Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN INTERNET SEHAT MENUJU GENERASI UNGGUL DI ERA MILENIAL Adji Suradji Muhammad; Imam Yudhi Prastya
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 2 (2020): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i2.2402

Abstract

Perkembangan informasi dan komunikasi melalui teknologi saat ini begitu cepat, sehingga tidak mengenal batas wilayah dan batas privasi. Perkembangan teknologi tersebut juga memicu hadirnya media baru yang dikenal dengan Media Sosial. Media sosial pada umumnya adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi atau berhubungan, baik secara personal maupun impersonal antar penggunanya. Beberapa aplikasi media sosial yang ada saat ini antara lain adalah WhatsApp, Facebook, Twiter, Blackberry Massager, Path, Skype, Instagram SNS dan Communication Network. Secara garis besar media sosial dan jaringan sosial menggunakan sistem yang sama yaitu media daring yang terhubung dengan internet. Pada media sosial dan jaringan sosial, ada banyak orang yang saling terhubung satu sama lain tanpa dibatasi dengan batas fisik seperti geografis, ruang, bahkan waktu dengan tujuan untuk saling berkomunikasi, berbagi sesuatu, berpendapat, menjalin komunikasi yang lebih intens. Sehingga banyak mengakibatkan timbulnya hubungan yang tidak sesuai dengan norma dan etika ditengah-tengah masyarakat. Tujuan diadakannya kegiatan literasi media adalah dalam rangka melindungi masyarakat (terutama pelajar) dari pengaruh negatif media sosial serta menciptakan audiens yang kritis. Kegiatan ini merupakan hal baru yang signifikansi dan daya Tarik tersendiri sehingga perlu dilakukan sosialisasi. Kegiatan tentang literasi media sosial dalam tataran konkret dilaksanakan dengan metode turun kelapangan yaitu mengunjungi sekolah. Tiga aspek dasar program literasi yaitu: Pertama, pembentukan aspek kognitif dalam pengetahuan menggunakan media sosial di kehidupan sehari-hari. Kedua, pembentukan aspek afektif dalam pembentukan pribadi yang bertanggungjawab sebagai generasi penerus bangsa. Ketiga, pembentukan aspek psikomotorik (keterampilan siswa) yang menjadikan siswa tanggap dan kreatif dan cerdas dalam menggunakan media sosial.
ANALISIS PENGELOLA ALOKASI DANA DESA DI DESA NGAL KECAMATAN UNGAR KABUPATEN KARIMUN TAHUN 2018 Heri Kurniawan; Adji Suradji Muhammad; Imam Yudhi Prastya
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 19, No 1 (2021): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.411 KB) | DOI: 10.46730/jiana.v19i1.7959

Abstract

Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Ngal Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Ngal, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun tahun 2018. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian pada analisis pengelolaan ADD di Desa Ngal, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah di dapat dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan ADD di Desa Ngal harus melibatkan tokoh masyarakat saat melakukan MusrembangDes untuk membahas pengelolaan ADD. Adapun dalam mendukung proses pengelolaan ADD Pemerintah Desa Ngal harus memperhatikan kebutuhan masyarakat melaikan keinginan masyarakat serta memperhatikan faktor-faktor pendukung dan penghambat agar pelaksanaan pengelolaan ADD dapat berjalan dengan baik. Selaian itu, Pemerintah Desa Ngal untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) harus melibatkan pemuda-pemuda asal daerah yang berpendidikan tinggi untuk membangun Desa Ngal, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun.
EVALUASI PROGRAM CETAK SAWAH DI KABUPATEN LINGGA PROVINSI KEPULAUAN RIAU Ardian Hasril; Adji Suradji Muhammad; Imam Yudhi Prastya
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 19, No 3 (2021): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.799 KB) | DOI: 10.46730/jiana.v19i3.8005

