Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Gizi Sensitif terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-24 Bulan selama Pandemi Covid-19: Pengaruh Intervensi Gizi Sensitif terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-24 Bulan selama Pandemi Covid-19 Elya Sugianti; Berliana Devianti Putri
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.184-193

Abstract

Background: Stunting is still a national and global problem because of its impact on the quality of future generations. The government has launched various stunting reduction programs through nutrition-specific and sensitive interventions. However, the scope of interventions is still dominated by specific-nutrition interventions. In addition, the Covid-19 pandemic has resulted in several programs not being able to be implemented properly. Objectives: to analyze the effect of the nutrition-sensitive intervention on the incidence of stunting among toddlers aged 6-24 months during the pandemic Covid-19 Methods: This study was observational analytic with a cross-sectional design. The research was conducted in Lamongan, Sampang, and Probolinggo Regencies from June to July 2022. The sample selection used a simple random sampling technique and a total of 384 toddlers were calculated using the Cohran formula. The sample was added to 455 toddlers to avoid refusal of participation in the study. Primary data were obtained with interviews and anthropometric measurements. All research data were analyzed using the chi-square test and logistic regression Results: The results showed that the availability of adequate latrines affected the incidence of stunting among toddlers aged 6-24 months (p=0.008; OR=2.260; 95%CI: 1.238-4.125). Another variable that affects the incidence of stunting is the age of toddlers (p = 0.001; OR = 3.205; 95% CI: 1.657-6.201). Conclusions: Access to adequate latrines is a nutrition-sensitive intervention that has most influenced the incidence of stunting among toddlers aged 6-24 months during the Covid-19 pandemic.
Pola Konsumsi Remaja Putri di Daerah Terdampak Lumpur Lapindo, Sidoarjo Elya Sugianti
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v12i2.2595

Abstract

Pertumbuhan fisik  pada remaja yang cepat membutuhkan asupan gizi yang memadai. Namun, remaja sering mengabaikan pola konsumsi yang bergizi dan seimbang.  Hal ini dapat berakibat pada tingginya masalah gizi pada remaja, khususnya remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pada remaja putri. Penelitian berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di daerah terdampak lumpur Lapindo, Sidoarjo. Sebanyak 72 remaja putri dilibatkan pada penelitian ini. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai responden dengan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi remaja masih rendah dan belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang, terutama konsumsi protein hewani, sayur-sayuran dan buah-buahan. Konsumsi pangan protein hewani dan buah-buahan secara signifikan lebih tinggi pada remaja putri  yang bersekolah SMP dan tinggal di rumah orang tuanya. Perlunya pembiasaan sarapan pagi di tempat sekolah dan lingkungan pesantren serta edukasi gizi terkait pola gizi seimbang pada remaja putri. Kata kunci:  remaja putri, pola konsumsi, cross-sectional
Analisis faktor ibu terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di perkotaan Elya Sugianti; Annas Buanasita; Henny Hidayanti; Berliana Devianti Putri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 1 (2023): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i1.616

Abstract

The prevalence of stunting is still high in urban areas. Maternal factors such as height, education, occupation, antenatal visits, and nutritional status have increased stunting in urban areas. The study aims to analyze the maternal factors that influence the incidence of stunting among children aged 24-59 months in urban areas. The case-control design study was conducted in May-July 2019 in Pasuruan City. Samples of 67 cases (HAZ < -2SD) and 67 controls (HAZ > -2SD) were selected by simple random sampling. Data on children's age, gender, birth order, education, occupation, pregnancy classes, and antenatal visits were collected by interviewing respondents using a questionnaire. Data on birth weight, maternal age during pregnancy, maternal upper arm circumference during pregnancy, and maternal height were obtained from the MCH Handbook. The chi-square test and Logistic Regression were used for data analysis. The results showed that the maternal nutritional status during pregnancy was associated with the incidence of stunting in urban areas (p= 0,010). In contrast, children's age, gender, birth order, birth weight, maternal age during pregnancy, maternal height, education, occupation, pregnancy classes, and antenatal visits were not associated (p> 0,05). The incidence of stunting was 3,37 times higher in mothers with MUAC < 23,5 cm during pregnancy (OR= 3,37). In conclusion, maternal nutritional status during pregnancy is the main predictor of stunting among children aged 24-59 months in urban areas.
Prevalensi Ketahanan Pangan dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Rumah Tangga di Daerah Rawan Pangan Elya Sugianti; Berliana Devianti Putri; Henny Hidayanti; Anas Buanasita
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.727

