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kedirgantaraan terutama dalam proses perancangan dan pembuatan komponen pesawat terbang. PT Dirgantara Indonesia memiliki gudang raw material metal yang digunakan sebagai tempat menyimpan bahan baku untuk membuat komponen pesawat. Raw material metal tersebut akan diproduksi di Precutting shop. Akan tetapi gudang raw material metal ini sering mengalami keterlambatan dalam mengeluarkan materialnya dari gudang, proses keterlambatan dapat dilihat dari waktu pelayanannya yang melebihi waktu yang telah ditetapkan berdasarkan KPI gudang tersebut yaitu selama dua hari. Pelayanan raw material yang sering terlambat, banyak terjadi pada material sheet. Waste yang paling besar yang menyebabkan proses layanan tersebut terlambat adalah waste motion. Langkah pertama adalah memetakan aliran material dan informasi di gudang dengan current state design. Kemudian mengidentifikasi penyebab pemborosan berdasarkan 7 waste. Selanjutnya dicari akar penyebab masalah dengan menggunakan fishbone diagram. Usulan perbaikan untuk minimasi waktu proses layanan raw material, yaitu menggunakan konsep Lean dengan penerapan lean tools yang sesuai, diantaranya warehouse slotting dan visual control. Setelah itu, akan dibuat future state design. Pada furute state design terjadi penurunan total waktu proses sebesar 15,05% dari total waktu proses 1326,51 detik menjadi 1126,51 detik. Selain itu, terjadi peningkatan waktu persentase value added dari 15,88% menjadi 18,69%. Kata Kunci: Waste Motion, Fishbone Diagram, Lean Tools, Waktu Proses
Usulan Perbaikan Di Lantai Produksi Proses Pencetakan Motif Pada Kain Grey Untuk Meminimasi Waste Inventory Di Pt. Kharisma Printex Dengan Pendekatan Lean Manufacture Rizaldi Darmawan; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Kharisma Printex merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pencetakan motif pada kain grey. Permasalahan yang terjadi di PT. Kharisma Printex adalah terdapat target produksi yang tidak tercapai selama beberapa bulan. Ketidaktercapaian produksi disebabkan oleh waste yang terjadi selama proses produksi berlangsung. Waste yang ditemukan dalam proses produksi adalah waste transportation, defect, inventory, waiting, motion, dan overprocessing.Penelitian ini berfokus pada waste inventory yang terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi di antara stasiun-stasiun kerja. Berdasarkan hal tersebut perlu dirancang suatu perbaikan untuk meminimasi waste inventory yang terjadi. Metode yang digunakan untuk meminimasi waste inventory adalah lean manufacturing. Proses produksi dipetakan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) . Berdasarkan VSM dan PAM dapat diidentifikasi waste apa saja yang terjadi pada proses produksi. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar penyebab permasalahan menggunakan fishbone diagram dan 5 whys. Penyebab permasalhan dominan dari waste inventory yang terjadi diminimasi dengan menerapkan rancangan sistem kanban, pendokumentasian kerusakan, dan preventive maintenance. Kata kunci :lean manufacturing, waste inventory, preventive maintenance,kanban PT. Kharisma Printex is a company engaged in painting services on grey fabric. The problem in the company was there are unachieved production target for several months. The cause of low productivity is waste that happen during production prcess. Waste that is found in production process are transportation, defect, inventory, waiting, motion, and overprocessing. This research focused on inventory waste that are seen from work in process inventory between workstation. Lean manufacturing methods are used to minimize inventory waste. Research was began with the mapping of grey fabric printing process that occurs with the use of value stream mapping (VSM) and process activity mapping (PAM). Value stream mapping (VSM) and process activity mapping (PAM) is also useful to identifying waste on PT Kharisma Printex. After mapping the current state then finding the root cause of the problem using fishbone diagram and 5 whys. The dominant causes of waste inventory is minimized by implementing preventive maintenance, kanban system, and documenting machine breakdown key words :lean manufacturing, inventory waste, preventive maintenance, kanban
