Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UVTron SEBAGAI SENSOR PENDETEKSI API Arifin, Tri Nur; Yapie, Any K; Ilman, Syaeful
Jurnal Tera Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Tera (Maret 2021)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.2 KB)

Abstract

Hingga sekarang banyak robot-robot yang diciptakan dari tangan-tangan kreatif, diantaranya robot pemadam api. Begitu banyak sensor-sensor yang digunakan pada robot pemadam api, salah satunya dalah sensor api. Begitu banyak sensor api yang beredar dipasaran salah satunya adalah sensor api UVTron Hamamatsu. Sensor api ini memiliki 2 buah bagian, yaitu bagian rangkaian driver dan tabung flame. Penelitian ini bertujuan merancang, percobaan dan menganalisis dari kekuatan jarak jangkauan sensor api UVTron untuk mendeteksi keberadaan api di sekitarnya. Setelah melakukan perancangan, percobaan dan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa sensor api UVTron dengan menggunakan modul driver C10423 dapat bekerja dengan baik. Karena dari penelitian yang dilakukan, peneliti mendapatkan data bahwa sensor UVTron ini dapat mendeteksi keberadaan api sejauh 540 cm dengan posisi titik api berada di sudut 00 dari tabung flame UVTron. Serta didapat lokasi-lokasi yang menurut datasheet tidak terdeteksi tapi pada prakteknya terdeteksi dengan baik. Ini membuktikan bahwa sensitifitas pada UVTron sangat baik.
ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS ELPIJI Nur Arifin, Tri; Febriyani Pratiwi, Ganjar; Janrafsasih, Arra
Jurnal Tera Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Tera (Maret 2022)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.796 KB)

Abstract

Gas Elpiji merupakan suatu gas yang mudah terbakar jika terdapat titik atau percikan api di sekitarnya. Tidak sedikit kasus ledakan dan kebakaran rumah diakibatkan dari kebocoran gas Elpiji baik dari tabungnya, regulatornya maupun selangnya yang sudah tidak baik kondisinya atau rusak. Untuk mencegah terjadinya keracunan maupun kebakaran akibat kebocoran gas Elpiji, maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi serta menanggulangi kebocaran gas Elpiji di dapur. Yaitu alat pendeteksi kebocoran gas Elpiji yang terhubung dengan buzzer untuk peringatan dan kipas penyerap udara (Exhaust Fun) untuk menyerap gas Elpiji agar dapat dibuang langsung ke udara bebas. Alat ini untuk mendeteksi gas butana atau propane yang terdapat pada gas Elpiji. Penelitian ini dengan metode perancangan alat dan pengujian alat agar dapat hasil yang maksimal sesuai yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini yaitu ketika kebocoran gas lebih besar sama dengan 500ppm maka alat akan mebunyikan buzzer, namun jika kebocoran gas lebih besar sama dengan 1000ppm maka sensor akan mengaktifkan buzzer dan exhaust fun.
Sensor Ultrasonik Sebagai Sensor Jarak Nur Arifin, Tri; Pratiwi, Ganjar Febriyani; Janrafsasih, Arra
Jurnal Tera Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Tera (September 2022)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.37 KB)

