Claim Missing Document
Check
Articles

Penjadwalan Pemetikan Pucuk Teh Untuk Memaksimalkan Produksi Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii, Ciater. Adi Tri Juliansyah; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) merupakan perusahaan produsen bubuk teh hitam orthodoks. Daun teh yang digunakan untuk memproduksi teh hitam orthodoks berasal dari Perkebunan Ciater, pada Perkebunan Ciater terdiri dari 6 Afdeling atau daerah pemetikan, setiap Afdeling terdiri dari beberapa blok, dan pada setiap blok terdiri dari beberapa daerah yang lebih kecil dengan ukuran 20m x 20m. Pemetikan dilakukan dengan 3 pilihan cara yang memiliki waktu periode daur petik berbeda, menggunakan tangan, menggunakan gunting, dan menggunakan mesin. Berdasarkan data Tahun 2011 – 2014, rata-rata hasil pemetikan daun teh dibawah target yang telah ditentukan, salah satu penyebab hasil pemetikan dibawah target dikarenakan pemilihan daerah petik yang tidak menghasilkan daun teh yang optimal, maka diperlukan penjadwalan pemetikan di setiap Afdeling untuk dapat menghasilkan pemetikan daun teh yang dapat memenuhi target hasil pemetikan. Untuk menjadwalkan pemetikan daun teh dengan hasil yang maksimum dapat digunakan Linear Programming dengan fungsi tujuan memaksimumkan hasil pemetikan daun teh dengan kendala luas areal pemetikan dan jumlah tenaga pemetik yang tersedi, dan didapatkan jadwal pemetikan optimum untuk setiap Afdeling. Kata kunci : Penjadwalan Pemetikan, Linear Programming, PTPN VIII, Perkebunan Ciater, Maksimasi Hasil Pemetikan.
Usulan Perbaikan Pada Stasiun Kerja Cnc Vertical Machine Center Deckel Maho Produk A380 Dengan Metode Six Sigma Di Pt. Xyz Zalfa Husnul Afifah; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah industri yang memproduksi helicopter dan pesawat terbang berlisensi untuk pesawat penumpang maupun pesawat militer. Salah satu proyek yang masih berjalan yaitu pembuatan bagian sayap pesawat A380. Menurut data perusahaan, didapatkan rejection rate pesawat A380 periode tahun 2017 sebanyak 6.74% yang berarti melebihi dari batas rejection rate per tahun yang dapat ditoleransi. Salah satu stasiun kerja permesinan dengan waktu proses terpakai yang tinggi yaitu stasiun kerja permesinan CNC Vertical Mach. Center Deckel Maho. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi defect dengan tahapan DMAIC, dimana teridentifikasi terdapat 3 jenis CTQ potensial. Setelah dilakukan perhitungan kapabilitas proses, diketahui nilai Cpm adalah 0,86. Berdasarkan analisis akar penyebab masalah, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi defect thinned dan defect oversized adalah man dan machine. Oleh karena itu diberikan usulan perbaikan berupa penjadwalan pemeliharaan spinlde pada mesin, checksheet pemeliharaan spindle, display visual peringatan untuk pengecekan program, dan display visual untuk peringatan melakukan setting alat ukur sesuai dengan jenis material yang diproduksi. Kata Kunci: Defect, Rejection Rate, Six sigma, CTQ, CNC Vertical Mach. Center Deckel Maho, DMAIC. Abstract PT. XYZ is an industry that produces licensed helicopters and aircraft for passenger aircraft and military aircraft. One of the projects that is still underway is the manufacture of A380 aircraft wing parts. According to company data, there was a 6.74% rejection rate for A380 aircraft in 2017 which means that it exceeds the annual rejection rate that can be tolerated. One of the machining work stations with a high usage time is the Mach Vertical Mach work station. Deckel Maho Center. This study uses six sigma methods to reduce defects with DMAIC stages, where there are 3 types of potential CTQ identified. After calculating the process capability, it is known that the Cpm value is 0.86. Based on the analysis of the root causes of the problem, it is known that the factors that affect thinned and oversized defects are man and machine. Therefore, a proposed improvement was given in the form of scheduling maintenance of the spinlde on the engine, spindle maintenance sheet, visual warning display for program checking, and visual display for warnings setting the measuring instrument according to the type of material produced. Keywords: Defect, Rejection Rate, Six sigma, CTQ, CNC Vertical Mach. Center Deckel Maho, DMAIC