Optimasi Penyusunan Box Komponen Program Spirit Di Dalam Container Untuk Meminimasi Space Kosong Menggunakan Metode Algoritma Genetika Aminah Umi Khamidah; Luciana Andrawina; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupkan salah satu perusahaan manufactur terkemuka di Indonesia  yang memproduksi part pesawat terbang.  Dalam proses pengiriman komponen program Spirit menggunakan ISO. Permasalahan yang terjadi pada PT XYZ adalah belum optimalnya penyusunan box komponen program Spirit ke dalam container dalam pengiriman dari gudang packaging ke kondumen. Penyusunan box komponen Spirit ke dalam container yang tidak optimal menyebabkan banyak ruang kosong di dalam container. Dengan adanya permasalahan  tersebut  maka  dilakukan  penyusunan  box  komponene  program Spirit di dalam container menggunakan Algoritma Genetika. Penggunaan algoritma genetika sebagaia metode pencarian  pola penyusunan box di dalam container untuk meningkatkan nilai efisiensi penggunaan ruang container. Hasil dari penyusunan menggunakan metode algoritma gentika mampu meningkatkan nilai efisiensi penggunaan ruang kontainer menjadi 77.00%. Kata kunci : Pengiriman, box komponen program Spirit, container, Algoritma Genetika
Penjadwalan Produksi Dengan Mempertimbangkan Ukuran Lottransfer Batch Untuk Minimasi Makespan Komponen Isolatingcock Di Pt Pindad Vita Ardiana Sari; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT PINDAD adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bagian industri manufaktur dalam bidang Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan produk komersial. Salah satu produk dalam bidang transportasi adalah Air Brake System terdiri dari beberapa assembly, salah satunya assembly Isolating Cock yang terdiri dari Rumah Isolating Cock, Flens, Penutup, dan Baut Ventilasi. Makespan dan batasan waktu penyelesaian order membuat perusahaan berusaha memenuhi pesanan tepat waktu. Usaha yang dilakukan perusahaan adalah menambah shift kerja. Ukuran lot transfer batch yang digunakan mempengaruhi makespan. Makespan yang panjang disebabkan penyelesaian order menggunakan aturan First Come First Served tanpa memperhatikan ukuran lot transfer batch. Dalam mencapai tujuan minimasi makespan, maka diusulkan penjadwalan dengan algoritma Campbell, Dudek, dan Smith (CDS) dengan ukuran lot transfer batch komponen Rumah Isolating Cock sublot satu 6 unit dan sublot dua 6 unit, komponen Flens sublot satu 9 unit dan sublot dua 3 unit, komponen Penutup sublot satu 4 unit dan sublot dua 8 unit, serta komponen Baut Ventilasi sublot 12 unit, dilakukan lima kali pengulangan sehingga total 60 unit Isolating Cock dapat minimasi makespan dari 117 jam atau 18 shift kerja menjadi adalah 45,8 jam atau 8 shift sehingga menghemat waktu penyelesaian sebesar 60,85%. Kata kunci : CDS, Transfer Batch
Penentuan Kebijakan Persediaan Critical Spare Part Di Dipo Bandung Pt. Kereta Api Indonesia Dengan Pendekatan Metode Continuous Review System (s,s) Untuk Menentukan Penghematan Total Biaya Persediaan Marni Anita S S; Ari Yanuar Ridwan; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa transportasi kereta di Indonesia. Perusahaan ini memiliki Dipo Bandung sebagai tempat pelaksanaan perawatan dan perbaikan kereta.Ketersediaan spare part adalah salah satu cara meningkatkan keandalan mesin. Sehingga persediaan spare part ddiperlukan untuk menjaga ketersediaan spare part. Lead time pengadaan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi ketersediaan spare part. Pengelompokan jenis material berdasarkan klasifikasi akan memudahkan manajemen persediaan dalam memprioritaskan material. Berdasarkan situasi tersebut memungkinkan betapa pentingnya mengklasifikasikan kekritisan berdasarkan nilai penggunaan per tahun dan lead time pengadaan dan menentukan pengendalian critical spare part komponen kereta K1 dengan pendekatan continuous Review System. Hasil yang diperoleh bertujuan mengklasifikan kekritisan berdasarkan nilai penggunaan per tahun dan lead time pengadaan, kemudian menentukan jumlah pemesanan, safety stock, titik pemesanan kembali, dan total biaya persediaan dari critical spare part. Menentukan jumlah pemesanan, safety stock, titik pemesanan kembali, dan total biaya persediaan dari critical spare part digunakan pendekatan Continuous Review System(s,S). Hasil menunjukan bahwa terjadi penghematan total biaya persediaan sebesar 95%. Kata Kunci :Continuous Review System (s,S), Pengendalian Persediaan.