Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI WARGA BINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KOTA GUNUNGSITOLI Zega, Samahati; Harefa, Amstrong; Hulu, Syukur Kasieli; Bawamenewi, Adrianus; Harefa, Jesslyn Elisandra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26375

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui Implementasi pendidikan Karakter Bagi Warga Binaan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Gunungsitoli , (2) meneliti faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter, dan (3) mengetahui upaya dari hambatan pelaksanaan pendidikan karakter. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah warga binaan dan petugas pemasyarakatan. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) pelaksanaan pendidikan karakter pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Gunungsitoli berjalan sesuai tujuan pemasyarakatan. pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan jasmani, rohani, intelektual dan kemandirian, (2) faktor pendukungnya adalah warga binaan taat dan tertib; kerja sama dengan pihak ketiga; kebijakan wajib diikuti warga binaan. Faktor penghambatnya adalah kurangnya motivasi sebagian warga binaan; sarana prasarana dan anggaran terbatas; pemasaran sempit, dan (3) solusi dari hambatan adalah memberikan pengusulan cuti dan pemberian sanksi terhadap warga binaan ketika ada yang melanggar peraturan dan dimasukan ke selker; memotivasi warga binaan; mengajukan proposal ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM.
PENGUATAN IDEOLOGI PANCASILA MELALUI KAMPUNG PANCASILA DESA SOGAE’ADU KABUPATEN NIAS Hulu, Dhini Pinta Sari; Hulu, Syukur Kasieli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26412

Abstract

Melalui Program Kampung Pancasila Kecamatan Sogae’adu Kabupaten Nias. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Adapun tujuan penggunaan pendekatan deskriptif adalah menggambarkan proses dari pelaksanaan penelitian yang diawali dari observasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dengan menggunakan handphone sebagai alat untuk merekam semua pembicaraan, hasil gambar sebagai bukti nyata, dan buku catatan yang berfungsi untuk mencatat percakapan dengan sumber data atau informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitan dan pembahasan disimpulkan bahwa: kampung pancasila di tempatkan di desa sogae’adu kecamatan sogae’adu kabupaten nias karena dikecamatan sogae’adu khususnya di desa sogae’adu memiliki keberagaman suku, adat dan agama, tujuan dari pembentukan program kampung pancasila dapat membentuk kepribadian yang unggul,menghasilkan kecerdasan spritual, emosional dan intelektual, menjadikan masyarakat yang toleran, menerapkan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan dan agar masyarakat dapat memahami nilai-nilai yang ada dalam pancaila sebagai ideologi pancasila dalam kehidupan masyarakat. Kendala dalam pelaksanaan kampung pancasila yaitu dikarenakan Desa Sogae’adu adalah desa yang memiliki Keberagaman dari Suku budaya adat dan agama maupun politik sehingga dalam penerapan kampung pancasila pemerintah desa terkandala dengan masyarakat didalam desa sogae’adu yang memiliki pendapat dan pengetahuan yang minim sehingga dalam pelaksanaan kampung pancasila masih belum terlaksana dengan baik. Upaya yang dilakukan Pemerintah Desa dalam kampung pancasila yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat apa maksud dan tujuan dibentuknya kampung pancasila di desa Sogae’adu selanjutnya Pemerintahan desa Sogae’adu sangat menjalin kerjasama bersama dengan masyarakat, dalam hal ini ibu kepala desa sangat bersemangat dalam membina anggota masyarakat sehingga dalam kampung pancasila masyarakat sudah ikut serta melaksanakannya, pemerintahan desa Sogae’adu selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga masyarakat sangat berpartisipasi dalam kampung pancasila yang telah diresmikan oleh bapak Bupati Nias pada tangggal 30 Agustus 2022.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN INTERAKSI PADA ANAK DIDIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA SWASTA SANTU XAVERIUS GUNUNGSITOLI Zebua, Pandu Elizaro; Lase, Fatiani; Harefa, Anugerah Tatema; Hulu, Syukur Kasieli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru berinteraksi dalam pembelajaran sehingga tercapainya pembelajaran yang efektif, kendala yang dihadapi guru dalam melakukan interaksi terhadap anak didik dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru ppkn dalam mengatasi kendala interkasi yang dihadapi guru di SMA Swasta Santu Xaverius Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penerapan pendekatan deskriptif adalah untuk menggambarkan secara akurat suatu fenomena atau peristiwa tertentu, termasuk karakteristik, pola, atau tren yang terjadi. Peneliti sendiri bertindak sebagai instrumen penelitian, menggunakan ponsel untuk merekam dialog, mencatat hasil visual sebagai bukti, dan mencatat percakapan dengan narasumber menggunakan catatan buku. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa: Pertama, Interaksi dalam pembelajaran merupakan hubungan timbal balik antar guru dan peserta didik dan dalam mengembangkan interaksi dalam pembelajaran guru harus mampu menggunakan metode belajar yang inovatif dan variatif, mengidentifikasi kemampuan siswa, membimbing dan mendampingi peserta didik, kemampuan komunikasi dan pengolahan kelas, serta mampu dalam penggunaan tegnologi pembelajaran. Kedua kendala seorang guru dalam mengembangkan interaksi kepada anak didik yaitu kondisi anak didik yang kurang interaktif dan perbedaan tingkat kemampuan inteligensi setiap anak didik. Ketiga dalam adapun cara dalam mengatasi kendala-kendala tersebut, yaitu dengan memahami peserta didik, memahami kondisi peserta didik, dan mengidentifikasi potensi yang dimiliki setiap siswa.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENUMBUHKAN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI LINGKUNGAN KAMPUS Harefa, Anugerah Tatema; Hulu, Syukur Kasieli; Lase, Berkat Persada; Harefa, Amstrong; Bawamenewi, Adrianus; Lase, Fatiani; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menumbuhkan toleransi antarumat beragama di lingkungan kampus melalui metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa PKn berperan penting dalam membangun kesadaran mahasiswa terhadap nilai-nilai pluralisme, demokrasi, dan hak asasi manusia. Pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif serta kegiatan ekstrakurikuler berbasis keberagaman terbukti efektif dalam menanamkan sikap toleransi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti konsistensi penerapan kurikulum dan evaluasi program. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap strategi pengembangan pendidikan toleransi di Indonesia, khususnya di tingkat perguruan tinggi.
The Role of Democratic Values on Respect for Other People's Opinions in the Civic Education Learning Process Syukur Kasieli Hulu; Kosmas Dohu Amajihono
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6579

