Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Tadbir Muwahhid

KECERDASAN EMOSIONAL BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MURID Atin Aniyatin; Amir Mahrudin
TADBIR MUWAHHID Vol. 1 No. 1 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v1i1.841

Abstract

Setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi belajar murid yaitu faktor internal, eksternal, dan pendekatan belajar. Faktor internal diantaranya tingkat kecerdasan, sikap, dan motivasi murid. Namun kenyataannya tidak semua murid memiliki motivasi belajar yang baik, salah satu penyebabnya yaitu murid tidak mampu mengelola emosi secara baik. Dengan kecerdasan emosional murid akan dapat mengendalikan emosinya termasuk memotivasi diri untuk belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, jenis penelitian asosiatif berupa sebab akibat. Populasi yang digunakan yaitu seluruh murid SMA Amaliah tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 94 murid, sampel yang digunakan yaitu sebanyak 64 murid. Teknik pengambilan data: angket skala likert, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi yaitu Y= 32,4% + 0,776X dapat dikatakan hubungan bahwa antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar murid merupakan hubungan yang berbanding lurus, artinya  Koefisien determinasi yaitu 0,5952 = 0,354, dengan demikian nilai motivasi belajar murid sebesar 35,4% dipengaruhi oleh kecerdasan emosional, sedangkan 64,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor stimuli belajar, metode belajar, kematangan, dan kecerdasan murid.KATA KUNCI: kecerdasan emosional, motivasi belajar, murid  EMOTIONAL INTELLIGENCE EFFECT ON STUDENT LEARNING MOTIVATIONABSTRACTEvery student have the different abilities, factor the influence motivation student learning that is internal factor, external factor, and approach to learning. Internal factors the level of intelligence, attitude and motivation students. However the reality not all students have motivation good study, one cause that of student not able to manage emotional well. With emotional intelligence student can control his emotions including motivation the learn. This research approach a quantitative and type of associative research in the of causation. The population in this study that all senior high school Amaliah academic year 2016/2017 which totaling to 94 students, the sample used as many as 64 students. Making data retrived used is a Likert scale questionnaire, observation, interview and documentation. The research shows the regression equation is Y = 32,4% + 0,776X can be said relationship between emotional intelligence and motivation learning a proportional relationship. The coefficient of determination 0,5952 = 0,354, the value of the students learning motivation by 35,4% influenced by emotional intelligence, while 64,6% the rest influenced by stimulating factor, learning, study method, maxurity, and intelligence.
PENGARUH KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK Riki Rais; Amir Mahrudin; Asmil Ilyas
TADBIR MUWAHHID Vol. 2 No. 2 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v2i2.1383

Abstract

Disiplin belajar dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) peserta didik terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan kegitan belajar mengajar di sekolah, yang meliputi waktu masuk dan keluar sekolah, kepatuhan peserta didik dalam berpakaian, kepatuhan peserta didik dalam mengikuti kegiatan sekolah. Disiplin belajar tidak timbul dengan sendirinya, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor lingkungan sekolah dari kepemimpinan guru karena apabila kepemimpinan baik, maka akan berpengaruh terhadap perbuatan yang positif dan begitu pula sebaliknya, seperti halnya kepemimpinan dan disiplin belajar peserta didik di MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepemimpinan guru, tingkat disiplin belajar dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian yaitu peserta didik kelas VII DAN VIII MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor yang terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 133 peserta didik. Sampel penelitian sebanyak 58 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Variabel penelitian meliputi kepemimpinan guru sebagai variabel bebas dan disiplin belajar sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan linear sehingga teknik pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: adanya pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik. Hal ini diperoleh melalui perhitungan analisis uji t yang menghasilkan thitung (117,884) > ttabel (1,672) maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik. Besarnya sumbangan pengaruh yang diberikan variabel X (Kepemimpinan Guru) terhadap variabel Y (Disiplin Belajar) adalah 99,6% sedangkan 0,04% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian. Bertitik tolak pada hasil penelitian, maka semua pihak baik guru dan orang tua hendaknya memperhatikan dan meningkatkan kepemimpinan dan bimbingan kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan.Kata kunci: disiplin belajar peserta didik, kepemimpinan guru.THE EFFECT OF TEACHER LEADERSHIP ON LEARNING DISCIPLINE OF STUDENTSAbstractThe Effect of Teacher Leadership on Learning Discipline of students in MTS Tarbiyatul Huda Bogor. The discipline of learning from the adherence (compliance) learners against the rules (code of counduct) related to the teaching and learning activitis in schools, which include the time in and out of school, the students dressed in compliance, compliance learners in the following activities of the school. The discipline of learning does not arise by several factors, one of which, namely environmental factors of school teacher’s leadership because when good leadership, it will be a positive effect on the deed and vice versa, as well as leadership and discipline the learners learn in MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor this research aims to know the level of teacher’s leadership, the level of discipline of study and to find out whether or not there is the effect of teacher’s leadership against the didiscipline of learning to learners. This research is quantitative research. The population in the study i.e learners class VII and VIII MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor. Which consists of 2 classes that amounted to 133 students. Sampel research as much as 58 leaners in specified using proportional random sampling. Variabel research include leadership of a teacher as free variable, and the variable learning as related disciplines. Using data collection techniques of observation, interview, question form, and documentation. Tes prasyrat analiysis of the date indicates that the Gaussian and linear hypothesis testing techniqus so that using simple regression. This study showed that: the existence of significant influence among the leadership of teacher against a disciplined learning through calculation analysis test T which yields thitung (117,884) > ttabel (1,672). Then the H0  is rejected and accepted H1 there is influence significant techer leadership against disciplined learning learners. The magnitude of contribution of the influence of the variabel X (teacher’s leadership) against the variabel Y (study discipline) is 99,6% Whereas 13.6% are influenced by other factors not addressed in the study starting on the dotted research result, then all parties both teachers and parents should improve leadership and guidance to the students so that students can achieve the expected learning achiements.
HUBUNGAN STIFIN DENGAN PROFESIONALITAS GURU Agnia Sundari; Amir Mahrudin; Abdul Kholik
TADBIR MUWAHHID Vol. 3 No. 1 (2019): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v3i1.1793

