Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU STRUKTUR GEDUNG TERHADAP VARIASI PENEMPATAN DINDING GESER MENGGUNAKAN METODE RESPON SPEKTRUM Bahesty Zahrotunnabila; Wahiddin Wahiddin; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6004

Abstract

Pembangunan gedung secara vertikal telah menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan. Selain itu, letak geografis Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi, mengharuskan gedung didesain tahan terhadap gaya gempa. Salah satu sistem struktur yang efektif dalam menahan gaya gempa adalah sistem ganda antara rangka dan dinding geser. Penempatan dinding geser dinilai efektif meredam gaya geser akibat gempa. Kondisi bangunan yang diteliti memiliki 8 lantai dengan tinggi 34 meter, serta memiliki dinding geser di kanan dan kiri bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kekakuan, simpangan antar lantai, dan gaya geser yang bekerja pada dinding geser akibat perubahan letak dinding geser menggunakan metode respon spektrum dan mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020 dengan pemodelan struktur 3D. Hasil pengamatan menunjukkan perubahan letak dinding geser juga berpengaruh terhadap gaya geser yang diterima oleh dinding geser. Struktur dengan nilai gaya geser terbesar pada arah X adalah model SW2 dan model SW1 pada arah Y. Letak dinding geser juga turut berpengaruh terhadap kekakuan selain akibat dari perpindahan lantai dan gaya lateral, yang mana struktur dengan sisi dinding geser yang sejajar dengan arah gaya yang ditinjau memiliki kekakuan yang lebih besar dibanding yang tidak sejajar. Model SW1 memiliki kekakuan yang besar pada arah X dan Y, sedangkan yang terendah pada arah X adalah model Eksisting dan model SW2 pada arah Y. Dinding geser yang sisinya sejajar dengan arah yang ditinjau memiliki nilai simpangan antar lantai yang lebih rendah dibanding dengan yang sisinya tidak sejajar. Hal tersebut ditunjukkan oleh model SW1 yang memiliki simpangan antar lantai paling kecil.
ANALISA PRODUKTIVITAS BEKISTING EKSISTING DAN SISTEM PERI PADA KOLOM GEDUNG KANTOR PROYEK PEMBANGUNAN SMK-SMAK BOGOR Awaliya Isnain Shafaratul Ula; Sumardi Sumardi; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6052

Abstract

Bekisting sistem PERI merupakan alternatif bekisting untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan mempersingkat waktu pekerjaan. Saat ini belum banyak kontraktor yang menggunakan bekisting sistem PERI. Bekisting merupakan langkah awal pembuatan sebuah bangunan sehingga pembuatan bekisting sangat berpengaruh dalam estimasi durasi sebuah proyek pembagunan. Pembangunan SMK-SMAK Bogor membutuhkan percepatan waktu sehingga pihak kontraktor perlu untuk mencari solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan bekisting sistem PERI untuk pekerjaan kolom gedung kantor pada proyek pembangunan SMK-SMAK Bogor dalam mempercepat waktu pengerjaan. Hasil perhitungan rata-rata produktivitas pekerja pekerjaan bekisting eksisting ialah 0,024 OH untuk mandor, 0,024 OH untuk kepala tukang, 0,073 OH untuk tukang kayu dan 0,147 OH untuk pekerja. Untuk pekerjaan bekisting sistem PERI 0,013 OH untuk mandor, 0,013 OH untuk kepala tukang, 0,040 OH untuk tukang kayu dan 0,080 OH pekerja. Hasil perbandingan produktivitas di lapangan dengan SNI 734-2008 menunjukkan pekerja di lapangan lebih kecil dibandingkan dengan SNI 734-2008. Durasi pekerjaan bekisting eksisting selama 31 Hari kerja dan 13 Hari kerja untuk pekerjaan bekisting sistem PERI. Biaya pekerjaan bekisting eksisitng sebesar total Rp 187.122.845 dan Rp. 574.053.454 untuk pekerjaan bekisting sistem PERI.
IMPLEMENTASI BIM PADA PROYEK JEMBATAN SORAN STA 22+767 JALAN TOL SOLO-YOGYAKARTA-NYIA KULON PROGO Ahmad Rayhan Alqodri; Fauzi Akbar Rahmawan; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6085