Usulan Penjadwalan Order Untuk Mengurangi Delay Dan Manufacturing Lead Time Menggunakan Metode Drum Buffer Rope Di Ptpn Viii, Ciater Rahma Sabrina Latifani; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Perkebunan Nusantara merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang perkebunan. Salah satunya PTPN VIII kegiatan usaha perusahaan meliputi pengolahan/ produksi bubuk teh hitam. Salah satu bagian produksi di PTPN VIII, Ciater adalah Sortasi. Pada area sortasi mengalami bottleneck penumpukan WIP. Rata-rata MLT existing 783,93 menit dan queue time di depan WC Tea Wind 1 484,76 menit. Masalah ini terjadi karena pada mesin Tea Wind 1 memiliki waktu terlama dan beban pengerjaan terbesar diantara operasi lainnya di area sortasi, hal ini mengakibatkan manufacturing lead time lebih lama untuk menyelesaikan order dan mengakibatkan waktu antrian di depan WC Tea Wind 1. Dalam mencapai tujuan mengurangi MLT dan keterlambatan proses pengerjaan pembuatan teh di area sortasi, maka diusulkan penjadwalan dengan drum buffer rope yaitu menjadwalkan drum yang menjadi titik kontrol di Tea Wind 1, sedangkan work center lainnya mengikuti penjadwalan di Tea Wind 1. Sedangkan untuk meningkatkan performansi di WC Tea Wind 1 adalah dengan memberikan buffer untuk melindungi laju produksi sebesar 10% dari MLT. Setelah menggunakan drum buffer rope, MLT usulan menjadi 615,54 menit dan queue time menjadi 335,87 menit. Tingkat lateness pada kondisi existing 101 order yang terlambat sedangkan pada kondisi usulan menjadi 71 order. Kata Kunci : drum buffer rope, manufacturing lead time, queue time, WIP
Perencanaan Kebijakan Persediaan Part Farm Out Pada Overhaul Workscope Di Modul Cold Section Engine Ct7 Menggunakan Metode Pendekatan Periodic Review (r,s,s) Dan (r,s) Di Pt. Xyz Ayulia Fitriane Setiawan; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan industri pesawat terbang yang didirikan untuk memfasilitasi dari segi perawatan (maintenance) mesin pesawat terbang dan mesin industri yang dimiliki oleh Indonesia. PT. XYZ memiliki peluang yang sangat besar untuk menguasai pangsa pasar dalam negeri jasa perbaikan mesin turbin pesawat. Salah satu workscope yang dikerjakan oleh PT. XYZ adalah dalam bentuk pemeriksaan (inspection), perbaikan ringan (repair), dan pembongkaran secara keseluruhan (overhaul) pada engine pesawat. Dalam menentukan kebijakan persediaan part farm out, PT. XYZ belum menentukan kebijakan yang baku. Sehingga, kebijakan persediaan yang dilakukan dengan menunggu hasil final disposition keluar. Sehingga, keadaan ini mengakibatkan perusahaan harus menunggu lebih lama agar part datang ke perusahaan. Penelitian ini memperhitungkan 12 part farm out yang memiliki pola permintaan lumpy demand dan berdistribusi poisson. Penerapan kebijakan periodic review (R,s,S) dan (R,S) pada sistem persediaan, mampu menghasilkan total biaya persediaan menjadi lebih rendah dari kondisi aktual. Parameter ini mampu menekan total persediaan hingga sebesar Rp 383,817,082 dengan persentase sebesar 61%. Kata kunci : Maintenance, Part Farm Out, Periodic Review
Usulan Alokasi Penyimpanan Produk Berdasarkan Kebijakan Class-based Storage Dan Penentuan Metode Routing Menggunakan Algoritma Dynamic Programming Untuk Meminimasi Delay Time Pada Proses Order Picking Di Gudang Semi Finished Good Pt. Xyz Dicky Abrian Setiyanto; Agus Kusnayat; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan tekstil yang memproduksi kain serta menjadi penyedia global fashion dan corporate apparel. PT. XYZ memiliki gudang semi finished good atau gudang greige. Pada gudang semi finished good, produk yang disimpan berupa kain polos yang telah melalui proses weaving. Lokasi PT. XYZ berada di Kota Cimahi. Sistem penyimpanan produk pada gudang semi finished good PT. XYZ masih dilakukan secara acak dengan cara mencari tempat penyimpanan yang kosong tanpa memperhatikan karakteristik dari masing-masing produk kain yang akan disimpan. Hal ini berdampak pada tingginya waktu siklus dan tidak tercapainya waktu target yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri terutama pada proses storing dan picking. Delay itu disebabkan oleh tingginya waktu pencarian lokasi kain. Untuk menangani masalah delay yang terjadi pada gudang semi finished good PT. XYZ, diusulkan dengan merancang usulan alokasi penyimpanan produk berdasarkan kebijakan class based storage serta penentuan slotting dan zonafikasi. Langkah awal dari penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi penyebab delay menggunakan diagram fishbone. Setelah itu mengklasifikasikan produk menggunakan FSN analysis. Tahap akhir dari penelitian ini adalah melakukan simulasi picking list serta menentukan rute terpendek menggunakan algoritma dynamic programming untuk membandingkan kondisi eksisting dengan kondisi usulan setelah penelitian ini selesai. Berdasarkan hasil perbandingan antara kondisi eksisting dan kondisi usulan, didapatkan penurunan waktu delay sebesar 351,33 detik lebih rendah dari kondisi eksisting. Kata Kunci : FSN Analysis, Warehouse Slotting, Dynamic Programming.
