Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Pemasaran Museum Topeng Cirebon dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Fikri Firdaus; hafni khairunnisa; Haulah Nakhwatunnisa
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol. 6 No. 1 (2026): I-TOURISM : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/itourism.v6i1.16753

Abstract

This research aims to analyze the marketing strategy implemented by the Cirebon Mask Museum and to formulate alternative strategies to increase the number of tourist visits. Despite having unique collections and high philosophical value, the Cirebon Mask Museum still faces challenges in terms of visibility and the dominance of a single visitor segment. This study employs a qualitative approach with the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documenThis research aims to analyze the marketing strategy implemented by the Cirebon Mask Museum and to formulate alternative strategies to increase the number of tourist visits. Despite having unique collections and high philosophical value, the Cirebon Mask Museum still faces challenges in terms of visibility and the dominance of a single visitor segment. This study employs a qualitative approach with the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation studies. The results show that the strategic position of the Cirebon Mask Museum is in Quadrant I (Aggressive Strategy) with coordinate values of (+2.01; +1.84). This indicates that the museum possesses significant internal strengths to maximize external opportunities. The primary recommended strategy is the S-O (Strengths-Opportunities) strategy, which includes optimizing digital campaigns based on the collections’ philosophical narratives, developing collaborative tourism packages with the tourism industry, and enhancing educational programs to expand market reach beyond the student segment. Improvements in physical accessibility and the diversification of social media content are key to increasing market penetration for general and international touriststation studies. The results show that the strategic position of the Cirebon Mask Museum is in Quadrant I (Aggressive Strategy) with coordinate values of (+2.01; +1.84). This indicates that the museum possesses significant internal strengths to maximize external opportunities. The primary recommended strategy is the S-O (Strengths-Opportunities) strategy, which includes optimizing digital campaigns based on the collections’ philosophical narratives, developing collaborative tourism packages with the tourism industry, and enhancing educational programs to expand market reach beyond the student segment. Improvements in physical accessibility and the diversification of social media content are key to increasing market penetration for general and international tourists
Strategi Penguatan Daya Saing Bisnis Pariwisata Ramah Muslim Berkelanjutan di Kawasan Wisata Lembah Cilengkrang Kabupaten Kuningan Hafni Khairunnisa; Afgi Al Khoyr; Mahrun Nisa Ali
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1220

Abstract

Objek wisata Lembah Cilengkrang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam yang menarik karena keanekaragaman hayati di dalamnya kemudian atraksi wisata alam seperti curug, pemandian air panas, hiking, camping dan kawasan konservasi. Selain itu, objek wisata Lembah Cilengkrang juga memiliki daya tarik untuk mendukung wisatawan muslim dengan sudah tersedianya berbagai fasilitas dasar di dalamnya. Namun, perkembangan pariwisata di kawasan ini menimbulkan sejumlah permasalahan yang menghambat pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dikarenakan terganggunya habitat flora dan fauna akibat peningkatan aktivitas wisata serta belum optimalnya fasilitas dan keterbatasan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan pariwisata, serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ramah muslim di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Data diperoleh dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Lembah Cilengkrang memiliki kekuatan dari sisi keindahan alam dan potensi pariwisata berkelanjutan akan tetapi masih terdapat kelemahan pada pengelolaan lingkungan dan fasilitas pendukung pariwisata ramah muslim.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PENGELOLAAN ATRAKSI TERAPI LUMPUR DI PANTAI KEJAWANAN CIREBON Ellma; Ivo Dinasta Yanuar; Hafni Khairunnisa
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v3i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan sebelum dan setelah berkunjung terhadap atraksi terapi lumpur di Pantai Kejawanan, Kota Cirebon. Fokus penelitian ini mencakup penilaian terhadap kualitas layanan, kondisi fasilitas, kenyamanan lingkungan, serta aspek keamanan yang dirasakan oleh wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah wisatawan yang melakukan kunjungan dan mencoba langsung atraksi terapi lumpur di Pantai Kejawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum berkunjung, wisatawan memiliki ekspektasi positif yang terbentuk dari promosi pengelola serta rekomendasi lingkungan sekitar. Setelah berkunjung, sebagian wisatawan menyatakan kepuasan terhadap pengalaman terapi lumpur yang dinilai unik dan bermanfaat. Namun demikian, masih terdapat kritik terhadap pengelolaan atraksi, khususnya terkait dengan kebersihan, kelengkapan fasilitas, kenyamanan area, dan aspek keamanan yang belum optimal. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan atraksi wisata perlu lebih memperhatikan kualitas layanan, kondisi fasilitas, dan kenyamanan lingkungan agar dapat meningkatkan pengalaman wisatawan serta memperkuat citra Pantai Kejawanan sebagai destinasi wisata bahari.