Abstract

Kebijakan cetak sawah bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Lingga sebagai lumbung padi di wilayah perbatasan dan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan metode purposive sampling dalam memilih responden. Menggunakan teori Willian N Dunn maka terdapat 6 indkator yang digunakan untuk melakukan evaluasi program yaitu Efektivitas, Efesiensi, Kecukupan, Keadilan, Responsivitas, dan Ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cetak sawah di Kabupaten Lingga belum optimal. Ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan program, diantaranya saluran irigasi yang masih belum memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya petani yang belum memiliki keyakinan atas usaha barunya dan Sumber Daya Alam (SDA) khususnya kualitas tanah dan iklim.
Dinamika Demokrasi Elektoral (Studi Tentang Sentimen Anti-Partai Di Era Reformasi) Imam Yudhi Prastya; Yudhanto Satyagraha Adiputra
Kemudi Vol 1 No 1 (2016): KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.207 KB)

Abstract

The existence of political parties in a country by many as a form of recognition of civil and political rights, and consequently the existence of political parties begining in the process of political egalitarianism citizens. This research used a phenomenological approach, to see the meaning of the subject of understanding the structure, documentation studies also put the core in-depth interviews as data collection. Strengthening of anti-party sentiment we can traced from the election several times in the reform era: 1999, 2004, and 2009, with the decline in voter participation, voter volatility and declining party identification, which then also reinforced by the results survey released by the institutions, indicate the implications of anti-party sentiment, either reactive or cultural.
Dinamika Pemekaran Daerah Di Kepulauan (Studi Penataan Pemekaran Daerah di Kabupaten Lingga Tahun 2015-2025) Bismar Arianto; Suradji Suradji; Oksep Adhayanto; Imam Yudhi Prastya
Jurnal Selat Vol. 3 No. 1 (2015): "Kemaritiman & Perbatasan"
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.965 KB)

Abstract

Since 1999 until 2015, Riau Archipelago Province was a regency. Riau Archipelago had passed development process for six times. In 1999, Karimun Regency, Natuna Regency and Batam City were formed. In 2001, the administrative city of Tanjung Pinang was formed. In 2003, Lingga Regency was formed, and In 2008 Anambas Archipelago Regency was legalized. Until this time, the dynamic of development in Riau Archipelago Province is still powerful. The fact there are five of seven Regencies / cities are in effort to be developed. This dynamic of development also happened in Lingga Regency, eventhought with the smallest Regional Fund Budget in Riau Archipelago Province. the purpose of this study is to explain the efficient estimation and time for new autonomy region increament in Lingga Regency. The parameter of region systemation which is used in this study is based on outonomy region systemation in big design of region systemation in indonesia of 2010-2025 which considered the geography dimension, demography dimension and system dimension. this study concludes based on the dimension of geography, economy, financial system, public administration system, and regional government management system, Natuna Regency is able for one new autonomy region increment. however, based on dimension of demography, security and defence system, and politic and culture social system, Lingga Regency is not recommended for new autonomy Region increment. totally, maximum amount estimation of new autonomy region increment in Lingga until 2025 is only one new autonomy region. The efficient schedule for its development process is in 2019-2021. Key words : Region Development, Territory Systemation and New Autonomy Region
PEMANFAATAN INTERNET SEHAT MENUJU GENERASI UNGGUL DI ERA MILENIAL Adji Suradji Muhammad; Imam Yudhi Prastya
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 2 (2020): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i2.2402

Abstract

Perkembangan informasi dan komunikasi melalui teknologi saat ini begitu cepat, sehingga tidak mengenal batas wilayah dan batas privasi. Perkembangan teknologi tersebut juga memicu hadirnya media baru yang dikenal dengan Media Sosial. Media sosial pada umumnya adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi atau berhubungan, baik secara personal maupun impersonal antar penggunanya. Beberapa aplikasi media sosial yang ada saat ini antara lain adalah WhatsApp, Facebook, Twiter, Blackberry Massager, Path, Skype, Instagram SNS dan Communication Network. Secara garis besar media sosial dan jaringan sosial menggunakan sistem yang sama yaitu media daring yang terhubung dengan internet. Pada media sosial dan jaringan sosial, ada banyak orang yang saling terhubung satu sama lain tanpa dibatasi dengan batas fisik seperti geografis, ruang, bahkan waktu dengan tujuan untuk saling berkomunikasi, berbagi sesuatu, berpendapat, menjalin komunikasi yang lebih intens. Sehingga banyak mengakibatkan timbulnya hubungan yang tidak sesuai dengan norma dan etika ditengah-tengah masyarakat. Tujuan diadakannya kegiatan literasi media adalah dalam rangka melindungi masyarakat (terutama pelajar) dari pengaruh negatif media sosial serta menciptakan audiens yang kritis. Kegiatan ini merupakan hal baru yang signifikansi dan daya Tarik tersendiri sehingga perlu dilakukan sosialisasi. Kegiatan tentang literasi media sosial dalam tataran konkret dilaksanakan dengan metode turun kelapangan yaitu mengunjungi sekolah. Tiga aspek dasar program literasi yaitu: Pertama, pembentukan aspek kognitif dalam pengetahuan menggunakan media sosial di kehidupan sehari-hari. Kedua, pembentukan aspek afektif dalam pembentukan pribadi yang bertanggungjawab sebagai generasi penerus bangsa. Ketiga, pembentukan aspek psikomotorik (keterampilan siswa) yang menjadikan siswa tanggap dan kreatif dan cerdas dalam menggunakan media sosial.
Co-Production Analysis in Waste Management: A Local Perspective Prastya, Imam Yudhi; Putranti, Ika Riswanti; Yuniningsih, Tri; Priyadi, Budi Puspo; Mangai, Mary
Journal of Local Government Issues Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v7i2.32612