Perancangan Perbaikan Area Kerja Penggilingan Di Ptpn Viii Ciater Untuk Mengurangi Waste Motion Menggunakan Metode 5s Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Hadiyan Fathur Rahman; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN VIII Ciater merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada produksi pangan, yaitu teh. PTPN merupakan perusahaan teh terbesar di Indonesia. Hasil produksi dari perusahaan ini berupa teh hitam orthodoks. Pada tahun 2011 hingga 2015 perusahaan tidak dapat memproduksi memenuhi target diakibatkan terdapat masalah yaitu pemborosan yang dapat mempengaruhi produktivitas. Setelah dilakukan pencarian waste dengan menggunakan waste checklist, ditemukan waste terbesar pada area penggilingan adalah waste motion yaitu sebesar 66%, sehingga menimbulkan lead time yang panjang sebesar 11650,967 detik dengan NVA sebesar 11,04%. Berdasarkan masalah waste motion yang ada, maka dilakukan usulan perbaikan untuk mengurangi waste motion dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan yaitu mengumpulkan data. Kemudian data tersebut diolah dan dilakukan pemetaan aliran material dan informasi menggunakan VSM dan PAM. Setelah itu dicari penyebab masalah waste motion dengan menggunakan fishbone diagram dan mencari akar masalah menggunakan 5 Why’s. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan tahap perancangan usulan yaitu dengan mengimplementasikan 5S, perancangan alat bantu dan redesign produk untuk mengeliminasi waste motion yang ada sehingga dapat menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah. Dari perancangan usulan tersebut didapatkan lead time yang lebih singkat sebesar 10385,200 detik dengan penurunan non-value added sebesar 0,19% dan value added sebesar 69,52%. Kata kunci : PTPN, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, Lean Manufacturing, 5S
Forecasting Dan Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi Dengan Bill Of Labor Approach Pada Proyek Engine Ct7 Pt. Xyz Raden Muhamad Marjan Faisal; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan mandiri sebagai anak perusahaan dari PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), yang bergerak dalam bidang jasa perawatan (maintenance) mesin turbin yang biasa digunakan pada pesawat terbang maupun mesin turbin yang digunakan untuk industri. Berdasarkan pengalaman dan data historis diketahui bahwa PT. XYZ menerima setiap pesanan yang diminta namun tidak mempertimbangkan sumber daya kapasitas produksi yang tersedia. Karena itu perlu dilakukan peramalan yang akan menghasilkan MPS dan menjadi dasar untuk melakukan perhitungan kapasitas agar lantai produksi dapat siap berproduksi ketika pesanan yang berfluktuatif datang. Dari hasil peramalan bahwa metode peramalan yang memiliki tingkat kesalahan yang terkecil adalah Simulasi Monte Carlo dengan 91% dari semua part number hasil peramalan sedangkan untuk Croston’s Method dan Metode Syntetos – Boylan Approximation memiliki 9% dari semua part number hasil peramalan. Sehingga part number yang menggunakan Croston’s Method adalah 4108T01G01, 5043T07G02, 5034T83P12, 4053T44G01 dan 6055T82P01. Perencanaan kapasitas produksi dengan menggunakan metode RCCP teknik BOLA telah dilakukan yang mengahasilkan bahwa setiap mesin memiliki kelebihan kapasitas, sehingga semua demand dapat terpenuhi. Dengan demikian perencanaan kapasitas produksi dengan metode RCCP teknik BOLA menghasilkan beberapa alternatif solusi perencanaan kapasitas produksi yang optimal yaitu dengan melakukan Preventive Maintenance, dan melakukan produksi part-part yang akan digunakan untuk mempermudah proses repair. Kata Kunci: Peramalan, Croston’s Method, Syntetos – Boylan Approximati, Simulasi Monte Carlo, Perencanaan Kapasitas, RCCP.