Abstract

Proyek jembatan Soran STA 22+767 pada pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta NYIA Kulon Progo masih mengunakan metode konvensional sehingga dalam perencanaannya belum saling terintegrasi. Penelitian ini membahas mengenai pengintegrasian Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mendapat hasil pemodelan 3D, penjadwalan 4D, estimasi biaya 5D berbasis Building Information Modeling (BIM). Metode pekerjaan berbasis Building Information Modeling (BIM) mengunakan software Revit Autodesk 2024 untuk pemodelan 3D untuk mendapatkan hasil Bill Of Quantity (BOQ) dan model 3D. Data Bill Of Quantity (BOQ) dan koefisien dari Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) digunakan untuk menentukan durasi pekerjaan serta Software MS Project untuk melakukan analisis hubungan ketergantungan dan jalur kritis pada penjadwalan 4D. Estimasi biaya 5D mengunakan data dari pemodelan 3D dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Setelah itu, data dari pemodelan 3D dan penjadwalan 4D diintegrasikan ke dalam software Navisworks Autodesk 2024. Berdasarkan analisis pembahasan pekerjaan BIM tersebut mendapatkan hasil Bill Of Quantity (BOQ) dari pemodelan 3D untuk volume pekerjaan beton abutmen 1 zona 1 sebesar 298,13 m3 dan berat pembesian sebesar 31438,08 kg. Maka dari pengolahan data tersebut didapatkan durasi pekerjaan struktur selama 160 hari serta mendapatkan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp16.509.283.769,90,-. (Enam belas milliar lima ratus sembilan juta dua ratus delapan puluh tiga ribu tujuh ratus enam puluh sembilan koma sembilan puluh rupiah). Data pemodelan 3D dan data penjadwalan 4D diintegrasikan pada software Navisworks Autodesk 2024 untuk memonitoring progress secara visual.
PENGARUH RASIO TULANGAN KOLOM CONCRETE FILLED STEEL TUBULAR (CFST) PADA BANGUNAN TAHAN GEMPA M Zacky Khalfani; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.7988

Abstract

Struktur kolom komposit kombinasi baja dan beton menjadi suatu alternatif inovasi struktur yang unggul dalam menahan gempa. Pada komponen struktur komposit terisi beton pasal (c) SNI 1729:2020 tulangan longitudinal minimum tidak diperlukan dan jika tulangan longitudinal diberikan, tulangan transversal internal tidak diperlukan untuk kekuatan. Pengaruh rasio tulangan pada kolom komposit Concrete Filled Steel Tubular (CFST) pada Bangunan Tahan Gempa ini diamati terhadap perilaku struktural dan kinerja keseluruhan bangunan. Lokasi gedung yang menjadi objek analisis berada pada lokasi rawan gempa di Indonesia yang ditentukan berdasarkan Perhitungan dan Pemilahan frekuensi gempa tiap provinsi tahun 2009-2019 berdasarkan magnitudo dan kedalaman gempa, yang memengaruhi penentuan lokasi bangunan rencana ini berada di Palu, Sulawesi  Tengah. Dalam penelitian ini, kolom komposit terisi beton yang dianalisis diberikan  variasi tebal baja dan rasio tulangan. Melalui software analisis struktur, pengamatan perbandingan rasio tulangan memberikan perilaku berbeda terhadap struktur meliputi Story Drift, Story Stiffness, dan Design Ratio. Dari serangkaian peneletian ini menunjukkan pengaruh rasio tulangan pada kolom komposit Concrete Filled Steel Tubular (CFST) tidak memberikan efek yang positif pada perilaku struktur khususnya pada output Story Drift, Story Stiffness, dan Design Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio tulangan pada Kolom Concrete Filled steel tubular (CFST) berpengaruh negatif terhadap struktur, karena kekurangan pada sisi lentur kolom sudah cukup di atasi oleh struktur baja pembungkus, Sehingga penambahan rasio tulangan pada kolom CFST tidak diperlukan untuk menambah kekuatan.
PENGARUH RASIO B/t KOLOM CONCRETE FILLED STEEL TUBULAR PADA BANGUNAN GEDUNG TAHAN GEMPA Vanda Marini Putri; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8017

