Claim Missing Document
Check
Articles

Designing Electronic Kanban Using Conwip Method To Reduce Delays On Pylon Assembly Line In Pt. Dirgantara Indonesia Sarah Ayutami; Dida Diah Damajanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— PT. Dirgantara Indonesia is a company engaged in the manufacture of aircraft. Today, companies face problems to meet demand in a timely manner. The problem occurs because of the lack of parts needed to assemble the required components. This happens due to the delay in getting information about the parts needed and there is no warning about the availability of the parts needed, it makes some parts are not available in store. The lack of the parts and component from the required process causes the assembly line stop running. So that tail boom assembly process will also be delayed. The Incorrect item arrival schedule and unsuitable quantities are a major problem in the airbus tailboom assembly line. To obtain all the components and subassembly that are needed in the right amount and at the right time, this idea of this study is designing the electronic Kanban system which consists of calculating Kanban cards, design the mechanism for using the Kanban System, design the application of Electronic Kanban System and the number of buffer stock so that the required part is available in store. The results of this study are the number of Kanban card which have a number of buffer stocks to control the flow of item required and Electronic Kanban Systems to show the report of actual working status in the assembly line and classify the required information in a card.
Perancangan Lini Perakitan Motor Listrik Bldc 5 Kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Dengan Menggunakan Metode Moodie Young Dan Pendekatan Simulasi Pada Pt Xyz Evita Rengganis; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ di bagian divisi alat berat memproduksi motor listrik BLDC 5 kW. Pada lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW terdapat permasalahan yaitu tidak tercapainya target produksi dan adanya peningkatan permintaan motor listik BLDC 5 kW pada tahun 2020 sebesar 20%. Sehingga perlu dilakukannya sebuah penelitian perancangan suatu lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW dengan tujuan meningkatkan efisiensi lini dengan meminimasi jumlah stasiun kerja menggunakan metode moodie young, dan untuk memvalidasi hasil perhitungan dengan metode tersebut digunakan software Arena Simulation. Proses perakitan motor listrik BLDC 5 kW dilakukan secara manual sehingga waktu mengalami berfluktuasi dan dibutuhkan observasi. Dari hasil perbandingan antara lini perakitan aktual dan lini perakitan usulan dengan melakukan pengalokasian elemen kerja dengan waktu dari hasil observasi maka diperoleh peningkatan efisiensi lini menjadi 84,55%, jumlah stasiun kerja dapat di-minimasi menjadi 4 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 30 unit produk dibutuhkan waktu selama 7,97 jam. Sedangkan untuk lini perakitan usulan dengan kenaikan permintaan sebesar 20% diperoleh efisiensi lini sebesar 79,85%, dengan jumlah stasiun sebanyak 8 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 36 unit produk dibutuhkan waktu selama 8,5 jam. Kata kunci: Penyeimbangan Lini Perakitan, Moodie Young, Simulasi
Perancangan Lintasan Pada Lini Perakitan Sub-assembly Rotor Complete Bldc 5kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Menggunakan Pendekatan Metode Ranked Position Weighted (rpw) Dan Simulasi Di Pt.xyz Nurul Farhana; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan yang produksi BLDC 5kW. Pada bagian produksi BLDC 5kW khususnya di bagian perakitan rotor, terdapat perbedaan waktu yang signifikan antar stasiun kerja. Masalah yang terdapat pada proses produksi BLDC 5kW ini adalah lintasan yang kurang seimbang yang dapat diartikan produksi BLDC 5kW termasuk kurang efisien karena adanya cycle time yang lebih besar daripada takt time. Solusi optimal dalam penyelesaian masalah keseimbangan lintasan dapat menggunakan metode Ranked Position Weighted (RPW) dengan mempertimbangkan waktu siklus pada masing-masing stasiun kerja, lalu dilakukan validasi menggunakan software ProModel, karena data tersebut merupakan data waktu observasi. Dengan dilakukannya penyeimbangan lini perakitan Rotor BLDC 5kW menggunakan metode RPW, terjadi pengurangan jumlah stasiun kerja yang awalnya 7 stasiun kerja menjadi 4 stasiun kerja, kenaikan efisiensi lintasan yang awalnya 30% menjadi 78.10%, penurunan keseimbangan waktu senggang yang awalnya 70% menjadi 47%, dan penurunan indeks kelancaran yang awalnya sebsar 1983 menjadi 221. Berdasarkan kenaikan performansi tersebut, dapat disimpulkan bahwa usulan dari penyeimbangan lini yang dilakukan lebih efisien dibanding lini eksisting. Kata kunci: Penyeimbangan Lini, Ranked Positioning Weighted, Efisiensi Lintasan, Keseimbangan Waktu Senggang, Indeks Kelancaran.