Implementasi Kaizen Pada Proses Produksi Amdk Galon Air Mineral Dengan Meminimasi Waste Waiting Menggunakan Metode Lean Manufacturing (studi Kasus Pada Pt Muawanah Al-masoem) Putri Nopitasari; Rino Andias Anugraha; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Muawanah Al-Masoem adalah perusahaan yang memproduksi air mineral, air mineral yang diproduksi terdiri dari beberapa jenis ukuran kemasan mulai dari 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, dan 19 l. Pada proses produksi kemasan galon terdapat permasalahan yaitu realisasi jumlah produksi yang tidak dapat memenuhi target. Persentase realisasi jumlah produksi yang tidak memenuhi target terjadi pada 11 bulan kecuali pada bulan Juli. Tidak terpenuhinya target produksi disebabkan karena adanya waste waiting yang terjadi pada proses produksi galon. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya waste waiting dan merancang usulan perbaikan dari masing-masing permasalahan. Perbaikan tersebut dapat dilakukan menggunakan metode lean manufacturing dan penerapan kaizen yang diawali dengan membuat Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM). Selanjutnya melakukan identifikasi menggunakan fishbone diagram, pareto diagram, 5 why’s dan 5W1H. Berdasarkan hasil identifikasi, perbaikan yang diusulkan adalah mengganti tempat penyimpanan yaitu pallet menjadi gravity flow rack, penerapan material handling equipment, penentuan jumlah safety stock dan reorder point. Rancangan usulan perbaikan tersebut dapat meminimasi waste waiting dan menghasilkan metode kerja yang baru, sehingga aliran proses produksi menjadi lebih pendek dan lead time produksi menjadi lebih singkat yaitu pada kondisi eksisting, lead time produksi sebesar 625,60 detik dan setelah dilakukan perbaikan, lead time produksi berkurang menjadi 222,62 detik. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Waste waiting, Value Stream Mapping, dan Process Activity Mapping. ABSTRACT PT Muawanah Al-Masoem is a company that produces mineral water, mineral water produced consists of several types of packaging sizes ranging from 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, and 19 l. In the production process of packaging of gallons there is a problem that is the realization of the amount of production that can not reach the target. Percentage of realized production quantities that did not meet the target occurred at 11 months except in July. Unfulfilled production targets are due to waste waiting that occurs in the gallon production process. So this study aims to determine the factors that resulted in the occurrence of waste waiting and design proposed improvement of each problem. These improvements using lean manufacturing method and kaizen implementation which begins by creating Value Stream Mapping (VSM) and Process Activity Mapping (PAM). Next do identification using fishbone diagram, pareto diagram, 5 why's and 5W1H. Based on the results of identification, the proposed improvements are replacing the storage area of the pallet into gravity flow rack, application of material handling equipment, determining the number of safety stock and reorder point. The proposed improvement plan can minimize waste waiting and produce new working methods, so that the production process flow becomes shorter and the production lead time becomes shorter that is in the existing condition, the production lead time is 625.60 seconds and after the improvement, the production lead time reduced to 222.62 seconds. Key Word: Lean Manufacturing, Waste waiting, Value Stream Mapping, and Process Activity Mapping
Peramalan Produksi Pucuk Teh Menggunakan Metode Box-jenkins Pada Pt. Perkebunan Nusantara Viii Ciater Rahma Ulimanda Yulinasari; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara VIII Ciater merupakan perusahaan BUMN yang bergerak pada sektor perkebunan dengan kegiatan usaha meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan, dan penjualan komoditi perkebunan seperti teh. Dalam dua tahun terakhir, terjadi gap yang signifikan antara target dan real produksi pucuk teh sebesar 50 persen pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Ciater. Ketidaksesuaian antara target dan real produksi pucuk teh mengakibatkan tidak terpenuhinya permintaan teh hitam, sehingga mengakibatkan produksi di dalam pabrik tidak dapat mencapai target. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan karena tidak tercapainya target produksi pucuk teh. Pada penelitian ini dilakukan peramalan untuk mengetahui jumlah produksi pucuk teh pada masa yang akan datang. Sehingga produksi teh hitam dapat memenuhi permintaan. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Box-Jenkins atau ARIMA dengan perhitungan tingkat kesalahan peramalan menggunkan RMSE (Root Mean Square Error), MSE (Mean Square Error), dan MAPE (Mean Absolute Percent Error) untuk menentukan model peramalan. Berdasarkan hasil pengolahan data, model peramalan yang memiliki tingkat error terendah adalah ARIMA (2,1,4) sebesar 21 persen dibandingkan dengan peramalan sebelumnya yang berkurang sebesar 29 persen. Kata kunci : Produksi Pucuk Teh, Peramalan, Tingkat Kesalahan Peramalan, dan Box-Jenkins.