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai krisis beberapa tahun terakhir ini. Tidak hanya krisis kesehatan, tetapi juga krisis ekonomi. Rumah tangga di daerah rawan pangan kemungkinan memiliki dampak yang lebih serius akibat Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran ketahanan pangan rumah tangga di daerah rawan pangan dan menganalisis hubungannya dengan kejadian stunting. Desain cross sectional digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Probolinggo, Sampang dan Lamongan. Sebanyak 456 rumah tangga terlibat pada penelitian ini. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara responden dan pengukuran anthropometri. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 26,3% rumah tangga tahan pangan. Sebanyak 73,7% rumah tangga mengalami berbagai tingkatan rawan pangan, yaitu 37,7% rawan pangan ringan, 26,1% rawan pangan sedang, dan 9,9% rawan pangan berat. Stunting lebih banyak ditemukan pada rumah tangga tahan pangan. Ketahanan pangan tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,122). Perlunya kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian pangan dan edukasi perbaikan pola asuh pada rumah tangga di daerah rawan pangan.
Hubungan Konsumsi Tablet Fe, Kunjungan Antenatal, dan Keikutsertaan Kelas Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita elya sugianti
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 2 (2021): November (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i2.7689

Abstract

Background: Stunting causes serious problems for the growth, development, and health status of children under five years. Low access to health services increases the risk of children under five years becoming stunted.Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between consumption of Fe tablets, antenatal visits, and participation in pregnant classes with the incidence of stunting in children aged 24-59 months.Methods: This type of research is an observational study with a case-control design. The number of samples was 292 pairs of mothers and children aged 24-59 months. Data collection by interview and measurement. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi-square testResults: The results showed that 62.3% of stunted children's mothers consumed Fe tablets, 92.5% of stunted children's mothers attended antenatal visits, and 30.8% of stunted children's mothers attended pregnant classes. There was no significant relationship between consumption of Fe tablets (p=0.050), antenatal visits (p=1,000), and participation in pregnant classes (p=0.384) with stunting in children aged 24-59 months.Conclusion: Consumption of Fe tablets, antenatal visits, and participation in pregnant classes were not associated with stunting in children aged 24-59 months.  
Hubungan Pemakaian dan Penatalaksanaan Garam Beriodium Skala Rumah Tangga dengan Status Iodium Balita di Kabupaten Blitar dan Kediri Sugianti, Elya
CAKRAWALA Vol 12, No 2: Desember 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.926 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v12i2.278

Abstract

Masalah GAKI merupakan masalah kesehatan yang belum terselesaikan. Selama ini pemakaian garam beriodium digunakan sebagai upaya dalam menanggulangi masalah GAKI. Namun, dalam dua tahun terakhir, kegiatan pemantauan garam beriodium skala rumah tangga sudah tidak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemakaian dan penatalaksanaan garam beriodium pada skala rumah tangga terhadap status iodium balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara responden dan pengujian laboratorium. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 95 balita. Analisis data menggunakan uji chi square dan spearman. Hasil penelitian ini adalah pemakaian garam beriodium pada skala rumah tangga mampu menjaga status iodium balita pada kondisi optimal. Namun, masih terdapat defisiensi dan kelebihan iodium pada balita. Meskipun pada panelitian ini pemakaian dan penatalaksanaan garam beriodium pada skala rumah tangga tidak berhubungan dengan kejadian GAKI pada balita (p>0,05), namun, pemakaian dan penatalaksanaan garam beriodium dengan baik penting dalam mengeliminasi GAKI pada masyarakat.
Kajian Implementasi Peraturan Pemerintah Nomer 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Sugianti, Elya
CAKRAWALA Vol 13, No 1: Juni 2019
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.69 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i1.295