Abstract

Indonesia yang berada dalam zona Cincin Api Pasifik memerlukan sistem struktur bangunan yang mampu menahan beban gempa secara efisien dan berkelanjutan. Kolom Concrete Filled Steel Tubular (CFST) menawarkan alternatif inovatif dengan mengeliminasi kebutuhan bekisting konvensional, sehingga berkontribusi dalam mengurangi limbah konstruksi dan penggunaan material sementara. Sejumlah studi sebelumnya menunjukkan bahwa CFST memiliki kekuatan aksial dan kekakuan lateral yang lebih tinggi dibandingkan kolom beton bertulang konvensional (RCC), menjadikannya kandidat unggul untuk struktur tahan gempa. Penelitian ini menganalisis pengaruh rasio lebar terhadap ketebalan baja (B/t) terhadap kinerja seismik kolom CFST pada struktur delapan lantai, melalui pemodelan numerik menggunakan analisis respons spektrum. Empat variasi rasio B/t dengan ataupun tanpa tulangan dievaluasi untuk mengkaji simpangan lateral, story drift, kekakuan, dan rasio kapasitas desain. Hasil menunjukkan bahwa semakin kecil rasio B/t, kekakuan lateral meningkat dan simpangan maksimum berkurang. Kolom dengan B/t terkecil menunjukkan simpangan 2% lebih rendah dibandingkan variasi dengan tulangan tambahan, menegaskan dominasi kontribusi baja terhadap kekakuan sistem. Rasio kapasitas desain juga menurun seiring penurunan B/t, mengindikasikan peningkatan margin keamanan struktur. Dari aspek biaya, kolom CFST B/t 58,33 memiliki nilai satuan Rp20,4–Rp21,1 juta/m³, dengan total estimasi biaya Rp9,88 miliar untuk seluruh kolom bangunan. Temuan ini menegaskan bahwa kolom CFST tidak hanya memberikan performa struktural yang baik, tetapi juga mendukung prinsip konstruksi berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan optimalisasi elemen struktural.
PENGARUH KETINGGIAN KOLOM CONCRETE FILLED STEEL TUBULAR PADA BANGUNAN TAHAN GEMPA Sinar Azkal Azkiyak; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8145

Abstract

Seiring berjalannya waktu, penggunaan kolom Concrete Filled Steel Tubular terus meningkat di dunia. Tidak diperlukannya bekisting pada saat proses konstuksi dan pengekangan beton oleh baja menjadikan alasan utama penggunaan kolom CFST ini. Namun, ketinggian dan ketebalan baja pada kolom dapat mempengaruhi story drift, story stiffness dan design capacity-nya. Pada penelitian ini, variasi ketebalan baja yang digunakan adalah 1,6 cm dan 1,1 cm dengan beberapa variasi ketinggian kolom yang dianalisis menggunakan software ETABS. Pada Tipe A, ketinggiannya yaitu 5,5 m dan 4,9 m. Pada Tipe B, ketinggiannya 5,5 m, 5,0 m dan 4,5 m. Pada variasi Tipe C, ketinggiannya 5,5 m, 5,1 m dan 4,1 m. Pada Tipe D, ketinggiannya 5,5 m, 5,2 m, 5,0 m dan 4,3 m. Pada Tipe E, ketinggiannya 5,5 m, 5,0 m dan 4,0 m. Struktur bangunan yang telah direncanakan, akan dikenai beban gempa dan beban beban lainnya, kemudian akan dianalisis menggunakan metode Respons Spectrum dengan variasi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan baja hingga 68% dapat meningkatkan story drift dan story stiffness pada bangunan, bahkan mempengaruhi design capacity pada kolom CFST. Story drift pada ketebalan baja 1,6 cm dan 1,1 cm, masing masing meningkat sebesar 24,26% dan 27,93% disumbu X dan di sumbu Y sebesar 22,36% dan 29,05%. Sedangkan story stiffness yang terjadi, masing masing menurun sebesar 19,40% dan 19,83% disumbu X dan di sumbu Y sebesar 18,09% dan 18,44%. Dan design capacity berupa kombinasi aksial lentur, menurun 8,376% dan 8,829% dari Tipe A ke Tipe E. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika semakin tinggi kolom, akan meningkatkan story drift dan mengurangi story stiffness serta mengurangi nilai design capacity-nya.