Abstract

The value of democracy is a pattern of beliefs or good things that are used as guidelines for life for the community to realize a democratic life. One of the indicators of democratic values and also the focus of this research is the attitude of respecting opinions. Respect for other people's opinions is an attitude in which a person has respect and is able to accept any differences that exist without seeing who and what other individuals have. Formulation of the problem How is the role of democratic values in respecting the opinions of others in the learning process of civic education. What are the obstacles in instilling democratic values in respecting other people's opinions in the learning process of civic education. The purpose of the research was conducted to determine the role of democratic values in respecting the opinions of others, and to identify obstacles in instilling democratic values in respecting the opinions of others in the learning process of civic education. This research uses qualitative research with a description method. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The results of the study revealed that the role of democratic values in respecting the opinions of others in the learning process of civic education is: 1) Students uphold other people's opinions, 2) Students heed other people's decisions or opinions, and 3) Students do not consider themselves the most correct. The obstacles in instilling democratic values in respecting the opinions of others in the learning process of civic education are the lack of student motivation in the learning process and ineffective communication between students in expressing opinions.
The Role of PPKN Teachers in Strengthening Student Character as an Effort to Prevent Bullying At SMP Negeri 5 Ulunoyo in the 2022/2023 Academic Year Albertus Arozato Laia; Berkat Persada Lase; Syukur Kasieli Hulu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7423

Abstract

This study aims to determine the role of Civics teachers in strengthening student character as an effort to prevent bullying and to find out the obstacles faced by Civics teachers in strengthening student character as an effort to prevent bullying. This research takes a descriptive approach using qualitative methods. The purpose of using a descriptive approach is to reveal or obtain information from research data thoroughly, broadly and deeply. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The results of the research and discussion concluded that: first, the role of Civics teachers in strengthening student character is to take a good approach to students by getting along with students so that students are not afraid to convey what their complaints are and provide moral encouragement so that students can accept and feel motivated and can avoid bad behavior. Second, what characters are strengthened by Civics teachers in preventing bullying is the character of tolerance where tolerance is respecting differences, and still giving advice to students on how to establish good communication, discipline, for example, obeying the dress code, arriving on time when entering school to obey the rules set by the teacher at school, as well as honest character and as well as getting used to educated participants staring directed at positive activities so as to avoid things related to bullying. Third, the obstacles faced in linking student character as an effort to prevent bullying are the lack of self-confidence of these students, for example in terms of speaking, interacting between students is difficult for the teacher to guess because some students prioritize silence and do not talk much, and vary in terms of receiving learning in equipping themselves to get learning, and do not want to listen or ignore what the teacher says.