Abstract

This research aims to analyze co-production practices in waste management through the Waste Bank and Reuse, Reduce, and Recycle Waste Management Area (TPS 3R) in Semarang City on the grounds that Semarang City is the largest waste generate in Central Java Province. Qualitative descriptive was used as a method with data collection techniques using interviews with 11 informants, documentation and observation. Community-based waste management practices are analyzed using the concept of co-production. The findings of this research are that co-production in waste management is motivated by environmental problems, the lack of waste services and government encouragement. Resource sharing occurs between communities, government and Non Government Organizations (NGOs) although the quality of relationships needs to be improved. Waste banks and 3R TPS apart from providing services to residents, is also able to enter "spaces" that the government cannot reach through reducing waste, educating citizens and as a data collector for the government.
Paid Plastic Shopping Bags Policy: What the Factors Drive the Implementation? Wayu Eko Yudiatmaja; Emmy Solina; Imam Yudhi Prastya; Yudithia Yudithia; Tri Samnuzulsari
Journal of Governance and Public Policy Vol. 9 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v9i1.11152

Abstract

Several regional governments in Indonesia have implemented paid plastic shopping bags policy to reduce micro-plastic waste. However, there are only a few studies to evaluate this program. To fill the research gap, the researchers seek to implement the regulation by investigating policy effectiveness factors. The ultimate purpose of this paper is to illuminate what factors affect the policy. The researchers studied the implementation of paid plastic bags in Depok City, West Java, Indonesia, by employing a survey to achieve the objective. One hundred and thirty-four respondents had participated in this research and shared their responses on the policy. A partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) was applied to analyze the data. The results showed three factors contributed to policy implementation: knowledge, awareness, and compliance. The current research extends Grindle’s theory by examining individual determinants as predictors of policy implementation. This study also adds the researchers’ knowledge into how society responds to Indonesia’s paid plastic shopping bags policy and contributes to the government designing a suitable strategy to implement the program effectively.
Analisis Kelembagaan Pada Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kota Semarang Prastya, Imam Yudhi; Putri, Nur A. Dwi
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.714

Abstract

Waste management in Semarang City faces complex institutional challenges due to the involvement of multiple actors with differing interests and capacities. This study aims to map the institutional configuration of the waste management system by examining the roles and relationships among formal, semi-formal, and informal actors. A qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, field observations, and policy document reviews. The findings reveal that the Environmental Agency (DLH) acts as the main formal actor responsible for coordinating waste management programs, while Waste Banks and TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) operate as semi-formal institutions-legally recognized by government regulations but managed voluntarily and participatory by local communities. Meanwhile, informal actors, such as household waste collectors, itinerant buyers, and waste pickers, contribute to the circulation of recyclable materials despite being outside formal regulation. Limited coordination and differing interests among actors hinder optimal collaboration. This study emphasizes that institutional mapping serves as an initial step toward understanding the dynamics of community-based waste management. Further research is recommended to apply Ostrom’s Institutional Analysis and Development (IAD) framework to analyze interactions among rules, actors, and outcomes in greater depth.