Perancangan Kanban Untuk Meminimasi Waste Inventory Pada Proses Produksi Tablet Amlodipine 5/80 Mg Di Pt. Xyz Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Christian Dhimas Maharddhika; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur dibidang farmasi yang memproduksi obat untuk E-katalog dan berdasarkan data pengiriman, obat ini mengalami keterlambatan pengiriman.Penelitian pada dengan pendekatan Lean Manufacturing, maka dari penelitian diawali dengan membuat peta produksi dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM). Berdasarkan hasil VSM didapati hasil kegiatan Non Value Added (NVA) lebih besar kegiatan Value Addded (VA) yaitu sebesar 70,41 jam dari total waktu Leadtime produksi sebesar 151,98 jam. Setelah itu penelitian menggunakan Process Activity Mapping (PAM) untuk mengetahui detail kegiatan proses produksi dan didapati kegiatan NVA memiliki persentase paling besar yaitu 42,39% dan Necessary Non Value Added (NNVA) sebesar 11,28%. Non Value Added adalah kegiatan tidak bernilai tambah sehingga harus diminimasi dan didapati waste terpilih yaitu Waste Inventory sebesar 90,46%. Selanjutnya peneliti menggunakan fishbone dan 5 why’s untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya waste inventory. Peneliti membuat rancangan usulan sistem Kanban Murni dan Visual Control Penyimpanan. Setelah diterapkannya rancangan, dilakukan pemetaan Value Stream Mapping Future Kata Kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Fishbone, Waste Inventory, Kanban
Usulan Perbaikan Proses Penuangan Pada Shoulder E-clip Untuk Meminimasi Defect Beku Dini Dengan Menggunakan Metode Dmaic Di Pt Pindad Janu Prasetyo; Wiyono Wiyono; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pindad merupakan perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersil diantaranya yaitu divisi tempa & cor. Teradapat 3 jenis produk sarana dan pra sarana kereta api yang di produksi, salah satunya adalah shoulder for e-clip. Berdasarkan data historis bulan Januari 2017 sampai dengan Desember 2018 produk ini mengalami rata-rata defect sebesar 5.22% per bulannya sedangkan toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2%. Jenis cacat yang paling banyak menghasilkan defect adalah beku dini yang terjadi pada saat proses penuangan. Penelitian ini akan difokuskan untuk mengurangi cacat beku dini pada proses penuangan dengan menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define dilakukan pengidentifikasian CTQ menggunakan metode delphi dan pembuatan diagram SIPOC. Pada tahap measure dilakukan perhitungan stabilitas proses menggunakan peta kontrol p dan perhitungan kapabilitas proses sehingga diketahui rata-rata DPMO sebesar 3739 sedangkan untuk rata-rata level sigma sebesar 4.22. Pada tahap analyze digunakan tools fishbone diagram sehingga didapatkan faktor penyebab masalah adalah man, method, material, tools, dan environment. Setelah itu digunakan pendekatan FMEA untuk menentukan mode kegagalan yang akan diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan sehingga didapatkan faktor method dan man yang memiliki nilai RPN tertinggi. Maka dari itu pada tahap improve usulan perbaikan di prioritaskan terhadap faktor man dan method untuk mengurangi cacat beku dini yaitu dengan pemasangan pirometer dan pembuatan checksheet. Kata kunci: Shoulder for e-clip, defect, DMAIC, beku dini, penuangan, CTQ, DPMO, FMEA Abstract PT Pindad is an industrial and manufacturing company engaged in manufacturing military and commercial products including the forging & cast division. There are 3 types of railway facilities and preproduction products produced, one of which is the shoulder for e-clip. Based on historical data from January 2017 to December 2018 this product experienced an average defect of 5.22% per month while the defect tolerance set by the company was 2%. The type of defect that produces the most defects is cold shut that occurs during the pouring process. This research will be focused on reducing cold shut defects in the pouring process using the DMAIC approach (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). At the define stage CTQ is identified using the delphi method and SIPOC diagram making. In the measure phase, the calculation of process stability using p control chart and process capability calculations are calculated so that the average DPMO is 3739 while the average sigma level is 4.22. In the analyze stage, a fishbone diagram tool is used so that the causes of the problem are obtained which is by man, method, material, tools, and environment. After that, the FMEA approach is used to determine the failure mode that will be prioritized for improvement in which the method and man factors have the highest RPN values. Therefore, in the improve stage proposed improvements prioritize the man and method to reduce cold shut defects, namely by installing pyrometers and making checksheets. Keywords: cold shut, defect, DMAIC, premature freezing, pouring, CTQ, DPMO, FMEA