Abstract

Sensor jarak banyak diaplikasikan diberbagai keperluan, yaitu salah satunya sensor jarak pada mobil untuk mendeteksi benda disekitar mobil saat ingin parkir. Sensor jarak tersebut akan memberitahukan kepada pengemudi bahwa terdapat benda di sekitar mobil dengan jarak-jarak tertentu dengan bunyi alarm. Semakin deket jarak mobil dengan benda maka semakin cepat juga bunyi alarm-nya. Sensor jarak ultrasonik yaitu sensor jarak yang memanfaatkan gelombang bunyi ultrasonik untuk mendeteksi objek di depanya. Namun, pada kenyataanya, objek atau target tidak memiliki bentuk yang sama.Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui jarak maksimal sensor ultrasonik yang dapat dicapai dengan hasil terbaik dan bentuk bidang pantul yang efisien bagi sensor ultrasonik untuk memantulkan gelombang dengan baik. Hasil dari penelitian ini, yaitu pada jarak 180 cm (pengukuran penggaris) didapat hasil pengukuran sensor jarak dari benda pantul tabung 176 cm, sedangkan benda pantuk balok hasil pengukuran jaraknya 173 cm. Dan didapat jarak masimal yang dapat diukur oleh sensor ultrasonik HC-SR04 yaitu 515 cm.
Analisis Sentimen Komentar Pengguna Aplikasi Duolingo Menggunakan Metode Support Vector Machine dan Navie Bayes Laple Satria Putra, Rani; Nur Arifin , Tri; Redha Rahadani, Muhammad
Jurnal Multimedia dan Teknologi Informasi (Jatilima) Vol. 7 No. 03 (2025): Jatilima : Jurnal Multimedia Dan Teknologi Informasi
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jatilima.v7i03.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna terhadap aplikasi Duolingo yang diunduh dari platform Google Play Store. Sebanyak 211.664 komentar dikumpulkan melalui metode web crawling menggunakan bahasa pemrograman Python, kemudian diproses melalui tahapan preprocessing yang mencakup case folding, pembersihan data, tokenisasi, penghapusan stopword, normalisasi, dan stemming. Proses ini dilanjutkan dengan pemberian bobot kata menggunakan metode Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) untuk mengonversi data teks menjadi representasi numerik. Model klasifikasi kemudian dibangun menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Naive Bayes untuk mengklasifikasikan sentimen ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma SVM memiliki kinerja lebih stabil dan akurat dibandingkan Naive Bayes, dengan akurasi mencapai 95%. Meskipun demikian, kedua model menunjukkan keterbatasan dalam mengklasifikasikan sentimen netral dan negatif akibat ketidakseimbangan distribusi kelas dalam data, di mana kelas positif mendominasi secara signifikan. Hal ini tercermin dari rendahnya nilai precision, recall, dan f1-score pada kelas minoritas. Berdasarkan hasil 10-Fold Cross Validation, SVM terbukti lebih konsisten dalam menghasilkan akurasi tinggi di berbagai skenario pengujian, menjadikannya pilihan yang lebih andal dalam analisis sentimen multi-kelas terhadap data ulasan aplikasi.
Designing a Frequency Measurement Instrument Kit Based on the PIC16F628A Microcontroller Febriyani Pratiwi, Ganjar; Fenki Mahardika Prawiro, Roby; Wahyuningsih, Erfiana; Arifin, Tri Nur
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.380

Abstract

The rapid development of electronic systems has increased the need for accurate frequency measurement because many electrical and digital devices depend on stable operating frequencies for proper performance. In routine laboratory and field work, digital multimeters are frequently used for frequency checks due to their practicality and availability, yet their readings may be affected by signal conditions and instrument processing limits. This study aims to assemble and evaluate a low-cost digital frequency counter based on the PIC16F628A microcontroller for measuring crystal oscillators and external frequency signals, while benchmarking its readings against a digital multimeter. An experimental quantitative approach was applied that included hardware assembly, schematic reconstruction through PCB trace inspection, block-level functional analysis, and measurement testing using five crystal oscillators and externally generated reference signals derived from a 32.768 kHz source with frequency division. Data were recorded across test points from 1 Hz to 32.768 kHz and summarized through direct comparison between nominal frequencies and instrument readings. The frequency counter produced readings that matched the nominal test frequencies across all external test points within the display resolution limits. Crystal testing also yielded values close to nominal specifications (e.g., 8.0002 MHz for 8 MHz and 11.998 MHz for 12 MHz). The digital multimeter showed small frequency-dependent offsets at higher test points (e.g., 32.770 kHz at 32.768 kHz). These results indicate that the dedicated counter delivers stable measurements across the evaluated range. This work offers a practical reference for electronics education and routine verification by combining schematic reconstruction, reproducible block-level documentation, and empirical validation of a kit-based instrument, providing added value beyond prior studies that emphasize either theory or new system design.
Development of a Dual-Leaf Automatic Door Prototype Based on Arduino using HC-SR04 Ultrasonic Sensor and Servo Motor Syaeful Ilman; Arifin, Tri Nur; Wahyuningsih, erfiana
International Journal Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): July: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v4i2.2133

Abstract

This research aims to design and implement a two-leaf automatic door sytem that opens towards the inside by utilizing an arduino microcontroller, HC-SR04 ultrasonic sensor and servo motor. The test results show that the system can work responsively and stably with a good level of detection accuracy and servo movement symmetry. This system has potential to be implemented on a small scale in residential homes, laboratories, or other semi-automatic public spased.
Design of Electrical Power Transfer Automation System Between PLN, PLTS and Genset Using Relay Sunarto; Tri Nur Arifin
International Journal Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): July: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v4i2.2251