Usulan Perbaikan Pada Stasiun Kerja Cnc Profiling Machine Dgal Produk A380 Dengan Metode Six Sigma Di Pt. Xyz Simbolon Agnes Gracecia; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ bekerja sama dengan Airbus Company yang dinamakan Program Spirit, yaitu proyek pembuatan komponen pesawat Airbus. Salah satu proyek dalam program tersebut adalah Inboard Outer Fixed Leading Edge (IOFLE), yaitu pembuatan part sayap pesawat A380. Menurut data historis perusahaan tahun 2017 didapatkan nilai rejection rate pesawat A380 pada tahun 2017 (6.74%) melebihi dari batas maksimum rejection rate per tahun yang ditoleransi, dimana mayoritas part yang defect berstatus scrap. Oleh karenanya, dilakukan penelitian menggunakan metode Six Sigma untuk mengurangi jumlah part yang defect dengan menganalisis penyebab part yang defect berstatus scrap. Jenis aliran proses produksi part pesawat A380 adalah job shop production, sehingga penelitian berfokus terhadap proses, tepatnya stasiun kerja yang memiliki total waktu terpakai sampai terjadi scrap tertinggi. Pada tahap define didapatkan bahwa obyek penelitian adalah stasiun kerja CNC Profiling Machine DGAL. Pada stasiun kerja tersebut terindentifikasi terdapat 2 jenis defect, yaitu twist dan thinned. Pada tahap measure dilakukan pengolahan data hingga stabil menggunakan peta kendali Short Production Runs. Lalu menghitung kapabilitas proses dengan mencari nilai indeks Cpm. Selanjutnya, pada tahap analyze menggunakan diagram cause-effect, 5 Why’s dan FMEA. Setelah mengetahui akar penyebab masalah, maka pada tahap improve disusunlah usulan rancangan perbaikan untuk mengatasi defect yang prioritas untuk diperbaiki. Kata Kunci: Rejection Rate, Six Sigma, Defect, Profiling Machine DGAL, Indeks Cpm Abstract PT. XYZ cooperates with Airbus Company called Spirit Program, which is an Airbus aircraft component manufacturing project. One of the projects in the program is the IOFLE (Outer Fixed Leading Edge), which is the manufacture of A380 aircraft wing parts. According to the historical data of the company in 2017, the A380 aircraft rejection rate in 2017 (6.74%) exceeded the maximum tolerable annual rejection rate, where the majority of defect parts were scraped. Therefore, research was conducted using the Six Sigma method to reduce the number of defect parts by analyzing the causes of the defect status of the parts. The type of process flow for the production of A380 aircraft parts is job shop production, so the research focuses on the process, precisely the work station that has total time spent until the highest scrap occurs. In the define stage, it was found that the object of research was CNC Profiling Machine DGAL work station. In the work station identified there are 2 types of defects, namely twist and thinned. At the measure stage, the data is processed until it is stable using the Short Production Runs control map. Then calculate the process capability by looking for the Cpm index value. Next, in the analyze phase use cause-effect diagrams, 5 Why's and FMEA. After knowing the root cause of the problem, then in the improve phase a proposed draft improvement is made to overcome the priority defect to be fixed. Keywords: Rejection Rate, Six Sigma, Defect, Profiling Machine DGAL, Index Cpm