Abstract

PP ASI merupakan peraturan yang diterbitkan pemerintah guna melindungi, mendukung dan mempromosikan pemberian ASI eksklusif.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi PP ASI di Puskesmas Ngempit dan Beji, Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif. Sampel dalam penelitian dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PP ASI di puskesmas lokasi penelitian belum dapat berjalan dengan baik, terutama pada larangan pemberian susu formula, penyediaan tenaga konselor menyusui, penyediaan fasilitas menyusui, , ketersediaan dana, monitoring dan evaluasi terhadap implementasi, dan sanksi terhadap pelanggaran PP ASI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi PP ASI membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga diharapkan dengan banyaknya dukungan, keberhasilan pemberian ASI eksklusif segera tercapai dan cakupan semakin meningkat. Kata kunci : implementasi, peraturan pemerintah tentang ASI, ASI eksklusif,  puskesmas
Determinasi Pemberian ASI Eksklusif Di Kabupaten Sidoarjo : Studi Kasus Pada Puskesmas Trosobo, Kecamatan Taman Sugianti, Elya
CAKRAWALA Vol 9, No 1: Juni 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4578.984 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.192

Abstract

Kematian bayi masih menjadi beban pembangunan kesehatan. ASI eksklusif diketahui dapat menurunkan kematian bayi. Namun, cukupan pemberian ASI eksklusif masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Desain cross sectional study yang bersifat retrospektif dilakukan di Puskesmas Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo dalam penelitian ini. Sebanyak 77 responden diambil dalam penelitian ini secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung responden dengan kuisioner terstruktur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif di Puskesmas Trosobo, Kecamatan Taman sebesar 15.6%. Terdapat hubungan yang nyata antara penyusunan segera (p=0.002) dan dukungan petugas kesehatan (p=0.002) dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil analisis multivariate menunjukkan adanya pengaruh yang lemah antara penyusunan segera (p=0.039, OR=0.195) dan dukungan petugas kesehatan (p=0.033, OR=0.196) terhadap pemberian ASI eksklusif. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang lemah antara penyusunan segera dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif, namun, penyusun segera dan dukungan petugas kesehatan sangat penting untuk dilakukan dalam peningkatan pemberian ASI eksklusif.
Evaluasi Program Perbaikan Gizi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pos Gizi di Kabupaten Bojonegoro Sugianti, Elya
CAKRAWALA Vol 14, No 2: Desember 2020
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v14i2.355

Abstract

Pos gizi merupakan program inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat dalam merehabilitasi, menurunkan, dan mencegah kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pos gizi dari segi input, proses, dan output. Penelitian menggunakan pendekatan mix method. Informan ditentukan secara purposive dan berjumlah 11 orang. Sampel ditentukan dengan total sampling dan berjumlah 19 balita. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, indepth interview, observasi, dan pengukuran. Data kualitatif dianalisis dengan model Miles dan Hubberman. Data kuantitatif dianalisis dengan SPSS secara deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek input, kualitas SDM masih kurang, pengorganisasian, petunjuk pelaksanaan, sarana prasarana sudah cukup, pendanaan dan kontribusi bahan makanan belum memadai. Dari aspek proses, pelatihan, penyelidikan positive deviance, dan kunjungan ke rumah masih belum dilakukan. Dari aspek output, perilaku kesehatan pengasuh sudah baik, namun perubahan berat badan dan status gizi balita masih belum baik. Kehadiran pengasuh, kontribusi bahan makanan, dan penerapan perilaku kesehatan meningkatkan keberhasilan program pos gizi.
Pola Konsumsi Remaja Putri di Daerah Terdampak Lumpur Lapindo, Sidoarjo Sugianti, Elya
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v12i2.2595

Abstract

Pertumbuhan fisik  pada remaja yang cepat membutuhkan asupan gizi yang memadai. Namun, remaja sering mengabaikan pola konsumsi yang bergizi dan seimbang.  Hal ini dapat berakibat pada tingginya masalah gizi pada remaja, khususnya remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pada remaja putri. Penelitian berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di daerah terdampak lumpur Lapindo, Sidoarjo. Sebanyak 72 remaja putri dilibatkan pada penelitian ini. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai responden dengan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi remaja masih rendah dan belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang, terutama konsumsi protein hewani, sayur-sayuran dan buah-buahan. Konsumsi pangan protein hewani dan buah-buahan secara signifikan lebih tinggi pada remaja putri  yang bersekolah SMP dan tinggal di rumah orang tuanya. Perlunya pembiasaan sarapan pagi di tempat sekolah dan lingkungan pesantren serta edukasi gizi terkait pola gizi seimbang pada remaja putri. Kata kunci:  remaja putri, pola konsumsi, cross-sectional