Abstract

Electrical system use one single source are often vulnerable to disruptions, especially in area with unstable electricity supply. This study presents the development and implementation of an automation system for seamless power transfer management between three primary sources: PLN, PLTS and Genset. The primary objective of this system are to improve electricity supply, optimize renewable use energy, and reduce operational cost. Relay are used as crucial actuator to automatically switch between power source based on pre-set priority logic. When the PLN power source voltage range from 180.3 to 260.2 volt, the automation system immediately switch to the first backup power source, the PLTS, with a voltage range of 220.2 volt. When the PLN and PLTS voltage are 0 volt, the automation system switch to the second backup power source, the genset, with a voltage range of 220.2 volt. If the PLTS and Genset are 0 volt, the system will return to the primary priority source, the PLN, with a voltage range of 220.2 volt. Simulation test results show that the system is afford of detecting power availability and quality from each power source and automatically transitioning power with a fast response time. The implementation of relay ensures effective isolation and reliable switching control.
The Effect of Light Intensity on Electrical Energy Produced by Polycrystalline Solar Panels Falaqi; Tri Nur Arifin
International Journal Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): July: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v4i2.2252

Abstract

This study analyzes the effect of sunlight intensity on the electrical energy generated by polycrystalline solar panels. The solar power plant system was designed simply and measurements were taken over three days using a lux meter, thermometer, ampere meter, and power meter. Data were analyzed using SPSS through correlation tests and multiple linear regression. The results show that light intensity (lux) has a dominant influence with an average contribution of 68.2% to electrical power. The maximum power recorded was 76 Watts on May 18, 83.3 Watts on June 1, and 85 Watts on June 27, 2025. Other environmental variables such as panel surface temperature, ambient temperature, and humidity also have an influence but on a smaller scale. In conclusion, light intensity plays a significant role in solar panel performance and is a major factor in solar power plant system planning.
PENINGKATAN STABILITAS JARINGAN MELALUI REDUNDANSI DUAL ISP DENGAN METODE LOAD BALANCING PCC DAN FAILOVER PADA PT. XYZ Muhamad Fahrizal Praditya; Tri Nur Arifin
INFOTECH journal Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v11i2.15611

Abstract

Dalam era digital yang sangat bergantung pada konektivitas, kestabilan jaringan internet menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan, termasuk PT. XYZ (PT. XYZ). Ketergantungan pada satu penyedia layanan internet (ISP) telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti gangguan koneksi dan downtime yang berdampak pada operasional perusahaan dan kualitas layanan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan solusi redundansi jaringan dengan memanfaatkan dua ISP melalui protokol Border Gateway Protocol (BGP) dan metode failover untuk meningkatkan kualitas koneksi internet. Metode yang digunakan mencakup perancangan sistem dual ISP dengan pendekatan Load Balancing menggunakan Per Connection Classifier (PCC) serta implementasi failover untuk menjamin kontinuitas koneksi ketika salah satu ISP mengalami gangguan. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur parameter jaringan seperti latency, throughput, kecepatan akses, dan waktu downtime sebelum dan sesudah penerapan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi ini mampu meningkatkan kestabilan jaringan, mengurangi downtime, serta meningkatkan produktivitas karyawan dan kepuasan pelanggan. Pengujian kecepatan internet pada sisi pengguna menggunakan aplikasi Speedtest oleh Ookla menunjukkan kecepatan unduh sebesar 102,70 Mbps dan ping 13 ms, serta kecepatan unggah sebesar 101,09 Mbps dan ping 4 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem jaringan dual ISP mampu menyediakan akses internet yang tinggi, stabil, dan responsif baik untuk aktivitas download maupun upload.
Penguatan Literasi Etika Dan Risiko Kecerdasan Artifisial Bagi Guru SMP Di Kabupaten Karawang Uus Rusmawan; Tri Nur Arifin; Henri Septanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBJ Vol. 9 No. 1 (2026): January - May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/spz3n673

Abstract

The widespread use of Artificial Intelligence (AI) in education has brought significant changes and raised ethical challenges, such as data privacy risks, algorithmic bias, and potential breaches of academic integrity. This Community Service (PKM) activity aimed to strengthen the understanding of 30 junior high school teachers in Karawang Regency regarding the ethics and risks of using AI in learning. The implementation method applied a participatory action learning approach through three main stages: preparation, technical workshops (digital literacy, coding basics, and ethical AI), and post-training mentoring. The program evaluation results showed a measurable level of success. Teachers' cognitive understanding of the concepts and ethical implications of AI increased by 33,33%, as evidenced by an increase in the average pre-test score from 60 to 80 in the post-test. From a practical aspect, 100% (or 30 teachers) successfully developed outputs in the form of learning modules that integrate AI ethics into Informatics subjects. The final survey also showed that 95% of participants considered the program relevant and applicable, marked by the formation of a collaborative learning community among teachers. This program confirms that measurably strengthening AI ethics literacy for educators is crucial in preparing a responsible digital generation.