Abstract

Berdasarkan hasil observasi sekolah statmen SMK Informatika Pesat menerapkan tes STIFIn terhadap semua gurunya, yaitu karena ada kebijakan dari yayasan untuk para guru dalam melaksanakan tes STIFIn. Dimana pada saat itu ada penurunan dalam hal kineja guru yang kurang, sehingga pihak yayasan memutuskan untuk melaksanakan tes STIFIn kepada seluruh gurunya. Dengan demikian setelah dilaksanakan tes STIFIn terhadap masing-masing guru terdapat perubahan dalam kinerja guru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ada hubungan antara STIFIn dengan profesionlitas guru di SMK Informatika Pesat Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Informatika Pesat Bogor, kuhusunya untuk guru. Subjek dlaam penelitain ini adalah jumlah guru seluruhnya yaitu sebanyak 23 orang guru. Perolehan data yaitu dnegan menggunakan teknik observasi, wawacara dan kuesioner. Serta untuk peneliti menggunakan metode penelitian pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil akhir penelitian ini yaitu harga chi-kuadrat teoritik untuk taraf signifikansi 5 % = 12, 592. Hasil perhitungan dalam tabel chi-kuadrat yang diperoleh nilai X2hitung = 0,01 dan d.b = 6 didapat nilai X2tabel = 12,592, jadi dari hasil tersebut karena nilai X2hitung<X2tabel= 0,01 < 12,592, maka H0 diterima dan H1ditolak. Kesimpulannya yaitu bahwa terdapat hubungan antara STIFIn dengan profesionalitas guru di SMK Informatika Pesat Bogor.
Efektifitas Model Kurikulum Rekonstruksi Sosial Berkarakter Agama Dalam Mencegah Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja Amir Mahrudin; Asmil Ilyas; Megan Asri Humaira
TADBIR MUWAHHID Vol. 5 No. 1 (2021): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v5i1.2552

Abstract

Kondisi Indonesia dalam keadaan darurat penyimpangan perilaku seksual remaja saat ini. Hal ini akan meningkat terus pada masa mendatang, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, kita harus memiliki perhatian terhadap masalah ini. Sebab, akan berdampak buruk pada kualitas masa depan bangsa. Solusi untuk mencegahnya melalui pendidikan. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui, menganalisis dan mengembangkan kurikulum rekonstruksi sosial berkarakter agama dalam mencegah penyimpangan perilaku seksual remaja. Metode penelitiannya adalah penelitian terapan lapangan dengan lokasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, interview, angket, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil uji hipotesis diketahui bahwa kurikulum rekonstruksi sosial berkarakter agama adalah efektif dalam mencegah penyimpangan perilaku seksual remaja. Pada aspek kognitif (nilai Fo = 1,318 dan sig. = 0,225 < 0,05), remaja mampu berpikir positif, sehat dan lurus. Aspek apektif (nilai Fo = 1,578 dan sig. = 0,197 < 0,05), mampu menilai antara perilaku seksual yang benar dan salah. Aspek psikomotorik (nilai Fo = 0,980 dan sig.= 0,404 > 0,05), mampu mewujudkan perilaku seksual remaja yang benar dan mencegah  dari yang menyimpang. Maka fungsi sosial  agama Islam memberikan solusi untuk mengoreksi, memperbaiki, dan mengarahkan perilaku manusia, sehingga terjadi harmonisasi kehidupan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.