Perancangan Lintasan Perakitan Sub-assembly Stator Complete Bldc 5 Kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Dengan Menggunakan Metode Linear Programming Dan Simulasi Di Pt. Xyz Putu Ayu Anggrasari Wirawardani; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi produk Motor Listrik. Penelitian ini meneliti lintasan perakitan produk Sub-Assembly Stator Complete milik produk Motor Listrik BLDC 5 kW. Permasalahan yang terjadi adalah terdapat ketidakseimbangan waktu yang menyebabkan terjadinya bottleneck dan waktu menunggu. Selain itu, waktu siklus yang lebih tinggi daripada takt time yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan lintasan perakitan dengan meningkatkan efisiensi guna dapat memenuhi target produksi dan merancang usulan lintasan perakitan apabila terjadi kenaikan permintaan sebesar 20% ditahun berikutnya dengan menggunakan metode linear programming menggunakan waktu baku untuk pengalokasian elemen kerja pada masingmasing stasiun kerja dengan software LINGO versi 18.0 serta simulasi menggunakan waktu observasi yang digunakan untuk memvalidasi dan memverifikasi hasil pengalokasian elemen kerja pada stasiun kerja dengan software Arena Simulation versi 14.0. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan lintasan perakitan usulan dengan jumlah stasiun kerja, yaitu 17 stasiun kerja, meningkatkan efisiensi lintasan dari 41,48% menjadi 80,51%. Sedangkan, apabila terjadi kenaikan permintaan sebesar 20% ditahun berikutnya, maka rancangan lintasan perakitan usulan dengan jumlah stasiun kerja, yaitu 29 stasiun kerja, memiliki efisiensi lintasan sebesar 79,35%. Berdasarkan hasil rancangan lintasan perakitan usulan, maka perusahaan dapat mencapai target produksi per harinya. Kata kunci: Penyeimbangan Lintasan, Stator Complete, Linear Programming, Simulasi
Perancangan Usulan Jidoka Dan Taguchi Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Pengemasan Primer Obat Tablet Di Pt. Xyz Dengan Pendekatan Six Sigma Husein Bimantoro; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi obat, salah satu produk yang di produksi adalah obat tablet. Dalam melakukan produksi obat tablet dari proses granulasi hingga pengemasan tablet, masih terdapat produk defect yang dihasilkan sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman pada customer. Salah satu proses yang terdapat defect dan yang menjadi fokus pada penelitian adalah proses pengemasan primer yang merupakan pengemasan tablet pada kemasan aluminium foil. Dari data historis pengemasan primer obat tablet Januari-September 2018 rata-rata defect yang dihasilkan adalah 0.114% dengan nilai sigma sebesar 5.005 sigma dan nilai DPMO sebesar 233. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi defect dengan memberikan usulan perbaikan menggunakan pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAIC. Terdapat lima CTQ yang ditetapkan perusahaan dengan jenis defect yang akan dilakukan perbaikan adalah defect kosong, bocor, licin, terlindas dan tablet pecah. Dengan menggunakan tool analisis berupa fishbone dan 5 why’s akan diketahui faktor penyebab terjadinya masalah dan akan dilakukan prioritas perbaikan terhadap faktor yang bermasalah menggunakan FMEA. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah dengan menggunakan prinsip jidoka dan taguchi (design of experiment) serta pemberian visual control display dalam meminimasi defect. Kata kunci: Defect, Jidoka, Pengemasan primer, Six sigma, Taguchi Abstract PT. XYZ is a state-owned company engaged in pharmaceutical medicine, one of the products produced is tablet medicine. In producing tablet medicine from the granulation process to packaging the tablet, there are still defect products produced that cause delays in delivery to the customer. One process that has a defect and which is the focus of the research is the primary packaging process which is the packaging of tablets on aluminum foil packaging. From the historical data on tablet primary tablet packaging January-September 2018 the average defect produced is 0.114% with a sigma value of 5.005 sigma and a DPMO value of 233. This research aims to minimize defects by suggesting improvements using the Six Sigma approach with DMAIC stages. There are five CTQ determined by the company with the type of defect that will be repaired are empty, leaky, slippery, runny defects and broken tablets. By using the analysis tool in the form of fishbone and 5 why will you know the factors causing the problem and priority will be made to repair the problematic factors using FMEA. The proposed improvements made are using the jidoka and taguchi principles (design of experiment) and providing visual control displays in minimizing defects. Keywords: Defect, Jidoka, Packaging process, Six sigma, Taguchi
Perancangan Tata Letak Fasilitas Pabrik Pada Pt. Nagoya Untuk Meminimasi Waiting Time Dengan Metode Algoritma Aldep Putri Meira Nabilah; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Nagoya adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri karet, PVC, plastik. PT. Nagoya adalah salah satu perusahaan supplier sparepart. PT. Nagoya memproduksi sparepart otomotif berbasis rubber, seperti seal switch, seal pengungkit, pengaman regulator, seal tombol, R3, cover nut, cap water reservoir tank dan seal breket. Pada tahun 2018 PT. Nagoya sering mengalami keterlambatan pengiriman hingga 26 hari. Terlihat pada kondisi perusahaan saat ini, PT. Nagoya memiliki dua pabrik yang berbeda. Pabrik yang berada di Nanjung hanya untuk departemen produksi, dan departemen finishing berada di pabrik Cimahi. hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap lead time produksi dan besarnya jarak perpindahan material antar departemen. Perhitungan ini menggunakan algoritma ALDEP sebagai algoritma perbaikan tata letak fasilitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, tata letak usulan dapat mereduksi total jarak perpindahan material sebesar 99.63% dan menghilangkan waiting time dari departemen produksi ke departemen finishing. Kata kunci: Tata letak, Algoritma ALDEP, Total Closeness Rating, lead time.
Identical Parallel Machine Scheduling Using Genetic Algorithm To Minimize Total Tardiness For Cnc 4 Axis In Pt Dirgantara Indonesia (persero) Muflih Hafidz Danurhadi; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract in manufacturing operations, fulfilling the demand by the due dates is one way to keep customer satisfaction level. if the demand was delivered after the due dates, the tardiness penalty was occurred due to maintain the customer satisfaction level. scheduling was needed to reduce the tardiness that may occur in manufacturing operations. the production scheduling system in part fabrication is considered parallel machine scheduling due to several machine with same capabilities and characteristic. thus in order to get optimal solution to reduce tardiness, this research used genetic algorithm. keyword: parallel machine, scheduling, tardiness, genetic algorithm
Penerapan Metode 5S Untuk Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Seal Brecket Di PT. Nagoya Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Aqiilah Khoiriyyah Husnaa; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Nagoya INA Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri karet, PVC, dan plastik. Hasil produksi dari perusahaan ini yaitu seal switch, seal pengungkit, seal brecket, cover nut, pengaman regulator, rubber disk, rubber molla, cap water reservoir tank, seal tombol, dan R3. Pada Januari 2018 – Juli 2018 seal brecket memiliki total produksi terbesar, yaitu sebanyak 777. 245 pcs atau 48,72% dari total produksi secara keseluruhan. Tetapi PT. Nagoya mengalami keterlambatan pengiriman produk, produk yang paling sering mengalami keterlambatan pengiriman adalah seal brecket. Untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengiriman, dilakukan penelitian pada proses produksi seal brecket yang berlokasi di Nanjung dengan cara pemetaan aliran produksi menggunakan Value Stream Mapping dan Process Activity Mapping . Pada Value Stream Mapping ditemukan NVA time sebesar 88 detik dan lead time selama 1334 detik. Pada Process Activity Mapping didapatkan aktivitas NVA yang tergolong ke dalam waste motion. Berdasarkan waste motion yang ditemukan, dilakukan pencarian akar penyebab masalah menggunakan 5 Why’s. Waste motion diminimasi dengan melakukan usulan perbaikan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Usulan perbaikan dirancang menggunakan metode 5S untuk mereduksi waste motion, sehingga dapat mempersingkat lead time. Untuk mencapai tujuan 5S di lakukan pengurangan waktu set up dengan merancang alat bantu produksi usulan. Dari perancangan usulan perbaikan, lead time berkurang sebanyak 32% atau sebesar 909 detik dengan penurunan NVA time sebesar 88 detik dan NNVA time sebesar 336 detik. Kata kunci: PT.Nagoya, Non Value Added Activity, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, Lean Manufacturing, 5S